Majoor Jantje: The Last Mardijkers oleh Salindia Teater – 19.00
“Majoor Jantje: The Last Mardijkers” menghadirkan monolog yang menelusuri perjalanan hidup Mayor Jantje—dari bekas budak hingga tuan tanah terkaya di Batavia—yang turut melahirkan musik Tanjidor.
-
6 Juni @ 7:00 pm - 6 Juni @ 8:00 pm
-
Galeri Indonesia Kaya
-
Gratis
-
Remaja
Reservasi Tiket
Agenda Budaya
Majoor Jantje: The Last Mardijkers adalah sebuah naskah monolog yang diambil dari novel berjudul Mayor Jantje: Cerita Tuan Tanah Batavia Abad ke-19 oleh Johan Fabricius. Mayor Jantje sendiri adalah seorang bekas budak yang dimerdekakan zaman Hindia-Belanda, kemudian menjadi kaya raya secara tiba-tiba karena tanah yang ia beli ternyata terdapat banyak sarang burung walet, yang saat itu sangat bernilai ekonomi tinggi. Ia bahkan disebut-sebut sebagai orang terkaya di Batavia, bahkan kemungkinan di Hindia Belanda.
Melalui kekayaannya, ia menjadi orang yang menyokong lahirnya musik Tanjidor, yang kemudian menjadi musik khas Betawi. Karena menyukai musik, Mayor Jantje mengundang para pemusik andal dari berbagai jenis musik (Sunda, Jawa, Cina, hingga Eropa) untuk bermain musik di istananya. Hal menarik dari kisah hidup Mayor Jantje adalah kisah kehidupan pribadinya yang kelam. Setelah hidup “terlalu sempurna” dan dapat memiliki segalanya, ia justru ditinggal mati oleh istri tercintanya dan mentalnya terganggu. Harta yang dimiliki tidak mampu lagi membuatnya bahagia.
Pertunjukan ini dibawakan dalam bentuk monolog/monodrama, dimana satu orang membawakan peran utama sekaligus peran-peran pendukung lainnya. Instrumen musik Tanjidor digunakan sebagai pengiring serta bahasa dramatik yang sangat erat dengan kehidupan Mayor Jantje.
Tentang Penyelenggara
Salindia Teater adalah komunitas teater yang didirikan pada tahun 2021 oleh sekelompok anak muda dengan fokus utama pada penguatan peran dan kedudukan strategis perempuan dalam dunia seni pertunjukan. Melalui pendekatan realisme serta perhatian mendalam terhadap performa keaktoran, Salindia Teater menghadirkan karya-karya yang merefleksikan persoalan keseharian dengan dimensi politis dan sosial yang kuat. Beberapa karya yang telah dipentaskan antara lain Babu-Babu (Taman Ismail Marzuki, 2023) ,Trem Bernama Desire (Taman Ismail Marzuki, 2024) dan beberapa karya lainnya.
Sebagai kelompok teater, Salindia berkomitmen untuk tetap relevan dengan perkembangan sosial, politik, dan budaya. Kami melihat teater bukan hanya sebagai medium artistik, tetapi juga sebagai sarana dialog publik. Salindia percaya bahwa teater harus menjadi jembatan antara isu-isu dan gagasan yang biasanya hanya dibicarakan di lingkaran intelektual, dengan lapisan masyarakat lain yang jarang bersentuhan langsung dengan wacana tersebut. Karena itu, setiap keputusan artistik Salindia dirancang agar mudah dicerna dan direnungkan oleh berbagai lapisan penonton tanpa mengorbankan nilai estetik pertunjukannya.
Pertunjukan yang pernah dipentaskan Salindia Teater, antara lain: Les Bonnes/Babu-Babu karya Jean Genet (2023), Seribu Kunang-Kunang di Manhattan karya Umar Kayam (2024), Trem Bernama Desire karya Tennessee Williams (2024-2025), Sebelum Merdeka Lagi (2025).