Cari dengan kata kunci

Mengenang Korban Pertempuran Selat Nasik di Monumen Perjuangan Rakyat Mendanau

monumen_perjuangan_rakyat_mendanau_1200.jpg

Mengenang Korban Pertempuran Selat Nasik di Monumen Perjuangan Rakyat Mendanau

Monumen Perjuangan Rakyat Mendanau 1945, begitu monumen ini disebut. Di sekitar monumen ini dahulu terjadi pertempuran antara warga Selat Nasik dengan Belanda yang coba masuk ke wilayah ini melalui Petaling, pelabuhan di Selat Nasik. Pertempuran yang selalu diperingati warga Selat Nasik sebagai Kejadian Mendanau.

Pariwisata

Monumen Perjuangan Rakyat Mendanau 1945, begitu monumen ini disebut. Di sekitar monumen ini dahulu terjadi pertempuran antara warga Selat Nasik dengan Belanda yang coba masuk ke wilayah ini melalui Petaling, pelabuhan di Selat Nasik. Pertempuran yang selalu diperingati warga Selat Nasik sebagai Kejadian Mendanau.

Monumen Perjuangan Rakyat Mendanau 1945 ini dibangun untuk mengenang para korban pertempuran yang terjadi pada 14 Desember 1945. Monumen yang terletak di Simpang Empat, Selat Nasik, ini memiliki tinggi sekitar 3 meter. Pada bagian atas monumen berbentuk tangan manusia yang sedang menggenggam bendera dengan bambu.

Di bagian bawah monumen ini juga terdapat nama-nama warga yang gugur dalam pertempuran tersebut. Ada 12 nama warga yang tertera di bagian tubuh monumen ini.

Hingga kini, warga Selat Nasik setiap tanggal 14 Desember selalu mengadakan upacara di sekitar monumen untuk mengenang peristiwa paling heroik di tempat ini. Di monumen ini juga menjadi pusat tradisi Marastaun yang diadakan selama satu minggu penuh. [Tauhid/IndonesiaKaya]

Informasi Selengkapnya
  • NULL

  • Indonesia Kaya

Berlangganan buletin Indonesia Kaya

Daftar ke buletin email Indonesia Kaya untuk mengikuti berita dan acara terkini.