Cari dengan kata kunci

Sarung Tenun Kresesek, Sarung Tenun Khas Negeri Samawa

1281_thumb_Sarung_tenun_Kresesek_saat_ini_sudah_menjadi_salah_satu_ornamen_pakaian_adat_Sumbawa.jpg

Sarung Tenun Kresesek, Sarung Tenun Khas Negeri Samawa

Bahan utama untuk membuat sarung kre'sesek ini adalah benang biasa dan benang kembaya (benang khusus yang digunakan untuk motif).

Kesenian

Sumbawa memiliki sarung tenun khas yang dibuat dengan tangan. Sarung tenun kre’sesek namanya. Sarung tenun yang dibuat dari berbagai jenis benang ini sering digunakan di kepala saat dilakukan upacara adat Sumbawa.

Sarung tenun kre’sesek merupakan hasil buatan tangan masyarakat di beberapa desa di Sumbawa, seperti Desa Moyo, Desa Lengas, dan Desa Poto. Biasanya, untuk membuat sehelai sarung tenun, diperlukan waktu setidaknya 1 bulan. Hal ini disebabkan, selain menjadi pembuat sarung tenun, masyarakat di sana juga bermata pencarian sebagai petani.

Aneka jenis binatang dan tanaman menjadi motif yang biasa digunakan pada sarung tenun masyarakat berjuluk negeri Samawa. Salah satu motif binatang yang sering digunakan adalah rusa.

Bahan utama untuk membuat sarung kre’sesek ini adalah benang biasa dan benang kembaya (benang khusus yang digunakan untuk motif). Alat-alat yang digunakan untuk membuat sarung tenun kre’sesek ini juga masih sangat tradisional seperti tolang guren, golang kecil, sisir, dan belida.

Sarung tenun kre’sesek telah dikenal sejak zaman Kerajaan Sumbawa. Saat itu, salah satu ruangan Istana Dalam Loka menjadi tempat khusus pembuatan sarung tenun ini.

Sarung tenun kre’sesek saat ini sudah menjadi salah satu ornamen pakaian adat Sumbawa. Banyak wisatawan yang sengaja berkunjung ke salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Barat untuk mencari sarung tenun khas Sumbawa.

Informasi Selengkapnya
  • Indonesia Kaya

  • Indonesia Kaya

Berlangganan buletin Indonesia Kaya

Daftar ke buletin email Indonesia Kaya untuk mengikuti berita dan acara terkini.