Cari dengan kata kunci

Bersantai Sejenak Menikmati Hamparan Pasir di Pantai Sumur Tiga

1220_thumb_Kekayaan_biota_laut_menjadi_keunggulan_Pantai_Sumor_Tiga_jika_beruntung_kita_dapat_melihat_kawanan_lumba-lumba.jpg

Bersantai Sejenak Menikmati Hamparan Pasir di Pantai Sumur Tiga

Dibandingkan dengan Pantai Iboih dan Gapang, Pantai Sumur Tiga menyimpan keindahannya sendiri. Meskipun terumbu karang disini kalah indah dibandingkan kedua pantai tersebut, tetapi kekurangan itu terbayar lunas dengan kekayaan jenis […]

Pariwisata

Dibandingkan dengan Pantai Iboih dan Gapang, Pantai Sumur Tiga menyimpan keindahannya sendiri. Meskipun terumbu karang disini kalah indah dibandingkan kedua pantai tersebut, tetapi kekurangan itu terbayar lunas dengan kekayaan jenis ikan hias yang tersimpan di dalam lautnya.

Jika beruntung, kita bisa melihat lumba-lumba melompat di tengah laut lepas. Ini tentu menjadi pemandangan yang sangat menyenangkan dan sangat langka di sini. Pantaslah, jika pantai yang terletak Desa Ie Meuleue, Sukajaya, Sabang, ini menjadi tujuan alternatif bagi para wisatawan mancanegara.

Kebanyakan orang mengira bahwa Pantai Sumur Tiga hanya seruas pantai kecil. Tetapi pada kenyataannya, pantai ini membentang dari sebelah selatan Ie Meuleu hingga kurang lebih 3,2 km ke arah selatan.

Ujung utara pantai ini merupakan pantai terbuka yang ditandai adanya gerbang masuk yang dibuat oleh pemerintah setempat. Di sepanjang sisi pantai, tersedia gubuk-gubuk kecil seperti saung dimana pengunjung bisa bersantai. Ujung selatan pantai ditandai dengan keberadaan sebuah bungalow bernama ‘Casa Nemo’.

Nama Pantai Sumur Tiga sebenarnya berasal dari beberapa sumur yang tersebar di sepanjang garis pantai ini. Sumur-sumur tersebut menyimpan keunikan yang misterius karena memiliki air yang tawar meskipun posisinya berada di bibir pantai. Hal ini membuat masyarakat setempat mengandalkan kebutuhan air minumnya dari sumur-sumur ini.

Mitos yang berkembang di masyarakat setempat, kelima sumur ini terhubung langsung dengan Danau Aneuk Laot yang merupakan sumber utama air tawar bagi seluruh masyarakat di Pulau Weh.

Meskipun populer dengan sebutan ‘Sumur Tiga’, pada kenyataannya, terdapat lima sumur yang tersebar dari ujung utara hingga ke ujung selatan pantai ini. Sumur pertama berada di ujung utara, di tengah ruas pantai yang langsung menghadap ke jalan raya. Sumur kedua posisinya lebih tertutup dari akses jalan dan ditandai dengan nuansa yang lebih teduh dari barisan pohon kelapa yang berjajar hingga ke ujung selatan.

Sumur ketiga, yang menjadi asal nama ‘Sumur Tiga’, berada disekitar bungalow ‘Santai Sumur Tiga’ atau populer dengan sebutan Freddy’s. Turis asing banyak yang memilih menginap di sini karena posisi bungalow yang berada diatas tebing, sehingga memiliki pemandangan yang indah sepanjang hari. Di sore hari, para turis ini biasanya berenang atau berjemur di tepiannya yang berpasir lembut.

Sumur keempat ditandai dengan keberadaan bunker peninggalan Jepang sedangkan sumur kelima persis berada di dekat penginapan ‘Casa Nemo’.

Ombak di pantai ini terasa lebih keras, meskipun tetap ramah saat menerpa tubuh kita. Birunya laut lepas nan menyegarkan yang menghadap langsung ke Semenanjung Malaya membuat kita betah berlama-lama di sini.

Bersantai sambil menikmati hamparan pasir lembut dan putih dihiasi bentangan pohon kelapa yang menjulang sepanjang garis pantainya akan membuat kita lupa waktu. Waktu sehari semalam terasa seperti tidak cukup memuaskan kita menjelajahi setiap inci keindahan yang ditawarkan pantai ini. [Ardee/IndonesiaKaya]

Informasi Selengkapnya
  • NULL

  • Indonesia Kaya

Berlangganan buletin Indonesia Kaya

Daftar ke buletin email Indonesia Kaya untuk mengikuti berita dan acara terkini.