Festival Bhumi Atsanti (FBA) 2026 Hadir dengan Tema Rahayuning Jagad - Indonesia Kaya

Cari dengan kata kunci

Festival Bhumi Atsanti (FBA) 2026 Hadir dengan Tema Rahayuning Jagad

FBA_Day3_40-resized-to-1800x1200

Festival Bhumi Atsanti (FBA) 2026 Hadir dengan Tema Rahayuning Jagad

Agenda Budaya

Festival Bhumi Atsanti (FBA) pada tahun 2026 ini akhirnya terselenggara kembali dengan tema “Rahayuning Jagad”. Hal ini dipilih sebagai tema besar Festival Bhumi Atsanti yang kelima sebagai bentuk do’a ditengah dinamika kehidupan, sekaligus mengingatkan pentingnya saling peduli, menjaga kebaikan, dan senantiasa berbuat baik. Kegiatan berlangsung selama 3 hari, dimulai pada tanggal 21 – 23 Agustus 2026 di Bhumi Atsanti, Dusun Bhumi Segoro, Desa Borobudur. Magelang.

Hari pertama yang terselenggara pada tanggal 21 Agustus 2026. Diawali dengan pembukaan Pasar Bhumi serta opening Festival Bhumi Atsanti V. Pasar Bhumi dibuka mulai pukul 15.00 WIB dengan menghadirkan berbagai tenant-tenant dari berbagai UMKM di kawasan Borobudur dan sekitarnya. Dimeriahkan juga dengan Lomba Melukis Gerabah serta ArtLab Musyarawah Bunyi. Kegiatan ini disambut antusias dan diikuti oleh pengunjung dari berbagai kalangan usia.

Selain berisi pop up market dari para UMKM, Pasar Bhumi juga menghadirkan spot khusus yang berisi permainan tradisional seperti gasing dan ketapel. Membuat para pengunjung semakin nyaman menjelajahi Pasar Bhumi di FBA V. Hal ini juga disampaikan oleh salah satu pengunjung yang hadir.

“Selain bisa melihat-lihat dan jajan di berbagai tenant, Pasar Bhumi kali ini juga unik karena menghadirkan dolanan tradisional, sehingga saya dapat ikut bernostalgia mengenang masa kecil”, ujar pengunjung Pasar Bhumi. Selain itu, pembukaan Festival Bhumi Atsanti V juga berjalan dengan khidmat. Hal ini terlihat dari seluruh panitia yang membentuk formasi, membawa lilin, dan diiringi dengan alunan musik oleh Kerontjong Rindu. Menurut Art Director Festival Bhumi Atsanti V, Putri Maharani menyampaikan bahwa opening ini merupakan suatu panjatan do’a dan bentuk energi positif yang disampaikan agar acara berjalan dengan lancar.

“Harapannya, dengan pembukaan yang khidmat. Energi positif dapat tersalurkan agar acara dapat berlangsung dengan baik tanpa halangan apapun. Saya yakin, bahwa energi seluruh panitia, penampil, hingga pengunjung adalah energi positif yang dapat disatukan untuk keberlangsungan acara”.

Setelah seluruh rangkaian pembukaan FBA V terlaksana, alunan musik Kerontjong Rindu penampil asal Yogyakarta kembali mengalun tanda bahwa penampilan seni mulai terlaksana. Mereka membawakan lagu-lagu keroncong yang mengangkat nuansa khas kebudayaan lokal.

Dilanjutkan dengan penampilan dari Sanggar Setyo Manunggal penampil asal Magelang yang membawakan tarian indah. Lalu dilanjutkan dengan penampilan Huis Van Roedi Lanbatih penampil asal Batu, Jawa Timur yang menampilkan pertunjukan wayang yang dibungkus cerita menarik, sehingga menggugah penikmat seni untuk menyimak.

Tak sampai disitu, kegiatan masih berlangsung dengan menampilkan Sanggar Sangha Chandrawara penampil asal Candirejo, Magelang yang menampilkan tarian kuda lumping. Lalu, setelahnya disambut kembali dengan alunan musik yang indah dari Kebun Kecil penampil asal Yogyakarta yang membawakan berbagai lagu-lagu indah ciptaan band tersebut. Dan dipuncak acara pada hari pertama, ditutup dengan penampilan dari Orkes Soesah Tidoer asal Yogyakarta yang membawakan lagu-lagu keroncong hingga dangdut yang membuat malam semakin riuh.

Hari pertama disambut dengan sangat antusias dari berbagai pengunjung yang hadir hingga pukul 23.00 WIB. Harapannya hari pertama dapat menjadi cambuk semangat untuk pelaksaan kegiatan di hari selanjutnya. Terutama pada berbagai penampilan dan pertunjukan seni di Festival Bhumi Atsanti V dan pop up market di Pasar Bhumi.