Gunungan selama ini identik dengan upacara grebeg, tradisi besar Keraton Yogyakarta yang selalu menjadi magnet perhatian. Setiap kali grebeg digelar, gunungan menjadi bagian yang paling dinantikan. Disusun dari hasil bumi seperti sayuran, padi, buah-buahan, dan aneka pangan tradisional, gunungan membentuk siluet menyerupai gunung kecil yang sarat simbol.
Bagi masyarakat Yogyakarta, sajian berbentuk gunung kecil ini bukan sekadar tumpukan makanan. Ia melambangkan kemakmuran yang dijaga keraton dan kemudian dibagikan kepada rakyat sebagai wujud rasa syukur dan kepedulian raja terhadap kesejahteraan warganya. Banyak orang percaya bahwa setiap bagian gunungan—dari butir padi hingga daun pembungkus—mengandung berkah yang dapat membawa kebaikan bagi kehidupan keluarga.
Bagi masyarakat Yogyakarta, sajian berbentuk gunung kecil ini bukan sekadar tumpukan makanan.
Keyakinan itu membuat suasana perebutan gunungan selalu berlangsung penuh semangat. Begitu upacara memasuki bagian penutupan, warga berbondong-bondong merangsek mendekat. Tidak jarang mereka harus saling dorong, bahkan terjatuh, demi mendapatkan sedikit bagian yang diyakini membawa keberuntungan.
Momen perebutan inilah yang menjadi salah satu adegan paling menarik dalam upacara grebeg. Para fotografer biasanya menunggu detik-detik ini, mengabadikan gerak cepat para peserta, riuh rendah suara warga, serta berhamburnya hasil bumi yang menciptakan pemandangan dramatis dan penuh energi.
Momen perebutan inilah yang menjadi salah satu adegan paling menarik dalam upacara grebeg.
Seiring waktu, upacara grebeg dan tradisi gunungan berkembang menjadi atraksi budaya yang banyak dicari wisatawan. Baik turis domestik maupun mancanegara datang untuk merasakan langsung suasana sakral sekaligus meriah yang membungkus prosesi ini.
Dalam satu tahun, Keraton Yogyakarta menggelar tiga grebeg utama: Grebeg Maulud, Grebeg Syawal, dan Grebeg Besar. Ketiganya bukan hanya ritual keraton, tetapi juga perayaan kebersamaan yang menghubungkan istana dan rakyat melalui simbol kemakmuran yang telah diwariskan turun-temurun.







