Bersantai di Pantai Biduk-Biduk, Pesisir Asri Kalimantan Timur - Indonesia Kaya

Cari dengan kata kunci

coverbiduk1290.jpg

Bersantai di Pantai Biduk-Biduk, Pesisir Asri Kalimantan Timur

Jauh dari keramaian, Biduk-Biduk menawarkan pantai asri dengan pasir putih dari terumbu karang di pesisir Berau.

Pariwisata

Kalimantan kaya dengan hutan tropisnya, namun pesisir pantai di pulau yang terlewati garis khatulistiwa ini tak bisa dipungkiri keindahannya. Ada sebuah kampung yang berada di pesisir timur Kalimantan, kabupaten Berau, namanya Biduk-Biduk. Jarak Kampung Biduk-Biduk ke ibu kota kecamatan adalah sekitar 3 km atau dapat ditempuh selama 10 menit perjalanan darat dengan menggunakan mobil atau sepeda motor, sedangkan jarak ke ibu kota kabupaten adalah sekitar 280 km atau dapat ditempuh selama 7 jam perjalanan darat dengan menggunakan mobil atau sepeda motor. Tipologi kampung adalah jenis kampung pantai atau pesisir atau kepulauan.

Berpelesir ke Biduk-Biduk paling cepat menggunakan pesawat udara dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (dulu dikenal dengan Bandara Sepinggan) di Balikpapan menuju Bandara Kalimarau di Tanjung Redeb (ibu kota Kabupaten Berau). Meski terbayang sangat jauh, Kampung Biduk-Biduk memiliki pemandangan yang sangat menakjubkan. Ada beberapa pantai yang menyuguhkan panorama indah, salah satunya pantai Biduk-Biduk.

Dengan desa yang berada di pesisir pantai, warga Biduk-Biduk justru 70 persennya bermata pencaharian sebagai petani.

Pantai Biduk-Biduk merupakan pantai dengan pasir putih dan air laut biru jernih. Suasananya masih sangat asri dan masih jarang pula orang berkunjung ke sini. Bila beruntung, saat mengunjungi pantai ini, akan terasa seperti pantai pribadi. Meski sepi, masih bisa ditemukan beberapa warung yang menjual makanan, sehingga pengunjung akan aman dari rasa lapar. Ada salah satu fakta unik dari warga Biduk-Biduk. Dengan desa yang berada di pesisir pantai, warga Biduk-Biduk justru 70 persennya bermata pencaharian sebagai petani.

Pasir putih Biduk-Biduk berasal dari terumbu-terumbu karang, saat berjalan dipesisir pantai ini sebaiknya menggunakan alas kaki berupa sendal agar bebas bergerak namun kaki tetap terlindungi. Dari Pantai Biduk-Biduk, pengunjung bisa menikmati langsung pemandangan laut Sulawesi dan semilir angin yang menyejukan. Jajaran pohon kelapa di sepanjang pesisir pantai pun membuat betah tiap pengunjung yang datang, rasanya ingin berlama-lama hanya untuk sekedar bersantai.

Dari Pantai Biduk-Biduk, pengunjung bisa menikmati langsung pemandangan laut Sulawesi dan semilir angin yang menyejukan.

Untuk dapat menginap di sini, cukup mudah mendapatkan penginapan. Salah satu jalan yang memiliki banyak penginapan adalah jalan belimbing. Harganya beragam, dimulai dari 80 ribu rupiah saja. Cuaca di Pantai Biduk-Biduk ini termasuk tidak terlalu ekstrim. Saat siang pengunjung tidak akan terlalu merasakan terik, saat malampun tidak akan merasa terlalu dingin.

Selain menikmati panorama alam yang indah dan menenangkan, pengunjung dapat menaiki sampan, bermain air, atau berkemah di tepian pantai. Di kawasan ini, listrik hanya menyala pada malam hari, sehingga pengisian baterai gawai sebaiknya dilakukan mulai pukul 18.00 hingga 06.00. Suasana pesisir yang masih asri juga cocok untuk berburu foto, termasuk mengabadikan momen prapernikahan atau pascapernikahan tanpa perlu khawatir dengan keramaian seperti di lokasi wisata yang lebih padat.

Informasi Selengkapnya
  • Elsa Dwi Lestari

  • Indonesia Kaya