Cari dengan kata kunci

Loading Events

Rambut Merah Clara oleh Sena Didi Mime

Rambut Merah Clara oleh Sena Didi Mime

Rambut Merah Clara oleh Sena Didi Mime

Kebobrokan ada dalam diri kita. Ia melekat sepenuhnya dalam diri manusia. Kontra dengan ucapan dan slogan. Parahnya, slogan sebagai sebuah identitas dari suatu instansi penegakan hukum yang katanya “Siap Menganyomi Masyarakat” malah menjadi sumber kebobrokan itu sendiri.

  • 11 Mei @ 3:00 pm - 11 Mei @ 4:00 pm
  • Galeri Indonesia Kaya
  • Gratis
  • Dewasa

Reservasi Tiket

Klik sekarang untuk reservasi

Agenda Budaya

Pada masa reformasi 1998, kebobrokoan juga tergambar jelas pada masyarakat dengan pemikiran sempit yang tak bisa mengakui perbedaan. Banyak dari mereka yang seenaknya menuduh dan memperkosa idealisme orang lain, menjarah dengan membabi buta dan melakukan tindak kekerasan. Clara adalah korban kebobrokan. Ia adalah korban dari tragedi kemanusiaan yang terjadi pada etnis Tionghoa-Indonesia, terkhusus para perempuan etnis Tionghoa-Indonesia yang mengalami berbagai macam kejahatan yang tak dapat termaafkan.

Bulan Mei selalu berkaitan dengan tragedi 1998. Seno Gumira Ajidarma memanfaatkan sosok aparat yang bertugas sebagai penerima laporan peristiwa yang dialami Clara, sebagai alat utama untuk menuturkan kebobrokan yang terjadi di setiap lapisan masyarakat dan instansi pada saat itu. Rambut Merah Clara adalah suatu cara untuk terus melawan lupa melalui kesenian.

Sena Didi Mime adalah kelompok teater pantomim yang didirikan pada tahun 1987 oleh Sena A. Utoyo dan Didi Petet. Gagasan dibentuknya kelompok teater pantomim ini dimulai pada penghujung tahun 1970-an ketika mereka berdua masih menjadi mahasiswa di Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Kesenian Jakarta. Mereka berdua menciptakan dan memainkan repertoar pantomim standar seperti lazimnya pantomim yang berada di Barat. Bersama dengan rekan sejawat mereka, Krisno Bossa dan Ray Sahetapy membentuk sebuah grup pantomime yang diberi nama Kijang Group yang berhasil menjuarai Festival Pantomim Jakarta. Mengikuti keberhasilannya ini, Sena dan Didi kemudian mendapatkan undangan untuk mewakili Indonesia tampil pada Asian Festival di Seoul, Korea Selatan dan menampilkan repertoar pantomim.