Cari dengan kata kunci

Loading Events

Kuntilanak Mangga Dua

Kuntilanak Mangga Dua

Kuntilanak Mangga Dua

Pemuda pekerja keras bernama Tisna ingin membahagiakan sang kekasih (Acih) di Hari Raya dengan mencuri baju baru untuk pertama kalinya. Beruntung majikannya baik hati dan tidak memperkarakannya. Setelah menikah, Tisna dan Acih pun pindah ke Jakarta dan menempati sebuah rumah yang ternyata angker.

Miss Tjitjih didirikan pada 1926 dan bermula dari kelompok Opera Valencia. Setelah Tjitjih, bintang utama opera tersebut, bergabung, nama kelompok berubah menjadi Miss Tjitjih Tonil Gezelschap. Kelompok opera yang awalnya berbahasa pengantar Melayu ini lantas berubah bahasa pengantar menjadi Sunda, dan mampu bertahan sampai sekarang.

  • 3 Juni, 2023 @ 3:00 pm - 3 Juni, 2023 @ 4:00 pm
  • Galeri Indonesia Kaya
  • Gratis
  • Dewasa

Reservasi Tiket

Klik sekarang untuk reservasi

Agenda Budaya

Pemuda pekerja keras dan jujur bernama Tisna berniat untuk membahagiakan sang kekasih (Acih) yang akan berhari raya dengan memberinya baju baru. Namun, baju itu ternyata hasil curian dari toko majikannya. Beruntung, majikannya baik hati dan tidak memperkarakannya.

Setelah menikah, Tisna dan Acih pun pindah ke Jakarta dan mendapat rumah dari tempat Tisna bekerja. Namun, rumah yang mereka tempati ternyata angker dan banyak hantu.

Sejarah Miss Tjitjih

Seorang gadis asli Sumedang, Jawa Barat, yang bernama Tjitjih, bergabung dengan Opera Valencia yang dipimpin oleh Abu Bakar Bafagih pada 1926. Tjitjih berparas cantik, kreatif, dan penuh disiplin dalam berkesenian. Sebagai wujud penghargaan terhadap kelompok opera tersebut, pada 1928, Opera Valencia diubah menjadi Miss Tjitjih Tonil Gezelschap. Kelompok opera yang awalnya berbahasa pengantar Melayu ini lantas berubah bahasa pengantar menjadi Sunda.

Sandiwara Sunda Miss Tjitjih merupakan salah satu aset budaya Jakarta. Karena itu, melalui Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaksanakan kembali pembangunan Gedung Kesenian Miss Tjitjih yang direncanakan selesai pada 2003, agar selanjutnya dapat difungsikan sebagai sarana Pergelaran Kesenian Sunda secara umum. Pada 26 Maret 2004, Gedung Kesenian Miss Tjitjih dibuka secara resmi oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, sehingga Pagelaran Sandiwara Sunda Miss Tjitjih dan program-program pementasan lainnya dapat dilaksanakan secara rutin setiap bulannya.