Cari dengan kata kunci

Harumkan Nama Indonesia di Kompetisi Internasional, The Resonanz Children’s Choir dan Batavia Madrigal Singers Tampil Memukau di Amerika Serikat dan Eropa

harumkan-nama-indonesia-di-kompetisi-internasional-the-resonanz-childrens-choir-dan-batavia-madrigal-singers-tampil-memukau-di-amerika-serikat-dan-eropa.jpg

Harumkan Nama Indonesia di Kompetisi Internasional, The Resonanz Children’s Choir dan Batavia Madrigal Singers Tampil Memukau di Amerika Serikat dan Eropa

The Resonanz Children’s Choir (TRCC), paduan suara di bawah naungan The Resonanz Music Studio, menambahkan daftar prestasinya sekaligus mengharumkan nama Indonesia. TRCC berhasil memenangkan sejumlah kategori dalam kompetisi paduan suara The Golden Gate International Choral Festival yang diselenggarakan di Berkeley, California, Amerika Serikat pada tanggal 12-18 Juli 2015 lalu.

Agenda Budaya

The Resonanz Children’s Choir (TRCC), paduan suara di bawah naungan The Resonanz Music Studio, menambahkan daftar prestasinya sekaligus mengharumkan nama Indonesia. TRCC berhasil memenangkan sejumlah kategori dalam kompetisi paduan suara The Golden Gate International Choral Festival yang diselenggarakan di Berkeley, California, Amerika Serikat pada tanggal 12-18 Juli 2015 lalu.

Mereka membawakan masing-masing dua lagu dari empat kategori yang dilombakan yaitu Duo Seraphim karya Tomas Luis de Victoria dan Táncnóta oleh Zoltán Kodály pada kategori Historical; Bungong Jeumpa aransemen Fero A. Stefanus dan Janger aransemen A. Bambang Jusana & Avip Priatna pada kategori Folk; Music Down in My Soul oleh Moses Hogan dan Nothin’ Gonna Stumble My Feet oleh Greg Gilpin pada kategori Gospel and Spiritual; dan lagu Salve Regina oleh Javier Busto dan 137 Hip Street aransemen Fero A. Stefanus pada kategori Contemporary.

Kerja keras 45 generasi muda berusia antara 8 sampai 17 tahun yang tergabung dalam TRCC dan konduktor Devi Fransiska membuahkan hasil yang sangat gemilang. Sebagai satu-satunya perwakilan dari Indonesia, TRCC tampil memukau dan berhasil memenangkan juara pertama pada kategori Historical, juara pertama pada kategori Folk, juara kedua pada kategori Gospel and Spiritual, serta juara ketiga pada kategori Contemporary. Penghargaan interpretasi terbaik atas karya tersebut membuktikan bahwa Indonesia telah diakui mempunyai kemampuan membawakan karya musik klasik dengan baik dan benar, melebihi paduan suara asal Eropa.

“Tujuan awal kami membawa generasi muda ini berkompetisi adalah untuk mendorong mereka untuk belajar bekerja keras untuk mencapai sesuatu, khususnya dalam musik. Dalam bekerja keras, mereka terlatih untuk percaya diri dan memiliki harapan, mengasah kemampuan mereka melebihi yang mereka pikir. Saya merasa bangga dan bersyukur karena hasil kerja keras ini sudah menambahkan nama harum Indonesia di dunia paduan suara internasional,” Devi memaparkan.

Tidak hanya TRCC yang mengukir prestasi di luar negri, Batavia Madrigal Singers (BMS), ensembel vokal pimpinan Avip Priatna yang juga bernaung di bawah The Resonanz Music Studio, kembali mencetak prestasi. Kali ini BMS mengikuti dua kompetisi paduan internasional yang diselenggarakan berurutan, yaitu 36th International May Choir Competition di Varna, Bulgaria 14-17 Mei 2015 yang lalu, dan 14th International Chamber Choir Competition di Marktoberdorf, Jerman  pada tanggal 22-27 Mei 2015.    

BMS berpartisipasi di tiga dari empat kategori yang diselenggarakan di kompetisi 36th International May Choir Competition (kategori keempat adalah kategori paduan suara anak dan remaja). BMS, yang juga merupakan satu-satunya perwakilan dari Asia, memperoleh gelar juara pertama pada kategori Equal Voices / Female Choir, juara kedua pada kategori Mixed Choir, dan juara kedua pada kategori Chamber Choir.  BMS juga merupakan Runner Up Grand Champion dari kompetisi ini.

Selanjutnya, di kompetisi Marktoberdorf, Jerman, BMS merupakan salah satu dari sepuluh paduan suara terbaik yang lolos seleksi untuk berpartisipasi di kategori Mixed Choir. Di kompetisi yang paling prestisius ini, seluruh peserta juga berkesempatan tampil di konser-konser kecil dan pertunjukan bagi publik sambil memperkenalkan lagu-lagu daerah asal masing-masing. Kesembilan paduan suara lain berasal dari Amerika Serikat, Jerman, Korea Selatan, Kuba, Rusia, Swiss, dan Ukraina, dan BMS berhasil meraih juara ketiga dimana juara pertama dan kedua diraih oleh Korea Selatan dan Amerika Serikat.  

“BMS menunjukkan kemampuan vokal yang tinggi dengan nada yang solid dan hangat khas Indonesia. Polesan artistiknya pun menawan, penampilan mereka di Varna dan Marktoberdorf dengan repertoar dan kostum tradisional yang menarik di konser dan kompetisi terbukti berhasil memesona penonton, penyelenggara dan para juri,” ujar Avip Priatna, Direktur Musik The Resonanz Music Studio, yang juga mendampingi rombongan BMS ke Bulgaria dan Jerman.

Prestasi yang membanggakan ini mendapat apresiasi dari Bakti Budaya Djarum Foundation yang mempunyai misi meningkatkan kecintaan dan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia, mendukung insan kreatif untuk terus berkarya, menggali potensi, mengembangkan dan melestarikan keindahan, serta keragaman budaya Indonesia.

“Kemenangan yang diraih The Resonanz Children Choir dan Batavia Madrigal Singers di kompetisi internasional ini membuktikan bahwa generasi muda Indonesia memiliki bakat-bakat luar biasa dalam dunia tarik suara dan seni musik. Penampilan para duta kesenian Indonesia ini terbukti memukau penonton dan para juri yang berasal dari berbagai negara dan berhasil menyapu sejumlah penghargaan mengalahkan negara lainnya. Prestasi yang mereka ukir baik di Bulgaria, Jerman dan Amerika Serikat ini semakin mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dan layak untuk kita apresiasi. Semoga prestasi ini bisa menginspirasi generasi muda lainnya untuk mengali potensi diri dan mengukir prestasi di berbagai bidang,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Dalam kesempatan tampil di hadapan penonton dan para juri dari berbagai negara, TRCC dan BMS juga memperkenalkan budaya musik paduan suara melalui lagu-lagu tradisional Indonesia yang mereka bawakan, seperti Benggong,Bugong Jeumpa, dan Janger. Kesempatan emas ini digunakan untuk mengenalkan musik daerah Indonesia dan memberikan kesan positif di mata internasional.

Semoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya, Cinta Indonesia.

Tagar:

Berlangganan buletin Indonesia Kaya

Daftar ke buletin email Indonesia Kaya untuk mengikuti berita dan acara terkini.