Cari dengan kata kunci

Tanah Lot, Pesona Senja di Pura Penaung Samudera

tanah_lot_12001.jpg

Tanah Lot, Pesona Senja di Pura Penaung Samudera

Tak diragukan lagi popularitas keindahan Tanah Lot sudah menyebar ke penjuru dunia. Salah satu pura di Pulau Bali yang berstatus Pura Khayangan Jagad ini dikenal sebagai tempat yang menyajikan pemandangan matahari terbenam yang sangat indah. Menyaksikan siluet pura dengan latar langit sore

Pariwisata
Tagar:

Tak diragukan lagi popularitas keindahan Tanah Lot sudah menyebar ke penjuru dunia. Salah satu pura di Pulau Bali yang berstatus Pura Khayangan Jagad ini dikenal sebagai tempat yang menyajikan pemandangan matahari terbenam yang sangat indah. Menyaksikan siluet pura dengan latar langit sore yang menjingga tentu akan meninggalkan kenangan yang mendalam. Tetapi, selain keindahan panoramanya, pura ini juga menyimpan keunikan lain yang layak untuk disimak bagi siapapun yang ingin mengunjunginya.

Salah satu kekhasan dari Pura Tanah Lot adalah posisinya yang terletak di atas bongkahan batu besar. Batu ini akan terendam saat laut pasang, pagi hingga sore hari. Hal inilah yang membuat Pura Tanah Lot di siang hari seolah-olah terpisah dari daratan Bali. Hal ini sesuai dengan makna “Tanah Lot”. Dalam bahasa Bali, “tanah lot” berarti daratan di tengah laut. Karena kekhasan inilah, Pura Tanah Lot ramai dikunjungi para wisatawan, khususnya pada sore hari.

Saat air laut surut, akan terlihat gua kecil di seberang pura. Gua ini konon merupakan tempat bersemayamnya ular laut yang dipercaya sebagai penjaga Pura Tanah Lot. Di gua ini, pengunjung dapat melihat ular besar yang dijaga oleh seorang pawang – sebagai bagian dari atraksi lokal. Pengunjung dapat mengelus ular tersebut dan memohon peruntungan dengan memberikan donasi secara sukarela.

Daya tarik lain yang mengundang perhatian pengunjung adalah ritual pensucian diri di sumber air suci yang terletak tepat di bawah Pura Tanah Lot. Di sini, pengunjung dapat membasuh muka, meminum air suci, dan menerima semacam ritual pemberkatan dari petugas pengurus pura. Para pengunjung akan mendapat percikan air yang telah dibacakan mantra, dibubuhkan bija di kening, dan dipasangkan bunga di telinga. Dengan melewati semua prosesi tersebut, para pengunjung dianggap telah menjalani ritual pensucian dan bisa menyentuh areal tangga dari pura, meskipun tetap terlarang untuk memasuki bagian dalam pura.

Bagi para pecinta fotografi, penghujung petang adalah saatnya untuk mengabadikan panorama matahari terbenam. Posisi yang tepat sangat diperlukan agar menghasilkan foto yang indah dan memuaskan. Ada banyak pilihan titik pengamatan yang bisa dicoba, tetapi salah satu yang terbaik adalah dari atas tebing di seberang timur Pura Tanah Lot. Para pengunjung dapat mengatur posisi pengamatan di pelataran tebing yang dipenuhi meja-kursi yang disediakan oleh warung-warung setempat. Ditemani seporsi es kelapa muda segar, panorama indah matahari tenggelam pun dapat terabadikan sambil bersantai melepas lelah. [Ardee/IndonesiaKaya]

Tagar:
Informasi Selengkapnya
  • NULL

  • Indonesia Kaya

Berlangganan buletin Indonesia Kaya

Daftar ke buletin email Indonesia Kaya untuk mengikuti berita dan acara terkini.