Cari dengan kata kunci

Terjerembap di Labirin Ilmu Pengetahuan

1316_thumb_Ide_pembuatan_Museum_Etnobotani_pertama_kali_dicetuskan_oleh_Prof._Sarwono_Prawirohardjo_saat_menjabat_Ketua_LIPI_pada_tahun_1962.jpg

Terjerembap di Labirin Ilmu Pengetahuan

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang di dalamnya terdapat beranekaragam suku bangsa dan bahasa dengan kebudayaan yang berbeda. Kekayaan kebudayaan berbagai suku bangsa itu direpresentasikan dari cara mereka […]

Pariwisata

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang di dalamnya terdapat beranekaragam suku bangsa dan bahasa dengan kebudayaan yang berbeda. Kekayaan kebudayaan berbagai suku bangsa itu direpresentasikan dari cara mereka memanfaatkan alam sebagai teman dan penopang kehidupan. Bukti bahwa sejak dulu kebudayaan nusantara sudah mengajarkan untuk hidup harmonis dengan alam dapat dilihat dari benda-benda yang menjadi koleksi di Museum Etnobotani.

Secara etimologi, “etnobotani” merupakan perpaduan dari kata “etnologi” dan “botani”. “Etnologi” adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari kebudayaan suatu suku bangsa, sementara “botani” merupakan kajian yang mengupas seluk-beluk tumbuhan. Jadi, secara harfiah, “etnobotani” dapat diartikan sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan antara suku-suku asli di nusantara dengan tumbuhan yang ada di sekitarnya.

Museum Etnobotani terletak di Jalan Ir. H. Juanda No 22-24, Kota Bogor. Gagasan membangun Museum Etnobotani pertama kali dicetuskan oleh Prof. Sarwono Prawirohardjo saat menjabat sebagai ketua LIPI pada tahun 1962. Tetapi, gagasan tersebut baru terealisasi pada tahun 1973 setelah melewati berbagai proses panjang. Pada 18 Mei 1982, Museum Etnobotani diresmikan oleh BJ Habibie yang saat itu menjabat sebagai Menristek.

Menelusuri ruang-ruang di Museum Etnobotani, pengunjung akan merasa seperti memasuki labirin ilmu pengetahuan. Di sepanjang lorong, terdapat diorama-diorama yang menyajikan berbagai tumbuhan dan pemanfaatannya oleh manusia. Seperti pemanfaatan tumbuhan sebagai alat komunikasi yang direpresentasikan melalui alat yang disebut kentongan, pemanfaatan tanaman jamu, hingga pemanfaatan tumbuhan untuk dijadikan pernak-pernik yang mampu menunjang kehidupan manusia dan bernilai ekonomis.

Sejak awal berdiri, Museum Etnobotani berkomitmen memberikan informasi kepada khalayak ramai tentang berbagai bentuk pemanfaatan tumbuhan yang diwariskan oleh berbagai suku bangsa yang ada di nusantara. Setiap tahun, Museum Etnobotani juga mengadakan penelitian tentang etnobotani yang hasilnya disebarluaskan kepada masyarakat umum. Keberadaan Museum Etnobotani dinilai sangat penting dalam rangka menjaga dan melestarikan flora dan kebudayaan Indonesia yang sangat beragam, selain juga mendorong agar masyarakat mau dan mampu hidup berdampingan dan harmonis dengan alam. 

Dengan harga tiket yang terjangkau, Museum Etnobotani dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga pukul 16.00 WIB. Hanya saja, jika datang di akhir pekan, pengunjung diharuskan terlebih dahulu membuat janji dengan pihak pengelola museum. [AhmadIbo/IndonesiaKaya]

Informasi Selengkapnya
  • NULL

  • Indonesia Kaya

Berlangganan buletin Indonesia Kaya

Daftar ke buletin email Indonesia Kaya untuk mengikuti berita dan acara terkini.