Cari dengan kata kunci

Lembah Harau, Bentangan Dinding Alam di Ujung Timur Sumatera Barat

Lembah_Harau_1200.jpg

Lembah Harau, Bentangan Dinding Alam di Ujung Timur Sumatera Barat

Tidak diragukan lagi, alam Sumatera Barat menyajikan berbagai kekayaan wisata alam yang layak dipertimbangkan sebagai salah satu tujuan destinasi wisata untuk liburan. Lembah Harau menjadi salah satu contoh yang mungkin cukup mewakili mengapa bumi Minangkabau layak diperhitungkan.

Pariwisata

Tidak diragukan lagi, alam Sumatera Barat menyajikan berbagai kekayaan wisata alam yang layak dipertimbangkan sebagai salah satu tujuan destinasi wisata untuk liburan. Lembah Harau menjadi salah satu contoh yang mungkin cukup mewakili mengapa bumi Minangkabau layak diperhitungkan.

Terletak sekitar 145 kilometer dari pusat Kota Padang atau sekitar 15 kilometer dari Kota Payakumbuh, Lembah Harau menawarkan wisata panorama alam yang memikat. Tidak mengherankan jika kawasan ini terkenal tidak hanya di dalam negeri tetapi dikalangan wisatawan asing, terutama para backpacker.

Lembah Harau merupakan wahana wisata alam berupa dataran luas yang dikelilingi bentangan tebing batuan alam. Keindahan panorama Lembah Harau terbentuk oleh tebing terjal di bukit-bukit yang mengelilinginya, seolah seperti dinding raksasa yang mengepung lembah di bawahnya. Dinding mahakarya Sang Pencipta Semesta ini menjulang setinggi kurang lebih 200-400 meter, menciptakan pola bayangan yang menarik untuk disaksikan pada pagi dan sore hari.

Menurut Pak Mawardi, salah satu guide lokal, kawasan Harau memiliki sejumlah air terjun alam. Ada 6 air terjun diantaranya yang termasuk kawasan objek wisata yang dikelola pemerintah setempat. Salah satunya adalah Air Terjun Sarasah Jambu, yang posisinya berada paling dekat dengan gerbang masuk dari arah Payakumbuh.

Selain itu, ada juga Air Terjun Akar Berayun yang posisinya paling dekat dengan area parkir pengunjung. Air terjun yang menjulang setinggi 200 meter akan terlihat membiaskan warna pelangi yang indah saat musim kemarau.

Selain menikmati panorama alam, aktivitas lain yang diminati pengunjung Harau adalah trekking melewati jalan setapak menanjak di sisi tebing. Melewati jalur ini hingga ke puncak kurang lebih memerlukan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam perjalanan. Jalur trekking ini masih berhubungan dengan kawasan Kelok 9, yaitu jalan raya penghubung Provinsi Sumatera Barat dan Riau dengan panorama sekelilingnya yang indah.

Biasanya aktivitas trekking ini lebih diminati oleh wisatawan mancanegara. Aktivitas trekking merupakan bagian dari paket wisata yang ditawarkan di beberapa penginapan di sekitar Harau.

Rute yang paling umum untuk menjangkau Harau adalah melalui rute Padang-Payakumbuh. Setelah membelah Kota Payakumbuh, kita melewati perbatasan gerbang masuk Kabupaten Lima Puluh Kota. Dari pintu gerbang hingga area parkir berjarak sekitar 3,5 km.

Sepanjang perjalanan, di sisi kiri dan kanan kita akan disambut hamparan sawah hijau yang permai. Keindahan panorama sawah dengan latar dinding tebing alam yang membentang merupakan salah satu keunikan tersendiri yang dimiliki area wisata ini. [Ardee/IndonesiaKaya]

Informasi Selengkapnya
  • Elsa Dwi Lestari

  • Indonesia Kaya

Berlangganan buletin Indonesia Kaya

Daftar ke buletin email Indonesia Kaya untuk mengikuti berita dan acara terkini.