Mie kuning kenyal dengan kuah nanggung berwarna merah serta taburan suwiran ayam, telur dan bawang goreng.
Dibangun dari bata merah yang direkatkan tanpa semen, menara peninggalan Sunan Kudus ini memancarkan harmoni Hindu, Jawa, dan Islam.
Bagi masyarakat Asmat, hiasan kepala dari daun sagu dan bulu burung menyimpan makna tentang alam, leluhur, dan jati diri.
Tarian tradisional asal Sulawesi Tenggara yang dipercaya mampu membersihkan negeri dan menolak datangnya bencana.
Terletak di Bukittinggi, Ngarai Sianok menawarkan perpaduan tebing curam dan lembah hijau untuk pengalaman alam tak terlupakan.
Dengan rasa gurih manis, hidangan sagu ini cocok dinikmati bersama ikan kuah kuning, tumis bunga pepaya, atau sambal terasi.
Tarian khas Maluku ini mencerminkan keramahan, harmoni antarbudaya, dan simbol persatuan yang kaya akan nilai sejarah dan tradisi.
Tersembunyi di perairan biru Kalimantan Timur, kepulauan ini menawarkan keindahan alam yang tak tertandingi, dengan terumbu karang yang memukau dan biota laut yang beragam.
Tradisi ini tak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk menggemburkan tanah.