Gohu Ikan, Eksotisme Rasa dari Bumi Ternate - Indonesia Kaya

Cari dengan kata kunci

Gohu Ikan 1-resized-to-2000x1127

Gohu Ikan, Eksotisme Rasa dari Bumi Ternate

Sajian kuliner yang memancarkan eksotisme rasa tak tertandingi dari bumi Ternate.

Kuliner

Pulau Ternate tak hanya menyimpan keindahan alam Gunung Gamalama dan garis pantai yang demikian panjang. Di antara berbagai hidangan laut yang menggugah selera, ada satu sajian yang menonjol dan memancarkan eksotisme rasa yang tak tertandingi dari bumi Ternate: Gohu Ikan. Hidangan ini, yang sering dijuluki “sashimi ala Ternate”, bukan sekadar makanan, melainkan cerminan kekayaan alam dan kearifan lokal masyarakat kepulauan rempah.

Menyantap ikan mentah sejatinya bukanlah budaya yang baru di bumi Nusantara. Jauh sebelum tren sashimi merebak di kota-kota besar Indonesia, masyarakat Indonesia telah akrab dengan praktik mengolah dan menikmati ikan tanpa sentuhan api.

Jauh sebelum tren sashimi merebak di kota-kota besar Indonesia, masyarakat Indonesia telah akrab dengan praktik mengolah dan menikmati ikan tanpa sentuhan api.

Di Tanah Batak, Sumatera Utara, ada Naniura, sajian ikan mas mentah yang ‘dimasak’ dengan asam andaliman dan bumbu kuning. Sementara itu, di ujung timur Indonesia, tepatnya di Ternate, Maluku Utara, terdapat gohu ikan, sebuah mahakarya kuliner yang memanfaatkan kesegaran tuna atau cakalang mentah, diracik dengan bumbu pedas, asam, dan gurih yang khas. Kedua hidangan ini, meski berbeda daerah dan bumbu, sama-sama membuktikan bahwa tradisi mengolah ikan mentah telah mengakar kuat dalam identitas kuliner Nusantara.

Menariknya, nama “Gohu” bukan sekadar label, melainkan sebuah bahasa yang gamblang tentang esensi hidangan ini. Ia berakar dari kata kohu dalam bahasa Ternate, yang secara harfiah bermakna “mengunyah sesuatu yang mentah.”

Sebuah penamaan yang jujur dan lugas, sebab gohu ikan memang lahir dari kesegaran laut: ikan segar mentah yang diracik tanpa sentuhan api, menawarkan eksotisme rasa yang begitu alami dan murni. Meski demikian penyebutan gohu ikan harus lengkap. Jika hanya menyebut ‘gohu’ maknanya bisa berarti rujak khas Manado.

Sebuah penamaan yang jujur dan lugas, sebab gohu ikan memang lahir dari kesegaran laut: ikan segar mentah yang diracik tanpa sentuhan api, menawarkan eksotisme rasa yang begitu alami dan murni.

Belum ditemukan bukti dan kajian sejarah bagaimana sajian dari ikan mentah ini ditemukan. Namun menurut banyak penuturan warga setempat, gohu ikan muncul sebagai makanan nelayan ketika mencari ikan di perairan Maluku. Para nelayan Ternate di abad ke-14 menghadapi tantangan yang sama besarnya dengan ganasnya samudera: menyiasati kebutuhan pangan di tengah pelayaran berhari-hari.

Dari sanalah, kearifan nenek moyang melahirkan sebuah mahakarya kuliner. Dengan cerdik, mereka mulai mengolah hasil tangkapan laut yang melimpah dengan sentuhan bumbu dan rempah sederhana, menciptakan solusi brilian yang kini kita kenal sebagai Gohu Ikan. Tak heran jika banyak yang menyebutnya sashimi khas Nusantara, namun dengan identitas rasa yang tak tergantikan dari Bumi Rempah.

Jantung dari kelezatan Gohu Ikan terletak pada kesegaran ikannya yang luar biasa – biasanya daging tuna atau cakalang yang masih kenyal dan memancarkan aroma laut. Daging ikan pilihan ini kemudian dipotong dadu atau diiris tipis, lalu diselimuti dengan percikan garam dan guyuran air lemon cui yang wangi, sejenis jeruk nipis khas Ternate dengan aroma harum semerbak dan warna kuning jingga yang memikat. Proses magis ini secara perlahan “memasak” ikan tanpa api, mengubah teksturnya menjadi lebih padat. Tak lupa, rajangan daun kemangi lokal, yang akrab disebut balakama, turut diaduk, menyumbangkan aroma herbal yang menyegarkan.

Jantung dari kelezatan Gohu Ikan terletak pada kesegaran ikannya yang luar biasa

Setelah didiamkan sejenak agar semua bumbu meresap sempurna, tibalah saatnya sentuhan akhir yang memanjakan lidah: tumisan bawang merah dan cabai rawit pedas, atau yang dikenal sebagai rica gufu, disiramkan panas-panas di atas hamparan tuna mentah. Aroma gurih pedas seketika merebak, berpadu apik dengan keharuman ikan. Sebagai penutup yang memperkaya tekstur, taburan kenari atau kacang tanah goreng yang ditumbuk kasar akan melengkapi sajian ini.

Hasilnya? Sebuah simfoni rasa yang kompleks namun harmonis: sedikit sentuhan manis, kesegaran asam yang membangkitkan semangat, dan gurih yang mendalam, semuanya berpadu dalam setiap suapan Gohu Ikan yang tak terlupakan.

Bayangkan, ikan tuna yang ditangkap hidup-hidup kemudian diolah dengan teknik fermentasi singkat, menjadi hidangan sejenis sashimi. Jika berkunjung ke Pulau Maluku, sajian gohu ikang (sebutan gohu ikan warga setempat) menjadi kuliner wajib yang masuk ke dalam agenda petualangan di Maluku Utara.

Informasi Selengkapnya
  • Indonesia Kaya

  • Indonesia Kaya