Cari dengan kata kunci

tari_bulu_gila_1290.jpg

Makna Dari Kegilaan Sebilah Bambu Dalam Tari Bambu Gila

Tari Bulu Gila dikenal juga dengan Tari Bambu Gila. Tarian ini memang asli berasal dari Maluku dan merupakan permainan sejak jaman penjajahan Portugis di masa lalu. Tarian ini memang bernuansa mistis dengan melibatkan adanya roh halus yang akan menggerakkan sebatang bambu panjang yang dibawa oleh tujuh orang dewasa.

Kesenian
Tagar:

Tari Bulu Gila dikenal juga dengan Tari Bambu Gila. Tarian ini merupakan permainan tradisional Maluku sejak jaman penjajahan Portugis di masa lalu. Tarian ini memang bernuansa mistis dengan melibatkan adanya roh halus yang akan menggerakkan sebatang bambu panjang yang dibawa oleh tujuh orang dewasa. Namun demikian, seiring perkembangan jaman tari ini pun banyak dimodifikasi dan tidak lagi menggunakan roh halus di bambu sebagai inti tarian. Biasanya, pada tarian modifikasi, batang bambu yang digunakan lebih pendek, bahkan penarinya pun sebagian besar adalah kaum wanita.

Tari Bambu Gila yang sebenarnya adalah sebuah tarian yang mengandung resiko tinggi. Itu sebabnya mengapa dalam setiap penampilannya, seorang dukun pembaca mantera diperlukan untuk mengundang roh halus sekaligus menjaga roh tersebut agar tetap dalam kontrol para penarinya. Sang dukun biasanya akan membawa sebuah tempat berisi bakaran kemenyan yang menjadi media untuk menghadirkan Roh Halus. Bahkan, tidak jarang dalam atraksinya ada beberapa penari Bambu Gila yang kesurupan dan tidak sadarkan diri. Dalam kondisi inilah, maka peran sang dukun diperlukan lagi.

Pada tari Bulu Gila yang sudah dimodifikasi, kita tidak akan menemukan lagi kemistisan ini. Walaupun kehadiran Roh Halus ini adalah hal yang sangat menarik dari tarian ini, namun makna tarian ini bukanlah hal-hal gaib di dalam tarian. Sebenarnya, gerak para penari yang menahan gerakan magis bambu adalah sebuah simbol dari nilai kebersamaan yang harus tetap terjaga. Gerakan kaki yang serempak dan penuh dengan kekuatan menunjukkan semangat gotong royong dalam kehidupan rakyat Maluku yang disebut Masohi. Makna inilah yang seharusnya lebih ditonjolkan dalam tarian Bambu Gila, dan nilai-nilai inilah yang masih terbawa dalam tarian Bambu Gila hasil modifikasi.

Tari Bulu atau Bambu Gila ini sebenarnya sudah cukup langka, sekalipun itu di Maluku sendiri. Hanya ada beberapa kampung yang mampu membawakan tarian ini secara otentik. Namun demikian, banyak sanggar tari di Maluku yang telah mempelajarinya dan mengambil intisari tarian ini untuk ditampilkan dalam bentuk yang lebih modern. Biasanya, tarian ini ditampilkan sebagai tari penyambutan tamu atau hiburan dalam berbagai acara formal. Bambu Gila adalah sebuah identitas masyarakat Maluku yang tidak akan ditemukan di belahan Nusantara lainnya. Lewat tarian ini, maka kita akan semakin yakin bahwa Indonesia itu memang kaya.

Baca juga: Tari Sigeh Pengunten, Tradisi Penyambutan Tamu Agung ala Lampung

[Phosphone/IndonesiaKaya]

Tagar:
Informasi Selengkapnya
  • Elsa Dwi Lestari

  • Indonesia Kaya