Bila ingin menyaksikan lumba-lumba hidup di habitat aslinya, Teluk Kiluan menjadi tujuan yang patut dipertimbangkan. Destinasi ekowisata favorit di Lampung ini menawarkan pengalaman berkesan melihat kawanan lumba-lumba langsung di laut lepas.
Bagian mulut teluk merupakan habitat alami mamalia laut yang dikenal cerdas tersebut. Koloni lumba-lumba di pesisir selatan Sumatra bahkan disebut sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Di perairan barat daya Provinsi Lampung ini hidup dua spesies utama, yakni lumba-lumba hidung botol (Tursiops truncatus) dan lumba-lumba paruh panjang (Stenella longirostris).
Bagian mulut teluk merupakan habitat alami mamalia laut yang dikenal cerdas tersebut.
Perjalanan menuju Kiluan dapat ditempuh melalui jalur darat sekitar 3–4 jam dari Bandar Lampung. Waktu tempuh yang cukup panjang membuat keberangkatan sejak pagi hari lebih disarankan, sekaligus memberi kesempatan beristirahat sebelum mengikuti kegiatan pengamatan pada esok paginya.
Setibanya di kawasan Kiluan, penginapan berupa homestay milik warga mudah ditemukan di sekitar lokasi. Dari sana, perahu ketinting dapat disewa untuk menuju titik pengamatan lumba-lumba.
Saat ini, pilihan akomodasi sudah berkembang. Selain homestay sederhana, telah muncul beberapa glamping (glamour camping) dan eco-resort di sekitar Teluk Kiluan yang menawarkan fasilitas lebih lengkap (seperti AC dan Wi-Fi), yang bisa dipesan melalui aplikasi online.
Sekitar pukul 05.30–06.00 WIB, waktu terbaik untuk menyaksikan kemunculan kawanan lumba-lumba di permukaan laut.
Persiapan biasanya dimulai sejak subuh. Sekitar pukul 05.30–06.00 WIB, rombongan berangkat menuju laut lepas menggunakan perahu ketinting bermotor ganda berkapasitas lima orang—waktu terbaik untuk menyaksikan kemunculan kawanan lumba-lumba di permukaan laut.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 sampai 25 menit, kapal motor akan melambat dan saat inilah pencarian koloni lumba-Lumba dimulai. Para penumpang harus berbagi tugas mengamati sekeliling laut sambil menanti kawanan lumba-lumba ini muncul. Kawanan lumba-lumba ini biasanya hanya muncul beberapa menit.
Penampakan lumba-lumba sangat sulit diprediksi, sehingga faktor keberuntungan amat dibutuhkan.
Penampakan lumba-lumba sangat sulit diprediksi, sehingga faktor keberuntungan amat dibutuhkan. Terkadang, lumba-lumba dapat tiba-tiba muncul amat dekat dengan perahu yang kita tumpangi. Tetapi, terkadang pengamatan dapat berakhir sia-sia karena binatang yang menggemaskan ini tak kunjung menampakkan diri.
Karena itulah, pengalaman melihat koloni lumba-lumba yang beriringan di laut lepas Teluk Kiluan akan menjadi pengalaman seru yang sulit untuk dilupakan sepanjang hidup. Kesempatan mengabadikan kawanan lumba-lumba pun bisa menjadi saat-saat yang tidak ternilai harganya.
Waktu terbaik untuk melihat lumba-lumba ada pada April hingga September (musim kemarau). Di bulan-bulan ini, air laut lebih tenang dan jernih, sehingga kawanan lumba-lumba lebih mudah terlihat saat melompat.







