Cari dengan kata kunci

Percampuran Tari dan Teater dalam Kesenian Damarwulan

1235_thumb_Damarwulan_dan_Putri_Kencana_Wungu_2.jpg

Percampuran Tari dan Teater dalam Kesenian Damarwulan

Cerita yang dibawakan biasanya berkisar pada hubungan antara Minak Jinggo dan Damarwulan di masa Kerajaan Majapahit dan Blambangan.

Kesenian
Tagar:

Banyuwangi memiliki sebuah seni pertunjukan yang menggabungkan tari tradisional dengan olah peran (teater). Pertunjukan ini diberi nama Damarwulan. Dalam setiap pertunjukannya, semua pemain harus bisa menari sekaligus memerankan seorang tokoh. Selain menjadi perpaduan dua unsur seni pertunjukan, Damarwulan pun merupakan wujud akulturasi dua kebudayaan, yakni Bali dan Banyuwangi.

Pertunjukan Damarwulan memiliki kemiripan dengan seni pertunjukan ketoprak maupun ludruk. Dalam setiap pertunjukan, Damarwulan dibagi dalam 4 bagian dan biasanya dimainkan oleh 40 sampai 50 pemain. Nama Damarwulan diambil dari salah satu tokoh utama yang ada dalam pentunjukan ini.

Dialog antar pemain dalam pertunjukan ini tersaji dalam bentuk nyanyian. Cerita yang dibawakan biasanya berkisar pada hubungan antara Minak Jinggo dan Damarwulan di masa Kerajaan Majapahit dan Blambangan.

Selain para pemain, ada pula seorang dalang yang mengatur jalannya cerita dan memberikan gambaran mengenai yang akan terjadi. Fungsi dalang ini mirip dengan dalang dalam pementasan wayang orang. Sementara, bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa Tengahan ‰ÛÒ juga bahasa Using saat adegan lawakan.

Tagar:
Informasi Selengkapnya
  • Indonesia Kaya

  • Indonesia Kaya

Berlangganan buletin Indonesia Kaya

Daftar ke buletin email Indonesia Kaya untuk mengikuti berita dan acara terkini.