Cari dengan kata kunci

Beranyam, Kerajinan Khas Wanita Desa Tepal

1574_thumb_Anyaman_daun_pandan_yang_diubah_menjadi_kerajinan_tikar_yang_indah_khas_buatan_masyarakat_Desa_Tepal_Sumbawa.jpg

Beranyam, Kerajinan Khas Wanita Desa Tepal

Terbuat dari daun pandan yang disilangkan menjadi satu, terbentuklah kerajinan tikar yang indah khas masyarakat Desa Tepal, Sumbawa. Inilah beranyam, salah satu tradisi khas wanita-wanita dari salah satu wilayah di Nusa Tenggara Barat.

Tradisi

Terbuat dari daun pandan yang disilangkan menjadi satu, terbentuklah kerajinan tikar yang indah khas masyarakat Desa Tepal, Sumbawa. Inilah beranyam, salah satu tradisi khas wanita-wanita dari salah satu wilayah di Nusa Tenggara Barat.

Kebiasaan kaum wanita Desa Tepal dalam mengisi waktu senggang membuahkan hasil kerajinan tikar yang sangat indah untuk dilihat. Anyaman terbuat dari daun pandan yang telah melalui proses penjemuran dirangkai menjadi satu sehingga menghasilkan sebuah tikar.

Beranyam biasanya dilakukan kaum wanita di desa ini saat musim penghujan datang. Perkebunan dan persawahan yang telah dikelola saat musim semi membuat kegiatan menjadi lebih sedikit. Karenanya, kaum wanita mengisi waktu luang dengan beranyam.

Tikar yang telah jadi biasanya digunakan masyarakat untuk alas tidur atau menjadi penghias rumah mereka. Pada acara-acara tertentu, tikar yang mempunyai motif garis-garis ini digunakan sebagai alas duduk para tamu. [Riky/IndonesiaKaya]

Informasi Selengkapnya
  • NULL

  • Indonesia Kaya

Berlangganan buletin Indonesia Kaya

Daftar ke buletin email Indonesia Kaya untuk mengikuti berita dan acara terkini.