Cari dengan kata kunci

Jejak Peninggalan Kerajaan Badau di Museum Badau

museum_badau_1200.jpg

Jejak Peninggalan Kerajaan Badau di Museum Badau

Museum Badau namanya, Museum ini menyimpan benda-benda Kerajaan Badau yang dahulu cukup disegani di Belitung. Salah satu koleksi museum ini adalah sepasang tombak besar yang dahulu dibuat oleh raja pertama Badau bernama Daloeng Muyang Gresik yang tidak lain adalah murid Sunan Gresik.

Pariwisata

Museum Badau namanya, Museum ini menyimpan benda-benda Kerajaan Badau yang dahulu cukup disegani di Belitung. Salah satu koleksi museum ini adalah sepasang tombak besar yang dahulu dibuat oleh raja pertama Badau bernama Daloeng Muyang Gresik yang tidak lain adalah murid Sunan Gresik.

Tombak yang diberi nama Berlek 13 ini konon memiliki jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Kedua tombak ini tidak dapat dipisahkan. Kedua tombak ini disimpan dalam satu lemari dan diberi parfum yang konon sebagai makanan kedua tombak ini.

Pernah satu ketika tombak ini dipisahkan, dimana tombak berjenis kelamin laki-laki diletakan di Museum Tanjung Pandan dan tombak berjenis kelamin perempuan tetap di Museum Badau. Namun entah bagaimana, tombak laki-laki kembali sendiri ke Museum Badau dan berdampingan kembali dengan pasangannya.

Selain tombak, di Museum dengan bangunan seperti rumah ini juga terdapat aneka senjata seperti pedang, keris, yang dahulu digunakan tentara Kerajaan Badau untuk berperang melawan Belanda.

Pengunjung juga bisa melihat peninggalan barang-barang rumah tangga pada masa Kerajaan Badau seperti kendi, baki, dan periok dalong. Semua benda-benda ini tersusun rapih didalam lemari yang berada di ruangan dalam.

Pada halaman depan museum yang terletak di Jalan Abdul Rahman No. 1 Badau, ini pengunjung dapat melihat patung tentara Badau sedang membawa tombak. Patung ini seperti menjadi simbol kejayaan tentara Badau yang dahulu menguasai beberapa daerah di sekitar Belitung seperti Ibul, Bangek, dan Bentalan.

Saat ini Museum Badau dijaga oleh Ki Johar Juki yang merupakan cucu Raja Badau ke-10. Ki Johar sehari-harinya merawat dan membersihkan semua benda-benda peninggalan kerajaan di museum ini. [Tauhid/IndonesiaKaya]

Informasi Selengkapnya
  • Elsa Dwi Lestari

  • Indonesia Kaya

Berlangganan buletin Indonesia Kaya

Daftar ke buletin email Indonesia Kaya untuk mengikuti berita dan acara terkini.