Petruk Mantu oleh Wayang Jurnalis Bersama Kitama – 19.00
Merayakan ulang tahun ke-13, Galeri Indonesia Kaya mempersembahkan pertunjukan yang merupakan buah dari berbagai program dan kerjasama panjang antara seniman maupun publik.
-
10 Oktober @ 7:00 pm - 17 Oktober @ 8:00 pm
-
Galeri Indonesia Kaya
-
Gratis
-
Bimbingan Orang Tua
Agenda Budaya
Wayang Jurnalis merupakan program pentas budaya dari Galeri Indonesia Kaya yang memberikan ruang dan keterlibatan jurnalis dalam proses pelestarian budaya, salah satunya seni pertunjukan. Setelah sempat vakum mulai tahun 2020, kali ini Wayang Jurnalis bekerjasama dengan Wayang Orang Bharata kembali menghadirkan pertunjukan menarik yang penuh komedi dengan judul Petruk Mantu.
Berkolaborasi dengan dalang cilik Kitama Arturo, lakon Petruk Mantu menceritakan tentang kisah komedi dan lika-liku Petruk meminang Putri Nilowati yang terkenal cantik untuk anak laki-lakinya, Lengkungkusumo, tanpa sadar bahwa Sang Putri yang cantik juga merupakan dambaan hati Prabu Pudaksi yang garang dan congkak.
Tentang Penyelenggara
Paguyuban Wayang Orang Bharata berdiri sejak 5 Juli 1972, mempersembahkan pentas wayang orang secara yang bertempat di Gedung Wayang Orang Bharata, Senen, Jakarta Pusat. Wayang Orang Bharata kini beranggotakan 150 anggota, terdiri dari penari, pemusik, sinden dan kru belakang panggung. Salah satu Paguyuban yang bertahan 50 tahun lebih di tengah Kota Jakarta yang sudah modern ini.
Wayang Orang Bharata telah beberapa kali membuat karya-karya besar, baik di dalam negeri maupun di mancanegara, mempersembahkan berbagai pergelaran wayang orang dengan skala Internasional di beberapa negara seperti Mesir, Belanda, Italia, Australia, Perancis dan kota Hamburg, Bremen, Hannover di Jerman. Wayang Orang Bharata juga mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Pagelaran Wayang Orang secara Daring Pertama dalam sejarah kebudayaan seni tradisi.
Kitama adalah seorang dalang cilik berumur 12 tahun yang memiliki keinginan untuk melestarikan budaya wayang kulit. Ketertarikan Kitama terhadap dunia pewayangan mulai tumbuh sejak usia 6 tahun setelah mendapatkan hadiah wayang Gatotkaca dan beskap dalang. Meski saat itu belum lancar membaca, ia sangat antusias mempelajari wayang melalui YouTube, buku cerita, dan bertanya kepada banyak orang tentang kisah pewayangan.
Sebagai dalang cilik, Kitama juga kerap tampil di berbagai acara televisi nasional seperti Trans TV, Trans7, NET TV, Daai TV, dan BeritaSatu TV. Ia beberapa kali terlibat dalam pagelaran wayang dan wayang orang, termasuk memerankan tokoh Gatotkaca Cilik (Babang Tetuko), Cakil dan Antasena.