Cari dengan kata kunci

Menapak Jejak Purbakala di Situs Wisata Ratu Boko

1166_thumb_Gapura_Keraton_Ratu_Boko_menjadi_salah_satu_bangunan_yang_terdapat_di_Situs_ini_2.jpg

Menapak Jejak Purbakala di Situs Wisata Ratu Boko

Dusun Dawung Desa Bokoharjo, Sleman, Yogyakarta, memiliki situs purbakala yang dirawat dengan apik bernama Ratu Boko. Situs purbakala ini diyakini sebagai situs pemukiman masa klasik terbesar di Pulau Jawa khususnya Jawa bagian tengah. Oleh karena itu, di dalam kompleks Ratu Boko tersimpan berbagai benda dan bangunan purbakala.

Pariwisata

Dusun Dawung Desa Bokoharjo, Sleman, Yogyakarta, memiliki situs purbakala yang dirawat dengan apik bernama Ratu Boko. Situs purbakala ini diyakini sebagai situs pemukiman masa klasik terbesar di Pulau Jawa khususnya Jawa bagian tengah. Oleh karena itu, di dalam kompleks Ratu Boko tersimpan berbagai benda dan bangunan purbakala.

Lokasi Ratu Boko sangat mudah dicapai. Dari perempatan Tugu Jogja masuk ke arah Jalan Jenderal Sudirman sampai memasuki Jalan Laksda Adisucipto. Terletak di ketinggian 196 meter di atas permukaan laut, membuat udara di sekitar situs ini begitu sejuk dan nyaman. Memasuki Komplek Ratu Boko pengunjung dimanjakan oleh pemandangan yang luar biasa indah. Mulai dari persawahan, rel kereta api yang terhampar, hingga Candi Prambanan dan Gunung Merapi yang tampak dari kejauhan.

Di dalam Komplek Ratu Boko terdapat benda dan bangunan purbakala seperti keramik, porselin, prasasti, Gapura Keraton Ratu Boko, Candi Pembakaran, Kolam Suci, Pendopo, dan berbagai benda purbakala lain.

Menurut buku "Menapak Jejak Kepurbakalaan Ratu Boko" yang ditulis oleh Mangar Suri Ayuati dan Gatut Eko Nurcahyo, Komplek Purbakala Ratu Boko ini pertama kali ditemukan oleh Van Boekholtz seorang berkebangsaan Belanda pada tahun 1790.

Satu yang menarik dari komplek Ratu Boko adalah adanya keyakinan bahwa komplek tersebut merupakan bekas komplek keraton. Hal tersebut direpresentasikan dengan sistem penamaan yang mengacu pada penamaan bangunan yang umumnya terdapat di dalam keraton, seperti paseba, kaputren, dan pendapa.

Selain diyakini sebagai tempat bekas keraton, ditemukannya porselin dan keramik Cina di lokasi ini juga memunculkan anggapan bahwa tempat tersebut dahulu merupakan tempat hunian bagi kalangan atas. Hal itu diyakini karena hanya orang dari kalangan atas-lah yang bisa membeli porselin dan keramik buatan Cina.

Selain menjadi wisata alam karena pemandangannya yang indah, mengunjungi situs purbakala Ratu Boko juga akan menambah pengetahuan sejarah tentang kebudayaan Indonesia yang kaya. Cukup dengan membayar Rp 25.000 per orang, pengunjung akan mendapatkan pengalaman berwisata sejarah di tempat yang indah. [AhmadIbo/IndonesiaKaya]

Informasi Selengkapnya
  • NULL

  • Indonesia Kaya

Berlangganan buletin Indonesia Kaya

Daftar ke buletin email Indonesia Kaya untuk mengikuti berita dan acara terkini.