Inilah danau terluas yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Telaga Merdada namanya. Walau merupakan telaga terluas, telaga ini tidak memiliki sumber mata air. Seluruh air yang menggenangi telaga ini merupakan tampungan air hujan.
Karena airnya berasal dari tampungan hujan, telaga ini akan mengering saat musim kemarau sehingga bagian tengahnya tampak jelas. Meski demikian, kondisi tersebut bukan berarti telaga ini dapat dilintasi dengan berjalan kaki, karena lapisan lumpurnya sangat dalam dan berbahaya.
Luas telaga ini sekitar 25 hektare.
Terletak di Desa Karang Tengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, luas telaga ini sekitar 25 hektare. Telaga ini dikelilingi oleh dua bukit, yaitu Bukit Pangonan dan Bukit Semurup yang sebenarnya bernama Summer Up karena tanah bukit ini berwarna merah dan sering terjadi kebakaran, tapi terjadi kesalahan pengucapan oleh masyarakat sekitar.
Luasnya telaga ini menjadi alasan diberikan nama “merdada”. “Merdada” merujuk pada “dada”, yang mengandung makna lapang atau luas.
Air telaga ini merupakan sumber air penting bagi para petani sekitar.
Pada rentang tahun 1950 sampai 1998, kawasan di sekitar telaga digunakan oleh PT Dieng Jaya sebagai tempat pembibitan jamur. Tapi kemudian, ketika terjadi krisis ekonomi, tempat pembibitan ini ditutup. Saat ini, masih terdapat beberapa bangunan yang dulunya digunakan sebagai tempat pembibitan jamur.
Air telaga ini merupakan sumber air penting bagi para petani sekitar. Lahan-lahan kentang yang banyak terdapat di sekitar telaga sangat bergantung pada debit air di telaga ini.
Telaga Merdada dibuka untuk umum setiap hari dari jam 07.00 WIB sampai 16.00 WIB. Tiket masuk ke tempat wisata ini sebesar Rp5.000 per orang.









