Cari dengan kata kunci

dodol_kandangan_1200.jpg

Menikmati Dodol Kandangan Khas Kalimantan Selatan

Terbuat dari bahan alami, dodol kandangan menawarkan cita rasa manis dalam kudapan tradisional.

Kuliner

Apa yang terlintas di benak ketika mendengar kata dodol? Jajanan manis, tekstur yang legit dan lengket, durian, ketan, Jawa Barat atau Jawa Tengah, mungkin adalah beberapa ‘kata kunci’ yang teringat. Meski semua itu tidak salah, kali ini kita akan bergeser ke arah utara dari Pulau Jawa, ke Kalimantan Selatan. Jika belum pernah mendengar dodol yang berasal dari Kota Seribu Sungai, Banjarmasin, maka ini artikel yang tepat untuk memperluas khazanah kuliner.

Dodol kandangan merupakan jajanan tradisional yang dibuat oleh masyarakat Kandangan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, secara turun-temurun. Berbeda dengan dodol pada umumnya, dodol kandangan dirasa lebih legit dan memiliki tekstur yang lebih lembut, meski secara tampilan tetap terlihat seperti dodol pada umumnya.

Berbeda dengan dodol pada umumnya, dodol kandangan dirasa lebih legit dan memiliki tekstur yang lebih lembut.

Dilihat dari sejarahnya, dodol kandangan sudah ada sejak masa Indonesia merdeka. Dulunya dodol hanya dibuat di kalangan rumah tangga saja untuk konsumsi pribadi. Bila dijual pun bentuknya cukup sederhana yaitu hanya berbentuk segi empat atau bulat, menyesuaikan pesanan.

Bahan dan Cara Pembuatan Dodol Kandangan

Dodol kandangan terbuat dari bahan-bahan alami seperti kelapa, gula aren, dan beras ketan. Bahan-bahan inilah yang juga membuat dodol kandangan cenderung lebih manis dibandingkan dodol lainnya. Bahan baku ini diolah menjadi kudapan yang nikmat lewat proses pembuatannya yang tidak sebentar, serta memerlukan kesabaran dan ketekunan.

Dodol kandangan terbuat dari bahan-bahan alami seperti kelapa, gula aren, dan beras ketan.

Pembuatan dodol kandangan yang memakan waktu lebih dari 4 jam, dimulai dengan mencampurkan seluruh bahan baku terlebih dahulu. Setelah semua bahan tercampur di dalam kuali besar, bahan tersebut lalu diaduk selama kurang lebih 4 jam. Dodol yang sudah diaduk secara merata lalu dipindahkan ke wadah untuk proses pendinginan. Setelah dingin, dodol lalu dapat dipotong-potong sesuai keinginan sebelum dimasukkan ke dalam kemasan.

Satu hal penting yang perlu dicatat adalah pemilihan kelapa yang digunakan untuk pembuatan dodol. Kelapa yang digunakan tidak boleh terlalu tua agar santan yang dihasilkan dapat lebih banyak jumlahnya.

Berdasarkan komposisi bahannya, dodol kandangan dapat dibagi ke dalam tiga tingkatan. Tingkatan nomor satu atau yang kerap disebut kualitas super, perbandingan komposisi bahannya adalah 80 biji kelapa dan 12 liter ketan beras. Tingkat nomor dua memiliki perbandingan komposisi bahan 60 biji kelapa dan 12 liter beras ketan, sementara tingkat ketiga memiliki perbandingan komposisi jumlah kelapa yang lebih sedikit, yaitu 25 biji kelapa dan 15 liter beras.

Di tengah ramainya variasi rasa dengan beragam bahan lain yang kerap dicampurkan ke dalam makanan atau jajanan tradisional, dodol kandangan tetap dibuat secara tradisional, dengan cita rasa asli. Selain itu, satu hal yang juga istimewa adalah setelah dibuat, dodol ini mampu bertahan selama beberapa hari bukan karena kandungan pengawet, tapi karena kandungan gula aren di dalamnya.

Membeli Dodol Kandangan

Para wisatawan yang ingin mencicipi dodol kandangan dapat mengunjungi sentra oleh-oleh di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, atau langsung mengunjungi UMKM produsen dodol kandangan. Salah satu yang terkenal adalah Noor Jannah. Ibu Noor Jannah yang adalah warga keturunan Arab merupakan salah satu dari generasi pertama pembuat dodol di Kandangan, sekitar tahun 1980-an. Meski sudah meninggal, toko milik Noor Jannah yang legendaris tetap dicari-cari oleh para wisatawan, khususnya para pemburu kuliner.

Ibu Noor Jannah yang adalah warga keturunan Arab merupakan salah satu dari generasi pertama pembuat dodol di Kandangan, sekitar tahun 1980-an.

Kini, toko dodol Noor Jannah bernama Syarifah Noor Jannah, yang diambil dari nama istri anak ketiganya, sekaligus yang masih meneruskan usaha keluarga tersebut. Toko ini masih berlokasi di Simpang 5 Kandangan, seperti lokasi awalnya. Salah satu keunikannya adalah sejak awal hingga kini, toko hanya menawarkan lima varian rasa dodol, yaitu orisinal, kelapa, durian, wajik, dan kacang.

Dodol kandangan juga dapat ditemui di Desa Telaga Bidadari, Hulu Sungai Selatan. Wilayah ini dikenal sebagai pusat pembuatan makanan ringan, termasuk dodol kandangan. Sama seperti di Noor Jannah, pembuatan dodol kandangan di sini pun dilakukan secara turun-temurun dengan tetap mempertahankan bahan baku asli dan tanpa pengawet. Di wilayah ini terdapat banyak pembuat dodol kandangan, jadi tinggal memilih yang mana yang ingin dikunjungi.

Demi mengakomodasi gaya hidup modern dan memperluas jangkauan pasarnya, dodol kandangan juga dapat ditemui secara daring di platform e-commerce yang populer.

Informasi Selengkapnya
  • Indonesia Kaya

  • Indonesia Kaya

  • Antara News, Koran Banjar, Radar Banjarmasin, UIN Antasari