Mie Titi, Hidangan Legendaris Makassar Sejak 1960-an - Indonesia Kaya

Cari dengan kata kunci

mie_titi_1200.jpg

Mie Titi, Hidangan Legendaris Makassar Sejak 1960-an

Perpaduan mie kering renyah dan kuah kental gurih menjadikan hidangan ini sebagai salah satu kuliner legendaris yang selalu dirindukan di Makassar.

Kuliner

Selain menyajikan berjuta keindahan alam, Makassar juga menawarkan berbagai hidangan kuliner yang menggugah selera. Sebut saja seperti sup konro, coto, dan sup sodara yang merupakan sebagian deretan nama masakan dengan bumbu khas Makassar. Selain tiga hidangan tersebut, ada hidangan lain yang disebut-sebut sebagai primadona kuliner khas Makassar, yakni mie titi.

Mungkin banyak yang belum tahu bahwa mie titi merupakan makanan yang sudah cukup lama eksis di Kota Makassar. Hidangan ini diperkenalkan oleh Angko Cao pada sekitar tahun 1960-an. Hingga kini, memasuki generasi ketiga, kuliner yang satu ini sudah memiliki beberapa cabang di Kota Makassar. Salah satu cabangnya berada di Wajo, tepatnya di Jalan Datumuseng nomor 23.

Hidangan ini diperkenalkan oleh Angko Cao pada sekitar tahun 1960-an.

Awalnya, kuliner yang satu ini hanyalah mie yang dijajakan dengan menggunakan gerobak di pinggir jalan. Saat dikelola oleh Rusmin Kohen yang merupakan generasi kedua barulah tercetus nama “mie titi”. Konon, nama “titi” digunakan lantaran Rusmin Kohen sering disapa dengan panggilan “Titi” oleh teman-temannya.

Di tangan Rusmin Kohen inilah dibuat perubahan besar pada resep mie titi. Mie titi yang ia sajikan menggunakan mie kering yang sebelumnya digoreng. Mie kering ini lalu disiram dengan kuah kental yang berisi potongan ayam, udang, bakso, sayur-sayuran, serta gorengan.

Hanya dengan membayar Rp18.000 per porsi, pengunjung dapat menikmati kegurihan kuah kental yang bercampur dengan sensasi kriuk mie kering.  Kenikmatan tersebut akan tambah sempurna jika mengkonsumsinya pada malam hari karena sangat cocok dengan keadaan malam hari Kota Makassar yang cenderung sejuk dan berangin.

Informasi Selengkapnya
  • Janitra Panji Satria

  • Indonesia Kaya