Bukan Dibangun Satu Kelompok, tapi Satu Peradaban
Berdiri sejak 1840 di Payakumbuh, Masjid Tuo Koto Nan Ampek jadi bukti bagaimana ego suku bisa luruh demi tujuan suci. Bayangkan, 4 kaum mewakafkan tanahnya dan 3 suku berbeda turun tangan memimpin pembangunannya.
Bahkan tiang-tiang dari batang kelapa yang masih kokoh di dalamnya jadi saksi bisu: bahwa hal besar hanya bisa lahir dari kolaborasi, bukan dominasi.
Tradisi gotong royong apa yang masih dijaga di daerahmu sampai sekarang? Ceritakan di kolom komentar, yuk!
#IndonesiaKaya #IndonesiaKayaWisata #MasjidTuoKotoNanAmpek #Payakumbuh