Ongol-ongol, jajanan legendaris Betawi, mungkin sudah tidak asing lagi di telinga sebagian besar masyarakat. Meski begitu, kue tradisional dengan tekstur kenyal dan rasa manis ini sepertinya mulai jarang ditemukan di pasaran. Dahulu, ongol-ongol kerap menjadi teman setia saat sarapan pagi.
Tepung sagu adalah bahan utama yang memberikan tekstur kenyal pada ongol-ongol. Akan tetapi, jika tepung sagu sulit didapatkan, tepung hunkwe dapat menjadi pengganti. Sebagai pelengkap, taburan kelapa parut yang segar akan menambah cita rasa gurih dan aroma khas pada setiap suapan ongol-ongol.
Dengan tekstur lembut dan alami, ongol-ongol menjadi pilihan tepat sebagai camilan sehat untuk anak-anak. Tanpa tambahan pewarna dan pemanis buatan, kue tradisional ini aman dikonsumsi dan dapat menjadi teman yang menyenangkan saat sarapan.
Menikmatinya terasa semakin lengkap jika disandingkan dengan secangkir teh hangat. Kudapan tradisional ini mudah ditemukan di pasar yang menjajakan beragam jajanan khas Indonesia. Harganya pun cukup terjangkau, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per porsi. Bagi yang ingin mencoba, camilan ini juga cocok dijadikan pilihan sarapan karena rasa manis dan teksturnya yang kenyal memberikan pengalaman berbeda di pagi hari.








