Cari dengan kata kunci

Tenun Gringsing, Kain Tradisional Suku Bali Aga

505_thumb_Kain-Gringsing.jpg

Tenun Gringsing, Kain Tradisional Suku Bali Aga

Biasanya dipakai di upacara adat dan kini mulai hadir di beberapa pentas peragaan busana. Teknik pembuatan kain Gringsing dinamakan dobel ikat.

Kesenian
Tagar:

Terletak di lokasi yang tak jauh dari kawasan wisata Candidasa, Kabupaten Karangasem, Bali, Tenganan hiduplah sebuah suku bernama Bali Aga. Konon, suku ini merupakan penduduk Bali asli.

Hingga saat ini masyarakat Bali Aga masih mempertahankan polah hidup tradisional ala nenek moyang. Maka tak mengherankan jika masyarakat yang hidup disini sangat kokoh tak terpengaruh budaya luar.

Jika di Flores ada kain tenun ikat, maka di Bali ada warisan budaya asli Bali Aga yang disebut dengan kain tenun Gringsing.

Kain tradisional ini selain dibuat dalam jangka waktu yang cukup lama, juga menggunakan pewarnaan yang berasal dari bahan-bahan tradisional alami.

Kain hasil tenunan ini di dunia hanya terdapat di 3 negara dan salah satunya di Bali. Teknik pembuatan kain Gringsing dinamakan dobel ikat. Kain ini biasanya dipakai di upacara adat dan kini mulai hadir di beberapa pentas peragaan busana.

Tagar:
Informasi Selengkapnya
  • Indonesia Kaya

  • Firman

Berlangganan buletin Indonesia Kaya

Daftar ke buletin email Indonesia Kaya untuk mengikuti berita dan acara terkini.