Cari dengan kata kunci

Berpetualang di Vegetasi Hutan Hujan Tropis

1416_thumb_4._Menikmati_jatuhnya_air_terjun_yang_konon_dapat_mengobati_penyakit_rematik.jpg

Berpetualang di Vegetasi Hutan Hujan Tropis

Masuk lebih ke dalam, pengunjung akan menemukan camping ground. Merupakan lahan yang khusus disewakan kepada mereka yang hobi berkemah.

Pariwisata

Kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, merupakan salah satu primadona destinasi wisata alam ketika waktu liburan tiba. Bukan hanya karena kawasan tersebut mempunyai udara yang sejuk khas pegunungan, tapi juga karena kawasan puncak menawarkan berbagai objek wisata alam yang ciamik. Sebut saja seperti kebun teh, taman buah, lahan outbond, hingga pemandian air panas dan curug. Curug merupakan tujuan favorit yang paling banyak dikunjungi wisatawan di kala liburan. Selain harga tiket masuk yang terjangkau, bermain air jernih di curug sambil menikmati suasana pegunungan mempunyai sensasi kenikmatan tersendiri.

Kepulauan Indonesia yang sebagian besar memiliki kontur pegunungan menjadikannya kaya akan curug-curug yang indah dan berair jernih. Salah satu curug menawan yang menjadi destinasi wisata alam utama di kawasan Puncak adalah Curug 7 Cilember. Curug yang berlokasi di kawasan Bukit Hambalang ini, tepatnya di Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Bogor, berada pada ketinggian sekitar 700 mdpl. Curug ini selalu ramai dikunjungi di akhir pekan. Pasanya, lokasi curug hanya berjarak sekitar 25 km dari pusat Kota Bogor atau 100 km dari Jakarta.

Pengelola Curug 7 Cilember mengusung konsep ekowisata. Inilah yang membedakan sekaligus menjadi daya pikat tersendiri bagi Curug 7 Cilember dibandingkan curug-curug yang lain. Konsep ekowisata ini menjadikan kawasan curug dilengkapi objek-objek wisata pegunungan yang lain, seperti taman kupu-kupu, camping ground, hingga penginapan berkelas internasional.

Memasuki kawasan curug, pengunjung akan disejukkan oleh udara vegetasi hutan hujan tropis yang terawat keasriannya. Melewati jalan setapak, pengunjung akan menemukan sebuah kubah besar. Kubah tersebut merupakan tempat penangkarang kupu-kupu. Menurut pengelola, penangkaran kupu-kupu didirikan di atas lahan seluas 500 m2. Di penangkaran ini, pengunjung bisa mempelajari proses metamorfosis kupu-kupu mulai dari telur, ulat, kepompong, hingga akhirnya menjadi kupu-kupu berbulu indah. Ada sekitar 12 spesies kupu-kupu yang ditangkarkan di sini. Semua koleksi kupu-kupu yang ada di sini merupakan kupu-kupu yang habitat aslinya ada di sekitar curug.

Masuk lebih ke dalam, pengunjung akan menemukan camping ground. Tempat ini merupakan lahan yang khusus disewakan kepada mereka yang hobi berkemah. Secara keseluruhan, zona camping ground dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Camp Lembah Pakis, Curug Lima, dan Camp Curug Tujuh. Pengunjung yang ingin berkemah di tempat ini tidak perlu repot membawa peralatan kemah sendiri. Pengelola membuka penyewaan berbagai perlengkapan berkemah mulai dari tenda, sleeping bag, matras, hingga lampu badai. Sementara, pada bagian yang lain juga terdapat lahan yang khusus digunakan untuk kegiatan outbond.

Curug menjadi daya tarik utama ketika berkunjung ke kawasan ini. Secara umum, di kawasan ini tedapat tujuh buah curug yang memiliki ketinggian berbeda. Dari curug satu ke curug yang lain, rata-rata berjarak sekitar 300 m dengan perjalanan menanjak melalui jalan setapak. Perjalanan dari curug pertama (curug 7) hingga curug terakhir memerlukan waktu sekitar 1,5 jam, atau sekitar 1,3 km.

Bagi penikmat wisata tracking, menyambangi Curug 7 Cilember mendatangkan kenikmatan tersendiri. Dengan hanya membayar tiket masuk seharga Rp10.000 (khusus untuk masuk ke kawasan curug), pengunjung sudah bisa menikmati suasana pegunungan sambil berpetualang menikmati vegetasi hutan hujan tropis dan sejuknya air curug.

Informasi Selengkapnya
  • Indonesia Kaya

  • Indonesia Kaya

Berlangganan buletin Indonesia Kaya

Daftar ke buletin email Indonesia Kaya untuk mengikuti berita dan acara terkini.