Rekam Jejak Perjuangan Wanita Aceh di Benteng Inong Balee - Indonesia Kaya

Cari dengan kata kunci

1201_thumb_Benteng_ini_cocok_bagi_para_petualang_dan_penggemar_wisata_sejarah_2.jpg

Rekam Jejak Perjuangan Wanita Aceh di Benteng Inong Balee

Sejarah benteng yang berada di Ujung Timur Teluk Krueng Raya ini tidak dapat dipisahkan dari sosok Keumalahayati atau Malahayati.

Pariwisata
Tagar:

Bagi Anda pecinta wisata konvensional, Benteng Inong Balee mungkin bukanlah salah satu tempat favorit. Meski lokasinya cukup jauh di pelosok Bukit Soeharto, Krueng Raya, dan medan yang harus ditempuh pun cukup keras, tapi kini akses jalan menuju tempat ini sudah lebih baik. Selain itu suguhan pemandangan lanskap yang luar biasa indah dari atas bukit membuat tempat yang kini dikenal sebagai Kawasan Wisata Malahayati ini layak untuk masuk dalam salah satu daftar target destinasi yang harus  dikunjungi.

Sejarah benteng yang berada di Ujung Timur Teluk Krueng Raya ini tidak dapat dipisahkan dari sosok Keumalahayati atau Malahayati. Malahayati adalah Laksamana Laut wanita pertama Kesultanan Aceh yang berjasa besar dalam mengawal diplomasi internasional antara Aceh dengan negara-negara Eropa.

Malahayati adalah Laksamana Laut wanita pertama Kesultanan Aceh yang berjasa besar dalam mengawal diplomasi internasional antara Aceh dengan negara-negara Eropa.

Malahayati menjadi inisiator dan komandan dari Laskar Inong Balee yang legendaris, yang menjadi asal muasal nama benteng ini. Kiprah Malahayati sebagai seorang wanita yang sukses sebagai panglima militer sekaligus diplomat, telah diakui dan dicatat dalam sejarah berbagai bangsa.

Dalam bahasa Aceh, ‘Inong’ berarti Wanita, sedangkan ‘Balee’ berarti janda. Laskar Inong Balee, merupakan pasukan khusus yang beranggotakan para janda dari syuhada dalam Pertempuran Laut Haru.

Dalam pertempuran tersebut, Armada Kesultanan Aceh berhasil memukul mundur Armada Portugis tetapi harus kehilangan dua laksamana laut beserta seribu orang prajurit. Hal ini membuat banyak istri prajurit angkatan laut Kesultanan Aceh menjadi janda.

Malahayati yang merupakan istri dari salah satu Laksamana yang gugur berinisiatif mengusulkan agar para janda prajurit ini dapat diberdayakan dalam dinas kemiliteran.

Benteng Inong Balee menjadi pusat dukungan logistik bagi laut Kesultanan Aceh sekaligus salah satu titik strategis pertahanan militer Aceh dari ancaman serangan musuh dari arah Selat Malaka. Posisinya yang berada diatas bukit, membuat pasukan Inong Balee memiliki jangkauan pandangan yang luas, yang membentang dari ujung Barat Teluk Krueng Raya hingga jauh ke pesisir Timur Aceh Besar.

Benteng Inong Balee menjadi pusat dukungan logistik bagi laut Kesultanan Aceh sekaligus salah satu titik strategis pertahanan militer Aceh dari ancaman serangan musuh dari arah Selat Malaka.

Bagi penggemar fotografi, Benteng Inong Balee dan Bukit Soeharto menjadi wahana yang tepat untuk melakukan eksperimen fotografi alam dan lanskap. Dari atas bukit ini, pemandangan Pelabuhan Malahayati yang dikelilingi teluk Krueng Raya terlihat indah di kejauhan.

Sejak tahun 2024, UNESCO telah menetapkan 1 Januari yang merupakan tanggal kelahiran Laksamana Laut wanita pertama di dunia ini sebagai hari perayaan internasional. Hal ini dilakukan sebagai penghormatan terhadap kontribusi Laksamana Keumalahayati terhadap sejarah Aceh. Selain itu, Keumalahayati telah resmi ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia oleh Presiden Joko Widodo di tahun 2017.

Keumalahayati telah resmi ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia oleh Presiden Joko Widodo di tahun 2017.

Tagar:
Informasi Selengkapnya
  • Indonesia Kaya

  • Indonesia Kaya