Cari dengan kata kunci

Sepenggal Sejarah Mataram di Tanah Sulawesi

Makam_Pangeran_Diponegoro_1200.jpg

Sepenggal Sejarah Mataram di Tanah Sulawesi

Siapa yang tidak kenal dengan sepak terjang Dipanegara atau Diponegoro, seorang keturunan raja Mataram ini dulu pernah menjadi orang yang paling dicari penjajah Belanda karena sifatnya yang non-kooperatif.

Pariwisata

Siapa yang tidak kenal dengan sepak terjang Dipanegara atau Diponegoro, seorang keturunan raja Mataram ini dulu pernah menjadi orang yang paling dicari penjajah Belanda karena sifatnya yang non-kooperatif. Terlahir dengan nama Mustahar, Pangeran Diponegoro menjadi benteng utama perlawanan rakyat Jawa Tengah terhadap penjajahan Belanda. Menurut sejarah dan cerita-cerita Babad Dipanegara, Pangeran Diponegoro merupakan pemimpin perlawanan terhadap kearogansian penjajah Belanda yang tidak mau menghormati adat-istiadat, juga atas pembebanan pajak yang terlalu tinggi kepada masyarakat.

Pada 1830 dalam perang Jawa, pasukan Diponegoro terhimpit pasukan penjajah Belanda. Belanda yang dipimpin Jenderal De Kock berhasil meringkus Pangeran Diponegoro di Magelang, kemudian mengasingkannya ke Manado, setelah itu lalu dipindahkan lagi ke Makassar. Hingga pada akhirnya perjuangan Pangeran Diponegoro selesai dan beliau wafat di Makassar pada 8 Januari 1855.

Makam Pangeran Diponegoro terletak di sebelah utara kota Makassar, tepatnya di jalan Diponegoro, kecamatan Melayu, Kabupaten Wajo. Bangunan makam yang dari luar tampak seperti rumah tersebut kini terhimpit bangunan-bangunan besar di sebelahnya. Mungkin orang yang ingin berkunjung ke makam tersebut akan kebingungan jika tidak terpampang tulisan: Makam Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro di bagian atasnya.
 
Memasuki area pemakaman, pengunjung akan menjumpai tiga bagian utama pemakaman. Bagian pertama berada di sisi kiri, pada bagian ini terdapat dua buah makam yang mempunyai ukuran lebih besar, dilengkapi atap, dan terlihat lebih dominan ketimbang makam lainnya. Makam inilah yang merupakan makam Pangeran Diponegoro, dan di sebelahnya terdapat makam salah satu istrinya yang bernama RA Ayu Ratnaningsih. 

Di belakang makam utama tersebut terdapat beberapa makam anak dari Pangeran Diponegoro. Makam tersebut didominasi warna putih, dan beberapa makam sudah direnovasi, sebagian lagi masih mempertahankan bentuk aslinya. Bagian kanannya dibatasi oleh jalan setapak, dan jalan setapak inilah yang membatasi bagian kedua dengan bagian ketiga area pemakaman. Di Bagian ketiga bentuk makam hampir sama dengan bagian kedua, hanya saja jumlahnya lebih banyak dari bagian kedua. Di bagian ini merupakan makam orang-orang yang masih mempunyai hubungan darah dengan Pangeran Diponegoro. Di bagian depan makam Pangeran Diponegoro terdapat musolah kecil bernama Al Ihsan, di bagian yang lain juga terdapat puri dan beberapa tempat duduk yang memang diperuntukkan bagi pengunjung. [AhmadIbo/IndonesiaKaya]

Informasi Selengkapnya
  • NULL

  • Indonesia Kaya

Berlangganan buletin Indonesia Kaya

Daftar ke buletin email Indonesia Kaya untuk mengikuti berita dan acara terkini.