Replika bangunan SD Muhammadiyah di Belitung Timur menjadi salah satu lokasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan pencinta film dan sastra Indonesia. Tempat ini dikenal luas setelah kisah Laskar Pelangi karya Andrea Hirata diangkat ke layar lebar dan memperkenalkan kehidupan anak-anak Belitung kepada masyarakat luas. Banyak pengunjung datang untuk melihat langsung gambaran sekolah sederhana yang menjadi simbol semangat mengejar pendidikan di tengah keterbatasan.
Bangunan tersebut dibuat menyerupai sekolah dalam film, lengkap dengan bentuknya yang tampak tua dan rapuh. Dindingnya tersusun dari papan kayu sederhana dengan cat yang mulai memudar, sementara pintu dan jendelanya terlihat miring dimakan usia. Di bagian samping, terdapat batang kayu panjang yang digunakan sebagai penyangga bangunan sehingga kesan sekolah sederhana di pelosok kampung terasa semakin kuat.
Bangunan tersebut dibuat menyerupai sekolah dalam film, lengkap dengan bentuknya yang tampak tua dan rapuh.
Atap seng tua yang menutupi bangunan turut menambah nuansa khas sekolah tempo dulu. Di dalamnya hanya terdapat dua ruang kelas dengan bangku dan meja kayu sederhana. Suasana di sekitar bangunan juga dibuat menyerupai latar dalam cerita, menghadirkan kesan sunyi namun hangat seperti kehidupan anak-anak kampung di Belitung pada masa itu.
Lokasinya yang berada di atas bukit membuat replika sekolah ini terlihat cukup mencolok dari kejauhan. Dari area sekitar bangunan, pengunjung dapat melihat hamparan rawa dan pepohonan yang mengelilingi kawasan tersebut. Pemandangan itu menghadirkan suasana tenang sekaligus memperlihatkan lanskap khas Belitung Timur yang masih alami.
Lebih dari sekadar tempat wisata, bangunan ini juga menjadi pengingat tentang pentingnya pendidikan dan semangat pantang menyerah
Replika SD ini berada di halaman SD Negeri 9 Desa Selingsing, Kecamatan Gantong, Kabupaten Belitung Timur. Kawasan Gantong sendiri dikenal sebagai salah satu lokasi penting dalam kisah Laskar Pelangi. Karena itulah, banyak wisatawan menjadikan tempat ini sebagai destinasi wajib ketika berkunjung ke Pulau Belitung, terutama bagi mereka yang ingin mengenang adegan-adegan ikonik dalam film tersebut.
Lebih dari sekadar tempat wisata, bangunan ini juga menjadi pengingat tentang pentingnya pendidikan dan semangat pantang menyerah. Kesederhanaan sekolah yang berdiri di atas bukit tersebut seolah menggambarkan perjuangan anak-anak Belitung dalam meraih mimpi, sebagaimana yang diceritakan dalam kisah Laskar Pelangi yang begitu membekas di hati banyak orang.









