Penari Petani oleh EkosDance Company
Seni yang tumbuh dari tanah, tubuh yang menari untuk masa depan bersama. Tubuh. Tanah. Kerja. Soreng dalam energi baru.
-
2 Mei @ 3:00 pm - 2 Mei @ 4:00 pm
-
Galeri Indonesia Kaya
-
Gratis
-
Semua Umur
Reservasi Tiket
Agenda Budaya
Pertunjukan kali ini berangkat dari satu hal sederhana: kehidupan itu sendiri. Di sini, panggung tidak hanya menjadi tempat untuk tampil, tapi seperti ladang,ruang hidup di mana tubuh bekerja, bergerak, merasakan, dan mengingat. Bahkan sebelum pertunjukan benar-benar dimulai, sebenarnya kehidupan itu sudah berjalan lebih dulu. Kita hanya diajak untuk menyadarinya.
Karya ini menggabungkan bentuk lecture performance dan storytelling, tapi tidak dalam cara yang kaku atau seperti presentasi. Justru sebaliknya, pengetahuan dihadirkan lewat pengalaman. Apa yang kita lihat bukan sekadar gerakan tari atau adegan, tapi jejak hidup, dari tubuh yang terbiasa mencangkul, berjalan di ladang, hingga akhirnya menari. Dari situlah cerita tumbuh.
Pelan-pelan, keseharian yang tampak biasa itu mulai “terbaca”. Aktivitas sederhana berubah jadi sesuatu yang bisa kita pahami lebih dalam. Para performer juga tidak hanya berperan sebagai penampil, tapi sebagai orang-orang yang sedang belajar dan berbagi pengalaman mereka, menunjukkan bagaimana mereka sampai pada cerita itu. Penonton pun tidak hanya duduk dan melihat. Ada momen di mana kita diajak ikut merasakan,masuk ke dalam ritme yang sama, memahami dari dekat. Di sini, yang penting bukan hanya apa yang ditampilkan, tapi bagaimana kita ikut mengalami prosesnya.
Pada akhirnya, pertunjukan ini bukan tentang cerita yang sudah jadi atau pesan yang harus disimpulkan. Ini tentang membuka proses, bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan kebiasaan sehari-hari, dan dengan tubuhnya sendiri bisa menjadi pengetahuan yang hidup. Sebuah pengingat sederhana: kita tidak pernah benar-benar terpisah dari kehidupan yang kita jalani. Hanya saja, kadang kita lupa untuk benar-benar merasakannya.
Ini bukan sekadar tari. Ini tubuh, tanah, dan kerja yang bergerak bersama. Lewat Penari Petani, Eko Supriyanto dan EkosDance Company bersama Soreng Warga Setuju menghadirkan pengalaman yang puitik, membumi, dan penuh energi, membawa penonton lebih dekat pada ritme alam, kebersamaan, dan kehidupan yang nyata. Penari Petani menghadirkan Soreng dalam energi baru: raw, hangat, kolektif, dan relevan, sebuah peristiwa performatif yang mengajak kita masuk ke ritme kerja, alam, dan kebersamaan dengan bahasa yang segar, kuat, dan alam yang penting.
Tentang Penyelenggara
EkosDance Company adalah wadah untuk menghasilkan koreografi terbaru Eko Supriyanto. Berfokus pada rekontekstual tarian tradisi Indonesia berdasarkan tarian kontemporer, Eko menciptakan karya yang bersifat silent tourism dan diplomasi budaya Republik Indonesia di kancah tari kontemporer Internasional, yang bagi Eko sendiri merupakan sebuah proses membuat karya kecil dengan tim kecil, tetapi nantinya akan dibawa berkeliling dunia menjadi penguatan diplomasi dan diversity tari tradisi Indonesia. Apa yang dilakukan Eko adalah upaya untuk menjadikan tarian nusantara sebagai tempat mengusung platform tari kontemporer setara dengan discourse global. Di antaranya adalah “Cry Jailolo” (2014-2015), yang menyelesaikan tour ke festival-festival seni pertunjukan kontemporer di Australia, Eropa, dan Asia, “Balabala” (2016), “SALT” karya tunggal yang melengkapi serial seni pertunjukan berbasis riset Trilogy of Jailolo (2017-2020), dan “IBUIBUBELU: Bodies Of Borders” yang telah dipentaskan premiere di Teater Salihara, Jakarta, Jepang (2019), Belanda (2021), dan Jerman (2023). Serta “KASE SEKA” yang merupakan proyek karya terbaru dan telah dipentaskan di ThinkCity – KL Festival, Kuala Lumpur (2024).
EkosDance Company bekerja sama dengan beberapa Pemerintah Daerah di Indonesia dalma menggarap beberapa event kegiatan, diantaranya
- Festival Teluk Jailolo (2013 – 2022), Jailolo, Maluku Utara.
- Festival Fulan Fehan (2017 – 2019), Belu, Atambua, NTT.
- Festival Morotai (2019 – 2020) Morotai, Maluku Utara
- Festival Taliwang (2019), Nusa Tenggara Barat
Pada tahun 2018, Eko dan EkosDance Company dipercaya untuk menggarap Opening Ceremony dalam pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta dan Opening Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) di Pelataran Candi Borobudur, Magelang (2020); Selain itu dipercaya untuk menggarap Opening Pekan Olaharaga Nasional (PON) XX di Papua, dan Opening Dubai Expo di Al-Wasl, Dubai, Uni Emirat Arab (2021); Estonian Pavilion for Venice Biennale, Venice-Italy (2022-2023); Java In Paris, Perancis (2022); World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali (2024), dan Osaka Expo, Jepang (2025).