Kembang Goyang, Kue Khas Warga Betawi saat Lebaran - Indonesia Kaya

Cari dengan kata kunci

1229_thumb_Nama_kembang_goyang_sendiri_berasal_dari_bentuk_kelopak_seperti_kembang_2.jpg

Kembang Goyang, Kue Khas Warga Betawi saat Lebaran

Renyah dan manis, kue kembang goyang menyimpan kisah tradisi Betawi yang kini kian jarang dijumpai.

Kuliner
Tagar:

Kue kembang goyang merupakan kue kering khas Betawi yang kini mulai jarang ditemui, meski dahulu hampir selalu hadir saat Idulfitri sebagai suguhan untuk tamu yang datang bersilaturahmi. Bentuknya yang cantik dan rasanya yang renyah menjadikannya salah satu camilan tradisional yang lekat dengan suasana perayaan di rumah-rumah Betawi.

Nama “kembang goyang” berasal dari bentuknya yang menyerupai kelopak bunga serta teknik pembuatannya yang digoyang-goyang di dalam minyak panas hingga adonan terlepas dari cetakan besi. Proses ini membutuhkan ketelatenan dan ketepatan suhu minyak agar hasilnya tipis, renyah, dan tidak mudah patah.

Nama “kembang goyang” berasal dari bentuknya yang menyerupai kelopak bunga serta teknik pembuatannya yang digoyang-goyang.

Bahan dasarnya sederhana, yakni tepung beras atau tepung ketan yang dicampur santan, gula, dan telur. Adonan cair kemudian diberi sentuhan rasa seperti pandan atau frambozen, serta taburan wijen untuk menambah aroma dan tekstur. Seiring waktu, pewarna makanan turut digunakan agar tampilannya semakin menarik.

Secara tekstur, kembang goyang terasa ringan dan garing, dengan cita rasa manis yang tidak berlebihan. Karena digoreng hingga kering, kue ini memiliki daya simpan cukup lama jika disimpan dalam wadah kedap udara, sehingga cocok dijadikan stok suguhan saat hari raya atau acara keluarga.

Kembang goyang terasa ringan dan garing, dengan cita rasa manis yang tidak berlebihan.

Meski popularitasnya sempat meredup akibat maraknya kue modern, kembang goyang tetap menjadi bagian penting dari identitas kuliner Betawi. Upaya pelestarian melalui festival budaya, sentra kuliner, hingga produksi rumahan diharapkan mampu menjaga keberadaan kue tradisional ini agar tidak hilang ditelan zaman.

Tagar:
Informasi Selengkapnya
  • Indonesia Kaya

  • Indonesia Kaya