Fantasy Land oleh Regina Art – 19.00
Ikuti perjalanan Luna dan sahabat-sahabatnya yang penuh dengan keajaiban di dalam Fantasy Land!
-
18 Juli @ 7:00 pm - 18 Juli @ 8:00 pm
-
Galeri Indonesia Kaya
-
Gratis
-
Semua Umur
Agenda Budaya
Pementasan Teater Musikal Fantasy Land merupakan karya pertunjukan yang mengangkat nilai-nilai keberanian, persahabatan, kerja sama, dan kekuatan imajinasi dalam menghadapi ketakutan. Melalui perjalanan Luna dan sahabat-sahabatnya mencari kunci Ajaib demi mengembalikan kedamaian di Fantasy Land, pertunjukan ini diharapkan menjadi media edukatif sekaligus hiburan berkualitas bagi anak-anak dan keluarga. Pementasan ini dipentaskan sekaligus memperingati Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli 2026.
Tentang Penyelenggara
Regina Art adalah wadah ekspresi seni yang berfokus pada isu perempuan, dengan tujuan untuk menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan kesetaraan gender melalui berbagai karya kreatif. Sejak berdiri lebih dari tiga tahun yang lalu, Regina Art telah menghasilkan web series, film pendek, dan aktif berpartisipasi dalam berbagai festival film. Salah satu karya mereka, “Don’t Open”, bahkan terpilih sebagai seleksi resmi di Festival Film New York.
Pada 24 Agustus 2022, Regina Art membawa sebuah karya teater bertajuk Duolog Ruang Arumanis ke panggung Taman Ismail Marzuki. Pertunjukan ini disambut hangat oleh penonton dan media karena menghadirkan monolog yang begitu mendalam, menggugah emosi, dan memberikan ruang bagi suara-suara perempuan yang sering kali terabaikan oleh narasi dominan di media dan teknologi. Duolog Ruang Arumanis menjadi lebih dari sekadar pertunjukan; ia adalah pernyataan keberpihakan terhadap korban perempuan.
Kesuksesan karya ini mendorong Regina Art untuk melangkah lebih jauh. Pada tahun 2024, naskah Duolog Ruang Arumanis diadaptasi menjadi monolog dan dibawa dalam tur keliling Amerika dan Eropa. Tur ini tidak hanya memperluas jangkauan pesan yang disampaikan, tetapi juga menjadi ajakan global untuk berpihak pada keadilan dan kesetaraan gender.
Regina Art berharap karyanya dapat menginspirasi lebih banyak seni yang memperjuangkan kepentingan perempuan, terutama para penyintas kekerasan.