Cari dengan kata kunci

Tuk Bima Lukar, Sumber Mata Air Sungai Serayu

Tuk_Bima_Lukar_1200.jpg

Tuk Bima Lukar, Sumber Mata Air Sungai Serayu

Di Dataran Tinggi Dieng, ada beberapa sumber mata air yang disakralkan. Salah satunya adalah Tuk Bima Lukar. Tidak terlalu sulit menemukan mata air ini. Jika Anda datang dari arah Wonosobo, mata air ini terdapat di sisi sebelah kanan gapura selamat datang di Dieng.

Pariwisata

Di Dataran Tinggi Dieng, ada beberapa sumber mata air yang disakralkan. Salah satunya adalah Tuk Bima Lukar. Tidak terlalu sulit menemukan mata air ini. Jika Anda datang dari arah Wonosobo, mata air ini terdapat di sisi sebelah kanan gapura selamat datang di Dieng.

Tuk Bima Lukar merupakan salah satu mata air yang menjadi sumber aliran Sungai Serayu. Keberadaan mata air ini dikaitkan dengan sosok Bima, salah satu anggota Pandawa Lima.

Dikisahkan, pihak Pandawa (yang diwakili oleh Bima) dan Kurawa berlomba membuat sungai. Sebelum mulai menggali, Bima mendapat wangsit agar membuat sungai dalam keadaan lukar (tanpa busana) lalu menggunakan alat vitalnya untuk membuat lubang air, dan mengairi lubang itu dengan air seninya. Bima pun melakukan seperti petunjuk yang diterimanya dan berhasil memenangkan lomba.

Usai membuat sungai, Bima melihat seorang gadis cantik yang sedang mandi di sungai yang baru saja dia buat. Karena gadis tersebut sangat cantik, Bima terpana dan berucap “Sira Ayu” (kamu cantik). Ucapan tersebut kemudian dijadikan nama sungai yang airnya bersumber dari mata air Sungai Serayu ini.

Bangunan di mata air ini terdiri dari tiga undakan. Undakan paling atas menjadi bagian yang suci. Di bagian ini, terdapat tempat untuk menaruh sesaji. Di bawahnya, terdapat sebuah kolam yang menampung air. Sementara, pada bagian paling bawah terdapat dua buah pancuran. Di bawah pancuran inilah masyarakat sekitar serta pengunjung mencuci muka mereka, atau bahkan mandi. Ada kepercayaan di masyarakat sekitar mengenai mata air ini. Mencuci muka atau mandi di tempat ini dipercaya dapat membuat awet muda.

Tempat ini terbuka untuk umum setiap saat. Masyarakat atau pengunjung dapat setiap saat datang ke tempat ini. Tidak ada pos penjaga atau kantor pengelola di tempat ini. Begitu pula setiap orang yang datang tidak perlu membeli tiket. [Agung/IndonesiaKaya]

Informasi Selengkapnya
  • Elsa Dwi Lestari

  • Indonesia Kaya

Berlangganan buletin Indonesia Kaya

Daftar ke buletin email Indonesia Kaya untuk mengikuti berita dan acara terkini.