Cari dengan kata kunci

Bunker Gunung Padang, Jejak Pertahanan Maritim Pasukan Jepang di Minangkabau

Bunker_Gunung_Padang_1200.jpg

Bunker Gunung Padang, Jejak Pertahanan Maritim Pasukan Jepang di Minangkabau

Gunung Padang tidak sekedar memiliki panorama yang indah dan kisah tragis percintaan Siti Nurbaya dan Samsul Bahri. Kawasan wisata ini juga menyimpan jejak dari eksistensi pasukan pendudukan Jepang di bumi Minangkabau pada era Perang Dunia II.

Pariwisata

Gunung Padang tidak sekedar memiliki panorama yang indah dan kisah tragis percintaan Siti Nurbaya dan Samsul Bahri. Kawasan wisata ini juga menyimpan jejak dari eksistensi pasukan pendudukan Jepang di bumi Minangkabau pada era Perang Dunia II. Kawasan ini dikelilingi oleh sejumlah bunker yang menjadi bagian dari pusat pertahanan teritorial Jepang di daerah pesisir bagian barat Sumatera ini. Bunker-bunker ini menjadi daya tarik tersendiri dari wisata sejarah yang dimiliki tanah Minangkabau.

Gunung Padang merupakan sebuah bukit kecil dengan ketinggian puncak sekitar 80 meter diatas permukaan laut dan terletak di sisi selatan Kota Padang. Bukit ini tepat berada di seberang Sungai Batang Arau dan dihubungkan oleh Jembatan Siti Nurbaya ke pusat kota. Masyarakat Kota Padang menamainya Gunung Padang karena bukit ini merupakan tempat tertinggi di sekitar pusat kota. Karena ketinggian lokasi inilah, pasukan pendudukan Jepang menjadikannya pusat pertahanan strategis mereka di Padang.

Dari pusat Kota Padang, kita akan melintasi Jembatan Siti Nurbaya untuk sampai ke pintu gerbang kawasan wisata Gunung Padang. Dari gerbang, kita bisa langsung membeli tiket ke loket yang dikelola oleh masyarakat setempat. Penjaga loket juga dapat membantu mencarikan pemandu jika kita membutuhkan. Kehadiran pemandu akan sangat membantu untuk menunjukkan kepada kita titik-titik lokasi bunker di sekeliling kawasan ini. Kita juga dapat menggali berbagai macam informasi dan kisah seputar kawasan Gunung Padang dan bagian-bagian menarik yang layak kita abadikan.

Dari gerbang, kita akan menyusuri jalan setapak menanjak hingga ke puncak atau kurang lebih 15- 30 menit perjalanan. Di sisi kiri jalan setapak inilah kita akan menemukan bunker-bunker peninggalan Jepang tersebut. Sepanjang jalur setapak hingga ke puncak terdapat tiga titik bunker. Salah satu diantaranya, memiliki sebuah meriam dengan panjang laras kurang lebih 4 meter. Di puncak masih terdapat 4 titik bunker lainnya yang tersebar di sisi bagian selatan dan barat. [Ardee/IndonesiaKaya]

Informasi Selengkapnya
  • Elsa Dwi Lestari

  • Indonesia Kaya

Berlangganan buletin Indonesia Kaya

Daftar ke buletin email Indonesia Kaya untuk mengikuti berita dan acara terkini.