Cari dengan kata kunci

Bedil Jepret, Senapan Berpeluru Lenca yang Makin Tersingkirkan

bedil_jepret_1200.jpg

Bedil Jepret, Senapan Berpeluru Lenca yang Makin Tersingkirkan

Puncak perayaan Seren Taun Guru Bumi 2013 yang diselenggarakan oleh Kampung Budaya Sindang Barang Bogor dimeriahkan oleh berbagai permainan rakyat. Uniknya, berbagai permainan tradisional Sunda tersebut menggunakan alat peraga yang semuanya terbuat dari alam.

Kesenian

Puncak perayaan Seren Taun Guru Bumi 2013 yang diselenggarakan oleh Kampung Budaya Sindang Barang Bogor dimeriahkan oleh berbagai permainan rakyat. Uniknya, berbagai permainan tradisional Sunda tersebut menggunakan alat peraga yang semuanya terbuat dari alam. Hal ini yang kemudian menunjukkan bahwa pola kehidupan masyarakat Sunda yang agraris menghasilkan kekayaan budaya dan tradisi yang unik sekaligus menarik.

Bedil Jepret misalnya, menurut Abah Ukat, salah seorang dari Kampung Budaya Sindang Barang menjelaskan, dahulu permainan tradisional ini dimainkan oleh anak-anak di ladang sambil menunggu orangtua mereka yang sedang bertani. Nama bedil digunakan mengingat permainan tradisional ini dimainkan dengan cara ditembakkan layaknya senapan.

Bedil jepret umumnya terbuat dari bambu kuning yang sudah berumur tua. Cara pembuatannya pun sangat sederhana. Awalnya bambu dipotong sebatas ruas, kemudian bagian depannya diberi rongga sepanjang 15 cm dengan kelebaran 5 cm. Pada bagian belakangnya yang tertutup oleh ruas bambu juga diberi rongga untuk memasukkan bambu pelontar. Pelontar ini juga terbuat dari bambu yang sudah dipotong pipih sehingga dapat mudah lentur. Pelontar inilah yang kemudian mampu melejitkan biji peluru yang dimasukkan ke dalam bambu.

Jika dahulu anak-anak menggunakan batuan kerikil sebagai peluru, kini peluru yang digunakan adalah lenca, yaitu sejenis sayuran yang biasa digunakan oleh masyarakat Sunda sebagai lalapan. Terdapat dua sifat dalam permainan bedil jepret, yakni dimainkan secara kelompok dan secara individual. Jika dimainkan secara kelompok, peserta harus lebih dari dua orang, setiap kelompok berusaha menjadikan lawan sebagai target, layaknya seseorang dalam medan perang. Sedangkan yang bersifat individual dimainkan dengan cara menembakan peluru ke arah target yang sudah ditentukan.

Di tengah modernisasi masyarakat Sunda, permainan bedil jepret makin jarang ditemukan. Hal ini mendorong berbagai komunitas yang peduli terhadap seni dan budaya nusantara untuk membangkitkan kembali kecintaan masyarakat akan permainan tradisional. Kampung Budaya Sindang Barang salah satunya, komunitas yang didirikan untuk mempertahankan tradisi Sunda Bogor ini selalu mengadakan lomba berbagai permainan tradisional di setiap perayaan Seren Taun.

Membangkitkan kecintaan anak-anak kepada permainan tradisional menjadi sangat penting, mengingat dalam permainan tradisioanal nusantara banyak nilai-nilai positif yang bisa diambil. Bedil Jepret sebagai permainan tradisional mengajarkan anak-anak untuk bersifat sportif, cepat, dan tangkas. Lebih dari itu, bedil jepret mengajarkan anak-anak untuk mempunyai jiwa kesetiakawanan sosial di tengah gerak laju zaman yang makin individualis. [AhmadIbo/IndonesiaKaya]

Informasi Selengkapnya
  • Elsa Dwi Lestari

  • Indonesia Kaya

Berlangganan buletin Indonesia Kaya

Daftar ke buletin email Indonesia Kaya untuk mengikuti berita dan acara terkini.