Fatule’u merupakan sebuah bukit batu dengan ketinggian 1.111 mdpl yang terletak di wilayah Desa Nunsaen, Kecamatan Fatule’u Tengah. Dalam bahasa Dawan/Atoin Meto, Fatule’u berarti “Batu Keramat”. Melihat gunung ini, pengunjung kerap merasakan aura mistis dari bebatuan yang tampak angkuh, terlebih dengan jalur pendakian yang sangat curam bahkan nyaris vertikal. Konon, beberapa bencana atau peristiwa besar selalu ditandai terlebih dahulu dengan longsoran batu dari dinding atau puncaknya, seperti berpulangnya mantan Presiden Sukarno, mantan Presiden Soeharto, serta peristiwa gempa dan tsunami Aceh 2004.
Meski dikenal dengan kisah-kisah mistisnya, justru suasana tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah. Panorama alam yang tersaji di kawasan ini sebenarnya tidak semistis namanya, bahkan menawarkan pemandangan yang sangat indah dari puncaknya.
Pengunjung kerap merasakan aura mistis dari bebatuan yang tampak angkuh, terlebih dengan jalur pendakian yang sangat curam bahkan nyaris vertikal.
Bagi yang hendak mendaki, perjalanan dapat dilakukan dengan bantuan pemandu lokal. Informasi mengenai pemandu biasanya dapat diperoleh dari penjaga yang tinggal di satu-satunya rumah di kaki gunung. Anak-anak setempat juga kerap membantu mengantarkan pengunjung menuju puncak, salah satunya Martin Suan. Pemandu cilik ini dikenal sering mengantar pendaki hingga tiga kali dalam sehari. Dengan pengalaman yang tinggi, kelincahan dan ketangguhannya terlihat saat bergerak cepat melintasi bebatuan, bahkan melompat dari satu batu ke batu lainnya tanpa ragu.
Pendakian menuju puncak Gunung Fateleu memakan waktu kurang lebih 1.5 – 2 jam, tergantung dari fisik tiap pengunjung. Jalur pendakian menuju puncak Gunung Fateleu hampir seluruhnya bertipikal bebatuan cadas dengan kemiringan sekitar 60 – 90 derajat. Cukup memacu keberanian, adrenalin dan mental setiap pendakinya.
Di Gunung Fatule’u juga terdapat 3 buah salib yang terlihat dari tepian jalan raya.
Apabila pengunjung berniat untuk mendakinya hingga ke puncak, disarankan untuk menggunakan pakaian dan sepatu yang sesuai dan harus ekstra berhati-hati dalam memilih pijakan. Tipikal bebatuannya cukup licin dan mudah longsor dengan kondisi angin yang relatif kencang di atas sana, terlebih lagi jika musim penghujan. Diharapkan ke depannya gunung ini dilengkapi dengan fasilitas pendukung bagi para pendakinya, yaitu seperti pemasangan tali di jalur pendakian yang cukup rawan longsor agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.
Di Gunung Fatule’u juga terdapat 3 buah salib yang terlihat dari tepian jalan raya. Jika cuaca cerah, di atas ketinggian 1.000 Mdpl, pengunjung dapat menyaksikan hamparan hutan hijau yang sangat luas yang mengelilingi Gunung Fatule’u. Dari atas bukitnya pengunjung juga dapat menikmati panorama keindahan Kota Kupang dari ketinggian. Sungguh pemandangannya di atas sana sangat sebanding dengan usaha yang dilakukan ketika mendaki gunung ini. Terbayar lunas. Namun, jangan lupa bagi para pengunjung untuk tidak meninggalkan apa pun di atas sana, kecuali jejak.
Akses Menuju Lokasi
Gunung Fatule’u termasuk dalam wilayah Desa Nunsaen, Kecamatan Fatule’u Tengah, dengan jarak sekitar 40 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Kupang di Oelamasi atau kurang lebih 70 km di sebelah timur Kota Kupang. Waktu tempuh dari Kota Kupang berkisar 1–2 jam melalui jalan beraspal halus. Transportasi umum menuju lokasi ini belum tersedia, namun perjalanan dapat dilakukan dengan menggunakan jasa ojek atau menyewa kendaraan bermotor dari Kota Kupang.
Akses menuju Gunung Fatule’u tergolong mudah dengan mengikuti jalur ke arah Kota SoE. Setelah melewati Pasar Lili, terdapat persimpangan dan perjalanan dilanjutkan dengan berbelok ke kiri. Jika masih ragu, penduduk setempat dapat membantu menunjukkan arah karena lokasi gunung ini cukup dikenal di wilayah tersebut. Tidak lama kemudian, dari kejauhan akan tampak bebatuan tinggi menjulang di sisi kiri jalan, disertai udara yang mulai terasa lebih dingin saat memasuki kawasan gunung.
Aktivitas yang dapat Dilakukan
Mendaki dan memanjat tebing.
Harga Tiket Masuk (HTM)
Gratis, tidak dipungut biaya. Bagi pendaki yang hendak menggunakan jasa guide lokal, dapat membayar dengan biaya seikhlasnya saja.
Fasilitas di Sekitar Lokasi
Terdapat beberapa fasilitas penunjang seperti warung makan, lahan parkir dan lopo-lopo di sekitar lokasi. Bagi pengunjung yang belum membawa persiapan makanan dan minuman, dapat membelinya di warung yang terletak tepat di area parkir lokasi.









