Cari dengan kata kunci

Mengusir Hama Penyakit Tanaman melalui Tradisi Kebo-keboan

tradisi_kebo-keboan_1200.jpg

Mengusir Hama Penyakit Tanaman melalui Tradisi Kebo-keboan

Tradisi ini berawal dari munculnya berbagai hama (masyarakat Dusun Krajan menyebutnya pagebluk) yang merusak tanaman milik warga. Setelah diadakan tradisi kebo-keboan, berbagai hama tersebut tiba-tiba lenyap. Masyarakat yang menderita penyakit pun sembuh.

Tradisi

Masyarakat Dusun Krajan, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur, memiliki sebuah tradisi untuk mengusir penyakit dan hama. Namanya adalah tradisi kebo-keboan.

Tradisi ini berawal dari munculnya berbagai hama (masyarakat Dusun Krajan menyebutnya pagebluk) yang merusak tanaman milik warga. Setelah diadakan tradisi kebo-keboan, berbagai hama tersebut tiba-tiba lenyap. Masyarakat yang menderita penyakit pun sembuh.

Kebo-keboan adalah tradisi menirukan perilaku seekor kerbau yang sedang membajak sawah. Tradisi ini diadakan sekali dalam satu tahun. Waktu pelaksanaannya jatuh pada Hari Minggu antara tanggal 1 sampai 10 Sura. Dipilihnya Hari Minggu sebagai waktu pelaksanaan tradisi ini karena pada hari itu masyarakat Dusun Krajan libur dari berbagai aktivitas dan bisa mengikuti upacara ini.

Upacara kebo-keboan terbagi dalam beberapa tahapan. Pertama, selametan. Pada tahap ini, warga desa berkumpul untuk makan bersama di wadah yang sama. Selanjutnya adalah arak-arakan mengelilingi Dusun Krajan. Upacara akan berakhir di areal persawahan.

Dalam tradisi kebo-keboan, setiap tahapan akan dipimpin oleh pemimpin yang berbeda. Pemimpin upacara dalam tahapan selametan adalah Kepada Dusun Krajan. Sementara, yang bertindak sebagai pemimpin upacara dalam tahapan arak-arakan adalah seorang pawang yang dianggap ahli dalam memanggil roh para leluhur. [Tauhid/IndonesiaKaya]

Informasi Selengkapnya
  • NULL

  • Indonesia Kaya

Berlangganan buletin Indonesia Kaya

Daftar ke buletin email Indonesia Kaya untuk mengikuti berita dan acara terkini.