BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesia Kaya - ECPv6.15.15//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Indonesia Kaya
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiakaya.com
X-WR-CALDESC:Events for Indonesia Kaya
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20180101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191103T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191103T200000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031202Z
LAST-MODIFIED:20201022T075219Z
UID:36238-1572811200-1572811200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Sanggar Mustika Minang Duo di Festival Nan Jombang
DESCRIPTION:Festival Nan Jombang tanggal 3\, Nan Jombang Dance Company menampilkan Sanggar Mustika Minang Duo. Sanggar Mustika Minang Duo merupakan sebuah organisasi masyarakat yang bergerak dalam bidang kesenian dalam menggali\, mengembangkan\, dan melestarikan kesenian tradisional Minangkabau yang berada di Kota Pariaman. Sanggar ini berdiri pada hari Jumat tanggal 1 Januari 2010 di bawah pimpinan Eka Fitria\, S.Sn. Bentuk kegiatan yang dilakukan sanggar Mustika Minang Duo berupa “Penggalian\, pelatihan\, dan pergelaran tari-tari tradisi Minangkabau\, tari-tari kreasi yang berasal dari seni tradisi\, seni musik tradisi/karawitan\, seni musik modern yang berakar dari musik tradisi\, serta sendratari yang berasal dari Folklor atau cerita rakyat Minangkabau. \nBentuk keanggotaan dari Sanggar Mustika Minang Duo tidak terbatas\, tidak ditentukan dan tidak dibedakan\, dengan ketentuan datang atau masuk dengan niat yang tulus dan spontanitas tanpa paksaan siapa pun. Anggota yang tergabung dalam Sanggar Mustika Minang Duo dituntut memiliki keseriusan dan kemampuan profesional dalam meningkatkan materi atau program yang ditentukan sesuai dengan bidang masing-masing\, dan juga harus mematuhi sistem dan metode yang ada dalam organisasi. \nSanggar Mustika Minang Duo merupakan salah satu kelompok Randai yang aktif di Sumbar. Festival Nan Jombang tgl 3 merupakan program tahunan Nan Jombang Grup. Tahun 2019 ini Festival Nan Jombang tgl 3 didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation. Untuk dapat menyaksikan dan menikmati keseruan dari atraksi kesenian Randai dari Sanggar Mustika Minang Duo mari datang dan saksikan di Ladang Tari Nan Jombang\, Belakang Komplek Perumahan Polda Balai Baru Padang  tanggal 3 November 2019 pukul 20.00 WIB. \nInfo lebih lanjut\, silahkan menghubungi panitia : \nAngga Djamar : 0812 6616 716\nwww.nanjombangdance.id
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-sanggar-mustika-minang-duo-di-festival-nan-jombang/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-sanggar-mustika-minang-duo-di-festival-nan-jombang-niDj69.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191101T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191102T000000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031251Z
LAST-MODIFIED:20201022T075310Z
UID:36313-1572638400-1572652800@indonesiakaya.com
SUMMARY:"Pemburu Utang"\, Program Indonesia Kita Tahun 2019
DESCRIPTION:Program Indonesia Kita 2019 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation hadir dengan mengangkat lakon berjudul "Pemburu Utang"\, yang akan digelar pada tanggal 1 – 2 Nopember 2019\, di Graha Bhakti Budaya\, Taman Ismail Marzuki\, Jakarta.\n \nLakon Pemburu Utang\n \nApa yang terjadi ketika Negara dinyatakan bangkrut karena utang yang terlalu menumpuk?\n \nKisah ini bermula dari situasi di suatu Negara yang  tidak sanggup menanggung beban utang\, dan  rakyat yang menanggung utang-utang Negara. Setiap warga Negara diwajibkan ikut membayar utang. Setiap warga Negara yang masih memiliki aset dan kekayaan\, akan disita untuk menyelamatkan keutuhan Negara. Karena situasi seperti itu maka seluruh rakyat memilih untuk menjadi miskin. Semua beramai-ramai membangkrutkan diri dan lebih memilih hidup menggelandang atau menjadi pengemis. \n \nTapi ketika menjadi pengemis dan gelandangan pun mereka akan didenda. Bila tak mampu membayar denda itu maka mereka dianggap memiliki utang pada Negara dan harus membayarnya dengan cara apapun\, dicicil atau dikridit dengan bunga tinggi.\n \nDalam keadaan itu\, muncul Partai Pengemis Nasional\, yang beranggotakan seluruh orang miskin. Partai ini kemudian menyelenggarakan kongres besar dengan mengundang seluruh pengemis dan orang-orang miskin. Kongres memutuskan agar semua orang harus ikut membayar utang. Dan dibentuk petugas "Pemburu Utang" yang bertugas menyita apapun barang berharga yang masih tersisa.\n \nSebenarnya\, di antara pengemis dan orang-orang miskin itu ada banyak orang kaya dan berduit. Namun agar kekayaan mereka tak diambil "Pemburu Utang" maka orang-orang kaya itu memilih pura-pura miskin. Setiap orang menjadi pingin terlihat paling miskin dan menderita. Masing-masing selalu menceritakan seluruh penderitaan dan kesusahannya. Semakin terlihat menderita dan susah\, mereka malah terlihat makin hebat.\n \nKarena semua ingin terlihat miskin\, maka barang-barang mewah yang sebelumnya menjadi status sosial orang kaya\, menjadi tak berarti. Yang dicari justru barang-barang atau benda-benda yang buruk\, jelek\, rusak\, rombeng. Semakin rombeng barang itu\, justru makin dicari. Baju-baju mewah dan bagus taka ada yang mau beli; tapi pakaian rombeng dan penuh tambalan justru disukai. Kemiskinan menjadi mode. Kemiskinan menjadi lifestyle. Semakin tampak miskin semakin modis dan bergaya.\n \nMereka tak menyadari  bahwa semua itu hanyalah proyek yang sedang dirancang agar orang-orang menikmati segala macam bentuk kemiskinan.  Ketika banyak yang menderita\, selalu ada yang mengambil keuntungan dari penderitaan itu.\n \nSiapakah mereka yang senang mengambil keuntungan dari penderitaan rakyat itu? \nTemukan jawabannya dalam lakon "Pemburu Utang" dengan pesan yang sama: Jangan Kapok Menjadi Indonesia.\n \nProgram Indonesia Kita 2019\nJalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan\n \nPentas ke : 34\nJudul Pentas : Pemburu Utang\nJadwal : 2 kali pentas\n  Jumat\, 1 November 2019 – Pukul 20.00 WIB\n  Sabtu\, 2 November 2019 – Pukul 20.00 WIB\nVenue : Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya 73\, Jakarta.\nTim Kreatif : Butet Kartaredjasa\, Agus Noor & Djaduk Ferianto\nNaskah & Sutradara : Agus Noor\nPenata Artistik : Ong Hari Wahyu\nPenata Tari : Josh Marcy\nPenari : Josh Marcy Company\nPenata Musik : Bintang Indrianto\nPemusik : Bintang Indrianto & Bianglala Voices\nPemain : Cak Lontong\, Marwoto\, Akbar\, Mucle\, Inaya Wahid\, Yu Ningsih\,  \n  Endah Laras\, Sruti Respati\, Heny Janawati\, Encik Krishna\,\n  Wisben\, Joned\, Odon Saridon\, Kiki Narendra \n \nHTM:\nPLATINUM Rp. 750.000  | VVIP Rp. 500.00 | VIP Rp. 300.000  | BALKON Rp. 150.000\n \nReservasi Tiket:\nwww.kayan.co.id | www.blibli.com\n \nInformasi:\nKayan Production & Communications\n0895 3720 14902 | 0813 1163 0001 \n \nTentang Program Indonesia Kita\n \nIndonesia Kita mulai menggelar pertunjukan sejak tahun 2011\, dan sejak itulah pentas-pentas yang diadakan menjadi “laboratorium kreatif” bagi berbagai seniman\, baik lintas bidang\, lintas kultural dan lintas generasi. Dari satu pentas ke pentas lainnya\, pada akhirnya mengkristal menjadi sebuah ikhtiar untuk semakin memahami bagaimana proses “menjadi Indonesia”.\nSebagai sebuah bangsa\, Indonesia adalah sebuah “proses menjadi”\, yakni sebuah proses yang terus menerus diupayakan\, proses yang tak pernah selesai\, untuk mencapai apa yang menjadi cita-cita bersama\, yaitu menjadi 'sebuah bangsa yang berkebudayaan’.\n \nIndonesia Kita telah menjadi sebuah forum seni budaya yang bersifat terbuka\, yang mempercayai jalan seni dan kebudayaan sebagai jalan yang sangat penting untuk mendukung 'proses menjadi Indonesia” itu. Terlebih-lebih ketika Indonesia hari ini seperti rentan dan penuh berbagai persoalan\, maka merawat semangat ke-Indonesia-an menjadi sesuatu yang harus secara terus-menerus diupayakan. \n \nIndonesia Kita yang secara berkala dan rutin diselenggarkan\, pada akhirnya telah mampu meyakinkan penonton untuk melakukan apa yang seringkali disebut oleh Butet Kartaredjasa\, sebagai “ibadah kebudayaan” yakni semangat untuk bersama-sama mendukung dan mengapresiasi karya seni budaya. Pentas-pentas Indonesia Kita mendapat apresiasi yang baik\, tanggapan positif\, dan mampu menjadi ruang interaksi tidak hanya antara seniman dan masyarakat penonton\, melainkan juga antara penonton dan penonton. Sebuah komunitas kultural terbentuk\, di mana penonton kemudian menghadiri pentas-pentas Indonesia Kita\, sebagai wujud dari “ibadah kebudayaan”.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pemburu-utang-program-indonesia-kita-tahun-2019-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pemburu-utang-program-indonesia-kita-tahun-2019-hSSo9Y.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191101T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191103T000000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031316Z
LAST-MODIFIED:20201022T075338Z
UID:36352-1572636600-1572739200@indonesiakaya.com
SUMMARY:KABA Festival Tahun 2019
DESCRIPTION:Banyaknya festival-festival seni pertunjukan yang hadir setiap tahunnya di Indonesia\, menunjukan bahwa Indonesia memiliki banyak seniman seni pertunjukan yang berpotensi. Panggung harus diberikan untuk mereka agar mereka bisa memperbaiki kualitas karya setelah mempertunjukannya. Untuk itu sudah selayaknya mereka selalu diberikan apresiasi lebih untuk mempertunjukan progres dari proses yang mereka jalani. Keikhlasan mereka dalam menekuni bidang ini juga harus dikabarkan kepada dunia agar dunia tahu bahwa potensi seniman pertunjukan di Indonesia tidak akan pernah habis dan akan selalu ada. Inilah yang menjadi salah satu alasan Nan Jombang Grup bersama komunitasnya Galombang Minangkabau menghadirkan KABA Festival yang tahun ini memasuki tahun ke-6. \nAkan ada 10 seniman yang akan tampil di KABA Festival yang ke-6 ini. Dari sepuluh peserta\, didominasi oleh seniman dari Indonesia. Adapun peserta yang hadir adalah Nan Jombang DC (Padang)\, Impessa DC (Padang)\, Griya Tari Widyarini (Jakarta)\, Satampang Baniah (Padang)\, Tankcer Dance Studio (Tanjung Pinang)\, Suhaimi Magi – Suhairin Kadir (Malaysia)\, Komunitas Tari Galang (Padang)\, Mustika Minang II (Pariaman)\, Ayu Permata Dance Company (Lampung-Yogyakarta)\, Alfianto Wajiwa (Bandung) dan Suhaimi Magi – Fahezul Azri (Malaysia). \nKABA Festival Tahun 2019 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation akan digelar pada Tanggal 1-3 November 2019\, di Ladang Tari Nan Jombang\, Sanggar Rimbo Tarok Belakang Perumahan POLDA Balai Baru Padang\, Sumatera Barat.
URL:https://indonesiakaya.com/event/kaba-festival-tahun-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/kaba-festival-tahun-2019-LMTMlW.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191101T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191101T000000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031156Z
LAST-MODIFIED:20201022T075213Z
UID:36229-1572566400-1572566400@indonesiakaya.com
SUMMARY:"Pemburu Utang"\, Program Indonesia Kita Tahun 2019
DESCRIPTION:Sebuah forum seni budaya yang digawangi oleh trio seniman kreatif seperti Butet Kartaredjasa\, Agus Noor dan Djaduk Ferianto kembali menghibur para penikmat seni dengan lakon bertajuk Pemburu Utang. Didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation\, pentas ke-34 diselenggarakan pada 1 dan 2 November 2019 di Graha Bhakti Budaya\, Taman Ismail Marzuki pukul 20.00 WIB. \n"Setelah sebelumnya Indonesia Kita menghibur para penikmat seni dengan pementasan Kanjeng Sepuh\, Celeng Oleng\, dan Toean Besar\, kali ini Indonesia kita kembali menghibur para penikmat seni dengan pementasan Pemburu Utang yang juga menjadi penutup rangkaian tema utama tahun ini yaitu\, Jalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan. Semoga melalui humor dan tema besar yang mereka sajikan tahun ini\, Indonesia Kita dapat menyadarkan para penikmat seni tentang pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dan keberagaman dalam kehidupan sosial\," ujar Renitasari Adrian\, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation. \nKisah ini bermula dari situasi di suatu negara yang  tidak sanggup menanggung beban utang\, dan rakyat yang menanggung utang-utang negara. Setiap warga negara diwajibkan ikut membayar utang dan warga negara yang masih memiliki aset dan kekayaan\, akan disita untuk menyelamatkan keutuhan negara. Karena situasi seperti itu maka seluruh rakyat memilih untuk menjadi miskin. Semua beramai-ramai membangkrutkan diri dan lebih memilih hidup menggelandang atau menjadi pengemis. \nTapi ketika menjadi pengemis dan gelandangan pun mereka didenda. Bila tak mampu membayar denda\, maka mereka dianggap memiliki utang pada negara dan harus membayarnya dengan cara apapun\, dicicil atau dikredit dengan bunga tinggi. Dalam keadaan itu\, muncul Partai Pengemis Nasional\, yang beranggotakan seluruh orang miskin. Partai ini kemudian menyelenggarakan kongres besar dengan mengundang seluruh pengemis dan orang-orang miskin. Kongres tersebut memutuskan agar semua orang harus ikut membayar utang dan dibentuklah petugas "Pemburu Utang" yang bertugas menyita apapun barang berharga yang masih tersisa. \nSebenarnya\, di antara pengemis dan orang-orang miskin itu ada banyak orang kaya dan berduit. Namun agar kekayaan mereka tak diambil "Pemburu Utang" maka orang-orang kaya itu memilih pura-pura miskin. Setiap orang menjadi ingin terlihat paling miskin dan menderita. Masing-masing selalu menceritakan seluruh penderitaan dan kesusahannya. Semakin terlihat menderita dan susah\, mereka malah terlihat makin hebat. \nKarena semua ingin terlihat miskin\, maka barang-barang mewah yang sebelumnya menjadi status sosial orang kaya\, menjadi tak berarti. Yang dicari justru barang-barang atau benda-benda yang buruk\, jelek\, rusak\, rombeng. Semakin rombeng barang itu\, justru makin dicari. Baju-baju mewah dan bagus tak ada yang mau beli\, tapi pakaian rombeng dan penuh tambalan justru disukai. Kemiskinan menjadi mode. Kemiskinan menjadi lifestyle. Semakin tampak miskin semakin modis dan bergaya. Mereka tak menyadari  bahwa semua itu hanyalah proyek yang sedang dirancang agar orang-orang menikmati segala macam bentuk kemiskinan.  Ketika banyak yang menderita\, selalu ada yang mengambil keuntungan dari penderitaan itu. \nAgus Noor\, selaku sutradara dan penulis naskah Pemburu Utang mengungkapkan\, "Seni merupakan refleksi kompleksitas manusia dengan beragam dimensi. Kesadaran ini menjadi dasar untuk mengolah gagasan-gagasan kreatif dalam menciptakan pertunjukan Indonesia Kita sepanjang tahun 2019 di mana kita semua berada di antara gegap gempita peristiwa politik\, namun kebudayaan mengingatkan kita untuk memuliakan kemanusiaan." \nLakon yang ditulis dan disutradarai oleh Agus Noor ini\, menampilkan Cak Lontong\, Marwoto\, Akbar\, Mucle\, Inaya Wahid\, Yu Ningsih\, Endah Laras\, Sruti Respati\, Heny Janawati\, Encik Krishna\,   Wisben\, Joned\, Odon Saridon\, dan Kiki Narendra. \n"Proses kerja bersama secara terus menerus adalah semangat dan motivasi kami yang sejak awal ingin menjadikan Indonesia Kita sebagai laboratorium kreatif seni pertunjukan. Sejauh ini kolaborasi kami dengan seniman dan pelaku seni dari berbagai daerah\, baru mencapai 34 pertunjukan. Semoga di masa mendatang\, bisa berkolaborasi lebih banyak lagi pelaku seni lainnya\," ujar Butet Kartaredjasa selaku penggagas Indonesia Kita. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pemburu-utang-program-indonesia-kita-tahun-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pemburu-utang-program-indonesia-kita-tahun-20191-SYYzL1.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191029T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191030T000000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031305Z
LAST-MODIFIED:20201022T075325Z
UID:36335-1572377400-1572393600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Studiklub Teater Bandung Mempersembahkan Lakon "Amangkurat Amangkurat"
DESCRIPTION:Amangkurat Amangkurat adalah sebuah lakon karya penyair\, esais serta budayawan terkemuka Indonesia saat ini\, GOENAWAN MOHAMAD. Lakon ini melantunkan lusuh sejarah dalam warna senja merah saga. \nWalau memakai titik pijak fakta sejarah\, namun GM [begitu beliau biasa disapa] menolak untuk mengatakan lakon ini lakon sejarah\, beliau lebih senang menyebutnya sebagai sebuah delirium. Delirium dalam runutan istilah medis adalah penyakit dimana penderitanya akan mengalami gangguan kehilangan orientasi terhadap kondisi dan situasi yang dihadapinya\, yang bisa saja disebabkan oleh virus\, keracunan\, dan sebagainya.  \nKondisi dan situasi seperti itulah yang dihadapi Mataram\, menjelang wafatnya Amangkurat I di sebuah tempat pengasingan\, di pesisir utara pulau Jawa. Dari luar tembok istana\, gempuran pemberontak dari Sampang\, Trunojoyo\, gencar merangsek ibukota kerajaan\, Pleret. Sementara di dalam keraton sendiri\, hamburan intrik para pangeran yang berebut kuasa dan pengaruh rancak menumbuhkan kekacauan serta kesimpangsiuran di tengah-tengah para kawula.  \nSehingga wajar kemudian muncul satu pertanyaan\, Amangkurat kuat atau rapuh?  Sebuah sodoran pisau bermata ganda\, karena jawabannya bisa jadi sangat ambigu\, tergantung dari sisi mana kita akan merangkai jawabannya. Tapi yang jelas\, beberapa pakar sejarah menuliskannya sebagai diktator pertama dalam daftar raja-raja di pulau Jawa. \nLakon Amangkurat Amangkurat ini akan di panggungkan oleh Studiklub Teater Bandung didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation\, tanggal 29 – 30 Oktober 2019\, di Gedung Kesenian Rumentang Siang\, jalan Baranang Siang No.1 Bandung.  Pementasan ini akan didukung oleh para aktor yang berpengalaman seperti ; Gatot WD\, Indrasitas\, Dedi Warsana\, Kemal Ferdiansyah\, Deden Syarief\, Ria Ellyasa Mifelsa\, Karina Adinda\, dengan sutradara IGN. Arya Sanjaya. \nInfo lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\nDiana : 0852 2011 4428
URL:https://indonesiakaya.com/event/studiklub-teater-bandung-mempersembahkan-lakon-amangkurat-amangkurat/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/studiklub-teater-bandung-mempersembahkan-lakon-amangkurat-amangkurat-zN4VwT.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191029T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191029T193000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031234Z
LAST-MODIFIED:20201022T075253Z
UID:36288-1572377400-1572377400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Forum Apresiasi Sastra Dan Budaya Kudus (FASBuK) Edisi Oktober 2019
DESCRIPTION:Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Tekhnik Elektro Universitas Muria Kudus akan menggelar lawatan rutin sastra dan budaya. Kali ini menampilkan Pertunjukan Musik\, Puisi dan Diskusi “ Menjadi Dongeng “ di Auditorium Universitas Muria Kudus\, Kampus Gondangmanis PO.BOX 53 Kudus\, pada hari Selasa\, 29 Oktober 2019\, pukul 19.30 WIB. \nPada edisi Oktober 2019 ini panggung Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus akan menampilkan pertunjukan dari tiga Universitas di kota Kudus. Mereka mewakili masing-masing Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak dalam bidang literasi maupun seni pertunjukan seperti LPM Paradigma IAIN Kudus\, LPM Pena Kampus Universitas Muria Kudus dan Teater Bledug Stikes Muhammadiyah Kudus. Ketiga komunitas tersebut akan diwakili oleh lima sastrawan muda yang akan tampil\, yaitu Muhammad Achyarie Amrullah\, Achmad Shokhibul Imam\, Umi Yukhanid\, Ifa Rizki Purnama wati\, dan Nuryanti.  \nMereka akan menyuguhkan pertunjukan berdasarkan puisi dari buku “ Menjadi Dongeng “ karya Mukti Sutarman Espe salah satu sastrawan senior Kudus yang karyanya sudah banyak termuat di berbagai media Nasional. Edisi kali ini merupakan ruang untuk mengenal\, mempelajari serta mendalami proses kepenyairan Mukti Sutarman Espe\, agar nantinya sasrtawan muda yang tampil bisa mendapatkan inovasi atas puisi-puisi yang dikreasikan. \nSekilas tentang Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) \nBerdiri sejak 12 Januari 2009\, FASBuK adalah ruang kerja fisik dan pemikiran untuk mencipta inovasi serta varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal yang nantinya mampu menjadi asset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi\, bertukar pikiran\, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya. \nSecara rutin tiap bulannya FASBuK menggelar acara Sastra dan Seni Budaya yang meliputi Apresiasi sastra\, Sarasehan Budaya\, Pertunjukan Musik\, Tari dan Pementasan Drama/Teater\, dan sebagainya. \nUntuk mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi: \nForum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuk)\nKetua Badan Pekerja FASBuK :Arfin AM\nNo. Hp: +62 857 4259 8480\nEmail: fasbuk93@gmail.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-oktober-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-oktober-2019-lRUvng.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191026T112100
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191026T112100
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031232Z
LAST-MODIFIED:20201022T075250Z
UID:36285-1572088860-1572088860@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Musik Walayagangsa\, Jagongan Wagen Edisi Oktober 2019
DESCRIPTION:Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) bersama Bakti Budaya Djarum Foundation meneruskan investasi panjang dalam dukungan fasilitasi ruang presentasi karya seniman muda melalui program Jagongan Wagen. Pada edisi ke delapan Jagongan Wagen di tahun ini\, PSBK menghadirkan Wahyu Thoyyib Pambayun yang merupakan seniman penerima Hibah Seni PSBK. Ia mendapatkan fasilitasi akses studio penciptaan\, kuratorial dan produksi pementasan berlangsung di kompleks art center PSBK  sejak pertengahan Oktober 2019. \n \nWahyu Thoyyib Pambayun lahir di Wonogiri\, Jawa Tengah. Ia adalah seorang dalang\, pemusik dan komponis gamelan Jawa. Sebagai dalang\, ia pernah mendapatkan penghargaan penyaji terbaik dalam Festival Dalang Remaja tingkat Jawa Tengah (2012). Sebagai pemusik ia terlibat dalam musik film “Setan Jawa” yang dikomposeri oleh Rahayu Supanggah dan disutradarai oleh Garin Nugroho. Ia juga pernah terlibat misi kesenian di beberapa negara\, diantaranya; Singapura (2011)\, Perancis (2012)\, Tiongkok (2014)\, Australia\, Belanda\, Inggris\, Skotlandia (2017) dan Jerman (2018). Sebagai komposer\, karya-karyanya telah ditampilkan dalam beberapa acara diantaranya; Bukan Musik Biasa\, Festival Musik Tembi\, Yogyakarta Gamelan Festival\, International Gamelan Festival Solo dan Pertemuan Musik Surabaya.\n \nWalayagangsa dalam bahasa Sanskerta\, Walaya berarti pengembaraan atau penjelajahan\, sedang Gangsa berarti gamelan. Sebuah karya pertunjukan yang berisi lima komposisi dari eksperimentasi alat musik gamelan. Karya ini berangkat dari upayanya untuk mencari kemungkinan-kemungkinan baru dari sesuatu yang selama ini telah menetapkan pakemnya. Rasa aman dan nyaman menurut Thoyyib akan menjadi senjata ampuh untuk membenamkan daya kritis seseorang dalam melihat hal-hal yang sedang berlangsung di hidupnya. Bak katak dalam tempurung\, wawasan dan pengetahuan pada saat itu memupuk rasa cepat puas sekaligus penolakan pada realita di luar diri yang terus bergerak. Fenomena ini yang direfleksikannya melalui pertunjukan musik ini. \nMelalui perjalanan artistiknya\, bagi Thoyyib bermain gamelan dengan pakem tradisi adalah zona nyaman. Pakem-pakem untuk melanggengkan mitos masa lalu yang dicitrakan sebagai yang klasik\, adiluhung\, unggul tiada banding\, serta diangankan sebagai budaya yang halus dan tinggi. Walayagangsa dalam konteks ini hadir sebagai upaya keberanian Komponis melakukan penjelajahan kemungkinan baru dalam penciptaan komposisi gamelan. Komposisi-komposisi yang mewakili usaha manusia melawan rasa aman dan nyaman. Upaya yang menjadi seruan bersama untuk mencari relevansi makna kekayaan budaya yang diwariskan. Sebab\, berpasrah pada hal-hal yang dianggap selesai dan mapan\, merupakan faktor minimnya usaha transformasi dan inovasi di akhir zaman.\n \nEksperimen Thoyyib dalam karya ini cukup menarik\, Ia mencampurkan laras Slendro dan Pelog\, mengacak susunan Bonang\, memainkan tiga Rebab sekaligus diiringi Kecapi dan Gender\, atau bahkan memainkan dua vokal secaara bersahut-sahutan. Hal-hal tersebut tentu saja tidak akan ditemui dalam permainan Gamelan tradisi yang sesuai pakem. Namun\, Thoyyib mengerjakan karya ini dengan penuh tanggung jawab. Ia tetap mampu menghadirkan komposisi yang indah atau bahkan menantang daya apresiasi kita nantinya.\n \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) \n \nMelanjutkan spirit maestro seni Indonesia Bagong Kussudiardja\, PSBK mewujudkan diri sebagai art center dengan misi mendukung pengembangan kreatif seniman dan masyarakat umum untuk terus terhubung pada nilai-nilai seni dan budaya\, keberlanjutannya\, dan penciptaan nilai-nilai budaya melalui seni. PSBK hadir sebagai laboratorium kreatif\, tempat berkumpul\, ruang presentasi karya seniman dari berbagai disiplin. PSBK menghadirkan karya seniman-seniman muda\, memfasilitasi riset-riset artistik dan pengembangan profesional\, dan merancang program-program untuk meningkatkan community engagement dan pengembangan jaringan melalui kesenian.\n \n \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja\nDs. Kembaran Rt.04-05\, Tamantirto\, Kasihan\, Bantul\, DIY\nTel./Fax.: +62(0)274/ 414-404\nWhatsapp : +62 82141416252\nEmail: media@psbk.or.id   Web: www.psbk.or.id\nFacebook: psbkjogja \nTwitter & Instagram: @psbk_jogja\nYoutube: media psbk 
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-musik-walayagangsa-jagongan-wagen-edisi-oktober-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-musik-walayagangsa-jagongan-wagen-edisi-oktober-2019-IaOa9p.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191025T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191025T000000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031157Z
LAST-MODIFIED:20231218T103105Z
UID:36231-1571961600-1571961600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Festival Film Batik Jawa Timur 2019
DESCRIPTION:Batik sebagai jati diri bangsa Indonesia saat ini tengah berhadapan dengan dinamika perubahan zaman dan kemajuan teknologi. Perlu adanya langkah baru agar keberadaan batik tulis dan batik cap tetap terlindungi. \nBatik Indonesia sangat dikagumi oleh banyak kalangan\, baik dalam maupun luar negeri. Proses untuk menghasilkan selembar kain batik sangatlah rumit tetapi motif batik yang dihasilkan dari perpaduan proses pembatikan hingga pewarnaan menjadi sangat indah dan bernilai seni tinggi. Tiap daerah memiliki kekhasannya motif batik tersendiri yang mencerminkan seni\, budaya dari pembuatnya. \nPengaruh globalisasi dan kecepatan perubahan teknologi membawa dampak baik dan dampak buruk bagi perkembangan batik di tanah air. Dampak baiknya karena dengan teknologi makin mudah mempromosikan batik ke belahan dunia manapun. Dan sisi buruknya makin banyak kain bermotif batik yang dijual di masyarakat dengan harga yang sangat murah dan yang menyedihkan masyarakat tetap menganggapnya sebagai kain batik. \nMenyadari dinamika tersebut diatas maka APBJ (Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur) sebagai pelaku di industri batik Jawa Timur bersama UKM GO PROMO dan didukung oleh www.indonesiakaya.com perlu merubah paradigma masyarakat tentang karya batik dengan menyelenggarakan Festival Film Batik Jawa Timur 2019 ber genre dokumenter dengan tema : “Aku dan Batik ku”. \nMengapa harus melalui film ? \nFilm merupakan media penyampai pesan yang sangat efektif yang melibatkan indera penglihatan\, pendengaran dan pemikiran pemirsa akan pesan apa yang ingin disampaikan dalam sebuah film. Di samping itu\, film juga merupakan media edukasi yang efektif di tengah masyarakat yang antara lain bertujuan menumbuhkan kesadaran dan pemahaman baru\, maupun perubahan prilaku dan pola pikir di tengah masyarakat. Hal inilah yang mendorong kami untuk mengkampanyekan pelestarian batik dalam bentuk festival film. \nFestival Film Batik Jawa Timur 2019 ini diperuntukkan bagi Pelajar dan Mahasiswa di Jawa Timur. Tema pelestarian batik menjadi hal yang sangat penting untuk mendukung keberlangsungan karya Batik Tulis dan Batik Cap di Jawa Timur. Melalui festival film ini secara tidak langsung akan mengajarkan kepada para sineas milenial Jawa Timur untuk memahami proses pembuatan batik. \nPelaksanaan Festival Film Batik Jawa Timur 2019\, dibagi menjadi beberapa tahapan : \nPengiriman Karya : \nTanggal : 1 September 2019 – 15 Oktober 2019. \nPenjurian Karya : \nProses Kurasi : 16 Oktober 2019 – 20 Oktober 2019\nProses Penjurian : 21 Oktober 2019 – 23 Oktober 2019 \nMalam Anugerah : \nJumat\, 25 Oktober 2019 di Grand Dafam Hotel\, Jl. Kayoon No.4-10\, Surabaya 60271 \nFestival Film Batik Jawa Timur 2019 diharapkan mampu menarik minat generasi milenial Jawa Timur untuk lebih mengenal\, mencintai dan melestarikan karya batik yang secara estafet menjadi tugas generasi milenial sebagai generasi masa depan bangsa. \nInfo lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia : 0812 1664 3055 atau silahkan mengunjungi www.ffbjt2019.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/festival-film-batik-jawa-timur-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/festival-film-batik-jawa-timur-2019-xvsL28.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191021T164100
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191107T000000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031127Z
LAST-MODIFIED:20201022T075141Z
UID:36185-1571676060-1573084800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pameran "Five Passages To The Future" oleh Arcolabs dan HONF
DESCRIPTION:Pameran Five Passages to the Future akan mengajak penonton untuk menikmati karya-karya seni media baru dari 5 seniman internasional\, yang mengeksplorasi tema-tema seputar ekopolitik\, keberlangsungan\, kecerdasan buatan (AI)\, naratif digital\, dan teknologi pakai. Diselenggarakan oleh Arcolabs dan HONF dengan menggandeng lima kurator perempuan dan Galeri Nasional Indonesia\, pameran ini tidak hanya mengekspos aspek teknologi terbaru dalam seni media baru dan perannya dalam masyarakat kita tetapi juga bertujuan untuk mempromosikan peran dan praktik kuratorial dari kurator perempuan di skema seni media baru di Indonesia. Pameran ini juga akan menampilkan eksplorasi yang luas dari lima praktik perintis dalam seni media baru yang berpartisipasi di program inkubasi XPLORE: New Media Art Incubation\, sebuah inisiatif pendidikan yang digagas oleh Arcolabs dan HONF dan telah terlaksana pada 2018 dan 2019. \nKarya-karya dari seniman muda Indonesia juga seniman internasional ini akan dipamerkan dalam dua rangkaian acara yang berbeda. Pertama\, akan ada pameran dengan skala lebih kecil oleh seniman muda Indonesia di Galeri Indonesia Kaya\, Jakarta\, pada tanggal 5 – 16 Oktober 2019 dan kedua yaitu pameran utamanya yang akan diselenggarakan pada tanggal 21 Oktober – 7 November 2019 mendatang di Galeri Nasional Indonesia\, Jakarta. \nPameran ini akan menyuguhkan bagaimana upaya kreatif dari seni media baru mampu berkontribusi dalam kehidupan kita lewat karya-karya seni media dan seniman juga diajak untuk meningkatkan kesadaran bersama tentang tantangan dan permasalahan ekologis\, teknologi dan sains yang kita hadapi bersama serta mendukung upaya kolaboratif untuk mencari solusi di masa depan. Sesi seminar dan tur pameran bersama kurator akan melengkapi pameran ini.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pameran-five-passages-to-the-future-oleh-arcolabs-dan-honf-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pameran-five-passages-to-the-future-oleh-arcolabs-dan-honf-u39Jms.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191021T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191021T000000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031126Z
LAST-MODIFIED:20201022T075140Z
UID:36183-1571616000-1571616000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pameran "Five Passages To The Future" oleh Arcolabs dan HONF
DESCRIPTION:Pameran Five Passages to the Future mengajak penonton untuk menikmati karya-karya seni media baru dari 5 seniman internasional\, yang mengeksplorasi tema-tema seputar ekopolitik\, keberlangsungan\, kecerdasan buatan (AI)\, naratif digital\, dan teknologi pakai. Diselenggarakan oleh Arcolabs dan HONF dengan menggandeng lima kurator perempuan dan Galeri Nasional Indonesia\, pameran ini tidak hanya mengekspos aspek teknologi terbaru dalam seni media baru dan perannya dalam masyarakat kita tetapi juga bertujuan untuk mempromosikan peran dan praktik kuratorial dari kurator perempuan di skema seni media baru di Indonesia. Pameran ini juga menampilkan eksplorasi yang luas dari lima praktik perintis dalam seni media baru yang berpartisipasi di program inkubasi XPLORE: New Media Art Incubation\, sebuah inisiatif pendidikan yang digagas oleh Arcolabs dan HONF dan telah terlaksana pada 2018 dan 2019. \nKarya-karya dari seniman muda Indonesia juga seniman internasional ini diselenggarakan pada tanggal 21 Oktober – 7 November 2019 di Galeri Nasional Indonesia\, Jakarta\, dengan sebelumnya ada pameran dengan skala lebih kecil yang diadakan di Galeri Indonesia Kaya\, Jakarta pada tanggal 5 – 16 Oktober 2019. \nPameran ini menyuguhkan bagaimana upaya kreatif dari seni media baru mampu berkontribusi dalam kehidupan kita lewat karya-karya seni media dan seniman juga diajak untuk meningkatkan kesadaran bersama tentang tantangan dan permasalahan ekologis\, teknologi dan sains yang kita hadapi bersama serta mendukung upaya kolaboratif untuk mencari solusi di masa depan. Sesi seminar dan tur pameran bersama kurator juga melengkapi pameran ini. \nTENTANG SENIMAN\nSeniman Internasional \n\nCho Eun Woo (l. 1981) seniman asal Korea\nDigital Nativ (didirikan 2015) seniman asal Indonesia\nEva Bubla (l. 1985) adalah seniman asal Hungaria\nShezad Dawood (l. 1974) seniman dan peneliti berbasis di London\, Inggris.\nSynflux (didirikan 2018) adalah kolektif peneliti berbasis di Tokyo\, Jepang.\n\nSeniman Muda Indonesia (XPLORE: New Media Art Incubation) \n\nAgung Eko Sutrisno (l. 1994) seniman asal Bandung\, Jawa Barat.\nAriel Muhammad Zeian (l. 1997)\, juga dikenal sebagai Ian\, adalah seniman media baru yang berbasis di Malang dan Pasuruan\, Jawa Timur.\nDelpi Suhariyanto (l. 1996) adalah seniman asal Bandung\, Jawa Barat.\nM. Haviz Maha (l. 1993) seniman asal Jakarta.\nMira Rizki (l. 1994) adalah seniman media baru asal Bandung\, Jawa Barat.\n\nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pameran-five-passages-to-the-future-oleh-arcolabs-dan-honf/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pameran-five-passages-to-the-future-oleh-arcolabs-dan-honf1-dQbhfH.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191020T044300
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191020T044300
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031256Z
LAST-MODIFIED:20201022T075316Z
UID:36321-1571546580-1571546580@indonesiakaya.com
SUMMARY:The Resonanz Children's Choir Mempersembahkan Konser Bertajuk "Ad More"
DESCRIPTION:"Ad Amore" yang berarti "Untuk Cinta"\, sebuah konser persembahan The Resonanz Children's Choir\, menampilkan anak-anak bertalenta luar biasa dari kelompok Serunai\, Seruling\, Tifa hingga Alumni. Kegiatan yang didukung oleh Galeri Indonesia Kaya ini akan berlangsung pada Minggu\, 20 Oktober 2019\, pukul 16.00 WIB\, di Ciputra Artpreneur\, Ciputra World I – Jl. Dr. Satrio Kav. 3 – 5 Jakarta Selatan. \nKonser musik dengan tema utama Cinta Seorang Anak\, yang meliputi cinta kepada keluarga\, cinta kepada teman\, cinta kepada kehidupan di dunia hingga cinta kepada Sang Pencipta ini akan dikemas dalam program yang sangat menarik melalui berbagai komposisi yang khusus diaransemen untuk paduan suara dan orkestra. Penampilan mereka akan diiringi oleh Jakarta Concert Orchestra dengan konduktor Avip Priatna\, membawakan karya-karya komponis dalam dan luar negeri. \nDengan menikmati suguhan istimewa dari persembahan anak-anak bertalenta luar biasa ini\, diharapkan masyarakat akan terbuai oleh musik yang disajikan dan dapat turut merasakan kekuatan cinta yang disampaikan melalui keindahan suara mereka. \nThe Resonanz Children's Choir (TRCC)\, paduan suara pertama di Indonesia yang telah berhasil menjadi pemenang 30th European Grand Prix for Choral Singing yang diadakan di Maribor\, Slovenia 2018\, merupakan kompetisi paduan suara tersulit di dunia. Sejak pertama kali (2012) TRCC mengikuti kompetisi Internasional hingga sekarang telah berhasil meraih juara pertama pada kategori Children's Choir dari setiap kompetisi dan berhasil meraih 6 gelar Grand Prix (sebagai pemenang utama) dari 8 kompetisi paduan suara internasional yang diikuti\, antara lain di Bali\, Indonesia tahun 2012; Hongkong pada tahun 2013; Hungary pada tahun 2014; San Fransico\, USA pada tahun 2015; Venezia\, Italia pada tahun 2016; Roma\, Italia & Tolosa\, Spanyol pada tahun 2017; Maribor\, Slovenia pada tahun 2018. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini :  \nWeb: theresonanz.com/ticketing\nT: 021-720 1918\nM: 08 1212 8686 65 | 0858 1414 2277\nEmail: ticketing@theresonanz.com  \nIbu Dibjo : (021) 319 311 78\nwww.blibli.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/the-resonanz-childrens-choir-mempersembahkan-konser-bertajuk-ad-more/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/the-resonanz-childrens-choir-mempersembahkan-konser-bertajuk-ad-more-U757sW.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191020T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191020T000000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031205Z
LAST-MODIFIED:20201022T075222Z
UID:36243-1571529600-1571529600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Konser "Ad Amore" Bukti Cinta Seorang Anak\, Persembahan The Resonanz Children's Choir
DESCRIPTION:Sebagai salah satu paduan suara anak terbaik di Indonesia yang telah meraih berbagai penghargaan tingkat International di Asia\, Amerika dan Eropa\, The Resonanz Children’s Choir (TRCC) yang didukung oleh Galeri Indonesia Kaya kembali menghadirkan pertunjukan berkualitas dalam pementasan yang bertajuk Ad Amore. Pertunjukan paduan suara asuhan konduktor Avip Priatna ini diselenggarakan pada 20 Oktober 2019 di Ciputra Artpreneur\, Jakarta. \nAd Amore ini mengangkat tema utama yang berarti Cinta Seorang Anak\, mulai dari cinta kepada keluarga\, cinta kepada teman dan sesama\, cinta kepada kehidupan di dunia hingga cinta kepada Sang Pencipta. Selama 90 menit\, para penonton akan menyaksikan anggota The Resonanz Children’s Choir mulai dari kelompok Serunai ( 5 – 8 tahun )\, Seruling dan Tifa ( 8 – 15 tahun ) dan kelompok Alumninya tampil unjuk kemampuan dalam konser ini. Pertunjukan musik ini dikemas dalam program yang sangat menarik melalui berbagai komposisi yang khusus diaransemen untuk vokal dan orchestra yang akan diiringi oleh Jakarta Concert Orchestra dengan konduktor berpengalaman Avip Priatna. \n“Konser Ad Amore ini akan menampilkan karya-karya komponis dalam dan luar negeri yang sudah diaransemen dan dengan dilengkapi dengan koreografi yang memukau. Suara merdu anggota The Resonanz Children’s Choir yang diiringi Jakarta Concert Orchestra ini membawa kesegaran baru dan kepuasan bagi panca indra penonton. Semoga penonton dapat merasakan kekuatan cinta yang disuguhkan generasi muda bertalenta ini melalui alunan indah suara mereka\,” ujar Renitasari Adrian\,  Program Director Galeri Indonesia Kaya. \n \nPenampilan TRCC dibagi menjadi beberapa tema dengan lagu yang diaransemen untuk tema tersebut. Untuk menggambarkan kecintaan akan dunia fantasi anak\, TRCC menampilkan Lagu Bintang\, Balon udara\, Naik delman\, Lagu gembira\, Toy Story\, Sound the trumpet. Ada juga yang menggambarkan Cinta persahabatan dengan sesama dimana TRCC menampilkan lagu Lihatlah lebih dekat\, Black or White. Tema cinta kepada dunia juga akan ditampilkan dengan lagu Pirate’s Life\, Soleram sampai Halo Dangdut. Sedangkan untuk menggambarkan cinta kepada Tuhan sang Maha Pencipta\, ditampilkan dalam lagu Laudi Alla Vergine\, Musica Dei\, dan banyak lagi lainnya. \n“TRCC merupakan salah satu wadah ideal untuk anak-anak dalam memenuhi kebutuhan mereka dalam belajar dan berekspresi melalui musik. Mulai dari belajar teknik vokal yang baik dan benar\, hingga hal-hal lain yang sifatnya non teknis seperti disiplin\, toleransi terhadap orang lain\, kerjasama tim\, percaya diri\, kemandirian dan tanggung jawab. Konser ini juga merupakan bentuk pembuktian sejauh mana hasil yang telah mereka capai selama digembleng di TRCC\, dimana mereka harus tampil berbekal segala sesuatu yang telah mereka dapatkan selama ini untuk dapat dinikmati dan dinilai oleh masyarakat luas\,” ujar Avip Priatna\, Direktur Musik The Resonanz Music Studio. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/konser-ad-amore-bukti-cinta-seorang-anak-persembahan-the-resonanz-childrens-choir/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/konser-ad-amore-bukti-cinta-seorang-anak-persembahan-the-resonanz-childrens-choir-eNlu5n.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191019T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191019T200000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031252Z
LAST-MODIFIED:20201022T075312Z
UID:36315-1571515200-1571515200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Suluk Maleman Edisi Oktober 2019
DESCRIPTION:Suluk Maleman adalah acara rutin bulanan yang dirancang sebagai ajang untuk silaturrahim\, tukar pikiran\, mengaji masalah-masalah yang dihadapi bangsa\, baik di tingkat lokal maupun nasional. Acara ini sejak awal digagas sebagai oase untuk merekatkan kembali ikatan kemanusiaan\, kemasyarakatan dan kebangsaan. \nTema Suluk Maleman kali ini Gusti Allah Mboten Sare\, yang sekaligus merupakan peluncuran single Orkes Puisi Sampak GusUran yang berjudul sama. Tema ini merupakan bagian keenam belas dari episode Taubat Nusantara\, Menjaga Nalar Bangsa. \nKegiatan dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2019\, pukul 20.00 WIB\, bertempat di Rumah Adab Indonesia Mulia\, Jalan P. Diponegoro No 94\, Pati. \nInfo lebih lanjut :\nWebsite: https://www.sulukmaleman.id/\nFacebook: fb.com/sulukmaleman\nTwitter: @suluk_maleman\nInstagram: @sulukmaleman
URL:https://indonesiakaya.com/event/suluk-maleman-edisi-oktober-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/suluk-maleman-edisi-oktober-2019-wWyUyp.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191019T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191019T193000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031254Z
LAST-MODIFIED:20230925T064601Z
UID:36318-1571513400-1571513400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Jagongan Mirunggan #7
DESCRIPTION:Jagongan Mirunggan ke-7 mencoba mengangkat aset budaya Kabupaten Kebumen yang nyaris terlupakan yaitu Wayang Golek Menak Kebumen. Kesenian ini memang kalah popular dibandingkan dengan wayang kulit serta tidak banyak dhalang yang menguasai bagaimana memainkan wayang yang terbuat dari kayu ini. Pada awalnya wayang golek menak Kebumen merupakan media dakwah Islam dan banyak bercerita tentang sejarah syi’ar islam di Tanah Jawa. Tetapi karena sifatnya yang adaptif\, dalam perkembangannya\, wayang ini banyak digunakan untuk menceritakan sejarah lokal / cerita legenda\, meskipun tidak pernah terlepas dari nuansa Islam. \nPada Jagongan Mirunggan ke-7\, sesuai dengan tema yang diangkat yaitu\, Nuladha Laku Utama yang berarti meneladani perilaku yang baik. Sesuai dengan tema ini\, dhalang akan meyajikan sebuah kisah perjalanan seorang pahlawan lokal yang berasal dari golongan rakyat jelata yaitu Gama Wijaya. Meskipun disebut sebagai berandal/perampok oleh pemerintah kolonial\, tetapi sebenarnya dia bukan penjahat karena merampok upeti yang akan disetorkan ke Belanda untuk dibagikan kepada  rakyat yang sengsara. \nPertunjukan akan dimulai dengan mengisahkan sikap Pangeran Diponegoro terhadap Kerajaan Mataram yang bersekutu terhadap Belanda sebagai satu bagian yang terpisah tetapi terjadi pada masa yang sama. Kemudian dilanjutkan dengan kekacauan yang terjadi di Kadipaten Ambal akibat ulah Gama Wijaya. Meski cerita ini berakhir tragis dengan tewasnya Gama Wijaya\, tetapi diharapkan penonton dapat memetik hikmad dari cerita yang disajikan. Secara keseluruhan\, pementasan dikemas secara apik dengan tetap memegang teguh nuansa pewayangan klasik. \nSebagai pelengkap pertunjukan\, akan dipentaskan kesenian samroh (Grup Samroh Shoutul Jannah) yang juga merupakan media dakwah yang tetap eksis hingga saat ini. Grup ini berasal dari Bantul\, Daerah Istimewa Yogyakarta. \nKegiatan yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini berlangsung pada Sabtu\, 19 Oktober 2019\, pukul 19.30 WIB\, bertempat di Sanggar Wirobudhoyo Desa Wiromartan\, Dk. Gunawan RT 02/ Rw 02 Desa Wiromartan Kec Mirit Kab Kebumen \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia : 0899 5003 096
URL:https://indonesiakaya.com/event/jagongan-mirunggan-7/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/jagongan-mirunggan-7-NOaqfn.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191019T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191019T000000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031211Z
LAST-MODIFIED:20201022T075323Z
UID:36253-1571443200-1571443200@indonesiakaya.com
SUMMARY:"17 Berbagi Lewat Seni : Ragam Budaya Beda Media"
DESCRIPTION:Swargaloka didukung Bakti Budaya Djarum Foundation mempersembahkan acara “17 Berbagi Lewat Seni” menampilkan ragam budaya\, seperti musik\, tari tradisional\, film maker dan peragaan busana hasil produksi Swargaloka dan dari berbagai komunitas seni. \nDalam acara ini para penampil tidak hanya mempergelarkan karya\, namun juga akan menceritakan proses kreatif dan latar belakang karyanya\, sehingga penonton mendapatkan pengetahuan dan pengalaman seni baru. \nAcara “17 Berbagi Lewat Seni” akan diselenggarakan pada hari Sabtu \, 19 Oktober 2019 di Taman Seni Swargaloka dengan tema : “ Ragam Budaya Beda Media “ \nBanyaknya sanggar dan komunitas seni di Jakarta dan di beberapa daerah membuat kesenian di Indonesia sangat berkembang dan beragam. Namun perkembangan tersebut hanya bisa diketahui dan dirasakan oleh kalangan tertentu saja\, bahkan hanya oleh masyarakat disekitar komunitas itu sendiri. Melalui acara “17 Berbagi Lewat Seni” penyelenggara mencoba membantu mensosialisakian komunitas seni atau sanggar yang tumbuh dan berkembang di Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas. Karena bagi penyelenggara menjadi sangat penting ketika sesama seniman dapat lebih mengenal satu sama lain sehingga menciptakan kerjasama dikemudian hari. Selain itu\, penyelenggara juga akan menghadirkan tokoh-tokoh seni\, untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.  \nInformasi mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia : \n0812 2658 7694 ( Agung )\nwww.swargaloka.id\n IG @Swargalokaart
URL:https://indonesiakaya.com/event/17-berbagi-lewat-seni-ragam-budaya-beda-media/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/17-berbagi-lewat-seni-ragam-budaya-beda-media-1dtyYj.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191016T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191016T190000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031307Z
LAST-MODIFIED:20201022T075328Z
UID:36338-1571252400-1571252400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Kusala Sastra Khatulistiwa Tahun 2019
DESCRIPTION:Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) merupakan penghargaan terhadap karya sastra terbaik Indonesia. KSK diselenggarakan untuk mendukung kemajuan dunia sastra Indonesia\, meningkatkan citra sastra Indonesia\, dan menjadi bagian dari upaya peningkatan budaya baca di Indonesia. Secara khusus\, KSK juga bertujuan menggugah para penulis\, sastrawan\, dan penerbit untuk terus menghasilkan karya-karya baru yang bermutu. \nBerawal dari gagasan Richard Oh dan Takashi Ichiki (yang waktu itu adalah Presiden Director Plaza Senayan)\, sebagai penyuka sastra\, mereka berkeinginan untuk berkontribusi terhadap kemajuan sastra Indonesia\, sehingga dibuatlah penghargaan ini. \nSejak tahun 2000\, berkat dukungan dari para sponsor\, KSK dapat secara rutin memberikan penghargaan sastra bagi penulis Indonesia. Para sponsor yang selama ini telah setia dan terus mendukung KSK adalah Plaza Senayan\, Secure Parking\, Bakti Budaya Djarum Foundation\, MontBlanc\, dan Gramedia Pustaka Utama. \nPada tahun 2017 dan 2018\, dengan adanya dukungan dari Ford Foundation\, KSK menambah 1 kategori penghargaan yaitu kategori untuk penulis dengan karya perdana/kedua terbaik. Tahun ini KSK tidak dapat memberikan penghargaan untuk  kategori penulis perdana/kedua karena ketiadaan sponsor. \nTahun ini KSK memberikan penghargaan untuk kategori Prosa dan Puisi. Pemenang dari setiap kategori akan memperoleh penghargaan dalam bentuk uang dan pena dari MontBlanc. Penghargaan KSK tahun ini merupakan penghargaan ke 19 dan malam puncak penganugerahannya akan diselenggarakan pada tanggal 16 Oktober 2019\, pukul 18:30 di Atrium Plaza Senayan\, Jakarta. \nInformasi lebih lanjut\, silahkan menghubungi panitia : \nParamastuty : 0858 8054 0162
URL:https://indonesiakaya.com/event/kusala-sastra-khatulistiwa-tahun-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/kusala-sastra-khatulistiwa-tahun-2019-yUfTcK.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191011T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191011T000000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031158Z
LAST-MODIFIED:20201022T075215Z
UID:36233-1570752000-1570752000@indonesiakaya.com
SUMMARY:"Kumolo Bumi" Romansa Cinta Dalam Kisah Peperangan
DESCRIPTION:Menandai 43 tahun perjalanannya\, di tahun 2019 ini Padnecwara yang djuga didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation mempersembahkan sebuah pertunjukan tari "Kumolo Bumi"\, karya Rury Nostalgia\, di Gedung Kesenian Jakarta pada 11 – 12 Oktober 2019. Karya ini diangkat dari salah satu bagian dari Kitab Menak yang bertajuk "Menak Cina" yang mengisahkan pertarungan dahsyat antara Adaninggar\, putri dari Cina dan Kelaswara\, putri dari Kelan. Bahkan jika ditelisik lebih jauh\, kisah ini merupakan sebuah roman klasik yang konon sumbernya berasal dari tempat dan waktu yang sudah sangat jauh\, yakni Persia (dari kitab Qissai Emr Hamza\, dibuat pada zaman pemerintahan Sultan Harun Al-Rasyid (766 – 809). \nRury mengungkapkan\, "Kisah peperangan penuh romansa cinta yang terjadi antara Adaninggar dan Kelaswara\, sudah menarik perhatian saya sejak lama. Kisah klasik dari sebuah naskah Jawa\, "Serat Menak Cina" yang ditulis oleh Yoyodipuro I ini seolah mengajak saya untuk berdialog panjang tentang apa itu cinta\, dengan sederet pertanyaan yang juga sudah klasik\, haruskah cinta itu berarti memiliki?" Lebih lanjut Rury pun menyatakan\, "Cinta merupakan salah satu wujud keberkahan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada kita. Dalam hidup ini\, bagi saya\, semuanya memang lahir dari cinta. Kita bisa saja\, memiliki kekuasaan besar harta berlimpah\, anak yang banyak\, tetapi\, jika itu tidak dilandasi cinta\, semuanya sia-sia. Cinta  adalah karunia yang tak ternilai." Dalam perjalannya berkarya dalam dunia seni tari\, Rury pernah menggubah kisah tersebut sebagai sebuah pementasan tari berjudul "Kelaswara Tanding". Namun\, kisah Adaninggar-Kelaswara memang tak akan pernah bisa tuntas diinterpretasi\, maka muncullah "Kumolo Bumi" (Permata Bumi). \nSelain Kumolo Bumi\, dalam pertunjukan kali ini juga menampilkan  tari Retno Pamudya karya: R.T. Kesoemokesowo. Dalam tarian ini dikisahkan Tari Retno Pamudya adalah menceritakan kepahlawanan Srikandi. dalam menghadapi Bisma. Sosok seorang putri yang terampil memainkan senjata berupa panah dengan lincah\, cukat dan trengginas. Namun tidak lepas dari kodratnya sebagai wanita\, yang masih memperhatikan kelembutan\, kehalusan dan kesabaran. \nTahun 2019 merupakan tahun ke-43 bagi Padneçwara\, kelompok kesenian yang bersetia pada seni tradisional\, khususnya Tari Jawa\, yang dipimpin oleh Retno Maruti. Sejak hadirnya Padneçwara di tahun 1976 yang diawali dengan pertunjukan "Damarwulan"\, hingga kini Padneçwara senantiasa menampilkan karya baru maupun karya yang dipentaskan ulang untuk dipersembahkan kepada Indonesia\, khususnya para penikmat seni tradisional. \nBentuk langendrian (kesenian Jawa yang berbentuk drama tari) yang menjadi salah satu ke-khas-an pertunjukan tari oleh Padneçwara\, selalu menjadi daya tarik tersendiri\, di samping kekuatan karya Retno Maruti dalam mengemas kisah-kisah yang berakar dari dunia pewayangan maupun legenda\, serta gemulai para penari pilihan. Sejumlah karya master piece Retno Maruti yang telah dipergelarkan antara lain: Abimanyu Gugur (karya  tahun 1976)\, Roro Mendut (1977)\, Sekar Pembayun (1979)\, Dewabrata (1997)\, Bedoyo Legong Calonarang (2006) yang merupakan kolaborasi Retno Maruti dengan Bulan Trisna Djelantik\, Kidung Dandaka (2016)\, dan Dewabrata (2018). \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/kumolo-bumi-romansa-cinta-dalam-kisah-peperangan/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/kumolo-bumi-romansa-cinta-dalam-kisah-peperangan-N8sk8I.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191006T160000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191006T160000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031309Z
LAST-MODIFIED:20201022T075330Z
UID:36341-1570377600-1570377600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Konser Klasik "Love God and My Home"
DESCRIPTION:Unsur yang selalu ada dalam kehidupan sehari-hari akan sangat melekat di benak kita. Cinta\, Tuhan dan Rumah atau Tanah Air adalah tiga unsur yang ada dalam pikiran Antonin Dvorak ketika menciptakan simfoni no 7 dalam D minor\, op. 70B.141\, salah satu nomor yang akan dibawakan dalam konser “Love\, God and My Home” ini. Keterikatan manusia dengan ketiga unsur tersebut diangkat menjadi tema konser klasik kali ini yang akan dipersembahkan oleh Jakarta Concert Orchestra ( JCO )\, dengan konduktor Avip Priatna. \nPersembahan karya dua orang komponis ternama dari jaman Romantik yaitu Henryk Wieniawski (Polandia) dan Antonin Dvo?ák (Cekoslovakia) ini akan diselenggarakan pada hari Minggu\, 6 Oktober 2019 di Usmar Ismail Hall\, HR. Rasuna Said\, Jakarta jam : 16.00 WIB. \nKarya-karya terbaik dalam karier kedua komponis ini akan dibawakan oleh JCO. Diawali dengan penampilan sebuah Overture “My Home Overture” opus 62/B 125a karya Dvo?ák; dilanjutkan dengan penampilan solo biola oleh Giovani Biga dalam   “Violin Concerto no: 2” dalam D minor\, op.22 karya Wieniawski\, dan akan diakhiri dengan karya Dvo?ák  “Symphony no: 7” dalam D minor\, op. 70 B.141. \nDidirikan oleh Toeti Heraty Roosseno dan Avip Priatna pada tahun 2002\,  Jakarta Concert Orchestra (JCO) adalah salah satu orkestra yang konsisten melakukan konser rutin sejak awalnya. JCO merupakan satu-satunya orkestra di Indonesia yang berhasil membawakan repertoar lintas zaman dan lintas gaya dengan hasil yang gemilang.  \nSelain membawakan karya musik orkestra standar seperti overture\, simfoni\, konserto\, simfoni puitis\, dan simfoni vokal\, JCO juga satu-satunya orkes di Indonesia yang beberapa kali mementaskan opera secara lengkap. Di bawah arahan direktur musik dan pengaba Avip Priatna\, JCO menjadi orkestra ‘senior’ yang mumpuni dan disegani pecinta musik klasik di Indonesia. \nAntonín Leopold Dvo?ák lahir di Cekolovakia tahun 1841 dan wafat tahun 1904. Ia sering memasukkan ritme dan aspek2 dari musik rakyat Moravia dan Bohemia ke dalam karyanya. Overture “My Home” adalah karya Dvo?ák yang diciptakanannya untuk sebuah pagelaran teater patriotik dalam rangka memperingati seorang penulis dan  aktor drama Cekoslovakia ternama Josef Kajetán Tyl tahun 1882.\n  \nKomposisi ini diangkat dari sebuah sajak karya Josef Tyl yang digubah menjadi lagu oleh František Škroup tahun 1834  berjudul ”Kdo domov m?j” atau  Where is My Home. Lagu ini telah menjadi lagu kebangsaan informal nasional Czech. Dvo?ák memasukkan melodi lagu ini kedalam overturenya\, dan menampilkannya kembali pada bagian coda di akhir lagu. “Kdo domov m?j” menjadi lagu kebangsaan Czechoslovakia sejak tahun 1918\, dan saat ini tetap menjadi lagu kebangsaan Republik Czech. \nHenryk Wieniawski lahir di Lublin\, Congress Polandia tahun 1835 dan wafat tahun 1880. Bakatnya dalam bermain biola sudah terlihat sejak kecil. Pada usia 9 tahun ia diterima di Paris Conservatoire. Setelah lulus\, ia melakukan tour dan membuat banyak resital\, dimana ia sering diiringi oleh kakaknya Józef  pada piano.   \nViolin Concerto no : 2 dalam D minor Op. 22 ini telah mulai diciptakannya di tahun 1856\, tetapi penampilan perdananya baru dilakukan tanggal 27 November 1862 ketika ia memainkannya di St.Petersburg dengan konduktor Anton Rubinstein. Karya Wieniawski ini merupakan salah satu konserto biola yang paling populer di jaman Romantik dan dianggap sebagai karyanya yang terbaik; sangat berkesan karena melodi2 dan harmoninya yang mengalir dan menarik. \nSymphony No 7 dalam D minor Op.70\, B.141 diselesaikan oleh Dvorak tanggal 17 Maret 1885 dan ditampilkan pertama kali tanggal 22 Aprill 1885 di St. James Hall \, London. Komposisi yang terdiri dari empat bagian ini  bersama dengan Simfoni No. 8 dan No. 9 \, dianggap sebagai cerminan masa keemasan Dvorak. John Clapham\, seorang pengamat spesialis karya Dvorak mengatakan bahwa Simfoni No. 7 adalah simfoninya yang terbesar. \nDalam membuat karya ini\, yang ada dalam pikiran Dvo?ák  adalah Cinta\, Tuhan dan Tanah tumpah darahnya. Bagian2 dalam simfoni ini dimulai dengan ketenangan dan kedamaian\, tetapi juga terdapat pergolakan dan ketidakpastian di dalamnya. \nDalam konser ini\, Giovani Biga\, pebiola muda berbakat Indonesia yang telah memenangkan beberapa kompetisi nasional dan internasional\, antara lain di Stockholm International Violin Compeition di Swedia juga di the Arnuero XXIV International Music Competition di Spanyol dan Auryn Kammermusik Wettbewerb 2016 di Jerman\, akan memainkan bagia solo dari Violin Concerto no : 2 dalam D minor Op. 22 karya Wieniawski ini.  .   \nLulus S1 musiknya dari Hochschule für Musik Detmold (Jerman) dengan Magna Cum Laude\, dibawah bimbingan Prof. Ulrike Anima Mathé\, juga mendapat bea siswa dari Gesellschaft der Freunde und Förderer der Hochschule für Musik Detmold (GFF) dan DAAD Preis. Saat ini Biga sedang melanjutkan pelajaran musiknya di salah satu sekolah musik yang paling prestisius di dunia\, Hochschule für Musik “Hanns Eisler” Berlin dengan bimbingan Prof. Ulf Wallin. \nSelain tampil sebagai solis\, ia juga mempunyai minat yang besar sebagai pemusik dalam orkestra dan musik kamar. Biga juga aktif bermain bersama orkes di luar negeri seperti Hochschulorchester Detmold\, Hamburger Camerata\, Minden Kammerphilharmonie dan Detmolder Kammerorchester. Tahun 2013 ia terpilih sebgai wakil dari Indonesia dalam Asian Youth Orchestra yang bermain di berbagai hall konser di Asia. Biga telah sering bermain diiringi banyak orkestra di Indonesia\, seperti Jakarta Concert Orchestra\, Nusantara Symphony Orchestra\, Jakarta Sinfonietta\, dan lain-lain.  \nInformasi mengenai tiket pertunjukan : \nWeb: theresonanz.com/ticketing\nT: 021-720 1918\nM: 08 1212 8686 65 | 0858 1414 2277\nEmail: ticketing@theresonanz.com  \nIbu Dibjo : (021) 319 311 78\nwww.blibli.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/konser-klasik-love-god-and-my-home/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/konser-klasik-love-god-and-my-home-ag0kEM.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191006T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191006T000000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031241Z
LAST-MODIFIED:20201022T075259Z
UID:36298-1570320000-1570320000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Jakarta Concert Orchestra Mempersembahkan Konser Klasik "Love\, God\, And My Home"
DESCRIPTION:Cinta\, Tuhan\, dan Rumah atau Tanah Air merupakan tiga unsur kehidupan yang sangat melekat di benak kita. Keterikatan manusia dengan ketiga unsur tersebut kemudian diangkat menjadi tema konser klasik yang akan dipersembahkan oleh Jakarta Concert Orchestra (JCO)\, dengan konduktor Avip Priatna dan didukung oleh Galeri Indonesia Kaya. Persembahan karya dua komponis ternama dari zaman romantik yaitu\, Henryk Wieniawski (Polandia) dan Antonin Dvo?ák (Cekoslovakia) yang diselenggarakan pada Minggu\, 6 Oktober 2019 di Usmar Ismail Hall\, Jakarta pukul 16.00 WIB. \nKarya-karya terbaik dalam karier kedua komponis ini dibawakan oleh JCO. Diawali dengan penampilan sebuah Overture “My Home Overture” opus 62/B 125a karya Dvo?ák; dilanjutkan dengan penampilan solo biola oleh Giovani Biga dalam “Violin Concerto no: 2” dalam D minor\, op.22 karya Wieniawski\, dan diakhiri dengan karya Dvo?ák  “Symphony no: 7” dalam D minor\, op. 70 B.141. \n“Jakarta Concert Orchestra (JCO) merupakan salah satu orkestra yang konsisten melakukan konser rutin sejak awal. Di bawah pimpinan Avip Priatna\, JCO juga menjadi satu-satunya orkestra di Indonesia yang berhasil membawakan repertoar lintas zaman dan lintas gaya dengan hasil yang gemilang. Selain membawakan karya musik orkestra standar seperti overture\, simfoni\, konserto\, simfoni puitis\, dan simfoni vokal\, JCO juga beberapa kali mementaskan opera secara lengkap. Di bawah arahan direktur musik dan pengaba Avip Priatna\, JCO menjadi orkestra senior yang mumpuni dan disegani pecinta musik klasik di Indonesia” ujar Renitasari Adrian\, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.  \n \nAntonín Leopold Dvo?ák lahir di Cekoslovakia tahun 1841 dan wafat tahun 1904. Ia sering memasukkan ritme dan aspek2 dari musik rakyat Moravia dan Bohemia ke dalam karyanya. Overture “My Home” adalah karya Dvo?ák yang diciptakannya untuk sebuah pagelaran teater patriotik dalam rangka memperingati seorang penulis dan aktor drama Cekoslovakia ternama Josef Kajetán Tyl tahun 1882. \nKomposisi ini diangkat dari sebuah sajak karya Josef Tyl yang digubah menjadi lagu oleh František Škroup tahun 1834  berjudul ”Kdo domov m?j” atau  Where is My Home. Lagu ini telah menjadi lagu kebangsaan informal nasional Czech. Dvo?ák memasukkan melodi lagu ini ke dalam overture nya\, dan menampilkannya kembali pada bagian coda di akhir lagu. “Kdo domov m?j” menjadi lagu kebangsaan Czechoslovakia sejak tahun 1918\, dan saat ini tetap menjadi lagu kebangsaan Republik Czech. \nHenryk Wieniawski lahir di Lublin\, Congress Polandia tahun 1835 dan wafat tahun 1880. Bakatnya dalam bermain biola sudah terlihat sejak kecil. Pada usia 9 tahun ia diterima di Paris Conservatoire. Setelah lulus\, ia melakukan tour dan membuat banyak resital\, dimana ia sering diiringi oleh kakaknya Józef pada piano.  \n \nViolin Concerto no : 2 dalam D minor Op. 22 ini telah mulai diciptakannya di tahun 1856\, tetapi penampilan perdananya baru dilakukan tanggal 27 November 1862 ketika ia memainkannya di St.Petersburg dengan konduktor Anton Rubinstein. \nKarya Wieniawski ini merupakan salah satu konserto biola yang paling populer di zaman romantik dan dianggap sebagai karyanya yang terbaik\, sangat berkesan karena melodi dan harmoninya yang mengalir dan menarik.\nSymphony No 7 dalam D minor Op.70\, B.141 diselesaikan oleh Dvorak tanggal 17 Maret 1885 dan ditampilkan pertama kali tanggal 22 Aprill 1885 di St. James Hall \, London. Komposisi yang terdiri dari empat bagian ini  bersama dengan Simfoni No. 8 dan No. 9 \, dianggap sebagai cerminan masa keemasan Dvorak. John Clapham\, seorang pengamat spesialis karya Dvorak mengatakan bahwa Simfoni No. 7 adalah simfoninya yang terbesar. \nDalam membuat karya ini\, yang ada dalam pikiran Dvo?ák  adalah Cinta\, Tuhan dan Tanah Air atau rumahnya. Bagian-bagian dalam simfoni ini dimulai dengan ketenangan dan kedamaian\, tetapi juga terdapat pergolakan dan ketidakpastian di dalamnya. \nDalam konser ini\, Giovani Biga\, pebiola muda berbakat Indonesia yang telah memenangkan beberapa kompetisi nasional dan internasional\, antara lain di Stockholm International Violin Competition di Swedia juga di the Arnuero XXIV International Music Competition di Spanyol dan Auryn Kammermusik Wettbewerb 2016 di Jerman\, akan memainkan bagian solo dari Violin Concerto no : 2 dalam D minor Op. 22 karya Wieniawski ini.  \nLulus S1 dari Hochschule für Musik Detmold (Jerman) dengan Magna Cum Laude\, di bawah bimbingan Prof. Ulrike Anima Mathé \, juga mendapat beasiswa dari Gesellschaft der Freunde und Förderer der Hochschule für Musik Detmold (GFF) dan DAAD Preis. Saat ini\, Biga sedang melanjutkan pelajaran musiknya di salah satu sekolah musik yang paling prestisius di dunia\, Hochschule für Musik “Hanns Eisler” Berlin dengan bimbingan Prof. Ulf Wallin.  \n \nSelain tampil sebagai solis\, ia juga mempunyai minat yang besar sebagai pemusik dalam orkestra dan musik kamar. Biga juga aktif bermain bersama orkes di luar negeri seperti Hochschulorchester Detmold\, Hamburger Camerata\, Minden Kammerphilharmonie dan Detmolder Kammerorchester. Tahun 2013 ia terpilih sebagai wakil dari Indonesia dalam Asian Youth Orchestra yang bermain di berbagai hall konser di Asia. Biga telah sering bermain diiringi banyak orkestra di Indonesia\, seperti Jakarta Concert Orchestra\, Nusantara Symphony Orchestra\, Jakarta Sinfonietta\, dan lain-lain. \n“Konser Love\, God\, and My Home ini bertujuan untuk memperkenalkan musik klasik kepada masyarakat. Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa musik klasik hanya ditujukan bagi  kalangan tertentu\, melalui konser ini\, kami bersama Giovani Biga yang telah mengukir banyak prestasi baik di dalam maupun diluar negeri\, ingin menghilangkan anggapan tersebut sehingga kedepannya semakin banyak masyarakat terutama generasi muda yang tertarik untuk mendengarkan maupun mempelajari musik-musik klasik\," ujar Avip Priatna\, Direktur Musik The Resonanz Music Studio.  \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/jakarta-concert-orchestra-mempersembahkan-konser-klasik-love-god-and-my-home/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/jakarta-concert-orchestra-mempersembahkan-konser-klasik-love-god-and-my-home-8nV3mW.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191005T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191005T000000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031131Z
LAST-MODIFIED:20201022T075146Z
UID:36191-1570233600-1570233600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Perjalanan Waktu Melalui Musik oleh Jakarta Musical Crew (Jaksical)
DESCRIPTION:Komunitas Jakarta Musical Crew atau singkatnya Jaksical adalah komunitas inovatif yang bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan kesadaran teater musikal sambil memenuhi kebutuhan informasi tentang teater musikal bagi para penggemar musik. Jaksical kembali dengan konser tahunan mereka yang menampilkan lagu-lagu hits terbesar dan klasik Broadway\, dengan tajuk Journey Through Time (JTT3): A Musical Expedition. Berjalan dengan dua pertunjukan pada tanggal 5 Oktober 2019\, di ICE PALACE\, Lotte Shopping Avenue Kuningan\, Jakarta. \nUntuk konser ketiga mereka ini\, JAKSICAL memilih untuk menampilkan sekelompok pemain yang jumlahnya lebih kecil dibandingkan dengan ansambel tahun lalu. JTT3 menampilkan lagu-lagu dari musikal termasuk hits saat ini dari Come From Away\, Once on This Island\, dan Anastasia; klasik kontemporer dari Dogfight\, Allegiance\, The Lion King\, Aida\, dan Miss Saigon; dan andalan tercinta seperti Evita dan Jesus Christ Superstar. \nMenariknya\, JTT3 juga menghormati film musikal dari Indonesia yaitu Tiga Dara tahun 1956\, salah satu pelopor musikal modern di Indonesia. Seiring tumbuhnya lagu-lagu repertoar pertunjukan asli Indonesia\, sudah saatnya komunitas musik lokal memberi mereka kehidupan baru melalui pertunjukan dan menyanyikan ulang dengan aransemen baru pada karya-karya yang melegenda. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untukterus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintaibudaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsaadalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-perjalanan-waktu-melalui-musik-oleh-jakarta-musical-crew-jaksical/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-perjalanan-waktu-melalui-musik-oleh-jakarta-musical-crew-jaksical-hTBm4G.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191003T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191003T200000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031308Z
LAST-MODIFIED:20201022T075329Z
UID:36339-1570132800-1570132800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Indang di Festival Nan Jombang
DESCRIPTION:Perjalanan kesenian tradisi sangatlah bergantung kepada seniman tradisi itu sendiri. Peranan mereka sangatlah penting dan krusial dalam menjaga serta melestarikan kesenian tradisi. Mungkin merekalah yang disebut pahlawan tanpa tanda jasa yang sebenarnya. Sebab mereka tidak mengharapkan upah atau bayaran\, yang mereka harapkan hanyalah agar kesenian tradisi selalu terjaga keberadaannya. Untuk mengapresiasi keikhlasan mereka ini\, Nan Jombang Grup bersama komunitasnya Galombang Minangkabau memberikan mereka panggung untuk menampilkan kesenian tradisi yang mereka geluti di Festival Nan Jombang Tanggal 3 (FNJT3) agar dapat dikenali oleh masyarakat lebih luas lagi. Festival yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini akan menghadirkan Indang pada perhelatan FNJT3 mendatang. \nKesenian Indang ini akan dimainkan oleh grup Indang Padang Baru dari Nagari Lubuak Aluang Kabupaten Padang Pariaman. Didirikan sejak tahun 1963 oleh Ampuak atau yang lebih dikenal dengan Datuak Ayam\, grup ini telah malang melintang di berbagai iven kesenian tradisi di Indonesia. Saat ini grup indang Padang Baru ini dipimpin oleh anaknya yang bernama Pian yang dikenal dengan panggilan Pian Indang. \nDalam sejarahnya\, indang ini sendiri masih diperdebatkan asal usulnya di Minangkabau. Pian menjelaskan sedikit tentang asal usul Indang Pariaman ini\, "memang banyak masih ada perdebatan tentang asal mula kesenian tradisi ini. Kesenian ini sendiri turun dari aceh ke nagari Karan Aua Pariaman lalu turun lagi ke Nagari Rambai dan setelah itu baru menyebar ke berbagai nagari di Pariaman"\, terangnya. Pian sendiri tidak hanya sebagai pimpinan grup Indang Padang Baru\, namu beliau juga merupakan orang yang saat ini dituakan oleh seluruh seniman Indang di Pariaman. \nIndang merupakan kesenian yang sudah cukup lama keberadaannya di Minangkabau. Dalam permainannya pun sudah banyak mengalami perkembangan. Dahulunya kesenian ini sesuai dengan turunannya dari Aceh yang hanya bermain dalam satu jerong atau sudut yang berjajar. Namun dalam perkembangannya sekarang indang dimainkan dalam tiga jerong. Indang sendiri merupakan kesenian berbalas pantun antara satu jerong dengan jerong yang lain. Tema yang dihadirkan dalam pantun merupakan tema adat dan agama. Selayaknya kesenian salawat dulang\, indang juga seperti mencari tahu ilmu lawan nya. Mereka akan saling bertanya dalam pantun mereka antara satu jerong kepada jerong yang lainnya. Kesenian ini sendiri menggunakan instrument gendang kecil atau yang dikenal sebagai gandang rapa'i. \nUntuk mengetahui lebih lanjut dengan kesenian tradisi ini \, silahkan datang pada perhelatan FNJT3 pada 3 oktober 2019 mendatang. Festival ini akan dihelat di Ladang Tari Nan Jombang\, belakang perumahan Polda\, Balai Baru\, Padang pada pukul 20:00 WIB. \nInfo lebih lanjut\, silahkan menghubungi panitia :\nAngga Djamar : 0812 6616 716\nwww.nanjombangdance.id
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-indang-di-festival-nan-jombang/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-indang-di-festival-nan-jombang-6n6ZeG.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20191002T100000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20191031T000000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031313Z
LAST-MODIFIED:20201022T075334Z
UID:36347-1570010400-1572480000@indonesiakaya.com
SUMMARY:I AM INDONESIAN The Future : Aku dan Kain
DESCRIPTION:Oscar Lawalata mempersembahkan I AM INDONESIAN bersama Glenn Prasetya dan Senayan City pada tanggal 2 Oktober 2019 – 31 Oktober 2019 di Senayan City Jakarta. \nSebuah movement dalam perayaan keragaman budaya\, bertujuan untuk membangun rasa nasionalisme\, cinta budaya dan mengangkat keindahan nilai-nilai pluralisme. I AM INDONESIAN ke 4 kali ini mengangkat tema “Generation Next” mengajak 100 sosok anak bangsa yang menginspirasi\, yang dinarasikan melalui visual 100 kain nusantara dalam eksibisi kain Nusantara pertama di dalam mall\, dipresentasikan juga oleh 100 generasi muda bangsa secara digital. \nMengajak generasi muda Indonesia yang memiliki kekuatan penuh dalam menjalankan misi budaya dan meneruskan kelangsungan kisah kain Nusantara\, melalui I M INDONESIAN The Future: Aku dan Kain\, Oscar Lawalata dan Glenn Prasetya bersama Senayan City\, Bank Mandiri\, Bakti Budaya Djarum Foundation dan SONY\, bersama dalam misi meneruskan kisah kain Nusantara yang beragam\, agar terus tumbuh dan menjalar dari generasi ke generasi\, dalam ragam budaya dan kesatuan “Bhinneka Tunggal Ika”. \nSejalan dengan visi dan misi Oscar Lawalata\, Senayan City turut mendukung I AM INDONESIAN.  Menjadi bagian dalam perayaan Hari Batik Nasional di Senayan City\, movement ini diharapkan juga dapat menginspirasi pengunjung Senayan City untuk terus mencintai keindahan kain Nusantara. \nInfo lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\nFeby 0813 1588 9669
URL:https://indonesiakaya.com/event/i-am-indonesian-the-future-aku-dan-kain/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/i-am-indonesian-the-future-aku-dan-kain-rVcxfa.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190928T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190928T190000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031315Z
LAST-MODIFIED:20201022T075337Z
UID:36350-1569697200-1569697200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Jagongan Wagen Edisi September 2019
DESCRIPTION:Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) bersama Bakti Budaya Djarum Foundation meneruskan investasi panjang dalam dukungan fasilitasi ruang presentasi karya seniman muda melalui program Jagongan Wagen. Pada edisi ke tujuh Jagongan Wagen di tahun ini\, PSBK menghadirkan peserta program residensi Seniman Pascaterampil. Fasilitasi akses studio penciptaan\, kuratorial dan produksi pementasan berlangsung di kompleks art center PSBK  sejak pertengahan Agustus 2019. Jagongan Wagen edisi September 2019 menampilkan judul Hajat Dalam Selimut pada tanggal 28 September 2019 di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK)\, Ds. Kembaran Rt. 04-05\, Tamantirto\, Kasihan\, Bantul\, Yogyakarta.\n \nSepuluh seniman dari peserta program Seniman Pascaterampil yang akan tampil pada Jagongan Wagen edisi September ini berasal dari disiplin seni yang berbeda-beda. Mereka adalah Candrani Yulis (Seniman Rupa)\, Chrisna Banyu (Seniman Rupa)\, Kurniaji Satoto (Seniman Teater)\, Miftahuddin Palannari (Seniman Teater)\, Riyanti Wisnu (Seniman Teater)\, Asmiati Sihite (seni rupa)\, Azwar Ahmad (media rekam)\, Briyan Farid Abdillah Arif (seni rupa)\, Muhrizul Gholy (seni teater)\, dan Theodora Melsasail (seni tari). \n \nHajat Dalam Selimut adalah sebuah pertunjukan yang digagas oleh para seniman sebagai respon atas kaburnya ruang privat dan ruang publik. Sehingga kedua ruang tersebut kehilangan perbedaannya secara tegas. Hari ini adalah contoh paling baik untuk mengetahui kaburnya batas ruang privasi atau ruang publik. Proses yang tidak lepas dari pemaknaan individu atas kebebasan\, batasan-batasan\, aturan-aturan\, atau kepentingan-kepentingan yang secara tersirat maupun tersurat dalam kedua ruang tersebut. Oleh karenanya\, mendedah term ‘tindakan/perilaku yang seharusnya’ dipilih\, menjadi pilihan hadir setiap kali kita menyikapi ruang publik adalah fokus dari presentasi seniman peserta program Seniman Pascaterampil PSBK 2019 dalam Jagongan Wagen kali ini.\n \nHajat merupakan perumpaan tentang perayaan atas kebebasan individu berekspresi; melancarkan sesuatu/perilaku. Sedangkan Dalam Selimut mewakili kondisi yang membendung kebebasan sekaligus mengandung batas-batas yang kemudian melahirkan usaha politis dari tiap individunya untuk bernegosiasi\, ber-tepa salira\, melawan\, atau bahkan menyalahgunakan. Para seniman mencoba untuk menimbang batas-batas privasi: mana yang harus dipertahankan dan mana yang harus disiarkan.\n \nJagongan Wagen kali ini akan menjadi cukup menarik karena mengangkat potret kehidupan kita sehari-hari dalam bermasyarakat\, penonton yang hadir dapat dengan mudah terhubung dengan gagasan yang akan disampaikan untuk kemudian dapat saling belajar.\n \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) \n \nMelanjutkan spirit maestro seni Indonesia Bagong Kussudiardja\, PSBK mewujudkan diri sebagai art center dengan misi mendukung pengembangan kreatif seniman dan masyarakat umum untuk terus terhubung pada nilai-nilai seni dan budaya\, keberlanjutannya\, dan penciptaan nilai-nilai budaya melalui seni. PSBK hadir sebagai laboratorium kreatif\, tempat berkumpul\, ruang presentasi karya seniman dari berbagai disiplin. PSBK menghadirkan karya seniman-seniman muda\, memfasilitasi riset-riset artistik dan pengembangan profesional\, dan merancang program-program untuk meningkatkan community engagement dan pengembangan jaringan melalui kesenian.\n \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja\nDs. Kembaran Rt.04-05\, Tamantirto\, Kasihan\, Bantul\, DIY\nTel./Fax.: +62(0)274/ 414-404\nWhatsapp : +62 82141416252\nEmail: media@psbk.or.id   Web: www.psbk.or.id\nFacebook: psbkjogja\nTwitter & Instagram: @psbk_jogja\nYoutube: media psbk
URL:https://indonesiakaya.com/event/jagongan-wagen-edisi-september-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/jagongan-wagen-edisi-september-2019-17kpKC.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190927T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190928T000000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031314Z
LAST-MODIFIED:20201022T075335Z
UID:36348-1569614400-1569628800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Kethoprak Conthong Yogyakarta Mempersembahkan Lakon "Jumenengan Kapindho"
DESCRIPTION:Konflik antara binatang tak jauh berbeda dengan konflik yang dialami manusia dimana kekuasaan dapat mengatur segalanya\, seperti Singa yang harus berhenti untuk memakan daging binatang lainnya atas perintah Kancil sebagai penguasanya. \nNamun semua itu adalah proses kehidupan di alam semesta ini\, dimana seseorang kadang harus melakukan kesalahan terlebih dahulu untuk menjadi seseorang yang benar. \nBagaimanakah kethoprak Conthong mengemas pesan tentang hidup kepada kita semua? \nSaksikan  “Jumenengan Kapindho” persembahan dari Kethoprak Conthong Yogyakarta bersama Bakti Budaya Djarum Foundation di Gedung Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta tanggal 27 dan 28 September 2019\, pukul 20.00 WIB. \nInformasi mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\nTedjo Badut : +62-817-460-778 atau 087-845-600-148 
URL:https://indonesiakaya.com/event/kethoprak-conthong-yogyakarta-mempersembahkan-lakon-jumenengan-kapindho-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/kethoprak-conthong-yogyakarta-mempersembahkan-lakon-jumenengan-kapindho-7OBXOU.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190927T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190927T000000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031119Z
LAST-MODIFIED:20201022T075318Z
UID:36173-1569542400-1569542400@indonesiakaya.com
SUMMARY:"Beralas Bumi\, Beratap Langit" Kisahkan Kehidupan dan Budaya Orang Rimba
DESCRIPTION:“Sejak bumi berdiri di mana kita berpijak  \nLangit selebar payung \nAdat nenek moyang kami hidup dan mati \nSudah seharusnya kami pelihara dan lestarikan \nHidup beralas bumi\, beratap langit \nIya\, kami adat rimba.” \nKalimat di atas merupakan sedikit cuplikan dari naskah bertajuk Beralas Bumi\, Beratap Langit persembahan Komunitas Panggung Bercerita yang diprakarsai Maudy Koesnaedi. Lakon yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini mengangkat cerita tentang kekayaan alam\, dan budaya Indonesia melalui sebuah narasi. Pementasan ini digelar selama dua hari yaitu\, pada Jumat\, 27 September 2019 dan Sabtu\, 28 September 2019 di Studio 7\, TVRI Senayan\, Jakarta.  \nDalam enam puluh menit\, Maudy Koesnaedi bercerita tentang perjalanan hidup orang rimba\, masyarakat adat yang masih tinggal di Taman Nasional Bukit Dua Belas\, Jambi dimana kehidupan mereka masih erat dengan hutan. Orang rimba percaya bahwa mulai dari dalam kandungan\, dilahirkan\, hingga kematian\, semuanya terikat dengan alam. Mereka pun percaya bahwa alam yang menghubungkan orang rimba dengan Tuhan. Kebudayaan orang rimba yang tercermin dalam kehidupan mereka dengan alam\, membentuk sebuah keseimbangan menjadi orang-orang yang beralas bumi\, beratap langit.  \n \nPementasan ini diisi oleh para pemain seperti Lutfi Ardiansyah\, Bobby Tanamas\, Audi Pratama\, Kiel Dharmawel\, Jagat Alfath Nusantara\, Fauzia Rahmatika\, Maudy Widitya\, dan menampilkan Maudy Koesnaedi sebagai narator. Pementasan ini juga didukung dengan tata busana garapan Teguh Yasa Abratama\, tata dialek oleh Jagat Alfath Nusantara\, tata artistik garapan Joko Kurnain\, tata cahaya besutan Aji Sangiaji dan diiringi musik yang ditata oleh Mia Ismi Halida dan Yesaya Samudra  serta dokumentasi Andi Kanemoto. Naskah yang ditulis oleh Kiel Dharmawel dan Faisal Syahreza ditampilkan secara indah di bawah Pimpinan Produksi Laura Althea\, dan dibawah arahan Sutradara Wawan Sofwan. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/kethoprak-conthong-yogyakarta-mempersembahkan-lakon-jumenengan-kapindho/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/beralas-bumi-beratap-langit-kisahkan-kehidupan-dan-budaya-orang-rimba-ClFAwK.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190925T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190925T200000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031311Z
LAST-MODIFIED:20201022T075332Z
UID:36345-1569441600-1569441600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Teater Mandiri Menampilkan Lakon Berjudul "Peace"
DESCRIPTION:Merayakan HUT Proklamasi NKRI yang ke-74\, dengan dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation\, Teater Mandiri menyelenggarakan perhelatan syukuran akbar\, dengan mempersembahkan serangkaian kegiatan\, yaitu : \nLomba Penampilan Drama Pendek di Galeri Indonesia Kaya\, Jakarta\, pada tanggal 17\,18\,19 September 2019. Lomba Drapen (drama pendek) memakai naskah yang khusus dibuat untuk panggung di Galeri Indonesia Kaya. \nPenerbitan buku hibah "Seribu Cermin" serta pementasan berjudul "Peace" dan lokakarya teater di Graha Bhakti Budaya\, Taman Ismail Marzuki Jakarta\, pada tanggal 25 September 2019. lakon “Peace” mengingatkan betapa pentingnya hidup damai dalam perbedaan\, karena perang hanya membawa malapetaka kehancuran. Sementara buku hibah Seribu Cermin adalah cerita- dan gagasan mini refleksi kehidupan yang merangsang untuk di samping tersenyum juga berpikir dan menjadi lebih "ngeh". Lokakarya akan mengambil tema "Bertolak Dari Yang Ada"\, untuk mengajak peserta mampu bekerja maksimal dalam kondisi yang ada\, sebagaimana dipesankan kearifan lokal "desa-kala-patra". \nSeluruh perhelatan ini mengingatkan betapa banyaknya sumber yang bisa digali dari apa yang kita miliki di Tanah Air\, asal kita mengapresiasinya secara kreatif. \nInformasi lebih lanjut : \nCahya : 0812 8038 8438\nRukoyah : 0857 1105 2022\nAnin : 0857 7167 3936
URL:https://indonesiakaya.com/event/teater-mandiri-menampilkan-lakon-berjudul-peace-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/teater-mandiri-menampilkan-lakon-berjudul-peace-kIROX1.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190925T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190925T000000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031247Z
LAST-MODIFIED:20201022T075308Z
UID:36308-1569369600-1569369600@indonesiakaya.com
SUMMARY:"PRINGGGASELA"\, KECANTIKAN ALAM LOMBOK TIMUR DALAM BALUTAN BALIJAVA BY DENNY WIRAWAN
DESCRIPTION:Ketenangan dan keindahan alam di Lombok Timur\, Nusa Tenggara Barat menginspirasi desainer Denny Wirawan untuk menghasilkan Spring Summer 2019/2020 Collection terbarunya yang diluncurkan pada tanggal 25 September 2019 bertempat di Kembang Goela Restaurant\, Jakarta. Didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation dan BCA\, koleksi bertajuk Pringgasela ini diambil dari nama sebuah desa di Lombok Timur dimana masyarakatnya yang hidup selaras dengan alam serta masih menjaga warisan budaya leluhur mereka berupa Wastra Tenun Sumba. \n“Kecintaan terhadap kain tradisional Indonesia dan semangat untuk membawa wastra nusantara ke panggung fashion ini kembali menyatukan Bakti Budaya Djarum Foundation bersama Denny Wirawan untuk mengangkat kain tradisional dengan sentuhan modern agar dapat diterima oleh lintas generasi\, khususnya generasi muda. Tenun Sundawa yang diangkat dalam koleksi terbaru ini lebih daripada selembar kain\, ia merupakan warisan budaya karena pada masa dulu\, seorang gadis harus membuat sebuah tenunan untuk calon suaminya dan juga bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Untuk menghasilkan selembar kain membutuhkan proses yang panjang\, untuk itu perlu diangkat ke panggung fashion agar semakin dapat dicintai dan menjadi tuan rumah di negara sendiri\,” ujar Renitasari Adrian\, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation. \n \nSalah satu jenis tenun Sumba yang diangkat oleh Denny Wirawan dalam koleksi terbarunya ini adalah tenun Sundawa dengan motifnya yang diilhami oleh alam. Kebanyakan motif wastra ini berbentuk garis lurus yang terinspirasi dari sungai yang banyak terdapat di Lombok Timur. Tenun yang berasal dari desa Pringgasela ini juga telah ditetapkan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2018 dengan domain budaya Kemahiran dan Kerajinan Tradisional. \nKearifan lokal dan keindahan Tenun Sundawa dari Lombok Timur ini menggugah Denny Wirawan untuk mengolahnya menjadi baju Ready To Wear Deluxe dan Premium Collection. Hal ini juga merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Denny Wirawan untuk ikut secara aktif melestarikan warisan wastra Nusantara dengan melahirkan label Balijava sebagai lini busana siap pakai (prêt-à-porter) dan busana siap pakai madya (prêt-à-porter deluxe) yang menggunakan kain-kain Indonesia sejak 2008. \nTema Pringgasela ini juga diambil dari dua suku kata\, yaitu Pringga (Sansekerta : Pribadi) dan Sela (KBBI : ruang). “Selain karena memang menggunakan tenun Sundawa dari Desa Pringgasela\, saya ingin koleksi saya kali ini menjadi sesuatu yang bermakna serta memberi manfaat bagi setiap ruang pribadi\, baik itu pemakainya maupun untuk masyarakat di Lombok Timur\, khususnya di Desa Pringgasela. Ini merupakan langkah awal untuk mengenalkan tenun Sundawa kepada para pecinta mode dan mengembangkannya dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan motif tradisi yang menjadi identitasnya\,” ujar Denny Wirawan. \nUntuk menghasilkan kain tenun Sudawa berukuran 90 X 300 cm juga melalui proses panjang. Proses ini dimulai dari memintal kapas jadi benang\, kemudian mengurai benang kapas menjadi benang bola yang siap ditenun. Setelah itu\, benang dicelup dengan menggunakan warna alam\, kemudian benang diikat baru ditenun di atas alat tenun tradisional yang disebut Gedogan. \nTenun Sundawa ini juga selalu menggunakan warna dari alam\, seperti dari dedaunan atau kau-kayuan. Para pengrajin tenun menggunakan daun nila yang menghasilkan pasta indigo untuk warna biru muda\, ada juga kayu sejaraman yang menghasilkan warna coklat muda atau krem\, serta untuk menghasilkan warna hijau muda didapatkan dari daun dan bunga putri malu. Warna warni benang yang dihasilkan dari pewarna alam ini tidak menyolok atau calm\, sehingga menghasilkan kain tenun dengan warna pastel yang lembut\, elegan dan menawan. \n \nKoleksi terbarunya ini menampilkan 45 set look yang beragam dengan gaya etnik modern. Denny Wirawan menampilkan rancangan yang fresh\, modern dan edgy dipadu dengan embroidery yang menjadi inspirasi busana cocktail dan evening wear. Keseluruhan koleksinya kali ini juga menampilkan permainan tabrak corak khas Denny Wirawan dan menggunakan pakaian bertumpuk (layering) dan semuanya bisa dipadupadankan (mix and match).  \nPada peragaan busana ini\, Denny Wirawan turut menggandeng menggandeng E.P.A Jewelry by Eliana Putri Antonio untuk kreasi aksesori. Penampilan para model semakin mempesona dengan tata rias wajah dan rambut oleh Oscar Daniel dengan LT Pro Professional Makeup. \nDenny Wirawan adalah seorang designer yang telah meramaikan industri mode Indonesia selama 20 tahun dan meraih beragam prestasi dari sejumlah media dan ajang penghargaan fashion. Denny Wirawan dikenal dengan karya yang khas yaitu berkreasi dan berinovasi dengan melakukan tabrak beberapa motif (clash pattern) dalam satu look dengan konsep padu padan yang bertumpuk (layering). Koleksi Denny Wirawan gabungan antara seksi\, androgyny dan mewah.  \nKepedulian Denny Wirawan untuk ikut secara aktif melestarikan warisan wastra Nusantara telah membawa desainer papan atas ini melahirkan label Balijava sebagai lini busana siap pakai (prêt-à-porter) dan busana siap pakai madya (prêt-à-porter deluxe). Dalam koleksi lini etniknya ini\, Denny Wirawan banyak mengolah wastra Indonesia\, seperti batik\, jumputan (tie die)\, tenun (hand woven)\, dan ikat yang resmi hadir di tengah pecinta mode pada tahun 2008.  \nDi September 2015\, Denny Wirawan bersama Bakti Budaya Djarum Foundation untuk pertama kalinya menampilkan peragaan busana tunggal Balijava koleksi Batik Kudus yaitu koleksi ready to wear yang menggunakan materi Batik Kudus. Koleksi ini mendapat antusias dan respon positif dari masyarakat Indonesia mulai dari ulasan media hingga pecinta fashion. Hal ini pun yang membawa Balijava dengan koleksi Batik Kudus hadir di Fashion Gallery New York Fashion Week 2016. Mengenai koleksi Denny Wirawan dan Balijava dapat membuka www.dennywirawan.com dan www.balijava.id. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/teater-mandiri-menampilkan-lakon-berjudul-peace/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pringggasela-kecantikan-alam-lombok-timur-dalam-balutan-balijava-by-denny-wirawan-Mh0AOi.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190921T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190921T200000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031322Z
LAST-MODIFIED:20201022T075343Z
UID:36360-1569096000-1569096000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Suluk Maleman Edisi September 2019
DESCRIPTION:Suluk Maleman adalah acara rutin bulanan yang dirancang sebagai ajang untuk silaturrahim\, tukar pikiran\, mengaji masalah-masalah yang dihadapi bangsa\, baik di tingkat lokal maupun nasional. Acara ini sejak awal digagas sebagai oase untuk merekatkan kembali ikatan kemanusiaan\, kemasyarakatan dan kebangsaan. \nTema Suluk Maleman kali ini Fathul Mubin (Kemenangan Nyata). Tema ini merupakan bagian keempat belas dari episode Taubat Nusantara\, Menjaga Nalar Bangsa\, yang akan diisi antara lain oleh Dr\, Abdul Jalil.  Kecuali membahas tema\, seperti biasa acara ini akan diselingi pagelaran musik oleh Orkes Puisi Sampak GusUran. \nKegiatan dilaksanakan pada tanggal 21 September 2019\, pukul 20.00 WIB\, bertempat di Rumah Adab Indonesia Mulia\, Jalan P. Diponegoro No 94\, Pati. \nInfo lebih lanjut :\nWebsite: www.sulukmaleman.com\nFacebook: fb.com/sulukmaleman\nTwitter: @suluk_maleman\nInstagram: @sulukmaleman
URL:https://indonesiakaya.com/event/suluk-maleman-edisi-september-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/suluk-maleman-edisi-september-2019-gqXjqp.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190921T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190921T193000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031323Z
LAST-MODIFIED:20201022T075344Z
UID:36362-1569094200-1569094200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Forum Apresiasi Sastra Dan Budaya Kudus (FASBuK) Edisi September 2019
DESCRIPTION:Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerja sama dengan Generasi Solidaritas Pemuda Poncol (GASPON) akan menggelar lawatan rutin sastra dan budaya. Kali ini menampilkan Pertunjukan Teater dan Diskusi bertema “POENDEN“ Sutradara Waryoto Giok di Lapangan Voli Gelora Gaspon Poncol\, Desa Blimbing Kidul Rt 06 / Rw 03 Kode Pos 59361 Kaliwungu Kudus\, pada hari Sabtu\, 21 September 2019\, pukul 19.30 WIB. \nPada edisi September panggung Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus akan menampilkan Teater Gaspon yang  menggarap naskah berjudul “Poenden”. Poenden seringkali disebutkan untuk makam orang yang dianggap mempunyai pengaruh besar sebagai cikal bakal sebuah desa\, poenden juga bisa dikatakan sebagai tempat keramat yang sangat dihormati.  \nNaskah yang akan dipentaskan ini menceritakan tentang makam mbah Werni yang ramai peziarah dari berbagai kalangan untuk bertirakat meminta berkah. Tetapi sebuah masalah datang\, ketika ada rencana penggusuran pemukiman termasuk pasarean keramat tersebut. \nSekilas tentang Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) \nBerdiri sejak 12 Januari 2009\, FASBuK adalah ruang kerja fisik dan pemikiran untuk mencipta inovasi serta varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal yang nantinya mampu menjadi asset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi\, bertukar pikiran\, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya. \nSecara rutin tiap bulannya FASBuK menggelar acara Sastra dan Seni Budaya yang meliputi Apresiasi sastra\, Sarasehan Budaya\, Pertunjukan Musik\, Tari dan Pementasan Drama/Teater\, dan sebagainya. \nUntuk mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi: \nForum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuk)\nKetua Badan Pekerja FASBuK :Arfin AM\nNo. Hp: +62 857 4259 8480\nEmail: fasbuk93@gmail.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-september-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-september-2019-SrHACh.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190920T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190921T000000
DTSTAMP:20260510T182319
CREATED:20201022T031335Z
LAST-MODIFIED:20240919T073905Z
UID:36380-1569009600-1569024000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Teater Tetas Pentas Adipati Karna\, Bayi di Aliran Sungai
DESCRIPTION:Teater Tetas akan kembali menggelar pertunjukan yang berbasis dari cerita wayang di Gedung Pertunjukan Gelanggang Remaja Jakarta Selatan\, Jalan Bulungan Blok C Nomor 1\, Kebayoran Baru\, pada 20 dan 21 September 2019 mulai pukul 20.00  WIB. Pentas ini terselenggara berkat dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation\, London School of Public Relations\, Sewasewa.id\, dan Simpul Teater Jakarta Selatan (Sintesa). \nJudul pementasannya yakni Adipati Karna\, Bayi di Aliran Sungai\, yang bersumber dari karya AGS Arya Dipayana. Sutradaranya adalah Harris Syaus. Elly Lutan\, koreografer tari yang kini memimpin Deddy Lutan Dance Company\, bertindak sebagai penata gerak dan busana. Adapun dalang muda dan pemimpin Wayang Urban\, Nanang Hape\, menjadi penata musiknya. Penata artistik Sugeng Yeah dan penata cahaya Herry W. Nugroho. \nWerner Schulze\, guru besar emeritus dari Universitas Musik dan Seni Pertunjukan Wina\, Austria\, juga terlibat dalam proses produksi pementasan ini. Tetas dan Werner berkolaborasi untuk tur pentas di Eropa pada 2012 dan 2016\, serta berlanjut sampai sekarang. \nTema pentas budaya ini adalah kisah kehidupan Adipati Karna dari karya sastra wayang Mahabarata. Kisah ini ditulis kembali oleh AGS Arya Dipayana\, pendiri Tetas yang kini sudah almarhum\, dalam bahasa Indonesia dan menjadi sebuah naskah drama yang berjudul Bayi di Aliran Sungai. \nDalam cerita wayang Mahabarata dari India yang sudah mengalami banyak penyesuaian dalam tradisi di Nusantara sejak dulu kala\, Karna adalah anak Dewi Kunti\, ibu para Pandawa\, dari hubungan gelapnya dengan Batara Surya.  Untuk menutup aibnya\, bayi Karna itu dihanyutkan di aliran sungai dan kemudian ditemukan oleh sepasang suami istri. \nSetelah peristiwa pembuangan bayi itu berlalu sekian tahun lamanya\, pada suatu ketika di arena ujian ketangkasan murid-murid Durna\, muncullah seorang pemuda menantang Arjuna\, salah satu anggota keluarga Pandawa. Dialah Karna. Hati Dewi Kunti bergetar dengan kehadiran kesatria yang entah dari mana asalnya. \nKelompok Kurawa yang selama ini gelisah karena tidak memiliki kesatria ahli memanah setara Arjuna\, menjadi berbahagia dengan kehadiran seorang Karna. Selanjutnya\, Karna diangkat menjadi saudara oleh Prabu Duryudhana\, tetua Kurawa\, dan menempatkannya sebagai raja di Angga. Dengan demikian\, kekuatan pihak Kurawa menjadi bertambah bersama kehadiran Adipati Karna yang dianggap bisa mengimbangi kemampuan Arjuna. Dewi Kunti pun bertambah keresahannya. \nPada saat perang saudara itu semakin memungkinkan terjadi karena Prabu Duryudhana menolak untuk memberikan separuh Hastina ke pihak Pandawa\, sebagaimana yang diusulkan oleh Prabu Kresna. Bujukan Prabu Kresna dan Dewi Kunti  tidak bisa mengubah pendirian Adipati Karna yang telanjur kukuh untuk tetap berada dan berperang di pihak Kurawa. Perang Baratayudha pun terjadi dan jasadnya terbaring di padang Kurusetra. Dia dibunuh Arjuna. Adik dari rahim yang sama. \nTeater Tetas didirikan pada 30 September 1978 oleh mendiang AGS Arya Dipayana. Kelompok ini dikenal sebagai kelompok teater kontemporer yang kerap berangkat menyusun pertunjukkannya dari khasanah wayang. \nInfo lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\nAnastasia : 0818 0701 3664
URL:https://indonesiakaya.com/event/toean-besar-program-indonesia-kita-tahun-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/teater-tetas-pentas-adipati-karna-bayi-di-aliran-sungai-cwpg8X.tmp_.jpg
END:VEVENT
END:VCALENDAR