Cari dengan kata kunci

Kegiatan Konser Bandung Philharmonic Bertajuk “Destiny”

kegiatan-konser-bandung-philharmonic-bertajuk-destiny.jpg

Kegiatan Konser Bandung Philharmonic Bertajuk “Destiny”

Pada tanggal 25 September 2016, pukul 18.30 WIB, Bandung Philharmonic didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation menggelar konser “Destiny” di Teater Tertutup Dago Tea House.

Agenda Budaya

Pada tanggal 25 September 2016, pukul 18.30 WIB, Bandung Philharmonic didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation menggelar konser “Destiny” di Teater Tertutup Dago Tea House. Robert Nordling selaku direktur musik memimpin konser dengan program “Overture Don Giovanni” karya Mozart; “Prelude Sang Satir di Siang Hari” karya Debussy; “Negara Krtagama” karya baru dari Singgih Sanjaya; dan “Simfoni no.8” karya Antonin Dvorak.

Guru Besar Estetika dari Universitas Katholik Parahyangan, Prof. Bambang Sugiharto mengatakan bahwa konser “Destiny” menyiratkan harapan tentang terwujudnya sebuah ideal yang diimpikan; akhir dari segala upaya yang panjang. Don Giovanni alias Don Juan dalam opera Mozart memang berakhir tragik-komik. Tapi pada Prelude dari Debussy, dewa Faun yang mengejar gairahnya, berakhir dalam mimpi yang diwarnai aneka visi. “Bersama Bandung Philharmonic kita memang mengejar sebuah peradaban yang lebih ideal, peradaban batin yang lebih halus dan canggih. Canggih dalam mengelola perasaan, imajinasi maupun gairah yang beragam dan kompleks,” ujar Bambang.

Pendiri Bandung Philharmonic, Airin Efferin menyambut baik semua ajakan konser yang diterima Bandung Philharmonic dari berbagai pihak. Ia yakin, itu adalah bukti bahwa Bandung Philharmonic mulai diterima oleh masyarakat. “Kami selalu bekerja keras menampilkan pagelaran seni yang berkualitas untuk menambah wawasan dan memberikan kebahagiaan orkestra kepada berbagai lapisan masyarakat.”

Tagar: