Cari dengan kata kunci

Rumah Bersejarah di Kramat Raya

1265_thumb_Diorama_WR_Soepratman_sedang_bermain_biola_dengan_latar_belakang_syair_asli_lagu_Indonesia_Raya.jpg

Rumah Bersejarah di Kramat Raya

Ikrar Sumpah Pemuda disusun di sebuah rumah sederhana milik Sie Kok Liong yang dahulu disewa dan digunakan oleh para pemuda revolusioner Indonesia sebagai asrama. Kebanyakan pemuda yang tinggal di tempat tersebut merupakan pelajar STOVIA dan beberapa komunitas pemuda lainnya dari berbagai daerah di nusantara.

Pariwisata

Ikrar Sumpah Pemuda disusun di sebuah rumah sederhana milik Sie Kok Liong yang dahulu disewa dan digunakan oleh para pemuda revolusioner Indonesia sebagai asrama. Kebanyakan pemuda yang tinggal di tempat tersebut merupakan pelajar STOVIA dan beberapa komunitas pemuda lainnya dari berbagai daerah di nusantara.

Karena selalu ramai, rumah tersebut sering dijadikan sebagai tempat untuk berdiskusi dan bertukar pikiran di kalangan pemuda. Pemerintah Hindia Belanda kemudian membuat kebijakan untuk mengawasi dan membatasi rapat-rapat yang diselenggarakan di rumah tersebut.

Untuk menghormati sekaligus menghayati arti penting Sumpah Pemuda, rumah bersejarah yang terletak di Jalan Kramat Raya nomor 106, Jakarta Pusat, tersebut kini dijadikan sebagai Museum Sumpah Pemuda. Menyambangi museum ini, walaupun sempat mengalami pemugaran pada masa Gubernur Ali Sadikin, kita akan menjumpai bangunan rumah yang masih sama dengan bangunan aslinya. Rumah berbentuk limasan dengan beratapkan genteng lengkap dengan daun pintu menjuntai tinggi masih terlihat di sana.

Memasuki ruangan yang ada di dalamnya, kita seperti dibawa ke dalam labirin dan benar-benar merasakan peristiwa bersejarah seputar Sumpah Pemuda. Terdapat beberapa diorama yang menggambarkan berbagai peristiwa sejarah, seperti diorama saat diikrarkannya Sumpah Pemuda, diorama dimainkannya lagu “Indonesia Raya” oleh WR Soepratman, dan berbagai replika tokoh-tokoh di masa pergerakan. Selain diorama, Museum Sumpah Pemuda juga sudah dilengkapi fasilitas audio-visual di beberapa bagiannya.

Keluar dari ruangan utama, kita akan menjumpai sebuah area. Pada sisi depannya, terdapat relief yang menggambarkan potongan-potongan sejarah pada masa pergerakan. Di bagian lain, terdapat Monumen Persatuan Pemuda. Monumen tersebut berbentuk tangan kanan yang sedang mengepal. Pada bagian bawah monumen, terdapat tiga poin Sumpah Pemuda yang telah diikrarkan.

Pada waktu-waktu tertentu, Museum Sumpah Pemuda juga mengadakan berbagai kegiatan menarik, seperti workshop, pemutaran film dokumenter, dan beraneka lomba untuk pelajar. Museum ini juga akan ramai dengan berbagai aktivitas memasuki Bulan Oktober, pasalnya pada bulan tersebut juga diperingari Hari Sumpah Pemuda. [AhmadIbo/IndonesiaKaya]

Informasi Selengkapnya
  • NULL

  • Indonesia Kaya

Berlangganan buletin Indonesia Kaya

Daftar ke buletin email Indonesia Kaya untuk mengikuti berita dan acara terkini.