Cari dengan kata kunci

Mengenal Berbagai Jenis Wayang di Museum Wayang Kekayon

1181_thumb_Halaman-depan-dan-pintu-masuk-menuju-Museum-Wayang-Kekayon-Yogyakarta-2.jpg

Mengenal Berbagai Jenis Wayang di Museum Wayang Kekayon

Tak hanya wayang, Museum ini terdapat replika bangunan yang menggambarkan sejarah Indonesia mulai dari zaman purba hingga zaman kemerdekaan.

Pariwisata

Melewati Jalan Raya Yogya-Wonosari Km 7, Yogyakarta, kita akan menjumpai sebuah museum bernama Museum Wayang Kekayon. Berbeda dengan museum wayang yang ada di Jakarta, Museum Wayang Kekayon terlihat tidak terawat dan sepi pengunjung. Bangunan pendopo di depan nampak usang dan bangunan dibelakangnya dibiarkan terkunci tidak pernah digunakan.

Namun dibalik kekurangan tersebut, museum ini menyimpan berbagai keistimewaan. Memasuki lokasi museum, pengunjung akan disambut kicauan kawanan burung dan udara yang sejuk. Museum ini juga masih menyimpan lengkap berbagai jenis wayang yang tidak kalah dengan koleksi museum wayang yang ada di Jakarta, seperti Wayang Purwa, Wayang Madya, Wayang Thengul, Wayang Klithik, Wayang Beber, Wayang Suluh, Wayang Gedhok. Wayang-wayang tersebut disimpan rapih di sembilan unit di sebelah pendopo.

Memasuki ruang museum, pengunjung akan menjumpai wayang madya yang terbuat dari kulit. Wayang yang terbuat dari kulit biasanya digunakan sebagai media menyampaikan cerita yang beraliran istana sentris, seperti cerita Rhama dan Shinta, cerita Arjuna atau cerita pasca perang Batarayudha. Museum Wayang Kekayon juga masih menyimpan berbagai wayang kulit dengan karakter tokoh-tokoh dan pahlawan nasional, seperti Soekarno dan Pangeran Diponegoro.

Selain masih menyimpan berbagai koleksi wayang, Museum Wayang Kekayon juga menyimpan replika bangunan yang menggambarkan sejarah Indonesia mulai dari zaman purba hingga zaman kemerdekaan.

Menurut seorang sumber di museum ini, museum yang didirikan sejak tahun 1987 atas prakarsa Prof Soejono tersebut kini sudah mengoleksi sebanyak 5.465 buah wayang dari 25 jenis baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Museum yang dibuka setiap hari kecuali Senin mulai pukul 08.00 sampai pukul 14.30 ini sangat cocok sebagai salah satu alternatif tempat wisata yang wajib dikunjungi. Mengunjungi museum mempunyai sensasi keasyikan tersendiri, karena selain berwisata, museum juga merupakan wadah menjelajah sejarah dan menemukan makna masa lalu.

Informasi Selengkapnya
  • Indonesia Kaya

  • Indonesia Kaya

Berlangganan buletin Indonesia Kaya

Daftar ke buletin email Indonesia Kaya untuk mengikuti berita dan acara terkini.