Kue Rintak, Sajian Sagu Khas Bangka Belitung saat Hari Raya - Indonesia Kaya

Cari dengan kata kunci

kue_rintak_1200.jpg

Kue Rintak, Sajian Sagu Khas Bangka Belitung saat Hari Raya

Renyah, manis, dan harum khas sagu, kue rintak telah lama menjadi camilan favorit masyarakat Bangka Belitung saat berkumpul bersama keluarga.

Kuliner

Provinsi Bangka Belitung memiliki beragam kuliner tradisional yang masih bertahan hingga kini, salah satunya kudapan berbahan dasar sagu yang dikenal dengan nama rintak. Camilan ini telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat setempat dan hampir selalu hadir saat perayaan Idulfitri. Teksturnya yang renyah dengan rasa manis yang ringan membuatnya digemari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Masyarakat Bangka dan Belitung juga kerap menyebutnya sebagai kue sagu karena bahan utamanya berasal dari tepung sagu. Dalam proses pembuatannya, sagu dicampur dengan gula, telur, santan, dan sedikit mentega agar menghasilkan rasa gurih sekaligus aroma harum setelah dipanggang. Adonan kemudian dicetak dalam ukuran kecil sebelum dimasukkan ke oven hingga berwarna kecokelatan.

Masyarakat Bangka dan Belitung juga kerap menyebutnya sebagai kue sagu karena bahan utamanya berasal dari tepung sagu.

Salah satu daya tarik utama camilan tradisional ini terletak pada teksturnya yang rapuh dan mudah lumer ketika digigit. Sensasi renyah tersebut membuat banyak orang sulit berhenti menikmatinya, terlebih saat disantap bersama teh manis hangat atau secangkir kopi. Perpaduan rasa sederhana dengan aroma khas sagu menghadirkan cita rasa yang akrab dan mengingatkan pada suasana rumah.

Di Bangka Belitung, sajian ini juga erat kaitannya dengan budaya berkumpul bersama keluarga. Saat hari raya atau acara silaturahmi, toples berisi kudapan sagu hampir selalu tersaji di ruang tamu untuk menjamu tamu yang datang berkunjung. Kehadirannya bukan sekadar pelengkap hidangan, tetapi juga bagian dari tradisi menyambut tamu dengan suguhan manis khas masyarakat Melayu.

Kehadirannya bukan sekadar pelengkap hidangan, tetapi juga bagian dari tradisi menyambut tamu dengan suguhan manis khas masyarakat Melayu.

Kini, camilan khas tersebut mudah ditemukan di berbagai toko oleh-oleh di Pangkalpinang maupun Belitung. Banyak wisatawan membelinya sebagai buah tangan karena tahan lama dan praktis dibawa bepergian. Beberapa pengrajin bahkan mulai menghadirkan variasi rasa modern, meski versi klasik dengan cita rasa sagu yang kuat tetap menjadi favorit.

Di balik bentuknya yang sederhana, kudapan ini menunjukkan bagaimana masyarakat Bangka Belitung mengolah bahan lokal menjadi sajian yang terus bertahan lintas generasi. Dari meja keluarga hingga rak toko oleh-oleh, cita rasa khasnya masih tetap akrab dan dirindukan hingga sekarang.

Informasi Selengkapnya
  • Indonesia Kaya

  • Indonesia Kaya