BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesia Kaya - ECPv6.15.15//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Indonesia Kaya
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiakaya.com
X-WR-CALDESC:Events for Indonesia Kaya
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20180101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190927T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190927T000000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031119Z
LAST-MODIFIED:20201022T075318Z
UID:36173-1569542400-1569542400@indonesiakaya.com
SUMMARY:"Beralas Bumi\, Beratap Langit" Kisahkan Kehidupan dan Budaya Orang Rimba
DESCRIPTION:“Sejak bumi berdiri di mana kita berpijak  \nLangit selebar payung \nAdat nenek moyang kami hidup dan mati \nSudah seharusnya kami pelihara dan lestarikan \nHidup beralas bumi\, beratap langit \nIya\, kami adat rimba.” \nKalimat di atas merupakan sedikit cuplikan dari naskah bertajuk Beralas Bumi\, Beratap Langit persembahan Komunitas Panggung Bercerita yang diprakarsai Maudy Koesnaedi. Lakon yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini mengangkat cerita tentang kekayaan alam\, dan budaya Indonesia melalui sebuah narasi. Pementasan ini digelar selama dua hari yaitu\, pada Jumat\, 27 September 2019 dan Sabtu\, 28 September 2019 di Studio 7\, TVRI Senayan\, Jakarta.  \nDalam enam puluh menit\, Maudy Koesnaedi bercerita tentang perjalanan hidup orang rimba\, masyarakat adat yang masih tinggal di Taman Nasional Bukit Dua Belas\, Jambi dimana kehidupan mereka masih erat dengan hutan. Orang rimba percaya bahwa mulai dari dalam kandungan\, dilahirkan\, hingga kematian\, semuanya terikat dengan alam. Mereka pun percaya bahwa alam yang menghubungkan orang rimba dengan Tuhan. Kebudayaan orang rimba yang tercermin dalam kehidupan mereka dengan alam\, membentuk sebuah keseimbangan menjadi orang-orang yang beralas bumi\, beratap langit.  \n \nPementasan ini diisi oleh para pemain seperti Lutfi Ardiansyah\, Bobby Tanamas\, Audi Pratama\, Kiel Dharmawel\, Jagat Alfath Nusantara\, Fauzia Rahmatika\, Maudy Widitya\, dan menampilkan Maudy Koesnaedi sebagai narator. Pementasan ini juga didukung dengan tata busana garapan Teguh Yasa Abratama\, tata dialek oleh Jagat Alfath Nusantara\, tata artistik garapan Joko Kurnain\, tata cahaya besutan Aji Sangiaji dan diiringi musik yang ditata oleh Mia Ismi Halida dan Yesaya Samudra  serta dokumentasi Andi Kanemoto. Naskah yang ditulis oleh Kiel Dharmawel dan Faisal Syahreza ditampilkan secara indah di bawah Pimpinan Produksi Laura Althea\, dan dibawah arahan Sutradara Wawan Sofwan. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/kethoprak-conthong-yogyakarta-mempersembahkan-lakon-jumenengan-kapindho/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/beralas-bumi-beratap-langit-kisahkan-kehidupan-dan-budaya-orang-rimba-ClFAwK.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190925T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190925T200000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031311Z
LAST-MODIFIED:20201022T075332Z
UID:36345-1569441600-1569441600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Teater Mandiri Menampilkan Lakon Berjudul "Peace"
DESCRIPTION:Merayakan HUT Proklamasi NKRI yang ke-74\, dengan dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation\, Teater Mandiri menyelenggarakan perhelatan syukuran akbar\, dengan mempersembahkan serangkaian kegiatan\, yaitu : \nLomba Penampilan Drama Pendek di Galeri Indonesia Kaya\, Jakarta\, pada tanggal 17\,18\,19 September 2019. Lomba Drapen (drama pendek) memakai naskah yang khusus dibuat untuk panggung di Galeri Indonesia Kaya. \nPenerbitan buku hibah "Seribu Cermin" serta pementasan berjudul "Peace" dan lokakarya teater di Graha Bhakti Budaya\, Taman Ismail Marzuki Jakarta\, pada tanggal 25 September 2019. lakon “Peace” mengingatkan betapa pentingnya hidup damai dalam perbedaan\, karena perang hanya membawa malapetaka kehancuran. Sementara buku hibah Seribu Cermin adalah cerita- dan gagasan mini refleksi kehidupan yang merangsang untuk di samping tersenyum juga berpikir dan menjadi lebih "ngeh". Lokakarya akan mengambil tema "Bertolak Dari Yang Ada"\, untuk mengajak peserta mampu bekerja maksimal dalam kondisi yang ada\, sebagaimana dipesankan kearifan lokal "desa-kala-patra". \nSeluruh perhelatan ini mengingatkan betapa banyaknya sumber yang bisa digali dari apa yang kita miliki di Tanah Air\, asal kita mengapresiasinya secara kreatif. \nInformasi lebih lanjut : \nCahya : 0812 8038 8438\nRukoyah : 0857 1105 2022\nAnin : 0857 7167 3936
URL:https://indonesiakaya.com/event/teater-mandiri-menampilkan-lakon-berjudul-peace-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/teater-mandiri-menampilkan-lakon-berjudul-peace-kIROX1.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190925T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190925T000000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031247Z
LAST-MODIFIED:20201022T075308Z
UID:36308-1569369600-1569369600@indonesiakaya.com
SUMMARY:"PRINGGGASELA"\, KECANTIKAN ALAM LOMBOK TIMUR DALAM BALUTAN BALIJAVA BY DENNY WIRAWAN
DESCRIPTION:Ketenangan dan keindahan alam di Lombok Timur\, Nusa Tenggara Barat menginspirasi desainer Denny Wirawan untuk menghasilkan Spring Summer 2019/2020 Collection terbarunya yang diluncurkan pada tanggal 25 September 2019 bertempat di Kembang Goela Restaurant\, Jakarta. Didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation dan BCA\, koleksi bertajuk Pringgasela ini diambil dari nama sebuah desa di Lombok Timur dimana masyarakatnya yang hidup selaras dengan alam serta masih menjaga warisan budaya leluhur mereka berupa Wastra Tenun Sumba. \n“Kecintaan terhadap kain tradisional Indonesia dan semangat untuk membawa wastra nusantara ke panggung fashion ini kembali menyatukan Bakti Budaya Djarum Foundation bersama Denny Wirawan untuk mengangkat kain tradisional dengan sentuhan modern agar dapat diterima oleh lintas generasi\, khususnya generasi muda. Tenun Sundawa yang diangkat dalam koleksi terbaru ini lebih daripada selembar kain\, ia merupakan warisan budaya karena pada masa dulu\, seorang gadis harus membuat sebuah tenunan untuk calon suaminya dan juga bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Untuk menghasilkan selembar kain membutuhkan proses yang panjang\, untuk itu perlu diangkat ke panggung fashion agar semakin dapat dicintai dan menjadi tuan rumah di negara sendiri\,” ujar Renitasari Adrian\, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation. \n \nSalah satu jenis tenun Sumba yang diangkat oleh Denny Wirawan dalam koleksi terbarunya ini adalah tenun Sundawa dengan motifnya yang diilhami oleh alam. Kebanyakan motif wastra ini berbentuk garis lurus yang terinspirasi dari sungai yang banyak terdapat di Lombok Timur. Tenun yang berasal dari desa Pringgasela ini juga telah ditetapkan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2018 dengan domain budaya Kemahiran dan Kerajinan Tradisional. \nKearifan lokal dan keindahan Tenun Sundawa dari Lombok Timur ini menggugah Denny Wirawan untuk mengolahnya menjadi baju Ready To Wear Deluxe dan Premium Collection. Hal ini juga merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Denny Wirawan untuk ikut secara aktif melestarikan warisan wastra Nusantara dengan melahirkan label Balijava sebagai lini busana siap pakai (prêt-à-porter) dan busana siap pakai madya (prêt-à-porter deluxe) yang menggunakan kain-kain Indonesia sejak 2008. \nTema Pringgasela ini juga diambil dari dua suku kata\, yaitu Pringga (Sansekerta : Pribadi) dan Sela (KBBI : ruang). “Selain karena memang menggunakan tenun Sundawa dari Desa Pringgasela\, saya ingin koleksi saya kali ini menjadi sesuatu yang bermakna serta memberi manfaat bagi setiap ruang pribadi\, baik itu pemakainya maupun untuk masyarakat di Lombok Timur\, khususnya di Desa Pringgasela. Ini merupakan langkah awal untuk mengenalkan tenun Sundawa kepada para pecinta mode dan mengembangkannya dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan motif tradisi yang menjadi identitasnya\,” ujar Denny Wirawan. \nUntuk menghasilkan kain tenun Sudawa berukuran 90 X 300 cm juga melalui proses panjang. Proses ini dimulai dari memintal kapas jadi benang\, kemudian mengurai benang kapas menjadi benang bola yang siap ditenun. Setelah itu\, benang dicelup dengan menggunakan warna alam\, kemudian benang diikat baru ditenun di atas alat tenun tradisional yang disebut Gedogan. \nTenun Sundawa ini juga selalu menggunakan warna dari alam\, seperti dari dedaunan atau kau-kayuan. Para pengrajin tenun menggunakan daun nila yang menghasilkan pasta indigo untuk warna biru muda\, ada juga kayu sejaraman yang menghasilkan warna coklat muda atau krem\, serta untuk menghasilkan warna hijau muda didapatkan dari daun dan bunga putri malu. Warna warni benang yang dihasilkan dari pewarna alam ini tidak menyolok atau calm\, sehingga menghasilkan kain tenun dengan warna pastel yang lembut\, elegan dan menawan. \n \nKoleksi terbarunya ini menampilkan 45 set look yang beragam dengan gaya etnik modern. Denny Wirawan menampilkan rancangan yang fresh\, modern dan edgy dipadu dengan embroidery yang menjadi inspirasi busana cocktail dan evening wear. Keseluruhan koleksinya kali ini juga menampilkan permainan tabrak corak khas Denny Wirawan dan menggunakan pakaian bertumpuk (layering) dan semuanya bisa dipadupadankan (mix and match).  \nPada peragaan busana ini\, Denny Wirawan turut menggandeng menggandeng E.P.A Jewelry by Eliana Putri Antonio untuk kreasi aksesori. Penampilan para model semakin mempesona dengan tata rias wajah dan rambut oleh Oscar Daniel dengan LT Pro Professional Makeup. \nDenny Wirawan adalah seorang designer yang telah meramaikan industri mode Indonesia selama 20 tahun dan meraih beragam prestasi dari sejumlah media dan ajang penghargaan fashion. Denny Wirawan dikenal dengan karya yang khas yaitu berkreasi dan berinovasi dengan melakukan tabrak beberapa motif (clash pattern) dalam satu look dengan konsep padu padan yang bertumpuk (layering). Koleksi Denny Wirawan gabungan antara seksi\, androgyny dan mewah.  \nKepedulian Denny Wirawan untuk ikut secara aktif melestarikan warisan wastra Nusantara telah membawa desainer papan atas ini melahirkan label Balijava sebagai lini busana siap pakai (prêt-à-porter) dan busana siap pakai madya (prêt-à-porter deluxe). Dalam koleksi lini etniknya ini\, Denny Wirawan banyak mengolah wastra Indonesia\, seperti batik\, jumputan (tie die)\, tenun (hand woven)\, dan ikat yang resmi hadir di tengah pecinta mode pada tahun 2008.  \nDi September 2015\, Denny Wirawan bersama Bakti Budaya Djarum Foundation untuk pertama kalinya menampilkan peragaan busana tunggal Balijava koleksi Batik Kudus yaitu koleksi ready to wear yang menggunakan materi Batik Kudus. Koleksi ini mendapat antusias dan respon positif dari masyarakat Indonesia mulai dari ulasan media hingga pecinta fashion. Hal ini pun yang membawa Balijava dengan koleksi Batik Kudus hadir di Fashion Gallery New York Fashion Week 2016. Mengenai koleksi Denny Wirawan dan Balijava dapat membuka www.dennywirawan.com dan www.balijava.id. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/teater-mandiri-menampilkan-lakon-berjudul-peace/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pringggasela-kecantikan-alam-lombok-timur-dalam-balutan-balijava-by-denny-wirawan-Mh0AOi.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190921T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190921T200000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031322Z
LAST-MODIFIED:20201022T075343Z
UID:36360-1569096000-1569096000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Suluk Maleman Edisi September 2019
DESCRIPTION:Suluk Maleman adalah acara rutin bulanan yang dirancang sebagai ajang untuk silaturrahim\, tukar pikiran\, mengaji masalah-masalah yang dihadapi bangsa\, baik di tingkat lokal maupun nasional. Acara ini sejak awal digagas sebagai oase untuk merekatkan kembali ikatan kemanusiaan\, kemasyarakatan dan kebangsaan. \nTema Suluk Maleman kali ini Fathul Mubin (Kemenangan Nyata). Tema ini merupakan bagian keempat belas dari episode Taubat Nusantara\, Menjaga Nalar Bangsa\, yang akan diisi antara lain oleh Dr\, Abdul Jalil.  Kecuali membahas tema\, seperti biasa acara ini akan diselingi pagelaran musik oleh Orkes Puisi Sampak GusUran. \nKegiatan dilaksanakan pada tanggal 21 September 2019\, pukul 20.00 WIB\, bertempat di Rumah Adab Indonesia Mulia\, Jalan P. Diponegoro No 94\, Pati. \nInfo lebih lanjut :\nWebsite: www.sulukmaleman.com\nFacebook: fb.com/sulukmaleman\nTwitter: @suluk_maleman\nInstagram: @sulukmaleman
URL:https://indonesiakaya.com/event/suluk-maleman-edisi-september-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/suluk-maleman-edisi-september-2019-gqXjqp.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190921T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190921T193000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031323Z
LAST-MODIFIED:20201022T075344Z
UID:36362-1569094200-1569094200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Forum Apresiasi Sastra Dan Budaya Kudus (FASBuK) Edisi September 2019
DESCRIPTION:Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerja sama dengan Generasi Solidaritas Pemuda Poncol (GASPON) akan menggelar lawatan rutin sastra dan budaya. Kali ini menampilkan Pertunjukan Teater dan Diskusi bertema “POENDEN“ Sutradara Waryoto Giok di Lapangan Voli Gelora Gaspon Poncol\, Desa Blimbing Kidul Rt 06 / Rw 03 Kode Pos 59361 Kaliwungu Kudus\, pada hari Sabtu\, 21 September 2019\, pukul 19.30 WIB. \nPada edisi September panggung Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus akan menampilkan Teater Gaspon yang  menggarap naskah berjudul “Poenden”. Poenden seringkali disebutkan untuk makam orang yang dianggap mempunyai pengaruh besar sebagai cikal bakal sebuah desa\, poenden juga bisa dikatakan sebagai tempat keramat yang sangat dihormati.  \nNaskah yang akan dipentaskan ini menceritakan tentang makam mbah Werni yang ramai peziarah dari berbagai kalangan untuk bertirakat meminta berkah. Tetapi sebuah masalah datang\, ketika ada rencana penggusuran pemukiman termasuk pasarean keramat tersebut. \nSekilas tentang Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) \nBerdiri sejak 12 Januari 2009\, FASBuK adalah ruang kerja fisik dan pemikiran untuk mencipta inovasi serta varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal yang nantinya mampu menjadi asset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi\, bertukar pikiran\, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya. \nSecara rutin tiap bulannya FASBuK menggelar acara Sastra dan Seni Budaya yang meliputi Apresiasi sastra\, Sarasehan Budaya\, Pertunjukan Musik\, Tari dan Pementasan Drama/Teater\, dan sebagainya. \nUntuk mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi: \nForum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuk)\nKetua Badan Pekerja FASBuK :Arfin AM\nNo. Hp: +62 857 4259 8480\nEmail: fasbuk93@gmail.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-september-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-september-2019-SrHACh.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190920T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190921T000000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031335Z
LAST-MODIFIED:20240919T073905Z
UID:36380-1569009600-1569024000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Teater Tetas Pentas Adipati Karna\, Bayi di Aliran Sungai
DESCRIPTION:Teater Tetas akan kembali menggelar pertunjukan yang berbasis dari cerita wayang di Gedung Pertunjukan Gelanggang Remaja Jakarta Selatan\, Jalan Bulungan Blok C Nomor 1\, Kebayoran Baru\, pada 20 dan 21 September 2019 mulai pukul 20.00  WIB. Pentas ini terselenggara berkat dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation\, London School of Public Relations\, Sewasewa.id\, dan Simpul Teater Jakarta Selatan (Sintesa). \nJudul pementasannya yakni Adipati Karna\, Bayi di Aliran Sungai\, yang bersumber dari karya AGS Arya Dipayana. Sutradaranya adalah Harris Syaus. Elly Lutan\, koreografer tari yang kini memimpin Deddy Lutan Dance Company\, bertindak sebagai penata gerak dan busana. Adapun dalang muda dan pemimpin Wayang Urban\, Nanang Hape\, menjadi penata musiknya. Penata artistik Sugeng Yeah dan penata cahaya Herry W. Nugroho. \nWerner Schulze\, guru besar emeritus dari Universitas Musik dan Seni Pertunjukan Wina\, Austria\, juga terlibat dalam proses produksi pementasan ini. Tetas dan Werner berkolaborasi untuk tur pentas di Eropa pada 2012 dan 2016\, serta berlanjut sampai sekarang. \nTema pentas budaya ini adalah kisah kehidupan Adipati Karna dari karya sastra wayang Mahabarata. Kisah ini ditulis kembali oleh AGS Arya Dipayana\, pendiri Tetas yang kini sudah almarhum\, dalam bahasa Indonesia dan menjadi sebuah naskah drama yang berjudul Bayi di Aliran Sungai. \nDalam cerita wayang Mahabarata dari India yang sudah mengalami banyak penyesuaian dalam tradisi di Nusantara sejak dulu kala\, Karna adalah anak Dewi Kunti\, ibu para Pandawa\, dari hubungan gelapnya dengan Batara Surya.  Untuk menutup aibnya\, bayi Karna itu dihanyutkan di aliran sungai dan kemudian ditemukan oleh sepasang suami istri. \nSetelah peristiwa pembuangan bayi itu berlalu sekian tahun lamanya\, pada suatu ketika di arena ujian ketangkasan murid-murid Durna\, muncullah seorang pemuda menantang Arjuna\, salah satu anggota keluarga Pandawa. Dialah Karna. Hati Dewi Kunti bergetar dengan kehadiran kesatria yang entah dari mana asalnya. \nKelompok Kurawa yang selama ini gelisah karena tidak memiliki kesatria ahli memanah setara Arjuna\, menjadi berbahagia dengan kehadiran seorang Karna. Selanjutnya\, Karna diangkat menjadi saudara oleh Prabu Duryudhana\, tetua Kurawa\, dan menempatkannya sebagai raja di Angga. Dengan demikian\, kekuatan pihak Kurawa menjadi bertambah bersama kehadiran Adipati Karna yang dianggap bisa mengimbangi kemampuan Arjuna. Dewi Kunti pun bertambah keresahannya. \nPada saat perang saudara itu semakin memungkinkan terjadi karena Prabu Duryudhana menolak untuk memberikan separuh Hastina ke pihak Pandawa\, sebagaimana yang diusulkan oleh Prabu Kresna. Bujukan Prabu Kresna dan Dewi Kunti  tidak bisa mengubah pendirian Adipati Karna yang telanjur kukuh untuk tetap berada dan berperang di pihak Kurawa. Perang Baratayudha pun terjadi dan jasadnya terbaring di padang Kurusetra. Dia dibunuh Arjuna. Adik dari rahim yang sama. \nTeater Tetas didirikan pada 30 September 1978 oleh mendiang AGS Arya Dipayana. Kelompok ini dikenal sebagai kelompok teater kontemporer yang kerap berangkat menyusun pertunjukkannya dari khasanah wayang. \nInfo lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\nAnastasia : 0818 0701 3664
URL:https://indonesiakaya.com/event/toean-besar-program-indonesia-kita-tahun-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/teater-tetas-pentas-adipati-karna-bayi-di-aliran-sungai-cwpg8X.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190920T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190920T000000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031244Z
LAST-MODIFIED:20201022T075324Z
UID:36303-1568937600-1568937600@indonesiakaya.com
SUMMARY:"Toean Besar"\, Program Indonesia Kita Tahun 2019
DESCRIPTION:Program Indonesia Kita kembali memantaskan lakon terbarunya dengan tema Jalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan yang menjadi benang merah dari pentas-pentas yang diselenggarakan sepanjang tahun 2019 ini. Didukung Bakti Budaya Djarum Foundation\, Indonesia Kita mencoba merefleksikan tema ini melalui lakon Toean Besar yang dipentaskan pada 20 dan 21 September 2019 di Graha Bhakti Budaya\, Taman Ismail Marzuki\, Jakarta. \n“Ketika jalan kemanusiaan direfleksikan melalui pertunjukan Indonesia Kita\, maka semakin terasa relevan untuk mengajak\, menemukan dan menumbuhkan kembali kepekaan\, kesadaran dan kemanusiaan kita. Sebab seni pertunjukan sering diibaratkan seperti oase di tengah kegersangan. Indonesia Kita menghadirkan seni di antara masyarakat yang melampaui sekat dan batas-batas suku\, agama dan orientasi politik\,” ujar Butet Kartaredjasa\, penggagas Indonesia Kita. \n \nLakon Toean Besar mengisahkan kasak-kusuk yang sedang terjadi di dalam istana di sebuah negeri. Ada kabar beredar\, seseorang yang disebut-sebut sebagai ‘Toean Besar’ akan datang. Kabar ini membuat panik banyak orang\, dari bawahan sampai Kepala Istana dipenuhi kesibukan bercampur rasa penasaran. Toean Besar adalah seseorang dengan sosok yang misterius. Ada yang mengatakan\, Toean Besar adalah orang yang super kaya dan mau menggelontorkan modalnya untuk kepentingan rakyat. Ada pula yang menambahkan\, Toean Besar itu\, selain kaya raya\, juga ganteng dan bertubuh besar. \nMendengar namanya disebut saja\, sudah membuat banyak orang di lingkungan Istana sigap dan ingin mengambil kesempatan untuk bertemu\, meskipun hanya untuk berfoto bersama. Siapa sebenarnya Toean Besar\, tak ada yang benar-benar mengetahui. Namun kasak-kusuk yang berlangsung pada akhirnya memicu timbulnya sikap saling mempengaruhi dan perilaku juga ikut berubah. Bermacam intrik dan kekonyolan mulai terjadi. Untuk bisa bertemu Toean Besar\, ada yang mengubah penampilan agar status sosial meningkat\, ada pula yang nekat menyamar dan mengaku-aku dirinya sebagai Toean Besar.  \n“Ketika orang mulai mengubah diri\, tak hanya gaya dan penampilan\, tetapi identitas diri dan sikap juga berubah. Ada yang semula bermusuhan berubah menjadi berteman\, ada pula yang tadinya kompak\, tiba-tiba menikung begitu melihat peluang. Mereka akhirnya saling berbohong dan saling menipu. Lakon ini menggambarkan kejadian marak terjadi di masyarakat kita saat ini dimana banyak orang menghalalkan berbagai jalan untuk mencapai tujuannya sendiri. Meskipun demikian\, Indonesia Kita yang selalu membawa pesan: Jangan Kapok Menjadi Indonesia\,” ujar Agus Noor\, sutradara lakon ini. \nPementasan Toean Besar ini menampilkan para penari dari Josh Marcy Company yang diiringi Jakarta Street Music dengan penata musik Arie Pekar. Para pemain seperti Cak Lontong\, Marwoto\, Akbar\, Mucle\, Inaya Wahid\, Amie Ardhini\, Putri Minangsari\, Wisben\, Joned\, Boris Bokir\, Abdur Arsyad\, dan Joind Bayuwinanda akan sukses menghibur sekaligus mengajak penonton berpikir lebih dalam akan makna pementasan ini. \n \nAda yang spesial di lakon ini yaitu penampilan para wartawan dari beberapa media nasional yang ikut tampil dalam pentas Toean Besar ini\, seperti Al Sobry\, Benny Benke\, Budi Adiputro\, Dwi Sutarjanto\, dan Erin Metasari. Bersama aktor dan komedian\, para wartawan ini akan berkolaborasi dalam pentas ke-33 Indonesia Kita dengan arahan tim kreatif Butet Kartaredjasa\, Agus Noor\, Djaduk Ferianto\, Putu Fajar Arcana. \n“Dalam berbagai pementasannya\, Indonesia Kita senantiasa memberikan kontribusi untuk perkembangan ide\, cita-cita dan nilai kehidupan manusia melalui pementasan seni yang digelarnya. Pementasan kali ini spesial karena juga menampilkan beberapa rekan media yang sudah lama berproses dengan Galeri Indonesia Kaya melalui program Wayang Jurnalis yang dinaungi oleh Bakti Budaya Djarum Foundation. Melalui komunitas ini\, kami ingin agar rekan media memiliki pemahaman budaya khususnya seni pertunjukan dan merasakan langsung menjadi pelakon budaya. Semoga dengan kolaborasi bersama Indonesia Kita ini memberikan pengalaman berbeda\, baik bagi rekan media yang ikut dalam pementasan ini maupun para penonton\,” ujar Renitasari Adrian\, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/teater-tetas-mempersembahkan-lakon-berjudul-adipati-karna-bayi-di-aliran-sungai/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/toean-besar-program-indonesia-kita-tahun-20191-Pp2jnU.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190914T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190914T200000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031324Z
LAST-MODIFIED:20201022T075346Z
UID:36364-1568491200-1568491200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Wayang Orang Berjudul "Srikandi Kembar"
DESCRIPTION:Griya Budaya Titah Nareswari Surakarta didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation akan menyelenggarakan pertunjukan Wayang Orang berjudul Srikandi Kembar\, pada tanggal 14 September 2019\, bertempat di Lapangan Jatipuro\, Karanganyar\, Jawa Tengah. \nRasa dendam Dewi Mustakaweni atas gugurnya  Prabu Niwatawaca (ayahnya) di tangan Arjuna tak pernah padam. Tekadnya adalah membalas dendam untuk membinasakan Arjuna dengan semboyan "Utang pati nyaur pati" atau "kematian harus dibalas dengan kematian". Prabu Bumiloka kakak Mustakawenipun punya keinginan yang sama untuk balas dendam. Mustakaweni mulai menggunakan strategi untuk meringkihkan kekuatan pandawa. \nDengan kesaktiannya Dewi Mustakaweni berubah wujud menjadi Dewi Srikandi untuk meminjam pusaka Amarta Jamus Kalimasada kepada Dewi Drupadi dengan dalih atas perintah Prabu Puntadewa dan dia berhasil. Dewi Srikandi (asli) yang berjiwa prajurit mampu mencium gelagat jahat sang penyusup\, hingga dia berhasil mengejarnya. Dan bertemulah Srikandi dengan Srikandi palsu\, adu kesaktian tak bisa dihindarkan. \nInfo lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi :\nGatot Triyanto 0881 2858 277
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-wayang-orang-berjudul-srikandi-kembar-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-wayang-orang-berjudul-srikandi-kembar-rhmRNP.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190914T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191026T000000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031326Z
LAST-MODIFIED:20201022T075348Z
UID:36367-1568489400-1572048000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pameran Seni Rupa â€œSitus Peristiwa & Citraâ€
DESCRIPTION:Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) bersama Bakti Budaya Djarum Foundation meneruskan investasi panjang dalam dukungan fasilitasi ruang presentasi karya seniman muda melalui program Ruang Seni Rupa. Pada Ruang Seni Rupa edisi ke tiga ini\, PSBK akan menghadirkan arsip-arsip dokumentasi dan publikasi PSBK dari masa ke masa. Proses kuratorial dan produksi pameran berlangsung di kompleks art center PSBK  selama satu bulan sejak Agustus 2019. Pameran yang diberi tajuk “Situs Peristiwa & Citra” akan dibuka pada Sabtu\, 14 September 2019 dan berlangsung sampai 26 Oktober 2019.\n \nPSBK mengundang Prasetya Yudha D.S dan Kurnia Yaumil Fajar untuk melakukan residensi sebagai kurator dalam mewujudkan pameran “Situs Peristiwa & Citra”. Mereka diberi kesempatan untuk membaca arsip-arsip dokumentasi & publikasi PSBK untuk kemudian mereka dapat memberi konteks\, menyusun\, dan menampilkannya. Kehadiran mereka berdua sebagai kurator dalam pameran kali ini juga sebagai upaya PSBK membuka ruang belajar bagi kurator muda untuk mengasah daya kuratorial. Sehingga\, harapannya ruang ini tidak hanya terbatas sebagai ruang belajar bagi seniman-seniman muda untuk untuk berkarya dan berpameran\, namun juga dapat membuka potensi ruang belajar yang lebih luas\, dalam hal ini ruang belajar untuk kurator muda.\n \nSitus Peristiwa & Citra berupaya untuk menengok dan meraba sari dari pergerakan-pergerakan kecil PSBK dalam menjalani sirkuitnya sebagai sebuah ruang pendidikan kreatif berbasis seni yang terbuka dan cair bagi publik. Melalui ragam situs peristiwa dan citra\, pameran ini berharap bisa menjadi teropong kecil dalam menatap dan mendiskusikan pembelajaran seni ke depan.\n \nSejak berdirinya\, PSBK berhasrat menjadi ruang pendidikan kreatif berbasis seni yang berkehendak menelurkan insan seni yang dinamis\, peka\, dan kritis terhadap lingkungannya. Hasrat ini menjadi awal pegangan dalam menyelami arsip PSBK selama empat puluh tahun lebih.\n \nPameran arsip publikasi dan dokumentasi PSBK dari masa ke masa menempati posisi sebagai situs dari peristiwa yang sudah pernah terjadi di dalam ruang PSBK. Pada saat yang sama\, arsip tersebut juga sebagai situs atas citra yang selama ini mengejawantahkan diri melalui publikasi yang tersiar. Keduanya memiliki daya untuk memberikan kerangka\, informasi\, dan panduan untuk merumuskan hal yang akan dihadapi di masa depan. \n \nDokumentasi\, khususnya foto dan video memunculkan gagasan mengenai PSBK sebagai sebuah ruang yang cair. Ruang di mana segala peristiwa di dalamnya hidup dengan gerak\, gerakan\, dan pergerakan. Baik dalam menjalankan pendidikan kreatif di dalam maupun  upaya berkontribusi pada hal yang terjadi di luar. Situs citra berupa poster\, katalog\, potongan artikel\, dan buku program menjadi jejak representasi PSBK dari masa ke masa. Bagaimana gerak ruang dan peristiwa terartikulasikan melalui bahasa visual seperti corak\, tata letak\,  pemilihan warna\, tipografi yang secara tidak langsung mewakili zamannya sendiri. \n \nSelain pameran\, rangkaian agenda Ruang Seni Rupa “Situs Peristiwa & Citra” juga meliputi Creative Talk dan peluncuran aplikasi digital Augmented Reality (AR) yang akan digelar pada 3 Oktober 2019 bertepatan dengan HUT PSBK ke-41. Creative Talks akan menggali tentang peran Desain Komunikasi Visual di bidang seni & kebudayaan dengan mengundang narasumber yaitu Butet Kartaredjasa\, Ong Harry Wahyu\, Farid Stevy Asta\, dan Rizal Pamungkas. Creative Talk ini terbuka untuk masyarakat seni maupun umum yang tertarik dengan topik pembicaraan yang akan disampaikan. Sedangkan peluncuran aplikasi digital Augmented Reality (AR) akan menandai keberlanjutan inovasi PSBK dalam menyediakan akses seni pada masyarakat luas melalui media komunikasi baru.\n \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) \n \nMelanjutkan spirit maestro seni Indonesia Bagong Kussudiardja\, PSBK mewujudkan diri sebagai art center dengan misi mendukung pengembangan kreatif seniman dan masyarakat umum untuk terus terhubung pada nilai-nilai seni dan budaya\, keberlanjutannya\, dan penciptaan nilai-nilai budaya melalui seni. PSBK hadir sebagai laboratorium kreatif\, tempat berkumpul\, ruang presentasi karya seniman dari berbagai disiplin. PSBK menghadirkan karya seniman-seniman muda\, memfasilitasi riset-riset artistik dan pengembangan profesional\, dan merancang program-program untuk meningkatkan community engagement dan pengembangan jaringan melalui kesenian.\n \n \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja\nDs. Kembaran Rt.04-05\, Tamantirto\, Kasihan\, Bantul\, DIY\nTel./Fax.: +62(0)274/ 414-404\nWhatsapp : +62 82141416252\nEmail: media@psbk.or.id   Web: www.psbk.or.id\nFacebook: psbkjogja\nTwitter & Instagram: @psbk_jogja\nYoutube: media psbk
URL:https://indonesiakaya.com/event/pameran-seni-rupa-aeoesitus-peristiwa-citraae%c2%9d/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pameran-seni-rupa-situs-peristiwa-citra-EZiKQG.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190914T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190914T193000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031329Z
LAST-MODIFIED:20230925T035046Z
UID:36372-1568489400-1568489400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Jagongan Mirunggan #6
DESCRIPTION:Jagongan Mirunggan edisi ke-6\, dengan tema memetri bumi ini menyajikan pentas kolaborasi wayang kulit multimedia (perpaduan antara wayang kulit dengan perangkat multimedia) yaitu gambar\, video dan efek lighting. Pementasan wayang kulit ini dimainkan oleh tiga dhalang dengan formasi bolak balik (dua sisi kelir) sehingga penonton seolah olah melihat pementasan wayang kulit dari dua sisi sekaligus. \nPementasan wayang kulit multimedia ini juga dipadukan dengan pementasan wayang orang yang menjadi bagian tak terpisahkan dari lakon yang dimainkan\, sehingga akan semakin mendekatkan penonton kepada lakon yang dibawakan. Hal ini juga akan memberikan sensasi yang berbeda dalam menonton pertunjukan wayang kulit. \nDalam edisi memetri bumi ini\, sengaja diambil lakon “Pandhawa Kumpul” yang merupakan do’a dan harapan akan muncul dan berpadunya segala potensi serta energi positif untuk membangun peradaban yang lebih baik. Sebagaimana dikisahkan dalam lakon tersebut tentang berakhirnya masa buangan dan penyamaran Pandhawa Lima yang merupakan momentum kembalinya eksistensi mereka sebagai kesatria. \nKegiatan yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini berlangsung pada sabtu\, 14 September 2019\, pukul 19.30 WIB\, bertempat di Sanggar Wirobudhoyo Desa Wiromartan\, Dk. Gunawan RT 02/ Rw 02 Desa Wiromartan Kec Mirit Kab Kebumen. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini  \nsilahkan menghubungi panitia : 0899 5003 096
URL:https://indonesiakaya.com/event/jagongan-mirunggan-6/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/jagongan-mirunggan-6-taOp7u.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190914T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190914T000000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031245Z
LAST-MODIFIED:20201022T075307Z
UID:36305-1568419200-1568419200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Cakramurti Collective Mempersembahkan Pertunjukan Berjudul "Zie"
DESCRIPTION:Cakramurti Collective bekerja sama dengan Bakti Budaya Djarum Foundation\, dan Teater Utan Kayu menyelenggarakan sebuah pertunjukan seni multidisiplin eksperimental yang berangkat dari khazanah budaya nusantara. Pertunjukan ini merupakan sebuah pertunjukan eksperimental yang menggabungkan berbagai disiplin seni\, seperti tari\, fashion\, instalasi\, dan musik dengan judul Zie. Karya tersebut dipentaskan pada tanggal 14 September 2019 di Teater Utan Kayu\, Jakarta. \nKonsep pertunjukan dibangun dari budaya Bugis yang menjunjung tinggi keberagaman gender dalam praktik kehidupan masyarakatnya. Masyarakat Bugis mengenal 5 macam gender dalam konstruksi sosial-budayanya. Mereka adalah Oroane\, Makkunrai\, Calabai\, Calalai\, dan Bissu.  \nKonsep spektrum gender non-biner ini masih diakui di Bugis. Namun seiring berjalannya waktu\, peran-peran penting dari gender terutama Bissu semakin terdiskriminasi bahkan terancam punah. Padahal pada masanya\, Bissu merupakan seorang tokoh penting yang memegang peran-peran vital dalam kehidupan sosial masyarakat Bugis. Dalam sureq La Galigo disebutkan bahwa Bissu adalah seorang pendeta dan abdi dalem kerajaan-kerajaan di Bugis sejak abad ke-9 Masehi. \n \nBerangkat dari kegelisahan tersebut\, pertunjukan ini mencoba untuk merestorasi pemikiran masyarakat mengenai konstruksi sosial-budaya nusantara di masa lampau yang diejawantahkan ke dalam suatu medium pertunjukan eksperimental. Pertunjukan ini mencoba untuk mempertanyakan kembali tentang makna keberagaman pada era saat ini melalui eksplorasi gerak\, suara\, dan instalasi.  \nPertunjukan ini juga berkolaborasi dengan beberapa seniman seperti Yennu Ariendra sebagai komposer musik\, Try Anggara sebagai penari\, Josh Marcy sebagai penari\, Razan Mohamad sebagai penari\, dan Fitri Anggraini sebagai penari. \nCakramurti Collective adalah sebuah platform berkesenian berbasis pemikiran dan riset yang menyediakan wadah bagi seniman dari disiplin seni apapun untuk kemudian secara kolektif bergerak bersama menyuarakan kegelisahan dan gagasan melalui karya seni. Cakramurti Collective diinisiasi oleh Gusti Cakramurti\, seorang lulusan arsitektur yang berlaku sebagai pimpinan produksi dan direktur artistik\, bersama dengan rekannya\, Elgana seorang desainer kostum\, dan Jasmine Anshori yang merupakan seniman dan vokalis. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-wayang-orang-berjudul-srikandi-kembar/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/cakramurti-collective-mempersembahkan-pertunjukan-berjudul-zie-dqo1nI.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190913T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190915T000000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031327Z
LAST-MODIFIED:20201022T075406Z
UID:36368-1568332800-1568505600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Festival Sastra Bengkulu (FSB) 2019
DESCRIPTION:Festival Sastra Bengkulu (FSB) 2019 dengan nama "Bengkulu Writers Festival" akan melibatkan 100 sastrawan dari Indonesia dan negara tetangga. Kurator telah menyelesaikan proses seleksi peserta lewat karya yakni puisi\, cerpen\, novel dan esai. Seleksi karya dilakukan oleh kurator yang terdiri dari sastrawan nasional yakni Kurnia Effendi\, Iyut Fitra dan Iwan Kurniawan. \nFestival Sastra Bengkulu 2019 yang didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)\, Bakti Budaya Djarum Foundation\, Kantor Bahasa Bengkulu dan Radio Republik Indonesia akan digelar pada 13-15 September 2019 di Bengkulu.  \nFSB-BWF 2019 mengetengahkan tema “Sastra\, Tradisi dan Anak Muda”. Tema itu dipilih untuk memberi ruang seluas-luasnya kepada anak muda untuk menulis dan mengapresiasi sastra. Tema itu juga memperkuat pesan agar anak muda tidak melupakan tradisi dan budayanya. \nFestival Sastra Bengkulu pertama pada 2018 dianggap sukses oleh berbagai pihak. Para sastrawan yang hadir ke Bengkulu pada FSB 2018 memberi apresiasi\, bukan hanya kepada panitia juga kepada Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah beserta jajarannya di Pemerintah Provinsi  Bengkulu\, yang memberi dukungan maksimal kegiatan itu. \nInfo lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan kunjungi www.sastrabengkulu.xyz
URL:https://indonesiakaya.com/event/pazaarseni-tahun-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/festival-sastra-bengkulu-fsb-20191-xRJPG2.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190907T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190907T190000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031237Z
LAST-MODIFIED:20201023T073716Z
UID:36293-1567882800-1567882800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pesona Timur oleh Komunitas Perempuan
DESCRIPTION:
URL:https://indonesiakaya.com/event/konser-cinta-neona-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/7-SEPT-300-x-450-uI3g9n.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190907T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190907T000000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031236Z
LAST-MODIFIED:20201022T075255Z
UID:36291-1567814400-1567814400@indonesiakaya.com
SUMMARY:"KONSER CINTA NEONA"
DESCRIPTION:Anodya Shula Neona Ayu atau yang dikenal dengan Neona lahir di Jakarta pada tanggal 13 Juni 2009\, anak dari pasangan Nola Be3 dan Baldy\, adalah seorang penyanyi cilik yang mulai terkenal setelah penampilannya pada Konser Musikal Dongeng Naura\, tahun 2015 yang lalu. Ia mencuri perhatian banyak orang lewat tingkahnya yang energik\, lucu dan menggemaskan. Sejak itu\, Neona mulai dikenal banyak orang dan memiliki banyak penggemar yang dijuluki dengan nama “Kawan Neo”. Diusianya yang menginjak 10 tahun\, Neona sudah merilis 7 (tujuh) single hits\, yang berjudul : Aduh Neik\, Ada Deh\, Warbiasyak\, Kasih Ibu\, Bintang Kejora\, 1234\, dan Kepompong\, dimana ke-7 single tersebut mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat. Terbukti\, video klip ‘Aduh Neik’ sudah dilihat lebih dari 16 juta kali. \nMenjelang penghujung tahun 2019\, Neona menggelar konser perdananya yang bertajuk “KONSER CINTA NEONA” pada tanggal 7 September 2019 lalu di Ciputra Artpreneur\, Jakarta. Konser ini bercerita tentang Cinta Neona terhadap seni dan budaya Indonesia. Di mana dikisahkan Neona masuk ke alam mimpi dan petualangan bertemu tokoh animasi dan boneka. Petualangan Neona akan berisi nasehat tentang kehidupan dan keluarga. Konser yang dipenuhi oleh 1.200 penonton ini tentunya didukung oleh tata panggung\, tata musik\, tata suara serta multimedia yang akan membawa Kawan Neo dan penonton yang hadir larut dalam cerita Neona. Selain itu\, Neona juga mengajak semua fans dan penonton yang hadir untuk nyanyi bersama dari single hits yang telah dirilis maupun dari lagu baru yang ada di album perdananya. \n \nUntuk pertama kalinya pada konser ini Ney (nama panggilan Neona) menjadi pemeran utama\, dimana Ney menyanyikan kurang lebih 20 lagu yang dibawakan Ney dengan suguhan koreografer yang energik bersama dancernya yang bernama “DNeo”. Selain itu\, pada konser ini\, Ney juga didukung oleh beberapa bintang tamu\, seperti : Mama Nola\, Kakak Naura\, The Baldys\, Dneo (nama dancer Neona)\, Ayonk\, Hops Pupet\, Rishanda\, The Rising\, Music by Sanip dan tentunya sosok yang selalu ditunggu\, yaitu MBA ONAH. \nKonser CINTA Neona juga telah melakukan aktivasi Holiday School Program dengan mengadakan pencarian bakat dari Kawan Neo dan menggelar Pre Konser pada tanggal 29 Juni 2019 lalu di Galeri Indonesia Kaya yang dihadiri oleh para pemenang program campaign dari konser dan juga beberapa awak media. Semoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/konser-cinta-neona/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/konser-cinta-neona2-x7sjnJ.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190905T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190907T000000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031328Z
LAST-MODIFIED:20201022T075350Z
UID:36370-1567710000-1567814400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Solo International Performing Arts (SIPA) Tahun 2019
DESCRIPTION:Bakti Budaya Djarum Foundation kembali mendukung Solo International Performing Arts (SIPA)\, salah satu pagelaran seni pertunjukan masyarakat Solo kembali hadir pada 5 – 7 September 2019\, pukul 19.00 – 23.00 WIB di Benteng Vastenburg Solo. Mengusung “Arts As A Social Action” sebagai tema\, SIPA tidak hanya menampilkan pertunjukan seni yang mengadaptasi dari isu sosial namun juga isu mengenai lingkungan hidup. \n \nSIPA bisa menjadi jembatan untuk persahabatan antar daerah bahkan negara. Sebagai soft diplomacy\, seni diharapkan mampu memupuk tali sosial atau persahabatan antar negara. Tak hanya berbicara tentang persoalan soft diplomacy dan panggung pertunjukan budaya\, SIPA juga merupakan ruang pertemuan beragam seni pertunjukan dari berbagai latar belakang budaya\, yang pemberdayaannya menembus batas wilayah\, bahkan ke bidang ekonomi dan sosial. Lalu akhirnya akan menjadi sarana untuk membumikan Kota Solo dan Indonesia.\n \nSebagaimana penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya\, SIPA 2019 akan menghadirkan beragam seni pertunjukan yang megah dan mewah. Dengan beragam seni pertunjukan berbentuk seni tari\, musik\, teater\, dan lain lain dengan delegasi domestik dan internasional. Pada SIPA 2019 kali ini\, lima negara turut serta menampilkan performance mereka\, yaitu Taiwan\, Korea Selatan\, India\, Jepang dan New Zealand. Penampil Indonesia berasal dari berbagai daerah seperti Solo\, Yogyakarta\, Jakarta\, Cilegon\, Aceh\, Maluku Utara\, Riau\, Palangkaraya\, Bandung dan Medan.\n \nKorean Cultural Center (KCC) juga meramaikan SIPA 2019 dengan memamerkan kebudayaan Korea di booth dan food truck berisi makanan khas korea yang khusus berada di hari pertama penyelenggaraan SIPA 2019\, sehingga sayang untuk dilewatkan.\n \nDelegasi Solo International Performing Arts (SIPA) 2019 \n \n       Delegasi Luar Negeri:\n \n• AUE Dance Co. – New Zealand\n• Senju Kabuki Dnce Company – Japan\n• Yamato Dance Unit – Japan\n• Chinese Youth Goodwill Association – Taiwan\n• Chun Seul Dance Company – South Korea\n• HIMASK – South Korea\n• Rion Five – South Korea\n• Pooja Maani\, Arts and Aesthetic Foundation – India\n• Century Contemporary Dance Company – Taiwan\n \n       Delegasi Dalam Negeri:\n \n• Semarak CandraKirana – Solo \n• Malaydansstudio – Riau\n• Abib Igal Dance Project – Palangkaraya\n• Kunokini & SvaraLiane – Jakarta\n• Padepokan Duta Seni Krakatau Steel – Cilegon\n• Labor Seni Terasuluh – Aceh\n• Billy Aldi – Solo\n• FierArt Dance Group ISBI – Bandung \n• Kemlaka\, Sound of Archipelago – Solo\n• De Tradisi – Medan\n• Folakatu Art Tidore – Maluku Utara\n• Bunga Band – Jakarta\n• Mila Art Dance – Yogyakarta\n• Aceh  Performing Art – Aceh \n \nUntuk informasi lebih lanjut\, silahkan menghubungi panitia : 0812 2613 7605 atau silahkan mengunjungi http://sipafestival.com/
URL:https://indonesiakaya.com/event/solo-international-performing-arts-sipa-tahun-2019-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/solo-international-performing-arts-sipa-tahun-2019-VAfM0w.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190905T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190905T000000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031152Z
LAST-MODIFIED:20201022T075208Z
UID:36223-1567641600-1567641600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Solo International Performing Arts (SIPA) Tahun 2019
DESCRIPTION:Bakti Budaya Djarum Foundation kembali mendukung Solo International Performing Arts (SIPA)\, salah satu pagelaran seni pertunjukan masyarakat Solo kembali hadir pada 5 – 7 September 2019\, pukul 19.00 – 23.00 WIB di Benteng Vastenburg Solo. Mengusung "Arts As A Social Action" sebagai tema\, SIPA tidak hanya menampilkan pertunjukan seni yang mengadaptasi dari isu sosial namun juga isu mengenai lingkungan hidup. \nSIPA bisa menjadi jembatan untuk persahabatan antar daerah bahkan negara. Sebagai soft diplomacy\, seni diharapkan mampu memupuk tali sosial atau persahabatan antar negara. Tak hanya berbicara tentang persoalan soft diplomacy dan panggung pertunjukan budaya\, SIPA juga merupakan ruang pertemuan beragam seni pertunjukan dari berbagai latar belakang budaya\, yang pemberdayaannya menembus batas wilayah\, bahkan ke bidang ekonomi dan sosial. Lalu akhirnya akan menjadi sarana untuk membumikan Kota Solo dan Indonesia. \nSebagaimana penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya\, SIPA 2019 akan menghadirkan beragam seni pertunjukan yang megah dan mewah. Dengan beragam seni pertunjukan berbentuk seni tari\, musik\, teater\, dan lain lain dengan delegasi domestik dan internasional. Pada SIPA 2019 kali ini\, lima negara turut serta menampilkan performance mereka\, yaitu Taiwan\, Korea Selatan\, India\, Jepang dan New Zealand. Penampil Indonesia berasal dari berbagai daerah seperti Solo\, Yogyakarta\, Jakarta\, Cilegon\, Aceh\, Maluku Utara\, Riau\, Palangkaraya\, Bandung dan Medan. \nKorean Cultural Center (KCC) juga meramaikan SIPA 2019 dengan memamerkan kebudayaan Korea di booth dan food truck berisi makanan khas korea yang khusus berada di hari pertama penyelenggaraan SIPA 2019\, sehingga sayang untuk dilewatkan. \nDelegasi Solo International Performing Arts (SIPA) 2019\nDelegasi Luar Negeri :\n•    AUE Dance Co. – New Zealand\n•    Senju Kabuki Dnce Company – Japan\n•    Yamato Dance Unit – Japan\n•    Chinese Youth Goodwill Association – Taiwan\n•    Chun Seul Dance Company – South Korea\n•    HIMASK – South Korea\n•    Rion Five – South Korea\n•    Pooja Maani\, Arts and Aesthetic Foundation – India\n•    Century Contemporary Dance Company – Taiwan\nDelegasi Dalam Negeri :\n•    Semarak CandraKirana – Solo\n•    Malaydansstudio – Riau\n•    Abib Igal Dance Project – Palangkaraya\n•    Kunokini & SvaraLiane – Jakarta\n•    Padepokan Duta Seni Krakatau Steel – Cilegon\n•    Labor Seni Terasuluh – Aceh\n•    Billy Aldi – Solo\n•    FierArt Dance Group ISBI – Bandung\n•    Kemlaka\, Sound of Archipelago – Solo\n•    De Tradisi – Medan\n•    Folakatu Art Tidore – Maluku Utara\n•    Bunga Band – Jakarta\n•    Mila Art Dance – Yogyakarta\n•    Aceh  Performing Art – Aceh    \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/solo-international-performing-arts-sipa-tahun-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/solo-international-performing-arts-sipa-tahun-20191-2Z498i.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190904T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190904T200000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031336Z
LAST-MODIFIED:20201022T075358Z
UID:36382-1567627200-1567627200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Teater Kembali Satu Mempersembahkan Pertunjukan Berjudul "Dhesthi Dhiri Dhuk"
DESCRIPTION:Kisah sepasang suami istri yang dikejar hutang dan harus menghadapi perdebatan yang tak menemukan titik terang untuk masalah kehidupan dan finansial akan diangkat oleh Teater Kembali Satu ke atas panggung pertunjukan teater. Hafazka dan Meretta berhutang pada rentenir dan masih tinggal di rumah Bapaknya (orang tua Hafazka). Perdebatan mereka berawal dari keinginan Maretta untuk bekerja demi menutupi kebutuhan-kebutuhan rumah tangganya ditentang oleh sang suami\, Hafazka\, yang menginginkan istrinya untuk tinggal dirumah karena bapaknya yang mulai terus sakit. \nSebagai seorang pelukis\, penghasilan Hafazka tidak jelas setiap bulannya\, hingga suatu saat ia kedatangan kawan dekatnya yang merupakan seorang calo lukisan. Hafazka mendapat harapan ketika Calone membawa koleganya ke rumah untuk melihat hasil karya lukisannya. Kolega Calone berminat untuk membeli lukisan tersebut yang membuat tenang sepasang suami istri ini untuk menutupi hutangnya. Akan tetapi saat rentenir itu datang ke rumahnya\, mereka justru mendapatkan kabar yang mengejutkan bahwa hutang mereka telah dibayarkan oleh seseorang. Hafazka kaget dan tidak dapat menerima hal tersebut.\n \nPertunjukan yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini akan diselenggarakan dengan jadwal sebagai berikut : \n1. Gedung Kesenian Jakarta\, Rabu\, 4 September 2019\, Pukul 20.00 WIB\n2. Teater Arena FSP ISI Yogyakarta\, Rabu\, 6 November 2019\, Pukul. 16.00 WIB dan 20.00 WIB \nTeater Kembali Satu :\n \nFacebook : Teater Kembali Satu\nInstagram : @teaterk_1\nTwitter : teateRkembali1\nEmail : teaterkembali1@gmail.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/teater-kembali-satu-mempersembahkan-pertunjukan-berjudul-dhesthi-dhiri-dhuk/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/teater-kembali-satu-mempersembahkan-pertunjukan-berjudul-dhesthi-dhiri-dhuk1-86nOmG.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190903T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190903T200000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031339Z
LAST-MODIFIED:20201022T075401Z
UID:36387-1567540800-1567540800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Pupuik Gadang di Festival Nan Jombang
DESCRIPTION:Satu persatu kesenian tradisi dan kesenian berakar tradisi disuguhkan dari tahun ke tahun di Festival Nan Jombang tgl 3. Misinya adalah menjangkau seluruh kesenian tradisi yang ada di Sumatera Barat dan menghadirkannya serta memperkenalkannya pada masyarakat umum. Menjadikannya dikenali oleh generasi muda. Festival Nan Jombang tgl 3 secara konsisten menyediakan panggung setiap bulannya untuk ditampilkan sebagai sebuah tontonan.  \nBulan kesembilan pada tahun ini Festival Nan Jombang tgl 3 akan menampilkan pertunjukan kesenian dari daerah Padang. Sasaran Silek Lapau Manggih dari daerah Gunuang Sariak Padang akan menampilkan kesenian Pupuik Gadang. Grup ini merupakan grup Silek pimpinan dari bapak Afrijon sejak tahun 2017. Grup ini didirikan dengan keinginan untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian tradisi yang di daerah Gunuang Sariak serta memperkenalkannya pada generasi muda.  \nPupuik Gadang merupakan sebuah alat musik yang menjadi ciri khas saat pertunjukan beberapa pertunjukan tari di Minang seperti Tari Piriang atau Tari Galombang. Pupuik Gadang sendiri terbuat dari batang padi dan daun pandan. Asal mula keberadaannya pupuik Gadang ini hadir pada saat masa panen padi untuk merintang rintang hati para petani saat menjaga hasil panen pada malam hari. Pertunjukan Pupuik Gadang nantinya akan didukung oleh alat kesenian lain yakni Talempong Pacik dan Gendang dengan jumlah pemain 5 orang.  \nPupuik Gadang akan ditampilkan sebagai penampil utama pada Festival Nan Jombang tgl 3 bulan September nanti. Menurut bapak Afrijon generasi muda saat ini sangat meminati Pupuik Gadang sebagai sebuah tontonan\, namun untuk mencari generasi penerus dari Pupuik Gadang ini sangat sulit\, disebabkan Kurangnya minat generasi muda dalam mempelajarinya. Selain menampilkan pertunjukan Pupuik Gadang\, Sasaran Silek Lapau Manggih juga akan menampilkan 5 pasang penampilan Silek Tuo Pauah yang kan menampilkan pertunjukan silek secara bergantian memperlihatkan kebolehan dan kelihaiannya dalam basilek.  \nFestival Nan Jombang tgl 3 merupakan program tahunan Nan Jombang Grup. Tahun 2019 kegiatan ini Festival Nan Jombang tgl 3 didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation. Untuk dapat menyaksikan dan menikmati keseruan pertunjukan Pupuik Gadang dan Silek Tuo Pauah silahkan datang dan saksikan di Ladang Tari Nan Jombang\, Belakang Komplek Perumahan Polda Balai Baru tanggal 3 September 2019 pukul 20.00 WIB. \nInfo lebih lanjut\, silahkan menghubungi panitia :\nAngga Djamar : 0812 6616 716\nwww.nanjombangdance.id
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-pupuik-gadang-di-festival-nan-jombang/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-pupuik-gadang-di-festival-nan-jombang-ITmJxE.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190831T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190831T000000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031243Z
LAST-MODIFIED:20201022T075302Z
UID:36301-1567209600-1567209600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Plataran Bromo Xtravaganza 2019
DESCRIPTION:Plataran Bromo Resort & Venue mengadakan kegiatan yang bertema Plataran Bromo Xtravaganza 2019\, pada tanggal 31 Agustus 2019 – 1 September 2019 bertempat di Plataran Bromo Resort and Venue. Sebuah konsep acara unik yang menyuguhkan hiburan musik\, seni dan budaya serta pagelaran adat istiadat suku asli Tengger. \n \nAcara ini bertujuan mengedukasi warga suku Tengger dalam bidang wisata\, ingin menjadikan acara ini sebagai ikon yang bertaraf internasional dari Pasuruan. Selain itu mempromosikan adat istiadat suku tengger dan menghidupkan perekonomian masyarakat di desa Tosari\, Pasuruan yang menjadi salah satu gerbang masuk ke Bromo. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/plataran-bromo-xtravaganza-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/plataran-bromo-xtravaganza-2019-gV5Nq9.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190830T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190830T190000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031348Z
LAST-MODIFIED:20201023T073724Z
UID:36400-1567191600-1567191600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Kelas Tari Aceh oleh Marzuki Hasan (Pak Uki)
DESCRIPTION:
URL:https://indonesiakaya.com/event/semar-gaung-jagongan-wagen-edisi-agustus-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Galeri Indonesia Kaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/PHOTO-2018-07-12-17-23-08443122212139-W0QT3z.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190830T180000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190901T000000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031300Z
LAST-MODIFIED:20201022T075321Z
UID:36328-1567188000-1567296000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Art Jakarta Kembali Hadir
DESCRIPTION:Art Jakarta kembali hadir di tahun ini\, pada tanggal 30 Agustus hingga 1 September 2019. Art Jakarta Edisi ke-11 ini diadakan di tempat yang berbeda dari sebelumnya\, yaitu Jakarta Convention Center\, Senayan. Kolaborasi dua tokoh terkemuka di kancah seni Indonesia yaitu Tom Tandio (Direktur Pameran) dan Enin Supriyanto (Direktur Artistik)\, akan memastikan pendekatan yang diperkuat dan nilai tambah bagi Art Jakarta. \nPengetahuan dan pengalaman mereka di kancah seni lokal dan internasional akan semakin meningkatkan posisi Art Jakarta di Indonesia dan Asia Tenggara. Tim Tom dan Enin juga menyertakan desainer grafis Henricus Linggawidjaja (Artnivora) dan fotografer Indra Leonardi (The Leonardi) yang masing-masing adalah Direktur Desain dan Direktur Fotografi untuk pameran. Arsitek dan Desainer Dua Studio telah ditugaskan untuk membuat desain dan konsep segar untuk pameran ini. Identitas baru dari Art Jakarta menempatkan Jakarta sebagai salah satu pusat utama seni kontemporer Asia sementara pada saat yang sama memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat seni paling penting di Asia. "Perubahan ini (dalam branding) adalah salah satu cara untuk mewakili komitmen kami dalam membangun fondasi bagi komunitas seni lokal dan internasional untuk dapat berinteraksi\," (Enin Supriyanto). \nEdisi kesepuluh pada tahun 2018 memperlihatkan lebih dari 40.000 pengunjung menghadiri Art Jakarta. Pergantian tempat tahun ini\, dari Pacific Place ke Jakarta Convention Center\, juga karena peningkatan pengunjung yang diantisipasi\, sejalan dengan pertumbuhan yang berkelanjutan selama beberapa tahun terakhir. Sebanyak 70 galeri dari Indonesia dan negara-negara Asia lainnya akan berpartisipasi dalam Art Jakarta 2019. "Fakta bahwa jumlah peserta di luar negeri melebihi peserta pameran domestik adalah kesaksian tentang kekuatan dan kepercayaan pasar seni internasional pada Art Jakarta khususnya\, dan pasar seni Indonesia secara umum\, "(Tom Tandio). \nPameran ini terdiri dari enam komponen: Galeri Seni Jakarta\, Art Jakarta Spot\, Seni Jakarta X\, Seni Jakarta Play\, dan Seni Jakarta Scene\, serta Art_UNLTD\, yang disajikan oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf). Sejak edisi pertama Art Jakarta\, penggalangan dana untuk amal adalah fitur permanen dari pameran tersebut. Tahun ini\, sepuluh karpet buatan seniman terkenal akan dilelang untuk mengumpulkan dana demi kebaikan. Juga akan ada penampilan dari 2 kelompok alumni program Ruang Kreatif Seni Pertunjukan Indonesia\, persembahan Bakti Budaya Djarum Foundation yaitu Fat Velvet dari Bandung & Rubah Di Selatan dari Yogyakarta.
URL:https://indonesiakaya.com/event/art-jakarta-kembali-hadir/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/art-jakarta-kembali-hadir-vDz5vf.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190830T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190830T000000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031257Z
LAST-MODIFIED:20201022T075317Z
UID:36323-1567123200-1567123200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Art Jakarta 2019 Dihadiri Hampir 40\,000 Pengunjung
DESCRIPTION:Art Jakarta kembali hadir di tahun ini\, pada tanggal 30 Agustus hingga 1 September 2019. Art Jakarta Edisi ke-11 ini diadakan di tempat yang berbeda dari sebelumnya\, yaitu Jakarta Convention Center\, Senayan. Pameran ini dipimpin oleh kolaborasi dua tokoh terkemuka di kancah seni Indonesia yaitu Tom Tandio (Direktur Pameran) dan Enin Supriyanto (Direktur Artistik) yang juga menyertakan desainer grafis Henricus Linggawidjaja (Artnivora) dan fotografer Indra Leonardi (The Leonardi) yang masing-masing adalah Direktur Desain dan Direktur Fotografi untuk pameran. Arsitek dan Desainer Dua Studio telah ditugaskan untuk membuat desain dan konsep segar untuk pameran ini. Pameran ini dihadiri lebih dari 39\,000 pengunjung selama tiga hari. Pameran ini juga menghadirkan lebih dari 300 seniman dan lebih dari 1.000 karya. \nPeresmian Art Jakarta 2019 diawali dengan konferensi pers\, dengan pembicara yaitu Bapak Indraguna Sutowo selaku Direktur Utama PT Artindo Jakarta Seni Kini (Art Jakarta)\, Bapak Tom Tandio sebagai Fair Director (Direktur Pameran)\, juga pembicara lainnya. Acara ini dibuka dan diresmikan oleh Bapak Ricky Pesik Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) yang merupakan Strategic Partner Art Jakarta 2019. Hadir pula untuk memberikan penghargaan khusus\, tamu kehormatan Bapak Hilmar Farid\, Direktur Jenderal Direktorat Kebudayaan (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan)\, dan Bapak Joshua Simandjuntak sebagai Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). Sebagai penanda bahwa Art Jakarta 2019 telah resmi dimulai\, para pembicara yang hadir menandatangani neon box yang merupakan ikon Art Jakarta tahun ini. Hadir juga di hari pertama yaitu Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF)\, Bapak Triawan Munaf\, yang sangat menghargai keberadaan pameran besar ini mengingat meningkatnya kesadaran atas industry seni baik di tingkat Pemerintah dan Industri. \n \nMengakhiri acara peresmian Art Jakarta 2019 yang sangat berkesan\, Bakti Budaya Djarum Foundation mempersembahkan 'Ontologi Dedes' sebuah pertunjukan oleh Fat Velvet\, komunitas perempuan kreatif asal Bandung. Di hari keesokan pameran\, ada juga penampilan dari Rubah Di Selatan\, komunitas musik yang unik asal Yogyakarta. Kedua kelompok ini adalah alumni dari program Ruang Kreatif Seni Pertunjukan Indonesia. Semoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/art-jakarta-2019-dihadiri-hampir-40000-pengunjung/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/art-jakarta-2019-dihadiri-hampir-40000-pengunjung-tCTzCu.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190827T183000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190907T000000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031346Z
LAST-MODIFIED:20231221T101134Z
UID:36398-1566930600-1567814400@indonesiakaya.com
SUMMARY:PAMERAN SENIRUPA SSIA "The 12th INDONESIA-JAPAN CULTURAL EXCHANGE"
DESCRIPTION:SOCIETY for the STUDY of INDONESIAN ARTS (SSIA) Japan adalah sebuah organisasi yang berdiri di Jepang  pada 1977\, diprakarsai oleh Bapak Tsunesuke Masuko. Maksud dari didirikannya organisasi ini adalah untuk mempererat tali persahabatan antara kedua negara\, Indonesia dan Jepang melalui pertukaran para seniman selain juga melalui penelitian terhadap kebudayaan khususnya senirupa. \nSejak didirikannya SSIA Japan\, para anggota merencanakan pameran pertukaran seni dan budaya dan mengajak seniman-seniman dari Indonesia untuk ikut serta berpameran bersama SSIA Japan \,sehingga terlaksana pameran pertama yang diadakan di “Tokyo Ginza Tamaya Galeri” pada bulan Desember 1979. Selanjutnya pameran yang pertama di Indonesia pun digelar pada bulan Januari 1988 di Pasar Seni Ancol\, Jakarta. Sejak itulah hampir setiap tahun  diadakan pameran bersama secara bergantian di Indonesia dan Jepang. \nDengan berjalannya waktu \, pada tahun 2000 didirikan SSIA Indonesia diketuai oleh Bapak Sudaryono Sudarso (almarhum) dgn Wakil Ketua Ibu Titis Jabaruddin. Kemudian diresmikan tahun 2007 pada saat digantikan oleh Bapak Rudy Harjo Sebagai Ketua Umum hingga kini. \nPameran kali ini adalah pameran ke-12 kalinya di Indonesia dengan peserta 20 seniman Jepang dan 35 seniman Indonesia dengan karya-karya berupa lukisan\,batik\, patung\, dan photography dan lain lain. \nPameran “The 12th Indonesia-Japan Cultural Exchange” ini akan diselenggarakan  di GALERI 678  Jl. Kemang Selatan Raya no 125A Jakarta Selatan.  Pameran akan diresmikan pada tgl 27 Agustus jam 18.30 WIB dan akan berlangsung hingga tgl 7 September 2019 serta rencananya akan diresmikan oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia didampingi The Japan foundation. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia : 021 7196 007
URL:https://indonesiakaya.com/event/pameran-senirupa-ssia-the-12th-indonesia-japan-cultural-exchange-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pameran-senirupa-ssia-the-12th-indonesia-japan-cultural-exchange-JqQndN.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190827T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190827T000000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031209Z
LAST-MODIFIED:20201022T075331Z
UID:36249-1566864000-1566864000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Langkahkan Kaki Ke New York\, 13 Peserta Indonesia Menuju Broadway Kembali Dengan 'What I Did For Love'
DESCRIPTION:Setelah melalui proses panjang\, 13 peserta terpilih Ruang Kreatif: Indonesia Menuju Broadway yang diinisiasi oleh www.indonesiakaya.com akhirnya menginjakkan kaki ke jantung industri teater broadway\, New York\, Amerika Serikat. Mereka mendapatkan kesempatan eksklusif untuk berkolaborasi bersama tim broadway papan atas yang terdiri dari sutradara\, direktur musik\, koreografer\, dan tim pendukung produksi broadway pada 8 – 12 Juli 2019. Indonesia Menuju Broadway merupakan sebuah program beasiswa pelatihan bagi seniman muda untuk mendapatkan ilmu panggung dengan standar broadway di Indonesia. Kegiatan yang menjadi bagian dari program ruang kreatif Bakti Budaya Djarum Foundation dengan berkolaborasi bersama Organisasi peraih Premiere Award-Winning Global Arts Education StudentsLive dan Passport to Broadway\, New York yang didirikan oleh Sutradara Artistik Amy Weinstein pada tahun 2000. \nSekembalinya ke Indonesia\, ke-13 peserta Indonesia Menuju Broadway ini kembali menampilkan showcase ‘What I Did For Love’ yang digelar di Soehanna Hall\, Jakarta\, pada 27 Agustus 2019. Pertunjukan yang berdurasi 60 menit ini menampilkan lagu-lagu broadway seperti Getting Married Today (Company)\, We Both Reached For The Gun (Chicago)\, When I Grow Up (Matilda)\, Man Wanted (Copacabana)\, And The World Goes Round (dari penampilan dengan nama yang sama)\, What I Did For Love (A Chorus Line) dan banyak lagi lainnya. Masing-masing peserta membawakan 4 karakter berbeda dalam cerita 3 babak dan membawakan lebih dari 40 lagu Broadway yang diaransemen oleh Seth Weinstein. Di akhir pertunjukan\, mereka juga membawakan lagu “Indonesia Pusaka” dengan aksesoris dan busana sentuhan Indonesia. \nHarapannya dari pertunjukan ini talenta muda Indonesia dapat sejajar dengan standar Broadway dan nantinya akan ada seniman Indonesia yang berhasil menembus panggung broadway. Semoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pameran-senirupa-ssia-the-12th-indonesia-japan-cultural-exchange/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pameran-senirupa-ssia-the-12th-indonesia-japan-cultural-exchange1-gMRgQU.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190825T160000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190825T160000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031355Z
LAST-MODIFIED:20201022T075418Z
UID:36412-1566748800-1566748800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Konser Simfoni Untuk Bangsa 2019 "Mengenang 60 tahun Elfa Secioria"
DESCRIPTION:Simfoni Untuk Bangsa 2019\, konser tahunan The Resonanz Music Studio yang mulai digelar sejak tahun 2010 dengan semangat Cinta dan Penghargaan bagi Indonesia\, dengan membawakan lagu-lagu karya anak bangsa akan dipersembahkan kembali untuk anda semua. Orang sering mengatakan bahwa menghargai pahlawan yang telah mengharumkan dan mengangkat nama Bangsa dan Negara sudah sepatutnya dilakukan oleh penerusnya. Itulah sebabnya\, Simfoni Untuk Bangsa tahun 2019 kali ini mengambil sub tema “Mengenang 60 tahun Elfa Secioria”. \nAvip Priatna Mag. Art. sebagai direktur musik sekaligus konduktor akan tampil bersama Jakarta Concert Orchestra\, Batavia Madrigal Singers\, The Resonanz Children’s Choir\, vokalis solo Farman Purnama dan Andrea Miranda membawakan karya-karya musik “Bang Elfa”.  \nKonser yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini akan digelar pada hari Minggu\, 25 Agustus 2019\, di Ciputra Artpreneur\, Jakarta\, pukul 16.00 WIB\, sebagai bentuk penghargaan kepada salah seorang “pahlawan” musik Indonesia\, yaitu  alm. Elfa Secioria Hasbullah (1959 – 2011)\, sosok yang telah banyak sekali berjasa dalam perkembangan musik pop/jazz di Indonesia. Tidak hanya melalui karya-karya lagunya\, tetapi juga aransemen musik baik untuk vocal maupun orkestra\, serta dedikasinya yang tinggi dalam bidang pendidikan musik sehingga menghasilkan artis-artis penyanyi yang berhasil berprestasi seperti Hedy Yunus\, Farman Purnama\, Dewi Gita\, Elfa’s Singers dan masih banyak lagi. \nDalam konser Simfoni Untuk Bangsa ini\, akan ditampilkan karya-karya besar dari Elfa Secioria seperti Kugapai Hari Esok\, Selamat Datang Cinta\, Detik Tak Bertepi dan masih banyak lagi\, termasuk sebuah lagu karya sang guru\, F. A. Warsono yaitu Pelangi. Selain karya Elfa\, dalam konser ini akan membawakan lagu daerah Indonesia yang diaransemen oleh arranger muda Indonesia. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini :  \nWeb: theresonanz.com/ticketing \nT: 021-720 1918 \nM: 08 1212 8686 65 | 0858 1414 2277 \nEmail: ticketing@theresonanz.com   \nIbu Dibjo : (021) 319 311 78 \nwww.blibli.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/konser-simfoni-untuk-bangsa-2019-mengenang-60-tahun-elfa-secioria/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/konser-simfoni-untuk-bangsa-2019-mengenang-60-tahun-elfa-secioria-djk9Pk.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190825T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190825T000000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031242Z
LAST-MODIFIED:20201022T075301Z
UID:36299-1566691200-1566691200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Konser Simfoni Untuk Bangsa 2019\, Kenang 60 Tahun Elfa Secioria
DESCRIPTION:Dengan semangat cinta dan penghargaan bagi Indonesia\, The Resonanz Music Studio di bawah arahan Avip Priatna dan didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation\, kembali menyelenggarakan konser seri Simfoni Untuk Bangsa 2019. Konser yang rutin diselenggarakan sejak tahun 2010 ini membawakan lagu-lagu karya komposer dan pencipta lagu kebanggaan Indonesia\, Elfa Secioria ke hadapan para penikmat seni di Ciputra Artpreneur\, Jakarta\, tanggal 25 Agustus 2019\, pukul 16.00 WIB.  \n“Melalui konser seri Simfoni Untuk Bangsa\, The Resonanz Music Studio senantiasa mempersembahkan sebuah pertunjukan yang mencerminkan rasa cinta Indonesia dengan membawakan lagu karya anak bangsa. Setelah mengangkat tema seperti lagu perjuangan Indonesia\, soundtrack film dari masa ke masa\, lagu dolanan anak-anak Indonesia\, hingga memperingati komponis besar Indonesia seperti Alm. Ismail Marzuki dan Mochtar Embut\, kali ini\, Simfoni Untuk Bangsa hadir untuk memberikan penghargaan bagi Alm. Elfa Secioria yang telah memberikan kontribusi besar untuk perkembangan musik Indonesia. Bersama Jakarta Concert Orchestra\, Batavia Madrigal Singer\, The Resonanz Children’s Choir serta Farman Purnama dan Andrea Miranda\, konser ini menjadi salah satu persembahan yang selalu ditunggu-tunggu oleh pecinta musik Indonesia\,” ujar Renitasari Adrian\, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.  \nSeri konser yang ke- 10 dari Simfoni Untuk Bangsa menampilkan karya-karya besar dari Elfa Secioria seperti Kugapai Hari Esok\, Selamat Datang Cinta\, dan Detik Tak Bertepi. Selain karya Elfa\, konser ini juga akan menyajikan sebuah lagu karya salah satu guru musik Elfa\, yaitu F. A. Warsono berjudul Pelangi\, serta lagu-lagu daerah Indonesia yang diaransemen oleh arranger muda Indonesia yang dikemas secara indah dan memukau. Farman Purnama yang pernah berguru kepada almarhum Elfa\, secara khusus menciptakan karya baru yang dipentaskan perdana dalam konser ini. \n \nKonser Simfoni Untuk Bangsa 2019 dibuka dengan lagu Indonesia Raya\, kemudian dilanjutkan dengan Elfa’s Overture\, medley Kampuang Nan Jauh Dimato & Tokecang\, Pelangi\, Kusadari\, Pelangiku\, Sesuatu\, Lihatlah Lebih Dekat\, medley Bintang-Bintang & Balon Udara\, Ucaplah Untuk Terakhir\, Selamat Datang Cinta\, Ada Kamu\, Detik Tak Bertepi\, Bermain Musik\, Kugapai Hari Esok\, Untuk Abang\, Rampak Melayu\, dan ditutup dengan lagu Pesta.  \n“Bagi kami\, Elfa Secioria atau biasa kami sapa Bang Elfa\, adalah salah satu ‘Pahlawan’ yang telah banyak berjasa dalam perkembangan musik pop dan jazz di Indonesia. Tidak hanya mencipta dan mengaransemen musik yang indah\, dedikasi beliau dalam bidang pendidikan musik di Indonesia sangat tinggi sehingga menghasilkan musisi dan penyanyi yang berprestasi\,” ujar Avip Priatna Mag.Art selaku Direktur Musik The Resonanz Music Studio.  \n“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari banyak pihak\, terutama dari Ibu Vera Sylvina dan keluarga yang telah memperkenankan kami untuk memperdengarkan kembali mahakarya Bang Elfa. Konser ini akan membawa pecinta musik tahun 80-an untuk bernostalgia\, dan sekaligus memperkenalkan musik-musik indah ini kepada generasi milenial yang mungkin belum pernah mendengarnya. Kami harap\, penonton dapat terhibur dengan persembahan hari ini\,” tambahnya.  \nElfa Secioria lahir di Garut\, 20 Februari 1959. Tumbuh di tengah keluarga pecinta musik\, Elfa mulai bermain piano ketika ia berumur 5 tahun\, dan 3 tahun setelahnya ia sudah bergabung dengan band jazz bernama Trio Jazz Yunior IVADE. Elfa melanjutkan pelajaran musiknya di Institut Pendidikan Musik di Bandung\, mengambil kursus piano 1 dan 2 (1970–1974)\, belajar musik simfoni (1971–1978) dan belajar Aransemen Orkestra (1974–1978). Kapten F.A.Warsono\, pimpinan Orkes Simfoni Angkatan Darat Bandung pada waktu itu\, juga salah satu guru musik Elfa. \nSebagai seorang anak muda yang sangat berbakat\, ketika umur 11 tahun ia pernah membuat penonton pertunjukannya kagum karena Elfa bermain piano dengan mata tertutup. Pada usia 19 tahun\, Elfa sudah mulai keliling dunia dengan grup vokalnya\, dan meraih 8 kemenangan Grand Champion di festival mancanegara. Tahun 1982\, ia meraih gelar Best Arranger di ASEAN Song Festival di Bangkok dan pada Festival di Manila tahun 1984 kembali Elfa meraih Best Arranger\, sekaligus lagunya yang berjudul Detik Tak Bertepi meraih penghargaan Lagu Terbaik. Kesuksesannya berlanjut di Golden Kite Festival di Malaysia tahun 1984\, dimana ia berhasil keluar sebagai The Best Performer dengan lagunya Kugapai Hari Esok yang dinyanyikan oleh Harvey Malaiholo. \n \nElfa mendapat sambutan yang luar biasa dari penonton ketika ia berkesempatan memimpin Yamaha Symphony Orchestra di Budokan Hall\, Tokyo pada acara World Popular Song Festival di tahun 1982. Selama perjalanannya berkarir di industri musik Indonesia\, Elfa juga sering berkolaborasi dengan musisi lain terutama dalam penulisan lirik lagu\, antara lain\, Wieke Gur\, Ferina Widodo\, Hentriesa\, Mira Lesmana\, Dewayani\, dan juga sang istri tercinta Vera Sylvina.  \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/konser-simfoni-untuk-bangsa-2019-kenang-60-tahun-elfa-secioria/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/konser-simfoni-untuk-bangsa-2019-kenang-60-tahun-elfa-secioria-MrufHC.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190824T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190824T193000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031419Z
LAST-MODIFIED:20201022T075443Z
UID:36448-1566675000-1566675000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Jagongan Mirunggan #5
DESCRIPTION:Jagongan Mirunggan edisi ke-5 menjadi edisi yang special karena bertepatan dengan ulang tahun Sanggar Wiro Budhoyo yang ke-3. Pertunjukan dimulai dengan pentas campursari untuk menghangatkan suasana serta diselingi prakata dari panitia maupun sesepuh desa. Setelah itu\, dilanjutkan dengan pementasan kethoprak dari sanggar wirobudhoyo yang mengambil lakon “Said Tundhung”.  \nSaid Tundhung menceritakan tentang perjuangan Raden Said (nama asli dari Sunan Kalijaga) pada masa mudanya dalam membela rakyat kecil yang tertindas\, sebelum beliau bertemu dengan sunan bonang yang membaiat dirinya menjadi sunan kalijaga. Perjuangan Raden Said bermula ketika beliau\, yang kebetulan putra dari seorang pembesar di kerajaan Majapahit yaitu Adipati Tuban yang bernama Ki Tumenggung Wilatikta\, mengetahui keadaan rakyatnya yang menderita akibat kekurangan pangan\, sementara  hasil bumi menumpuk di gudang upeti yang akan disetorkan ke kerajaan. Karena tidak tega\, Raden Said terpaksa mencuri bahan pangan dari gudang upeti kemudian dibagi bagikan kepada rakyat yang kelaparan. Aksi raden Said tersebut akhirnya tercium oleh para punggawa kerajaan. Sebagai akibatnya\, beliau diusir (ditundung) oleh ayahnya sendiri.  \nInti pesan dari lakon ini adalah mengajak penonton untuk meneladani keberanian Raden Said dalam membela / menolong rakyat kecil yang menderita meskipun harus menerima resiko yang sangat besar\, yaitu kehilangan status sosialnya sebagai anak seorang adipati. Dari cerita ini kita bisa belajar tentang patriotisme\, yaitu sikap yang berani\, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsanya. \nKegiatan yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini berlangsung pada sabtu\, 24 Agustus 2019\, pukul 20.00 WIB\, bertempat di Sanggar Wirobudhoyo Desa Wiromartan\, Dk. Gunawan RT 02/ Rw 02 Desa Wiromartan Kec Mirit Kab Kebumen. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia : 0899 5003 096
URL:https://indonesiakaya.com/event/jagongan-mirunggan-5/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/jagongan-mirunggan-5-2q1XdL.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190824T035500
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190824T035500
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031345Z
LAST-MODIFIED:20201022T075408Z
UID:36397-1566618900-1566618900@indonesiakaya.com
SUMMARY:Suluk Maleman Edisi Agustus 2019
DESCRIPTION:Suluk Maleman adalah acara rutin bulanan yang dirancang sebagai ajang untuk silaturrahim\, tukar pikiran\, mengaji masalah-masalah yang dihadapi bangsa\, baik di tingkat lokal maupun nasional. Acara ini sejak awal digagas sebagai oase untuk merekatkan kembali ikatan kemanusiaan\, kemasyarakatan dan kebangsaan.Tema Suluk Maleman kali ini “Sampai Manakah Kita?”. Tema ini merupakan bagian keempat belas dari episode Taubat Nusantara\, Menjaga Nalar Bangsa\, yang akan diisi antara lain oleh Dr\, Abdul Jalil.  Kecuali membahas tema\, seperti biasa acara ini akan diselingi pagelaran musik oleh Orkes Puisi Sampak GusUran. \nKegiatan dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2019\, pukul 20.00 WIB\, bertempat di Rumah Adab Indonesia Mulia\, Jalan P. Diponegoro No 94\, Pati. \nInfo lebih lanjut :\nWebsite: www.sulukmaleman.com\nFacebook: fb.com/sulukmaleman\nTwitter: @suluk_maleman\nInstagram: @sulukmaleman
URL:https://indonesiakaya.com/event/suluk-maleman-edisi-agustus-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/suluk-maleman-edisi-agustus-2019-lEZNkU.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190823T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190823T193000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031350Z
LAST-MODIFIED:20201022T075413Z
UID:36404-1566588600-1566588600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Forum Apresiasi Sastra Dan Budaya Kudus (FASBuK) Edisi Agustus 2019
DESCRIPTION:Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerja sama dengan Himapro Sistem Informasi Universitas Muria Kudus akan menggelar lawatan rutin sastra dan budaya. Kali ini menampilkan Pertunjukan Musik dan Diskusi “Akar“ di Auditorium Universitas Muria Kudus\, Kampus Gondangmanis PO BOX 53 Bae Kudus\, pada hari Jumat\, 23 Agustus 2019\, pukul 19.30 WIB. \nUrvacreato adalah kelompok musik beranggotakan empat personil : Iqbal Kholik (drum)\, Syairirrokhil (bass)\, Abdur Rouf (gitar)\, Urva Wirdatiyani (gitar dan vokal) yang berasal dari Kudus. Mereka akan tampil dalam panggung Forum Apresiasi sastra dan Budaya Kudus ( FASBuK ) edisi Agustus ini. \nMereka akan membawakan 9 lagu dalam album “Akar“ yang terinspirasi dari kisah nyata para personil maupun dari keadaan di sekitarnya. Akar merupakan salah satu karya Urvacreato yang menjadi penguat semangat dalam berproses. Seperti pada umumnya\, akar adalah pondasi awal dari terbentuknya sebuah pohon\, bagian pokok dari tanaman\, akar tumbuh dari bibit\, melewati berbagai musim dan terus berkembang menjalar untuk menghidupi pohon yang rindang penuh daun\, bunga ataupun buah. Urvacreato berdiri seperti akar yang tumbuh dari bibit dan memberikan kehidupan bermusik melalui karya di lingkungannya. Eksistensi tak akan luput dari berdirinya sebuah kelompok\, Akar dipilih untuk mengingatkan kembali bahwa dalam sebuah proses tidaklah mudah\, harus tetap mempunyai usaha serta saling menguatkan agar tetap diakui keberadaanya. \nSekilas tentang Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) \nBerdiri sejak 12 Januari 2009\, FASBuK adalah ruang kerja fisik dan pemikiran untuk mencipta inovasi serta varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal yang nantinya mampu menjadi asset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi\, bertukar pikiran\, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya. \nSecara rutin tiap bulannya FASBuK menggelar acara Sastra dan Seni Budaya yang meliputi Apresiasi sastra\, Sarasehan Budaya\, Pertunjukan Musik\, Tari dan Pementasan Drama/Teater\, dan sebagainya. \nUntuk mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi: \nForum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuk)\nKetua Badan Pekerja FASBuK :Arfin AM\nNo. Hp: +62 857 4259 8480\nEmail: fasbuk93@gmail.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-agustus-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-agustus-2019-Lr7tW9.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190817T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190817T200000
DTSTAMP:20260510T203259
CREATED:20201022T031356Z
LAST-MODIFIED:20201022T075420Z
UID:36414-1566072000-1566072000@indonesiakaya.com
SUMMARY:WO Bharata Mempersembahkan Lakon Anoman Dhuta
DESCRIPTION:Sri Rama mengutus Anoman untuk menjadi duta untuk menemui Dewi Sinta di kerajaan Alengka. Perjalanan menuju kerajaan Alengka tidaklah mudah. Anoman mengalami banyak hambatan. Di perjalanan ia bertemu dengan Dewi Sayempraba salah satu istri Rahwana dan diberi hidangan beracun yang mengakibatkan Anoman menjadi buta. Di saat perjuangannya melanjutkan perjalanan dalam keadaan tidak bisa melihat\, Anoman bertemu dengan Sempati\, burung raksasa yang pernah dianiaya oleh Rahwana dan berkat bantuannya Anoman dapat melihat kembali.  \nSesampainya di Alengka\, Anoman menemui Dewi Sinta di Taman Argasoka  dan memberikan cincin pemberian Sri Rama. Dewi Sinta menyerahkan tusuk kondenya\, dengan pesan kepada suaminya bahwa ia masih tetap setia pada Sri Rama. Namun kedatangan Anoman diketahui oleh Indrajit putra Rahwana . Ia ditangkap dan hendak dibakar hidup – hidup. \nApakah Anoman dapat melarikan diri dari Kerajaan Alengka?  Mari Saksikan bersama Pergelaran Wayang Orang Bharata “Anoman Dhuta” yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation\, pada Sabtu\, 17 Agustus 2019 di Gedung Wayang Orang Bharata Purwa\, Jl. Kalilio 15 Senen Jakarta Pusat pukul 20.00 \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\nM. Yunus – 0856 1211842
URL:https://indonesiakaya.com/event/wo-bharata-mempersembahkan-lakon-anoman-dhuta/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/wo-bharata-mempersembahkan-lakon-anoman-dhuta-EkWeWw.tmp_.jpg
END:VEVENT
END:VCALENDAR