Cari dengan kata kunci

Ngembang, Bentuk Penghormatan kepada Leluhur

1.-ngembang-ke-makam-leluhur-merupakan-wujud-rasa-hormat-masyarakat-adat-kepada-leluhur_.jpg

Ngembang, Bentuk Penghormatan kepada Leluhur

Pagi semakin menguning, Bogor yang dikenal sebagai daerah yang selalu basah, hari itu panas meski sudah memasuki musim penghujan. Namun terik matahari yang menyengat tidak menyulutkan niat para kokolot Kampung Budaya Sindang Barang dan beberapa warga yang ingin melakukan ritual ngembang ke makam leluhur.

Tradisi

Pagi semakin menguning, Bogor yang dikenal sebagai daerah yang selalu basah, hari itu panas meski sudah memasuki musim penghujan. Namun terik matahari yang menyengat tidak menyulutkan niat para kokolot Kampung Budaya Sindang Barang dan beberapa warga yang ingin melakukan ritual ngembang ke makam leluhur. Dengan menggunakan minibus, perjalanan dari Kampung Budaya Sindang Barang kemudian dilanjutkan menuju ke pintu masuk maqom yang berada di kawasan Cilobak.

Dengan perbekalan seadanya, perjalanan ngembang ke makam leluhur dilakukan dengan berjalan kaki menuju puncak pertama Gunung Salak. Makam leluhur yang akan dikunjungi adalah Maqom Pasir Keramat III. Untuk sampai ke makam tersebut, para kokolot Kampung Sindang Barang dan beberapa warga harus melakukan perjalanan mendaki selama 3 jam. Konon, warga masyarakat percaya bahwa hanya orang-orang yang berniat baik dan berhati bersih-lah yang mampu sampai ke puncak dan berziarah ke makam leluhur.

Lokasi makam leluhur Pasir Keramat berada di ketinggian hampir 1000 meter. Di awal perjalanan masih akan ditemukan ladang-ladang garapan para petani. Sebagian besar lahan difungsikan sebagai ladang sayur dan daun sirih yang hasilnya banyak dijual di pasar-pasar sekitar Bogor. Makin jauh perjalanan, ladang-ladang para petani tidak lagi terlihat, apalagi jalan yang dilalui makin curam, licin, dan sempit.

Ketika mendekati puncak, tumbuhan didominasi oleh pohon-pohon besar, seperti pohon pinus dan rasamala. Para Kokolot Kampung Sindang Barang percaya, keseluruhan Makam Pasir Keramat berbentuk punden berundak yang semakin tinggi, jalan yang dilalui akan semakin sempit. Pada titik ujung jalan itulah terdapat makam leluhur Pasir Keramat III. Makam tersebut merupakan makam bagi Mbah Langlang Buana atau yang diberi julukan Raden Wirabumi, salah satu raja dalam kasepuhan Sunda.

Ritual ngembang ke makam leluhur bagi masyarakat Kampung Sindang Barang merupakan salah satu prosesi dalam tradisi Seren Taun. Ritual ini dilakukan setelah malam harinya telah ditentukan waktu diselenggarakan tradisi Seren Taun dalam ritual neteupken. Ngembang artinya menabur bunga, dan bunga merupakan sesuatu yang wangi dan disukai banyak orang. “Bunga selain wangi juga layak untuk dilihat siapapun, daripada meletakkan makanan yang layak dimakan manusia, lebih baik menabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur,” ungkap Abah Ustad, salah seorang kokolot Kampung Sindang Barang.

Ngembang ke makam leluhur mempunyai tiga tujuan utama. Tujuan itu adalah berdoa kepada Tuhan sebagai permohonan jalan keselamatan, meminta izin atau sebagai bentuk laporan kepada leluhur bahwa Kampung Sindang Barang akan mengadakan tradisi Seren Taun, dan bagi para kokolot ngembang juga mempunyai tujuan sebagai tadabur alam. Dalam ritual ngembang terselip kearifan lokal masyarakat Kampung Sindang Barang yang tidak hanya berusaha menjaga hubungan baik kepada Tuhan dan manusia, tetapi juga kepada alam sebagai penopang kehidupan. [AhmadIbo/IndonesiaKaya]

Informasi Selengkapnya
  • Elsa Dwi Lestari

  • Indonesia Kaya

Berlangganan buletin Indonesia Kaya

Daftar ke buletin email Indonesia Kaya untuk mengikuti berita dan acara terkini.