Tari Tanjung Katung, Ekspresi Kebersamaan dalam Tradisi Melayu - Indonesia Kaya

Cari dengan kata kunci

Tari_Tanjung_Katung_1200.jpg

Tari Tanjung Katung, Ekspresi Kebersamaan dalam Tradisi Melayu

Dari pola gerak berganda hingga iringan musik cepat, tarian ini menyimpan ritme pergaulan dan keharmonisan.

Kesenian

Rumpun Melayu memiliki tradisi kesenian yang tumbuh dari kehidupan sosial masyarakatnya, mulai dari musik, sastra lisan, hingga tari. Kesenian tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pergaulan, ekspresi budaya, dan penanda identitas. Dalam konteks inilah berbagai tarian Melayu lahir dan berkembang, salah satunya tari tanjung katung.

Tarian ini dikenal pula dengan sebutan tari lagu dua, mengacu pada pola geraknya yang khas berupa langkah dua atau gerak berganda. Pola tersebut dilakukan secara berulang dan selaras, sehingga kekompakan antarpenari menjadi unsur utama. Setiap gerakan mengalir mengikuti irama musik, menciptakan kesan dinamis namun tetap terjaga dalam keteraturan.

Kesatuan gerak tidak hanya menunjukkan keterampilan teknis para penari, tetapi juga mencerminkan nilai kebersamaan yang dijunjung dalam budaya Melayu.

Kesatuan gerak tidak hanya menunjukkan keterampilan teknis para penari, tetapi juga mencerminkan nilai kebersamaan yang dijunjung dalam budaya Melayu. Penari dituntut untuk saling menyesuaikan ritme, arah, dan tempo, sehingga tarian ini kerap dipahami sebagai simbol keharmonisan dan kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada awalnya, tarian ini banyak dibawakan oleh muda-mudi secara berpasangan, terutama dalam suasana perayaan atau acara adat. Seiring berjalannya waktu, bentuk penyajiannya mengalami perkembangan. Tarian ini kemudian diadaptasi dan ditarikan oleh penari dewasa, baik sebagai pertunjukan panggung maupun bagian dari kegiatan pelestarian seni tradisi.

Iringan musiknya berasal dari tradisi musik Melayu yang dikenal berirama cepat dan bersemangat.

Iringan musiknya berasal dari tradisi musik Melayu yang dikenal berirama cepat dan bersemangat. Lagu-lagu seperti Tanjung Katung, Bunga Melati, dan Pancang Jermal, kerap dipilih karena mampu menghidupkan suasana sekaligus menegaskan karakter ceria dan energik tarian ini. Ritme musik yang rancak turut memengaruhi tempo gerak, membuat tarian tampil lincah dan atraktif.

Dari sisi tata busana, penari umumnya mengenakan kostum bernuansa hijau dengan paduan warna emas yang memberi kesan anggun dan berwibawa. Penari perempuan tampil dengan kebaya, selendang, serta hiasan kepala sebagai pelengkap, sementara penari laki-laki mengenakan busana sederhana tanpa kostum khusus, cukup dilengkapi kopiah. Kesederhanaan busana ini justru menonjolkan keindahan gerak dan keserasian penampilan secara keseluruhan.

Hingga kini, tarian tersebut tetap dipertahankan sebagai bagian dari kekayaan seni Melayu.

Hingga kini, tarian tersebut tetap dipertahankan sebagai bagian dari kekayaan seni Melayu. Keberadaannya tidak hanya menjadi penanda tradisi, tetapi juga ruang bagi generasi masa kini untuk memahami nilai kebersamaan, irama kehidupan, dan kehalusan rasa yang hidup dalam budaya Melayu.

Informasi Selengkapnya
  • Indonesia Kaya

  • Indonesia Kaya