BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesia Kaya - ECPv6.15.15//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Indonesia Kaya
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiakaya.com
X-WR-CALDESC:Events for Indonesia Kaya
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20180101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190322T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190322T000000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031445Z
LAST-MODIFIED:20201022T075510Z
UID:36488-1553212800-1553212800@indonesiakaya.com
SUMMARY:"Kanjeng Sepuh"\, Program Indonesia Kita Tahun 2019
DESCRIPTION:Trio seniman kreatif Butet Kartaredjasa\, Agus Noor\, dan Djaduk Ferianto kembali hadir dalam program Indonesia Kita tahun 2019. Pentas ke-31 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini hadir dengan judul “Kanjeng Sepuh”\, dan diselenggarakan pada tanggal 22 dan 23 Maret 2019 di Graha Bhakti Budaya\, Taman Ismail Marzuki\, Jakarta.     \n \n“Program Indonesia Kita senantiasa menampilkan pementasan yang tak hanya menghibur namun juga mengajak para penontonnya untuk selalu menghargai dan mencintai budaya Indonesia. Kepiawaian trio seniman handal\, Butet Kartaredjasa\, Agus Noor\, dan Djaduk Ferianto mengolah ide kreatif mereka ke dalam panggung pertunjukan\, bersambut hangat dengan para pemain dan tim pendukung yang tak kalah hebatnya\, maka lakon-lakon persembahan Indonesia Kita menjadi sayang bila dilewatkan\,” ujar Renitasari Adrian\, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation. \n \nDi tahun 2019\, Program Indonesia Kita hadir kembali dengan mengangkat “Jalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan” sebagai tema utama. “Pentas-pentas Indonesia Kita memilih kesenian sebagai upaya untuk menjadi Indonesia\, kini semakin terasa relevan untuk mengajak\, menemukan\, dan menumbuhkan kembali kepekaan\, kesadaran\, dan kemanusiaan kita\,” ujar Butet Kartaredjasa\, selaku penggagas dan tim kreatif Indonesia Kita\n. \n \nMelalui lakon-lakon yang digelar Indonesia Kita\, seni pertunjukan sering diibaratkan seperti oase di tengah kegersangan. Indonesia Kita menghadirkan seni di antara masyarakat yang melampaui sekat dan batas-batas suku\, agama\, dan orientiasi politik. Seni merupakan refleksi kompleksitas manusia dengan beragam dimensi. “Kesadaran inilah yang mendasari proses kreativitas dalam menciptakan pertunjukan Indonesia Kita sepanjang tahun 2019 di mana kita semua berada di antara gegap gempita peristiwa politik\, namun kebudayaan mengingatkan kita untuk memuliakan manusia\,” tambah Butet. \n \nKanjeng Sepuh bercerita tentang orang-orang yang merasa ditinggalkan oleh zaman\, hanya karena mereka tua. Di usianya yang semakin senja\, seorang pemain wayang orang yang terkenal merasa kesepian karena orang-orang di sekelilingnya mulai mengabaikannya. Bagaimanapun\, zaman telah berubah. Suatu hari pemain wayang itu menyatakan bahwa ia didatangi Semar. Ia menyatakan diri bahwa ia adalah titisan Semar. Oleh orang-orang sekelilingnya\, bahkan juga oleh sahabat-sahabat seumurannya\, dia hanya dianggap cari perhatian. Apalagi tingkah Semar itu memang sering kekanak-kanakan. \n \nPementasan ini dimeriahkan oleh penampilan Sujiwo Tejo\, Butet Kartaredjasa\, Cak Lontong\, Akbar\, Marwoto\, Wisben\, Joned\, Yu Ningsih\, Wulan Guritno\, Soimah\, Endah Laras\, Rita Tila\, SAHITA\, EKI Dance Company\, Bianglala Voice\, Bintang Indrianto\, dan masih banyak lagi. Penata tari oleh Yosep Wahyu Tristiantoro\, Kojack Kodrata\, dan Kresna ‘Peceng’ Wijaya yang selaras dengan iringan musik yang ditata oleh Bintang Indrianto dan artistik dari Ong Hari Wahyu. Naskah garapan Agus Noor ini disutradarai oleh Sujiwo Tejo dengan tim kreatif Butet Kartaredjasa\, Agus Noor\, dan Djaduk Ferianto. \n\nIndonesia Kita mulai menggelar pertunjukan sejak tahun 2011\, dan sejak itulah pentas-pentas yang diadakan menjadi “laboratorium kreatif” bagi berbagai seniman\, baik lintas bidang\, lintas kultural dan lintas generasi. Berjalan dari satu pentas ke pentas lainnya\, pada akhirnya mengkristal menjadi sebuah ikhtiar untuk semakin memahami bagaimana proses “menjadi Indonesia”.\n \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/kanjeng-sepuh-program-indonesia-kita-tahun-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/kanjeng-sepuh-program-indonesia-kita-tahun-20191-b8SgkM.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190321T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190321T193000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031522Z
LAST-MODIFIED:20201022T075548Z
UID:36544-1553196600-1553196600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Bukan Musik Biasa Edisi 69
DESCRIPTION:Untuk kesekian kalinya Forum Musik dan Dialog 1×2 Bulan “Bukan Musik Biasa” (BMB) hadir mewadahi komposer-komposer muda dalam kekaryaan baru di dunia musik kontemporer. Sesuai misi visinya BMB bukan hanya media komunikasi antara kreator dan apresiator\, melainkan juga ruang untuk melihat potensi tiap individu maupun kelompok dalam mengolah daya cipta. Maka BMB bukan sekedar event musik melainkan juga media diskursus dan dialektika musik tersendiri yang bergelindang di tengah arus indutrialisasi.  \nPada kesempatan ini\, akan tampil komposer muda\, yaitu Supri & Yogi (Solo)\, Juan Arminandi (Pontianak)\, dan Sanggar Kulino Riyot (Solo). Diskusi Budaya juga akan diadakan dengan menghadirkan pembicara Danis Sugiyanto dan Moderator Muhklis Anton Nugroho.\nKegiatan Bukan Musik Biasa edisi ke 69 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation diselenggarakan pada tanggal 21 Maret 2019\, pukul 19.30 WIB\, di Pendapa Wisma Seni Taman Budaya Surakarta\, Jl. Ir. Sutami 57 Surakarta.  \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\nGondrong Gunarto : 0856 4715 8338\nDaniel : 0817 4880 815
URL:https://indonesiakaya.com/event/bukan-musik-biasa-edisi-69-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/bukan-musik-biasa-edisi-69-x47kXH.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190321T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190321T000000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031333Z
LAST-MODIFIED:20201022T075355Z
UID:36377-1553126400-1553126400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Bukan Musik Biasa Edisi 69
DESCRIPTION:Kegiatan Bukan Musik Biasa edisi ke 69 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation diselenggarakan pada tanggal 21 Maret 2019\, pukul 19.30 WIB\, di Pendapa Wisma Seni Taman Budaya Surakarta\, Jl. Ir. Sutami 57 Surakarta.  \nPada kesempatan ini\, tampil komposer muda\, yaitu Supri & Yogi (Solo)\, Juan Arminandi (Pontianak)\, dan Sanggar Kulino Riyot (Solo). Diskusi Budaya juga diadakan dengan menghadirkan pembicara Danis Sugiyanto dan Moderator Muhklis Anton Nugroho. \n \nUntuk kesekian kalinya Forum Musik dan Dialog 1×2 Bulan “Bukan Musik Biasa” (BMB) hadir mewadahi komposer-komposer muda dalam kekaryaan baru di dunia musik kontemporer. Sesuai misi visinya BMB bukan hanya media komunikasi antara kreator dan apresiator\, melainkan juga ruang untuk melihat potensi tiap individu maupun kelompok dalam mengolah daya cipta. Maka BMB bukan sekedar event musik melainkan juga media diskursus dan dialektika musik tersendiri yang bergelindang di tengah arus indutrialisasi. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/bukan-musik-biasa-edisi-69/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/bukan-musik-biasa-edisi-691-EcJudf.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190320T100000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190324T000000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031520Z
LAST-MODIFIED:20231221T100410Z
UID:36542-1553076000-1553385600@indonesiakaya.com
SUMMARY:ADIWASTRA NUSANTARA 2019
DESCRIPTION:Adiwastra Nusantara adalah pameran kain adati terbesar di Indonesia yang telah diselenggarakan setiap tahun sejak 2008 di Jakarta. Wastra artinya kain dan Adi berarti unggul atau terbaik\, sehingga Adiwastra Nusantara berarti pameran kain-kain tradisional unggulan dari seluruh wilayah Indonesia. Pameran ini digagas oleh komunitas pecinta dan pegiat promosi kain adati nusantara yang dimotori oleh Edith Ratna Soeryosoeyarso dan kawan-kawan. Tujuan dari pameran ini antara lain untuk terus mengobarkan semangat pelestarian serta pengembangan kain adati nusantara sebagai kekayaan bangsa yang beragam dan memiliki keindahan serta nilai-nilai filosofis dan kearifan lokal yang tinggi. \nAdiwastra Nusantara telah menjadi peristiwa tahunan yang dinantikan oleh para UKM perajin wastra maupun masyarakat pecinta kain adati Indonesia. Pameran ini menjadi ajang interaksi antara UKM perajin/perancang kain adati dengan masyarakat konsumennya. Setiap perajin akan berusaha menampilkan kreasi dan inovasi terbaiknya untuk merebut hati masyarakat pengguna kain adati yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Adiwastra Nusantara juga merupakan ajang interaksi antar para UKM perajin wastra untuk memperkenalkan teknologi atau bahan baku baru\, mulai dari serat\, benang\, kain\, pewarna alam hingga teknik-teknik penenunan serta pewarnaan yang  mutakhir. \nPenyelenggaraan pameran Adiwastra Nusantara ke 12 tahun 2019 ini mengusung tema “Wastra Adati generasi Digital”. Telah kita saksikan bahwa minat masyarakat terhadap kain adati terus meningkat dari tahun ke tahun\, baik untuk busana\, interior maupun kebutuhan lainnya. Kecenderungan ini kian meningkat sejak Unesco menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda dari Indonesia tahun 2009 yang lalu. Tren ke arah nuansa etnik atau tradisi serta gaya hidup kembali ke alam yang banyak di anut para generasi muda\, telah turut mendongkrak pemakaian kain adati\, baik batik\, tenun maupun jumputan atau sasirangan.  Citra kain adati kini tidak menjadi monopoli generasi senior semata\, kaum milenial\, generasi digital pun mulai banyak menyukai kain tradisi\, tidak hanya untuk peristiwa resmi tetapi juga untuk suasana kasual dan sehari-hari. Para perancang busana serta kain adati dari kalangan generasi muda pun semakin banyak bermunculan membawa ide-ide segar dan inovatif\, sesuai karakter generasinya. Kecenderungan ini dengan cepat berkembang didukung oleh sistem pemasaran dan penjualan digital. Sebuah keniscayaan yang positif dan tidak mungkin dihindari. Inilah antara lain yang mendorong diusungnya tema tersebut di atas untuk Adiwastra Nusantara 2019 ini. \nPameran Adiwastra Nusantara 2019 diselenggarakan pada 20 – 24 Maret 2019 di Hall A  & B  Balai Sidang Jakarta (JCC). Pameran dibuka pukul 10.00 WIB hinggal 21.00 WIB. Berbagai kegiatan yang disajikan antara lain Stand ikon Adiwastra Nusantara 2019\, Peluncuran dan bedah buku “Batik Sudagaran Solo”\, Lomba Selendang Indonesia\, Peragaan busana para perancang nasional\, Talkshow\, demo dan workshop. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan kunjungi  :\nhttp://www.adiwastra.id/
URL:https://indonesiakaya.com/event/adiwastra-nusantara-2019-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/adiwastra-nusantara-2019-7vtrHl.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190320T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190320T000000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031342Z
LAST-MODIFIED:20231221T101507Z
UID:36392-1553040000-1553040000@indonesiakaya.com
SUMMARY:ADIWASTRA NUSANTARA 2019
DESCRIPTION:Pameran Adiwastra Nusantara 2019 yang didukung juga oleh Bakti Budaya Djarum Foundation diselenggarakan pada 20 – 24 Maret 2019 di Hall A  & B  Balai Sidang Jakarta (JCC). Pameran dibuka pukul 10.00 WIB hinggal 21.00 WIB. Berbagai kegiatan yang disajikan antara lain Stand ikon Adiwastra Nusantara 2019\, Peluncuran dan bedah buku “Batik Sudagaran Solo”\, Lomba Selendang Indonesia\, Peragaan busana para perancang nasional\, Talkshow\, demo dan workshop. \nAdiwastra Nusantara adalah pameran kain adati terbesar di Indonesia yang telah diselenggarakan setiap tahun sejak 2008 di Jakarta. Wastra artinya kain dan Adi berarti unggul atau terbaik\, sehingga Adiwastra Nusantara berarti pameran kain-kain tradisional unggulan dari seluruh wilayah Indonesia. Pameran ini digagas oleh komunitas pecinta dan pegiat promosi kain adati nusantara yang dimotori oleh Edith Ratna Soeryosoeyarso dan kawan-kawan. Tujuan dari pameran ini antara lain untuk terus mengobarkan semangat pelestarian serta pengembangan kain adati nusantara sebagai kekayaan bangsa yang beragam dan memiliki keindahan serta nilai-nilai filosofis dan kearifan lokal yang tinggi. \nAdiwastra Nusantara telah menjadi peristiwa tahunan yang dinantikan oleh para UKM perajin wastra maupun masyarakat pecinta kain adati Indonesia. Pameran ini menjadi ajang interaksi antara UKM perajin/perancang kain adati dengan masyarakat konsumennya. Setiap perajin akan berusaha menampilkan kreasi dan inovasi terbaiknya untuk merebut hati masyarakat pengguna kain adati yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Adiwastra Nusantara juga merupakan ajang interaksi antar para UKM perajin wastra untuk memperkenalkan teknologi atau bahan baku baru\, mulai dari serat\, benang\, kain\, pewarna alam hingga teknik-teknik penenunan serta pewarnaan yang  mutakhir. \n \nPenyelenggaraan pameran Adiwastra Nusantara ke 12 tahun 2019 ini mengusung tema “Wastra Adati generasi Digital”. Telah kita saksikan bahwa minat masyarakat terhadap kain adati terus meningkat dari tahun ke tahun\, baik untuk busana\, interior maupun kebutuhan lainnya. Kecenderungan ini kian meningkat sejak Unesco menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda dari Indonesia tahun 2009 yang lalu. Tren ke arah nuansa etnik atau tradisi serta gaya hidup kembali ke alam yang banyak di anut para generasi muda\, telah turut mendongkrak pemakaian kain adati\, baik batik\, tenun maupun jumputan atau sasirangan.  Citra kain adati kini tidak menjadi monopoli generasi senior semata\, kaum milenial\, generasi digital pun mulai banyak menyukai kain tradisi\, tidak hanya untuk peristiwa resmi tetapi juga untuk suasana kasual dan sehari-hari. Para perancang busana serta kain adati dari kalangan generasi muda pun semakin banyak bermunculan membawa ide-ide segar dan inovatif\, sesuai karakter generasinya. Kecenderungan ini dengan cepat berkembang didukung oleh sistem pemasaran dan penjualan digital. Sebuah keniscayaan yang positif dan tidak mungkin dihindari. Inilah antara lain yang mendorong diusungnya tema tersebut di atas untuk Adiwastra Nusantara 2019 ini. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia
URL:https://indonesiakaya.com/event/adiwastra-nusantara-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/adiwastra-nusantara-20191-wuH7ZB.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190316T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190316T200000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031533Z
LAST-MODIFIED:20201022T075559Z
UID:36560-1552766400-1552766400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Suluk Maleman Edisi Maret 2019
DESCRIPTION:Suluk Maleman adalah acara rutin bulanan yang dirancang sebagai ajang untuk silaturrahim\, tukar pikiran\, mengaji masalah-masalah yang dihadapi bangsa\, baik di tingkat lokal maupun nasional. Acara ini sejak awal digagas sebagai oase untuk merekatkan kembali ikatan kemanusiaan\, kemasyarakatan dan kebangsaan. \nTema Suluk Maleman kali ini “Tunakawan”\, untuk membahas tema ini akan hadir Budi Maryono\, Ali Fatkhan\, Muhajir Arrosyid\, Muhammad Aniq\, serta akan diselingi pagelaran musik oleh Orkes Puisi Sampak GusUran. Tema ini merupakan bagian ke-sembilan dari episode Taubat Nusantara\, Menjaga Nalar Bangsa.  \nKegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Maret 2019\, pukul 20.00 WIB\, bertempat di Rumah Adab Indonesia Mulia\, Jalan P. Diponegoro No 94\, Pati. \nInfo lebih lanjut :\nWebsite: www.sulukmaleman.com\nFacebook: fb.com/sulukmaleman\nTwitter: @suluk_maleman\nInstagram: @sulukmaleman
URL:https://indonesiakaya.com/event/suluk-maleman-edisi-maret-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/suluk-maleman-edisi-maret-2019-kLI4tV.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190312T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190312T000000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031515Z
LAST-MODIFIED:20201022T075541Z
UID:36534-1552348800-1552348800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Gamrockestra by Riki Putra
DESCRIPTION:Membawakan konser orkestra dengan kolaborasi gamelan dan musik genre rock. Menampilkan Addie MS\, Eros Chandra dari Sheila On 7\, Bhineka Full Orkestra dengan paduan suara dan rhytm section dan 5 Gamelan yang membawakan 11 lagu\, baik lagu tradisional\, lagu populer Indonesia bahkan lagu Rock mancanegara. \n \nAcara ini dihadiri oleh 750 orang dengan variasi harga tiket mulai dari Rp 75.000\,- sampai dengan Rp 450.000\,-.\nBeberapa penonton yang hadir diantaranya datang dari kota Semarang\, Solo\, Balikpapan dan beberapa kota lainnya di Jawa Tengah\, juga dihadiri oleh para personil Sheila On 7 dan GPH Paundrakarna serta Staff  Keraton Solo dan Jogjakarta.  \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia
URL:https://indonesiakaya.com/event/gamrockestra-by-riki-putra/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/gamrockestra-by-riki-putra-hQgoPC.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190308T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190308T150000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031542Z
LAST-MODIFIED:20201022T075608Z
UID:36574-1552057200-1552057200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Wayang Tavip Dalang Budi Ros
DESCRIPTION:Wayang Tavip dalang Budi Ros menggelar pentas “Beringin Setan” di Gedung Kesenian Jakarta\, Jl. Pasar Baru\, Jakarta\, pada tanggal 8 Maret 2019.  Pentas akan digelar dua kali\, pukul 15.00 WIB dan 20.00 WIB. Sebelumnya\, lakon tersebut telah dipentaskan keliling di 5 tempat Jakarta dan Depok.  Pentas di Gedung Kesenian Jakarta\, merupakan upaya berkesinambungan agar wayang jenis baru ini lekat di hati masyarakat. Dengan begitu\, diharapkan\, suatu hari nanti wayang baru yang penuh daya pikat ini akan hidup\, dihidupi dan lebih bermakna dalam masyarakat luas. \nLakon berkisah tentang desa bernama Kutowaringin tapi lebih dikenal luas sebagai Kampung Beringin. Gara-garanya\, di gerbang desa itu tumbuh pohon beringin yang sangat indah\, besar dan rindang. Atas kenyataan itu\, Pak Kades kurang senang. Terlebih lagi\, ketika setan penghuni pohon beringin itu merasuki Agnes Winarni\, putri Pak Kades. Atas nasehat seorang Dukun\, Pak Kades mengambil tindakan cepat. Menebang pohon beringin. Tetapi\, dua minggu kemudian\, terjadi kesurupan masal. Para setan marah\, Kampung Beringin pun geger.  \nDukun didampingi Pak Kades sibuk keliling desa dan dengan susah payah membebaskan warga yang kesurupan. Upacara persembahan sesaji juga digelar. Semua berharap\, setan melunak dan tidak mengganggu. Tapi setan tetap menuntut supaya pohon beringin dikembalikan ke tempat semula. Hal yang jelas tidak mungkin. Negosiasi berjalan alot. Kesepakatan akhirnya tercapai. Setan tidak akan mengganggu\, asalkan pohon beringin baru harus ditanam di depan rumah setiap warga. Dengan berat hati\, warga mengalah. Tapi dalam hati terus bertanya-tanya: Apakah janji setan bisa dipegang? Siapakah sesungguhnya penguasa Kampung Beringin\, Pak Kades? Pak Dukun? Atau Setan? \nInfo lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\nNunung : 0877 8268 8160
URL:https://indonesiakaya.com/event/wayang-tavip-dalang-budi-ros-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/wayang-tavip-dalang-budi-ros-Spo3Y3.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190308T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190308T000000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031452Z
LAST-MODIFIED:20201022T075517Z
UID:36498-1552003200-1552003200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Wayang Tavip Dalang Budi Ros
DESCRIPTION:Wayang Tavip dalang Budi Ros menggelar pentas “Beringin Setan” di Gedung Kesenian Jakarta\, Jl. Pasar Baru\, Jakarta\, pada tanggal 8 Maret 2019. Sebelumnya\, lakon tersebut telah dipentaskan keliling di 5 tempat Jakarta dan Depok. Pentas di Gedung Kesenian Jakarta\, merupakan upaya berkesinambungan agar wayang jenis baru ini lekat di hati masyarakat.  Dengan begitu\, diharapkan\, suatu hari nanti wayang baru yang penuh daya pikat ini akan hidup\, dihidupi dan lebih bermakna dalam masyarakat luas. \nLakon berkisah tentang desa bernama Kutowaringin tapi lebih dikenal luas sebagai Kampung Beringin.  Gara-garanya\, di gerbang desa itu tumbuh pohon beringin yang sangat indah\, besar dan rindang. Atas kenyataan itu\, Pak Kades kurang senang. Terlebih lagi\, ketika setan penghuni pohon beringin itu merasuki Agnes Winarni\, putri Pak Kades.  Atas nasehat seorang Dukun\, Pak Kades mengambil tindakan cepat. Menebang  pohon beringin. Tetapi\, dua minggu kemudian\, terjadi kesurupan masal. Para setan marah\, Kampung Beringin pun geger.  \nDukun didampingi Pak Kades sibuk keliling desa dan dengan susah payah membebaskan warga yang kesurupan. Upacara persembahan sesaji juga digelar. Semua berharap\, setan melunak dan tidak mengganggu. Tapi setan tetap menuntut supaya pohon beringin dikembalikan ke tempat semula. Hal yang jelas tidak mungkin. Negosiasi berjalan alot. Kesepakatan akhirnya tercapai. Setan tidak akan mengganggu\, asalkan pohon beringin baru harus ditanam di depan rumah setiap warga. Dengan berat hati\, warga mengalah.  \n \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/wayang-tavip-dalang-budi-ros/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/wayang-tavip-dalang-budi-ros1-fsVsmO.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190307T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190308T000000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031530Z
LAST-MODIFIED:20201022T075557Z
UID:36557-1551988800-1552003200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Teater Perdikan Yogyakarta Mempersembahkan Lakon "Sengkuni 2019"
DESCRIPTION:Teater Perdikan Yogyakarta akan menggelar pementasan berjudul Sengkuni 2019\, pada 7 dan 8 Maret 2019\, bertempat di Balai Budaya Surabaya\, pukul 19.00 WIB. \nSebelum pementasan di Surabaya\, Sengkuni 2019 telah dipentaskan di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada 12 dan 13 Januari 2019 lalu\, dan mendapat sambutan luar biasa hingga mengadakan tiket lesehan untuk menampung  antusiasme penonton yang tidak kebagian kursi. \nNaskah Sengkuni 2019 ditulis oleh Emha Ainun Nadjib\, dan disutradarai oleh Jujuk Prabowo\, didukung oleh para pemain yang telah puluhan tahun berdedikasi di dunia teater seperti Joko Kamto\, Novi Budianto\, Eko Winardi\, Margono W\, Agus Istijanto\, dan Kumbo Adiguno. Musik digarap oleh Azied Dewa\, SP Joko\, Doni\, dan Widi\, tata lampu oleh Wardono\, manager panggung oleh MZ Fadil\, pimpinan produksi oleh Toto Rahardjo\, dan kegiatan ini diselenggarakan oleh Progress Management. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\n0812 1617 1110 \n 
URL:https://indonesiakaya.com/event/teater-perdikan-yogyakarta-mempersembahkan-lakon-sengkuni-2019-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/teater-perdikan-yogyakarta-mempersembahkan-lakon-sengkuni-2019-zDZlfi.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190307T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190307T000000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031453Z
LAST-MODIFIED:20201022T075518Z
UID:36500-1551916800-1551916800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Teater Perdikan Yogyakarta Mempersembahkan Lakon "Sengkuni 2019"
DESCRIPTION:Teater Perdikan Yogyakarta didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation menggelar pementasan berjudul Sengkuni 2019\, pada 7 dan 8 Maret 2019\, bertempat di Balai Budaya Surabaya. Sebelum pementasan di Surabaya\, Sengkuni 2019 telah dipentaskan di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada 12 dan 13 Januari 2019 lalu\, dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. \nNaskah Sengkuni 2019 ditulis oleh Emha Ainun Nadjib\, dan disutradarai oleh Jujuk Prabowo\, didukung oleh para pemain yang telah puluhan tahun berdedikasi di dunia teater seperti Joko Kamto\, Novi Budianto\, Eko Winardi\, Margono W\, Agus Istijanto\, dan Kumbo Adiguno. Musik digarap oleh Azied Dewa\, SP Joko\, Doni\, dan Widi\, tata lampu oleh Wardono\, manager panggung oleh MZ Fadil\, pimpinan produksi oleh Toto Rahardjo\, dan kegiatan ini diselenggarakan oleh Progress Management. \n \nLakon Sengkuni menyodorkan pencarian kesejatian hidup\, mengungkapkan nilai-nilai dasar humanisme dan hubungan sosial kemasyarakatan yang adil. Asal mula ketimpangan dan ketidakadilan digali secara lugas. Cara pandang terhadap benar salah yang menjadi sumber perpecahan bangsa disentil dengan cerdas. Lakon Sengkuni 2019 menawarkan ijtihad langkah menahan keruntuhan nilai yang semakin tajam melalui perenungan mendalam melalui tafsir baru suatu naskah pementasan teater. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia
URL:https://indonesiakaya.com/event/teater-perdikan-yogyakarta-mempersembahkan-lakon-sengkuni-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/teater-perdikan-yogyakarta-mempersembahkan-lakon-sengkuni-2019-d0eHpg.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190306T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190306T190000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031537Z
LAST-MODIFIED:20201022T075603Z
UID:36567-1551898800-1551898800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Komunitas Seni Samar mempersembahkan 'Bregada Merudhandha'
DESCRIPTION:Komunitas Seni Samar didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation akan menggelar pertunjukan yang bertajuk “A Vague Story Of Rananggana : Bregada Merudhandha” di Universitas Muria Kudus\, Kampus Gondangmanis PO. BOX 53 Bae\, Kudus\, pada hari Rabu\, 6 Maret 2019\, pukul 19.00 WIB.\n \nAdapun rangkaian kegiatan sebagai berikut :\n \nMusik Pembuka :\n \n– Republik Kanzu\nKelompok musik pimpinan Gus Miko yang melakukan inovasi dengan menggabungkan unsur musik tradisional (Keroncong) dan genre musik kontemporer (Ska dan Dangdut)\n \n– PEMUJAKU (Persatuan Musisi Jaipong Kudus)\nAdalah wadah dan ruang kreatif bagi musisi jaipong Kudus yang berdiri 3 April 2018 dan dipimpin oleh Topiq dan Ipin yang tidak mau terbelenggu dengan rutinitas “tanggapan” mencoba eksplore mencari nuansa baru seperti rampak dengan paduan musik barong.\n \nPementasan berjudul “A Vague Story Of Rananggana : Bregada Merudhandha”\, naskah karya Leo Katarsis\, dan disutradarai oleh Ahmad ‘Mophet’ Safrudin.\n \nBregada Manyura adalah pasukan pilihan Medhang Bhumi Mataram. Pengabdi setia Ratu Sanjaya\, dipimpin oleh seorang Panglima digdaya\, Hang Anggana saudara sepupu Ratu sanjaya\, satu keturunan dari Ratu Shima. Saat mendengar kabar rencana pemberontakan Raja Sunda-Galuh\, Ratu Sanjaya murka. Dia perintahkan Anggana menumpas pemberontakan itu. Bregada Manyura segera berangkat menuju Kerajaan Sunda-Galuh. Sepeninggalan Anggana\, tanpa diduga Istana Medhang diserbu pasukan Sriwijaya. Usai memadamkan pemberontakan\, Anggana dan pasukannya bergegas kembali ke Medhang. Prajurit Sriwijaya berhasil dipukul mundur dan digiring menuju Selat Muria. Kapal-kapal mereka dibakar dan ditenggelamkan. \n \nKemenangan Anggana dan pasukannya menjadi tidak berarti karena ternyata Ratu Sanjaya gugur dalam penyerbuan pasukan Sriwijaya. Anggana sangat berduka\, Dia kehilangan saudara\, sahabat dan tujuan pengabdiannya. \n \nAnggana kemudian meninggalkan Kerajaan Medhang kembali ke Tanah Muria\, diikuti Bregada Manyura yang tersisa. Mereka mensucikan diri\, melakukan semedi Merudhandha. Anggana menjalani hidup selanjutnya sebagai orang biasa dan pasukannya menyebar dari Tanjung Para sampai Teluk Silugangga\, menjaga Tanah Muria. Daerah itu kemudian dikenal dengan nama Rananggana. Setiap tahun mereka berkumpul mengadakan upacara agung “Merudhandha”\n \nSebuah eksplorasi teatrikal\, perpaduan antara  seni drama klasik (tradisi) dan modern\, dengan tarian\, nyanyian\, serta iringan live musik  yang menghasilkan sebuah karya eksperimental. Dibawakan secara cair dengan gaya ‘Sampakan’ ala Komunitas Seni Samar tentunya\, dimana para aktor secara luwes\, kocak\, spontan dan keluar masuk berimprovisasi dalam karakter peran atau diri sendiri. \n \nTentang Komunitas Seni Samar\n \nKomunitas Seni Samar berdiri pada 1 maret 1998\, di BIPP (Balai Informasi dan Penyuluhan Pertanian  yang sekarang beralih fungsi menjadi Taman Ternak Kudus) Desa Besito kecamatan Gebog Kudus. Dalam perjalanannya\, Komunitas Seni Samar beranggotakan beragam latar belakang\, dari anak sekolah\, mahasiswa\, petani\, pedagang\, security\, tukang jahit\, buruh pabrik buruh bangunan yang secara rutin berproses kreatif\, menghasilkan karya – karya yang dapat di apreasiasikan pada masyarakat. Sudah berbagai tempat di Kudus dan kota – kota besar lainnya menjadi media apreasiasi\, dari trotoar jalanan\, tempat orang punya hajat hingga gedung DPR. Dalam proses kreatifnya\, Komunitas Seni Samar banyak menggunakan karya – karya sendiri namun sering juga menggunakan beberapa karya dari penulis lakon terkenal.\n \nInformasi Kegiatan\nKomunitas Seni Samar :  \nJl. Masjid Al Idrus No. 24 Ds. Besito Rt. 003 Rw. 004 Gebog Kudus \nContact Person : 081392813899 (Mophet)\, 085851416920 (Upliek)\, \nEmail: komunitassamar@gmail.com \nFB : Teater Samar IG : Komunitas Samar
URL:https://indonesiakaya.com/event/komunitas-seni-samar-mempersembahkan-bregada-merudhandha-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/komunitas-seni-samar-mempersembahkan-bregada-merudhandha-ak5Vgg.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190306T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190306T000000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031514Z
LAST-MODIFIED:20201022T075540Z
UID:36532-1551830400-1551830400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Komunitas Seni Samar Mempersembahkan Bregada Merudhandha
DESCRIPTION:Komunitas Seni Samar yang di dukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation menggelar pertunjukan dan diskusi kebudayaan yang bertajuk Bregada Merudhandha di Universitas Muria Kudus\, Kampus Gondangmanis PO. BOX 53 Bae\, Kudus\, pada hari Rabu\, 6 Maret 2019. \nNaskah pertunjukan ini merupakan karya Leo Katarsis\, dengan Sutradara Ahmad ‘Mophet’ Safrudin. Sebuah eksplorasi teatrikal\, perpaduan antara  seni drama klasik (tradisi) dan modern\, dengan tarian\, nyanyian\, serta iringan live musik  yang menghasilkan sebuah karya eksperimental. Dibawakan secara cair dengan gaya ‘Sampakan’ ala Komunitas Seni Samar tentunya\, dimana para aktor secara luwes\, kocak\, spontan dan keluar masuk berimprovisasi dalam karakter peran atau diri sendiri.  \nBregada Manyura adalah pasukan pilihan Medhang Bhumi Mataram. Pengabdi setia Ratu Sanjaya\, dipimpin oleh seorang Panglima digdaya\, Hang Anggana saudara sepupu Ratu sanjaya\, satu keturunan dari Ratu Shima.  \n \nSaat mendengar kabar rencana pemberontakan Raja Sunda-Galuh\, Ratu Sanjaya murka. Dia perintahkan Anggana menumpas pemberontakan itu. Bregada Manyura segera berangkat menuju Kerajaan Sunda-Galuh. Sepeninggalan Anggana\, tanpa diduga Istana Medhang diserbu pasukan Sriwijaya. Usai memadamkan pemberontakan\, Anggana dan pasukannya bergegas kembali ke Medhang. Prajurit Sriwijaya berhasil dipukul mundur dan digiring menuju Selat Muria. Kapal-kapal mereka dibakar dan ditenggelamkan.  \nKemenangan Anggana dan pasukannya menjadi tidak berarti karena ternyata Ratu Sanjaya gugur dalam penyerbuan pasukan Sriwijaya. Anggana sangat berduka\, Dia kehilangan saudara\, sahabat dan tujuan pengabdiannya.\n \nAnggana kemudian meninggalkan Kerajaan Medhang kembali ke Tanah Muria\, diikuti Bregada Manyura yang tersisa. Mereka mensucikan diri\, melakukan semedi Merudhandha. Anggana menjalani hidup selanjutnya sebagai orang biasa dan pasukannya menyebar dari Tanjung Para sampai Teluk Silugangga\, menjaga Tanah Muria. Daerah itu kemudian dikenal dengan nama Rananggana. Setiap tahun mereka berkumpul mengadakan upacara agung “Merudhandha”. \nKomunitas Seni Samar berdiri pada 1 maret 1998\, di BIPP (Balai Informasi dan Penyuluhan Pertanian  yang sekarang beralih fungsi menjadi Taman Ternak Kudus) Desa Besito kecamatan Gebog Kudus. Dalam perjalanannya\, Komunitas Seni Samar beranggotakan beragam latar belakang\, dari anak sekolah\, mahasiswa\, petani\, pedagang\, security\, tukang jahit\, buruh pabrik buruh bangunan yang secara rutin berproses kreatif\, menghasilkan karya – karya yang dapat di apreasiasikan pada masyarakat. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/komunitas-seni-samar-mempersembahkan-bregada-merudhandha/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/komunitas-seni-samar-mempersembahkan-bregada-merudhandha1-BnTN84.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190303T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190303T200000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031534Z
LAST-MODIFIED:20201022T075600Z
UID:36562-1551643200-1551643200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Randai Rambun Pamenan di Festival Nan Jombang
DESCRIPTION:Festival Nan Jombang Tanggal 3 (FNJT3) yang memasuki tahun ke-7 penyelenggaraan ini\, menghadirkan kesenian tradisi yang ada di Minangkabau setiap tanggal 3 setiap bulannya. Pada tahun ini FNJT3 mendapat dukungan kembali oleh Bakti Budaya Djarum Foundation dan juga didampingi oleh Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat. Dua bulan sebelumnya FNJT3 telah menampilkan kesenian Salawat Dulang dari Kabupaten Tanah Datar dan Kesenian Indang Tagak dari Kabupaten Solok Selatan. Pada perhelatan 3 Maret 2019 besok\, FNJT3 akan menampilkan Randai dari Kabupaten Sijunjung. Pertunjukan Randai ini akan ditampilkan oleh Grup Randai Tuah Sakato.Grup Randai yang dipimpin oleh Tasril ini telah berdiri sejak tahun 1990-an. Mereka akan membawakan naskah randai yang berjudul Rambun Pamenan.  \nRambun pamenan merupakan cerita rakyat yang sangat populer di Minangkabau. Naskah ini menceritakan tentang pengembaraan seorang anak yang bernama Rambun Pamenan dalam menyelamatkan ibunya Linduang Bulan. Linduang Bulan diculik oleh Rajo angek Garang yang merupakan seorang raja dari nagari Camin Taruih sejak Rambun masih kecil. Penculikan ini diberitahu oleh perawatnya dan dibenarkan seorang pengembara yang bernama Alang bangkeh. Dalam perjalanannya rambun bertemu dengan Inyiak Paladang yang kemudian memberikannya senjata untuk menyelamatkan ibunya. \nApakah alasan Rajo Angek Garang menculik Linduang Bulan?. Bagaimanakah perjalanan Rambun Pamenan? Berhasilkah Rambun Pamenan menyelamatkan Ibunya?. Jawaban dan Kelengkapan cerita randai ini bisa disaksikan di FNJT3. Untuk itu\, silahkan datang dan bergabung dalam kemeriahan FNJT3 pada Minggu\, 3 Maret 2019 di Ladang Tari nan Jombang\, belakang perumahan Polda\, Balai Baru\, Padang. Festival ini akan dimulai pada pukul 20:00 WIB. \nInfo lebih lanjut\, silahkan menghubungi panitia : \nAngga Djamar : 0812 6616 716 \nwww.nanjombangdance.id
URL:https://indonesiakaya.com/event/randai-rambun-pamenan-di-festival-nan-jombang/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/randai-rambun-pamenan-di-festival-nan-jombang-694gbZ.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190303T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190303T000000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031448Z
LAST-MODIFIED:20201022T075513Z
UID:36492-1551571200-1551571200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Asmarandhana Untuk Indonesia Damai
DESCRIPTION:Pentas seni tahunan bertajuk Asmarandhana yang diselenggarakan oleh Rumah  Budaya Maz Inung serta didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation\, diselenggarakan  pada 3 Maret 2019\, bertempat di De ATM Trasan Bandongan Magelang. Kegiatan ini diharapkan sarat dan  kaya akan nilai-nilai toleransi dan kreatifitas dalam bidang musik\, tari\, puisi\, dan vokal\,  bahkan juga diharapkan akan mampu membuat wabah Hoax lambat laun menyingkir jauh dari atmosfir  dan cakrawala kehidupan berbangsa.  \nMelalui seni tradisional dan seni modern yang dikemas melalui sastra\, tari\, musik\, dan vokal yang diramu sedemikian rupa adalah merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk menjaga Identitas Indonesia\, dengan strategi mempagelarkan karya dari para Seniman dari Magelang\,  Jogjakarta\,  Solo\, Borobudur\, dan  sekitarnya. Kegiatan ini juga turut berperan menyemarakkan program Industri kreatif yang menjadi pemicu para seniman dalam melahirkan karya-karya terbaik mereka. \n \nAcara ini menampilkan Munir Syalala (Gitaris/Vokalis/Sastra)\, Shinta Mentari (Penari tradisi)\, Disastra  (Sastrawan)\, Handoko Sudro (Penari Tradisi)\, Nisa Winartha\, (Penyanyi & Gitaris)\, Truntung Millenia (Musik Tradisi)\, Jodhokemil (Musik Tradisi Kontemporer)\, Komunitas Cakil Squat (Tarian Tradisi Kontemporer)\, Komunitas Warangan (Seni Tradisi)\, I-Pro 17 (Musik Pop Progresif)\, PSM Grandiso Sonora (Paduan Suara)\, Max Baihaqi (Musik & Vokal)\, Maz Inung (Vokal & Musik)\, Topeng Ireng Warangan (Tari Tradisi)\, Sanggar Dom Suntil (Modern Dance)\, Ajeng Dewanthi (Vokal & Gitar)\, serta Doni Suwung (Gitar & Vokal). \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-asmarandhana-untuk-indonesia-damai/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-asmarandhana-untuk-indonesia-damai-Q7rJ9p.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190224T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190224T190000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031538Z
LAST-MODIFIED:20240315T084747Z
UID:36568-1551034800-1551034800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Teater Pandora Mempersembahkan Lakon Suto Mencari Jabatan
DESCRIPTION:“Prinsip hidup saya adalah kesederhanaan. Sederhana dalam bertindak dan sederhana dalam tutur kata. Tidak perlu kiasan-kiasan bombastis\, cukup serangkai kalimat penuh makna. Tidak perlu hidup berlebih\, selalu bekerja keras dan bersyukur tanpa pamrih” (Suto – Sumenjab) \nPenggalan dialog di atas merupakan sekelumit situasi dalam pementasan terbaru Teater Pandora yang berjudul Sumenjab atau Suto Mencari Jabatan. Pementasan kali ini mengangkat seni pertunjukan tradisi Indonesia seperti ludruk\, kesenian ketoprak maupun lenong yang sarat dengan guyonan dan kritik sosial. Sumenjab berbicara soal-soal kekuasaan\, jabatan dan kepentingan\, yang kini sedang hangat dibicarakan oleh semua orang dalam menyambut pesta demokrasi yang digelar setiap lima tahunan di negeri kita tercinta ini. \nSumenjab merupakan narasi alternatif dalam melihat kondisi sosial-politik sekarang ini. Di tengah berbagai narasi yang saling membenturkan\, Sumenjab justru menghadirkan sosok Suto sebagai gabungan dari dua kandidat yang sedang bertarung saat ini. Melihat kondisi ini\, penonton diajak untuk berpikir tentang pilihan mereka: bahwa pada akhirnya\, kedua kandidat yang sekarang ini hampir menjadi kultus\, pada dasarnya adalah manusia biasa\, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. \nMelalui pementasan ini\, penonton diajak untuk berimajinasi tentang “panggung belakang” peristiwa politik yang memang lazim terjadi dalam politik tanpa berniat menggurui apalagi mendewakan yang satu atau yang lainnya. Dengan begitu\, kita tidak akan terjebak pada fanatisme apalagi kultus\, karena pada akhirnya\, yang terpenting adalah persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa. Politik memang suka tampak kepada kita dalam wajahnya yang serius dan menegangkan\, padahal jika kita diberi kesempatan untuk melihat “panggung belakang” itu\, maka kita mungkin akan temukan wajah politik yang berbeda. Entah tampil sebagai komedi\, tragedi\, atau biasa-biasa saja. \nPertunjukan Teater Pandora dalam Lakon Suto Mencari Jabatan yang didukung juga oleh Bakti Budaya Djarum Foundation akan digelar pada 24 Februari 2019\, pukul 19.00 WIB\, bertempat di Balai Sarwono\, Jakarta. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\nFaisal : 0812 8045 4989
URL:https://indonesiakaya.com/event/teater-pandora-mempersembahkan-lakon-suto-mencari-jabatan/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/teater-pandora-mempersembahkan-lakon-suto-mencari-jabatan-eurVRS.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190224T150000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190224T150000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031539Z
LAST-MODIFIED:20201022T075606Z
UID:36570-1551020400-1551020400@indonesiakaya.com
SUMMARY:MusikAsik Edisi Musik Puisi
DESCRIPTION:Musik merupakan bahasa yang menyampaikan rasa lewat nada. Musikasik adalah pentas musik rakyat\, dengan musisi-musisi bertalenta tinggi\, musisi tradisi yang membawakan lagu-lagu bebas dengan tema tertentu. Dipentaskan di ruang terbuka yang asik dan dikemas menjadi tontonan umum yang mengasikkan. \nKegiatan yang digagas oleh Oppie Andaresta kali ini mengambil tema “Musik Puisi”. Lagu-lagu yang akan dibawakan akan berhubungan dengan puisi\, pepatah\, pantun\, yang memang jadi salah satu kekutan lagu-lagu tradisional kita. Sebutlah cublak-cublak suweng yang kaya dengan filosofi hidup\, Tak Tontong dari sumatera Barat\, ayo mama Dari Maluku. Strutur lagu-lagu rakyat Indonesia memang kaya akan pantun dan petuah yang bijak. \nPenyanyi dan Pencipta lagu banyak menggubah karyanya dengan menyanyikan puisi karya sastrawan. Sebutlah Ari (alm) Reda yang menyanyikan Puisi Sapardi Joko Damono\, Lelyani\, dan Oppie Andaresta yang menyanyikan puisi Joko Pinurbo.\nPentas ini juga membuka ruang bagi komunitas tradisi dan artis lokal untuk turut mementaskan karyanya dan atau berkolaborasi dengan musisi lain. \nPertunjukan Musikasik yang didukung juga oleh Bakti Budaya Djarum Foundation akan dilaksanakan pada Minggu 24 Februari pukul 15.00 WIB\, bertempat di Setren pinggir kali Opak Kaliurang Jokjakarta. Dua musisi Jogja yaitu Rembulan Nurani dan Doni suwung bakal tampil mementaskan karyanya. Kelompok angklung Gerli dari komunitas Setren Opak akan membuka pentas\, dan berkolaborasi dengan Oppie Andaresta. 3 musisi hebat jebolan ISI Jogja akan mengiringi biduan bernyayi. Pentas musik ini akan jadi pentas yang mengasikkan secara musikalitas dan tontonan. \nInfo lebih lanjut mengenai kegiatan ini :\nZery : 0856 2938 605
URL:https://indonesiakaya.com/event/musikasik-edisi-musik-puisi/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/musikasik-edisi-musik-puisi-15VgaH.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190224T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190224T000000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031352Z
LAST-MODIFIED:20240416T040419Z
UID:36407-1550966400-1550966400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Bertajuk MusikAsik Edisi Musik Puisi
DESCRIPTION:Pertunjukan MusikAsik yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2019\, bertempat di Setren pinggir kali Opak Kaliurang Jogjakarta. Pertunjukan dimeriahkan oleh dua musisi dari Jogja\, yaitu Rembulan Nurani dan Doni suwung. Selain itu\, Kelompok angklung Gerli dari komunitas Setren Opak juga tampil berkolaborasi dengan Oppie Andaresta. \nMusik merupakan bahasa yang menyampaikan rasa lewat nada. MusikAsik adalah pentas musik rakyat\, dengan musisi-musisi bertalenta tinggi\, musisi tradisi yang membawakan lagu-lagu bebas dengan tema tertentu. Dipentaskan di ruang terbuka dan dikemas menjadi tontonan umum yang mengasikkan. \n  \nKegiatan yang digagas oleh Oppie Andaresta kali ini mengambil tema “Musik Puisi”. Lagu-lagu yang dibawakan berhubungan dengan puisi\, pepatah\, serta pantun\, yang merupakan salah satu kekuatan lagu-lagu tradisional Indonesia. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/suto-mencari-jabatan/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-bertajuk-musikasik-edisi-musik-puisi-ERNGrY.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190223T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190223T200000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031544Z
LAST-MODIFIED:20201022T075610Z
UID:36577-1550952000-1550952000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Konser Sesaji Nagari Kuaetnika
DESCRIPTION:Kuaetnika\, komunitas seni yang didirikan tahun 1996 oleh Djaduk Ferianto\, Butet Kartaredjasa dan Purwanto\, akan meluncurkan album baru melalui konser bertajuk “Sesaji Nagari”.  Konser yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini akan diselenggarakan di Graha Bhakti Budaya\, Taman Ismail Marzuki\, Jakarta\, Sabtu 23 Februari 2019 Pukul 20.00 WIB dan di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta\, Minggu\, 10 Maret 2019 Pukul 20.00 WIB. \nMelalui album Sesaji Nagari\, Kuaetnika mengekspresikan elemen-elemen budaya Indonesia yang belum tersentuh. Kuaetnika akan mengeksplorasi dan mengembangkan beberapa lagu daerah menjadi lebih dinamis. Diaransemen oleh Djaduk Ferianto dan Kuaetnika “Sesaji Nagari” akan menyelaraskan semangat ke-Indonesia-an dari ujung barat sampai ujung timur\, merekatkan kembali apa yang disebut Indonesia dan mengingat kembali menjadi orang Indonesia yang menghargai keberagaman. \nKonser Sesaji Nagari akan menampilkan 10 lagu baru: Sesaji Nagari\, Ulan Andung-Andung\, Batanghari\, Kadal Nongak\, Lalan Belek\, Doni Dole\, Anak Khatulistiwa\, Made Cenik\, Sigule Pong dan Air Kehidupan \nKuaetnika\, dibentuk sebagai sebuah upaya dialog di dalam bermusik. Sebuah upaya menafsir kembali musik-musik tradisi dengan semangat inovasi sehingga dapat dinikmati dalam nuansa yang lain dan menggugah selera generasi kini. Para personil  Kuaetnika senantiasa melakukan penggalian-penggalian di dalam musik-musik tradisi dan memadukannya dengan instrumen elektrik. Di atas panggung\, Kuaetnika dapat menampilkan kejutan-kejutan dalam harmonisasi musik. Alat musik tradisi bisa sangat kental berpadu harmonis dengan bunyi elektrik\, synthesizer serta drum. Sementara itu\, mainan anak-anak dan benda-benda peralatan dapur bisa ikut tampil ditengah riuhnya bunyi-bunyi alat musik yang sedang bermain. Selalu ada yang unik di dalam penampilan Kuaetnika sehingga menjadikannya kaya warna dan mempesona penonton.  \nDalam perjalanannya\, Kuaetnika telah mengeluarkan beberapa album musik sekaligus menggelar konser\, seperti: Nang Ning Nong Orkes Sumpek (1996)\, Ritus Swara (2000)\, Unen Unen (2001)\, Many Skyns One Rhythm (2002)\, Pata Java (2003)\, Raised From The Roots\, Breakthrough Borders (2007)\, Vertigong (2008)\, Nusa Swara (2010)\, Gending Djaduk (2014). \nBerbagai festival internasional yang telah diikuti Kuaetnika antara lain: Workshop and Performance of Contemporary Music at the Rentak dan Gerak (Rhythm & Movement) di Akademi Kebangsaan Malaysia (Kuala Lumpur 2001)\, Indonesian Arts Festival (Brisbane\, Australia 2007)\, Indonesian Rock with Kuaetnika (Melbourne Australia 2007)\, Pesta Raya Malay Festival Art (Esplanade Singapura 2008)\, Darwin Festival (Australia 2008)\, Vienna Jazz Festival (Austria 2009)\, Adelaide Centre Oz Asia Festival (Australia 2009)\, Museum Sufer Fest (Frankfurt\, Jerman 2015)\, Gamelan International Festival (Terengganu Malaysia 2015). \nPembelian Tiket: \nwww.kayan.co.id\nwww.blibli.com \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :  \nSenin – Minggu\, pukul 10.00 – 17.00 \nWA. 0895372014902 \nWA. 081311630001
URL:https://indonesiakaya.com/event/konser-sesaji-nagari-kuaetnika/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/konser-sesaji-nagari-kuaetnika1-3FBApS.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190223T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190223T193000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031535Z
LAST-MODIFIED:20201022T075601Z
UID:36564-1550950200-1550950200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Musik 'Daras'\, Jagongan Wagen Edisi Februari 2019
DESCRIPTION:Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) bersama Bakti Budaya Djarum Foundation meneruskan investasi panjang dalam dukungan fasilitasi ruang presentasi karya seniman muda melalui program Jagongan Wagen. Sebagai pembuka rangkaian Jagongan Wagen tahun 2019\, edisi perdana ini akan menghadirkan musisi muda yang sudah cukup lama berkarya di Yogyakarta\, Jenar Kidjing\, dengan menghadirkan karya berjudul “Daras” pada tanggal 23 Februari 2019\, bertempat di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK)\, Ds. Kembaran Rt. 04-05\, Tamantirto\, Kasihan\, Bantul\, Yogyakarta.\n \nJenar Kidjing adalah alumni Program Seniman Pasca-terampil PSBK angkatan 2014. Secara khusus ia punya ketertarikan terhadap musik program. Istilah musik program ini ia ambil dari buku ‘Imagi-nation’ karya Vincent McDermott yaitu musik yang tidak berdiri sendiri melainkan dibuat untuk keperluan lain; misalnya untuk iringan tari\, teater\, dan film. Seiring perjalanan berkeseniannya\, ia mengerucutkan lagi minatnya pada musik teater kontemporer. Hal tersebut membuatnya banyak terlibat dalam produksi teater kontemporer sebagai penata musik.\n \n“Daras” merupakan rangkuman perjalanan Jenar Kidjing sebagai musisi yang berfokus pada musik program. Ia mengurasi dan menyusun ulang komposisi-komposisi musik dari tiap pertunjukan maupun musikalisasi puisi yang pernah dibuatnya dan membungkusnya dengan benang merah cinta dan kekuasaan. Dalam pembacaan ulang  karya-karya sastra yang pernah dipentaskannya\, ia menyajikannya dengan format yang berbeda dari yang dulu pernah dimainkan. Kidjing selama ini selalu akrab dengan instrument gamelan dalam kekaryaannya\, namun kali ini ia hadir dalam format band bersama Dian Palupi\, Ardhani Julian Krisna\, Arphadya Mahardika dan Ikhsan Prayogo.\n \nMembaca berulang seringkali membuat kita menemukan hal-hal baru dalam lapisan-lapisan dalam karya sastra. Pernyataan inilah yang juga ingin disuarakan Jenar Kidjing dalam karya ini\, bahwa membaca ulang selalu memberi pengetahuan baru dan menebalkan pemahaman. Bisa dikatakan bahwa pertunjukan ini adalah upayanya untuk menyelami perjalannya sekaligus menebalkan pengetahuannya terhadap karya-karya yang selama ini pernah dipentaskannya. Ia pun juga berharap agar semangatnya ini dapat ditangkap dan diteruskan oleh penonton yang nantinya hadir dalam pementasan ini. \n \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) \n \nMelanjutkan spirit maestro seni Indonesia Bagong Kussudiardja\, PSBK mewujudkan diri sebagai art center dengan misi mendukung pengembangan kreatif seniman dan masyarakat umum untuk terus terhubung pada nilai-nilai seni dan budaya\, keberlanjutannya\, dan penciptaan nilai-nilai budaya melalui seni. PSBK hadir sebagai laboratorium kreatif\, tempat berkumpul\, ruang presentasi karya seniman dari berbagai disiplin. PSBK menghadirkan karya seniman-seniman muda\, memfasilitasi riset-riset artistik dan pengembangan profesional\, dan merancang program-program untuk meningkatkan community engagement dan pengembangan jaringan melalui kesenian.\n \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja\nDs. Kembaran Rt.04-05\, Tamantirto\, Kasihan\, Bantul\, DIY\nTel./Fax.: +62(0)274/ 414-404\nWhatsapp : +62 82141416252\nEmail: info@psbk.or.id   Web: www.psbk.or.id\nFacebook: psbkjogja \nTwitter & Instagram: @psbk_jogja\nYoutube: media psbk
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-musik-daras-jagongan-wagen-edisi-februari-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-musik-daras-jagongan-wagen-edisi-februari-2019-G15wEe.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190223T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190223T000000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031455Z
LAST-MODIFIED:20201022T075538Z
UID:36504-1550880000-1550880000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pentas Keliling Teater TeraSS Berjudul 'Bulan Bujur Sangkar'
DESCRIPTION:Teater TeraSS didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation mempersembahkan pertunjukan dengan lakon “Bulan Bujur Sangkar”. Sebuah lakon klasik karya Iwan Simatupang.  Kisah berlatarbelakang  sebuah perang saudara\, antara pemerintah dan pemberontak. Seorang Algojo tua sedang mempersiapkan tiang gantungan. Dia akan menggantung siapa saja yang datang padanya. Bagi dia menggantung orang adalah sebuah seni. Hidup dan mati baginya sama saja.\n \nSeorang pemuda pemberontak yang ingin menembus batas\, dengan ambisinya ia ingin mengalahkan batasan-batasan yang membelenggu. Ia ingin membebaskan diri dari batas\, termasuk pembebasan antara batas kehidupan dan kematian. Keduanya bertemu dan hendak saling bunuh akan tetapi urung karena belum jelasnya peran masing-masing. Siapa pembunuh dan siapa yang dibunuh. Sebuah batas yang sesungguhnya ingin mereka bebaskan.\n\n \nKarena harmonisasi oleh alam\, maka sudah tidak ada lagi orang yang dapat digantung. Untuk mempertahankan eksistensinya sebagai algojo\, maka algojo tua mengantung dirinya sendiri. Dalam naskah ini diceritakan betapa orang-orang lebih suka berperilaku disharmoni. Lebih suka saling bertentangan satu pihak dengan pihak lainnya. \n \nPentas Keliling Teater TeraSS dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut :\n– 23 Februari 2019 di Balai Budaya Rejosari\, Kudus\n– 23 Maret 2019 di Joglo UNNES Universitas Negeri Semarang\n– 30 Maret 2019 di Auditorium UPS Tegal\n– 6 April 2019 di AULA FISIP UNSOED Universitas Jendral Sudirman\, Banyumas\n– 27 April 2019 di Gedung Kesenian Ambarawa\n \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/komunitas-seni-kuaetnika-persembahkan-konser-bertajuk-sesaji-nagari/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pentas-keliling-teater-terass-berjudul-bulan-bujur-sangkar-k1Oiwg.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190220T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190220T193000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031546Z
LAST-MODIFIED:20201022T075613Z
UID:36580-1550691000-1550691000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Forum Apresiasi Sastra Dan Budaya Kudus (FASBuK) Edisi Februari 2019
DESCRIPTION:Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Muria Kudus akan menggelar lawatan rutin sastra dan budaya. Kali ini menampilkan pertunjukan seni tradisi dan diskusi  “Barongan“ di Auditorium Universitas Muria Kudus\, Kampus Gondangmanis PO BOX 53 Bae Kudus\, pada hari Rabu\, 20 Februari 2019\, pukul : 19.30 WIB. \nSebagai bentuk apresiasi terhadap kebudayaan lokal dan seniman tradisi di kabupaten Kudus\, panggung Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus edisi Februari 2019 akan menampilkan sebuah pertunjukan seni Barongan dari salah satu Paguyuban Seni Barongan Kudus yaitu Eko Budoyo. Paguyuban Eko Budoyo yang terbentuk sejak tahun 2006 memiliki anggota sekitar 25 orang. Cerita yang akan ditampilkan adalah tentang sejarah seni Barongan Kudus. Diharapkan melalui kegiatan ini\, mampu menjadi media hiburan serta mengangkat kembali nilai kearifan lokal.  \nSekilas tentang Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) \nBerdiri sejak 12 Januari 2009\, FASBuK adalah ruang kerja fisik dan pemikiran untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal yang nantinya mampu menjadi asset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekatmasyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi\, bertukar pikiran\, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya. \nSecara rutin tiap bulannya FASBuK menggelar acara Sastra dan Seni Budaya yang meliputi Apresiasi sastra\, Sarasehan Budaya\, Pertunjukan Musik\, Tari dan Pementasan Drama/Teater\, dan sebagainya. \nUntuk mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi: \nForum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FasBuk)\nKetua Badan Pekerja FASBuK :Arfin AM\nNo. Hp: +62 857 4259 8480\nEmail: fasbuk93@gmail.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-februari-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-februari-2019-cLAYzr.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190220T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190220T000000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031518Z
LAST-MODIFIED:20201022T075544Z
UID:36538-1550620800-1550620800@indonesiakaya.com
SUMMARY:INDONESIA MENUJU BROADWAY: 70 PESERTA MENDAPATKAN PELATIHAN INTENSIF DARI PARA PENGAJAR BROADWAY
DESCRIPTION:Bakti Budaya Djarum Foundation melalui program Ruang Kreatif\, mempersembahkan “Indonesia Menuju Broadway” yang diperuntukan bagi para seniman-seniman muda berbakat di Indonesia. Bekerja sama dengan Passport to Broadway\, New York\, Indonesia Menuju Broadway merupakan sebuah program beasiswa pelatihan bagi seniman muda untuk mendapatkan ilmu panggung dengan standar broadway di Indonesia. \nPendaftaran program Indonesia Menuju Broadway ini telah dibuka mulai 10 – 28 Januari 2019 melalui website www.indonesiakaya.com dan diikuti 672 peserta. Jumlah tersebut kemudian terpilih sekitar 243 peserta yang mengikuti proses audisi bersama para juri yang berbakat dan berpengalaman di dunia seni pertunjukan\, seperti Ari Tulang\, Garin Nugroho\, Andrea Miranda\, dan Ufa Sofura. Peserta yang mengikuti audisi sangat beragam\, mulai dari pelajar\, pekerja seni\, lulusan ajang pencarian bakat\, penyanyi yang sudah memiliki album\, penari\, hingga pemain film yang pernah masuk nominasi dan memenangkan Piala Citra. Audisi oleh para juri ini berhasil memilih 70 orang peserta yang berhak mengikuti program intensif bersama para pengajar dari StudentsLive – Passport to Broadway. Pelatihan ini berlangsung dari tanggal 20 – 24 Februari 2019 dan bertempat di Balai Resital Kertanegara\, Jakarta.  \n \nDalam 18 tahun terakhir\, StudentsLive – Passport to Broadway telah menarik lebih dari 350.000 peserta dari beragam latar belakang budaya\, etnis\, dan sosial ekonomi yang berbeda. Mereka terus mendukung pembelajaran alternatif\, ragam peluang lintas budaya dan interdisipliner yang diperuntukkan bagi penonton baru serta menciptakan\, mengembangkan\, mengelola\, dan menerapkan kurikulum teater National Standard dan Broadway Educational Workshops and Materials untuk mendukung berbagai sekolah di seluruh dunia melalui pelatihan\, perekrutan\, dan pengorganisasian dari tim Broadway Artists and Professionals. 3 pelatih dari StudentsLive – Passport To Broadway yang hadir di Jakarta dan melatih ke-70 peserta dalam program ini adalah Amy Weinstein – Direktur Artistik\, Seth Weinstein – Direktur Musik\, dan Stephen Brotebeck – Konsultan Koreografer. \nPada hari terakhir pelatihan tepatnya di tanggal 24 Februari 2019\, para peserta program ini menampilkan hasil kerja keras mereka selama latihan dalam sebuah pertunjukan yang dibagi menjadi 3 kelompok cerita yang juga disiarkan secara langsung dalam situs Indonesia Kaya. Di akhir program ini terpilihlah 16 peserta yang berhasil mendapatkan beasiswa penuh dan diberangkatkan ke Broadway\, New York pada bulan Juli 2019. Berikut adalah nama ke-16 peserta yang terpilih: \n\n\n\n\nNO. \n\n\nNAMA \n\n\n\n\n1 \n\n\nAdyla Rafa Naura Ayu \n\n\n\n\n2 \n\n\nAldafi Adnan Hutomo \n\n\n\n\n3 \n\n\nDasrizal \n\n\n\n\n4 \n\n\nDesmonda Cathabel \n\n\n\n\n5 \n\n\nEvelinn Kurniadi \n\n\n\n\n6 \n\n\nGalabby Thahira \n\n\n\n\n7 \n\n\nGerardo Cristopher Jonathan Tanor \n\n\n\n\n8 \n\n\nKatherine Permatasari \n\n\n\n\n9 \n\n\nKen Samsara Ajisiwi \n\n\n\n\n10 \n\n\nLil'li Latisha \n\n\n\n\n11 \n\n\nMuhammad Qardhawi Gad El Haq \n\n\n\n\n12 \n\n\nNi Made Ayu Raharsini Gurnitha \n\n\n\n\n13 \n\n\nPalka Kojansow \n\n\n\n\n14 \n\n\nPanendra Larasati \n\n\n\n\n15 \n\n\nPutri Indam Kamila \n\n\n\n\n16 \n\n\nStephanie Mariska Setiawan \n\n\n\n\n  \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/indonesia-menuju-broadway-70-peserta-mendapatkan-pelatihan-intensif-dari-para-pengajar-broadway/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/indonesia-menuju-broadway-70-peserta-mendapatkan-pelatihan-intensif-dari-para-pengajar-broadway-qD1JkP.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190219T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190219T193000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031540Z
LAST-MODIFIED:20201022T075607Z
UID:36572-1550604600-1550604600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Drama Wayang Berjudul  'Kidung Anargya Kunthi Talibrata'
DESCRIPTION:Yayasan Swargaloka bersama Teater Wayang Indonesia didukung Bakti Budaya Djarum Foundation mempersembahkan Drama Wayang dengan judul Kidung Anargya Kunthi Talibrata. Acara ini diselenggarakan pada hari  Selasa\, 19 Fberuari 2019\, di Teater Kautaman\, Gedung Pewayangan Kautaman\, Taman Mini Indonesia Indah\, Jakarta. \nKesedihan adalah jalan yang harus ditapaki Kunthi sebagai Ibu dari Karna dan Arjuna\, perpisahannya dengan Karna ketika masih bayi merah membuat jalan menjadi terjal untuk sampai pada muara keindahan\, namun Ia meyakini Hyang Agung sedang melibatkannya dalam rencananya yang indah. Pun dalam masa dewasanya Karna\, Kunthi harus memilih jalan untuk menyimpan rahasia di sepanjang umur Karna\, hingga pada saatnya mengalun kidung Anargya dari seorang Kunthi yang setia merajut brata dalam mengasuh anak-anaknya. Mungkin saja kesedihan bagi Kunthi adalah jalan yang harus dilalui untuk menuju kebahagiaan. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan\, silahkan menghubungi panitia :\nNindya  : 0813 147 44452
URL:https://indonesiakaya.com/event/drama-wayang-berjudul-kidung-anargya-kunthi-talibrata-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/drama-wayang-berjudul-kidung-anargya-kunthi-talibrata-jCLNBv.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190219T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190219T000000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031525Z
LAST-MODIFIED:20201022T075551Z
UID:36548-1550534400-1550534400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Drama Wayang Berjudul  "Kidung Anargya Kunthi Talibrata"
DESCRIPTION:Kesedihan adalah jalan yang harus ditapaki Kunthi sebagai Ibu dari Karna dan Arjuna\, perpisahannya dengan Karna ketika masih bayi membuat jalan menjadi terjal untuk sampai pada muara keindahan\, namun Ia meyakini Hyang Agung sedang melibatkannya dalam rencananya yang indah. Pun dalam masa dewasanya Karna\, Kunthi harus memilih jalan untuk menyimpan rahasia di sepanjang umur Karna\, hingga pada saatnya mengalun kidung Anargya dari seorang Kunthi yang setia merajut brata dalam mengasuh anak-anaknya. Mungkin saja kesedihan bagi Kunthi adalah jalan yang harus dilalui untuk menuju kebahagiaan. \n \nYayasan Swargaloka bersama Teater Wayang Indonesia didukung Bakti Budaya Djarum Foundation sukses mempersembahkan Drama Wayang dengan judul Kidung Anargya Kunthi Talibrata. Acara ini diselenggarakan pada hari  Selasa\, 19 Februari 2019\, di Teater Kautaman\, Gedung Pewayangan Kautaman\, Taman Mini Indonesia Indah\, Jakarta. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/drama-wayang-berjudul-kidung-anargya-kunthi-talibrata/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/drama-wayang-berjudul-kidung-anargya-kunthi-talibrata1-zzDuzY.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190217T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190217T000000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031451Z
LAST-MODIFIED:20201022T075516Z
UID:36497-1550361600-1550361600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pagelaran Wayang Orang Berjudul Bhisma Mahawira
DESCRIPTION:Yayasan Alumni SMA 6 Jakarta (YASMA 6) dan Gending Enem memprakarsai pagelaran wayang orang “Bhisma Mahawira” yang diadakan pada 17 Februari 2019\, di Gedung Teater Jakarta\, Taman Ismail Marzuki. Keinginan kuat untuk melestarikan seni budaya Indonesia dituangkan dengan mengangkat wayang orang dengan melibatkan lintas angkatan dan profesi. Sebelumnya\, pada tanggal 5 November 2017\, YASMA 6 dan Gending Enem telah mementaskan pagelaran wayang orang “Aryo Penangsang”\, dan pada 7 November 2015 mementaskan pagelaran Wayang Orang Ramayana “Sang Dewi Shinta”. \nPertunjukan “Bhisma Mahawira” yang disutradarai oleh Nanang Ruswanda\, menceritakan perjalanan kehidupan ksatria Bhisma dalam pewayangan\, merupakan sebuah kisah keteguhan hati sang pemegang janji abadi di tengah perang terbesar sepanjang masa. Tersebutlah Prabu Sentanu Raja Kerajaan Hastina Pura\, berkeinginan meminang Dewi Gangga. Namun Dewi Gangga meminta persyaratan\, Prabu Sentanu tidak boleh menghalangi apapun yang diperbuat oleh Dewi Gangga. Sewaktu Dewi Gangga melahirkan putra pertama sampai ketujuh selalu dilarung (dihanyutkan) ke sungai Gangga. Prabu Sentanu merasa sedih dan heran dengan perbuatan istrinya\, maka ketika melahirkan putra yang ke delapan yang akan dilarung dicegah oleh Prabu Sentanu. Dewi Gangga yang merasa Prabu Sentanu telah melanggar perjanjian\, kembali ke Khayangan dan menyerahkan putranya pada Prabu Sentanu yang kemudian diberi nama Dewabrata. Dewabrata yang masih kecil diberikan kepada Rama Bargawa untuk diajar kesaktian. Di bawah bimbingan Rama Bargawa\, Dewabrata tumbuh menjadi pemuda sakti mandraguna. \nSuatu ketika Prabu Sentanu jatuh sakit karena tidak bisa memenuhi permintaan Dewi Setyowati yang hendak dipersuntingnya. Dewabrata kemudian menemui Dewi Setyowati dan menanyakan permintaannya. Dewi Setyowati bersedia menjadi permaisuri Prabu Sentanu dengan syarat kelak putranya yang menjadi raja di Hastina Pura. Karena Dewabrata menjadi pewaris tunggal kerajaan Hastina Pura maka demi kebahagiaan ayahnya ia bersedia menyerahkan tahta kerajaan kepada Dewi Setyowati dan bersumpah untuk tidak menikah sampai akhir hayat (wadad) dan bergelar Resi Bhisma. \n \nDari perkawinan Prabu Sentanu dan Dewi Setyowati mempunyai 2 putra bernama Citroseno dan Citrogodho. Bhisma kemudian mengikuti sayembara di kerajaan Kasipuro yang memperebutkan tiga putri yang bernama Dewi Amba\, Dewi Ambika dan Dewi Ambalika. Dengan kesaktiannya Bhisma dapat memboyong ketiga putri tersebut. Dewi Ambika diperistri Citroseno dan Dewi Ambalika diperistri Citrogodho. Sedangkan Dewi Amba ingin diperistri Bhisma. Karena sumpahnya Bhisma tidak dapat menerima Dewi Amba. Dewi Amba tetap memaksa membuat Bhisma marah dan tanpa sengaja melepaskan anak panahnya mengenai Dewi Amba. Sebelum mati Dewi Amba bersumpah tidak akan naik ke surga kalau tidak bersama Bhisma. \nDewi Ambalika melahirkan Destarastra ayah dari Kurawa dan Dewi Ambika melahirkan Pandu ayah dari Pandawa. Kurawa dan Pandawa sama-sama merasa berhak atas kerajaan Hastina Pura yang akhirnya menyebabkan terjadinya peperangan besar yang dinamakan Bharatayudha (perang darah Bharata). Di perang Bharatayudha\, Resi Bhisma berada di pihak Kurawa tidak untuk membela Kurawa\, tapi membela tanah kelahirannya dan rakyat kecil dari kehancuran. Para Pandawa tidak berani menghadapi Resi Bhisma. Maka Kresna mengangkat Srikandi sebagai Senopati menghadapi Resi Bhisma. Dalam pertempuran\, sukma Dewi Amba masuk dalam tubuh Srikandi. Melihat Sukma Amba yang sudah merasuk di dalam Srikandi\, Resi Bhisma teringat akan pesan terakhir Dewi Amba. Maka Resi Bhisma rela gugur di medan laga di tangan Srikandi. \nTokoh-tokoh yang turut berperan dalam pementasan wayang orang “Bhisma Mahawira” adalah Maudy Koesnaedi sebagai Dewi Amba\, Maya Hasan sebagai Dewi Sembodro\, Alya Rohali sebagai Dewi Drupadi\, Chitra Nartomo sebagai Dewi Kunti\, Metta Ariesta sebagai Dewi Srikandi\, Elmo S. Hillyawan sebagai Arjuna dan Hendro Prastowo sebagai Resi Bhisma. Dukungan penuh juga diberikan oleh Wayang Orang Bharata sebagai salah satu pelopor pertunjukan wayang orang di Indonesia yang bersinergi turun temurun melestarikan budaya.  \n \nPagelaran Wayang Orang Bhisma Mahawira terlaksana berkat dukungan Bank Mandiri\, Bakti Budaya Djarum Foundation\, Telkomsel\, WASKITA\, JIEP\, PUN\, PERURI Property\, PERURI Pusat\, PT. Wahana Infonusa\, PT. Ediya Cipta\, PT. CEN Kurir\, JAPFA So Good\, Rose L Brand & associated\, LT Pro\, Mustika Ratu\, Fave Hotel\, I radio MRA\, serta V radio. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia
URL:https://indonesiakaya.com/event/pagelaran-wayang-orang-berjudul-bhisma-mahawira/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pagelaran-wayang-orang-berjudul-bhisma-mahawira-jMJpyX.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190216T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190216T200000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031545Z
LAST-MODIFIED:20201022T075611Z
UID:36578-1550347200-1550347200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Suluk Maleman Edisi Februari 2019
DESCRIPTION:Suluk Maleman adalah acara rutin bulanan yang dirancang sebagai ajang untuk silaturrahim\, tukar pikiran\, mengaji masalah-masalah yang dihadapi bangsa\, baik di tingkat lokal maupun nasional. Acara ini sejak awal digagas sebagai oase untuk merekatkan kembali ikatan kemanusiaan\, kemasyarakatan dan kebangsaan. \nTema Suluk Maleman kali ini “Demokerasi”. Tema ini merupakan bagian kedelapan dari episode Taubat Nusantara\, Menjaga Nalar Bangsa. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Februari 2019\, pukul 20.00 WIB\, bertempat di Rumah Adab Indonesia Mulia\, Jalan P. Diponegoro No 94\, Pati. \nInfo lebih lanjut :\nWebsite: www.sulukmaleman.com\nFacebook: fb.com/sulukmaleman\nTwitter: @suluk_maleman\nInstagram: @sulukmaleman
URL:https://indonesiakaya.com/event/suluk-maleman-edisi-februari-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/suluk-maleman-edisi-februari-20191-6nJSSN.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190216T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190216T193000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031550Z
LAST-MODIFIED:20201022T075617Z
UID:36587-1550345400-1550345400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Teater Jangkar Bumi Pentaskan 'Dukun-Dukunan'
DESCRIPTION:Teater Jangkar Bumi menggelar pentas dengan naskah “Dukun-Dukunan” di Gedung Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Jl. Ir. Sutami\, Jebres Kota Surakarta. \n \nTeater yang berasal dari Madrasah Aliyah (MA) Qudsiyyah Kudus ini pernah meraih gelar Teater Terbaik I dalam ajang Teater Djarum Award – Festival Teater Pelajar ke-11 (FTP-XI) tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Teater Djarum bersama Departemen Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus.\n \nNaskah Dukun-dukunan diambil dari karya Moliere yang diadaptasi oleh Puthut Bukhori. Pertunjukan ini didukung oleh www.indonesiakaya.com.\n \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini :\nEmail : ilma.emte@gmail.com\nKontak : 0857 4066 1719 (M. Tausi’ul Ilma)\nAlamat : MA Qudsiyyah Kudus\, Jl. KHR. Asnawi Gg Kerjasan Kota Kudus
URL:https://indonesiakaya.com/event/teater-jangkar-bumi-pentaskan-dukun-dukunan/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/teater-jangkar-bumi-pentaskan-dukun-dukunan-yN4Ix0.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190216T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190216T000000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031457Z
LAST-MODIFIED:20201022T075523Z
UID:36507-1550275200-1550275200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Teater Jangkar Bumi Pentaskan  Pertunjukan Berjudul â€œDukun-Dukunanâ€
DESCRIPTION:Teater Jangkar Bumi didukung oleh www.indonesiakaya.com menggelar pentas berjudul “Dukun-Dukunan” pada tanggal 16 Februari 2019 di Gedung Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah\, Jl. Ir. Sutami\, Jebres Kota Surakarta. Teater yang berasal dari Madrasah Aliyah (MA) Qudsiyyah Kudus ini pernah meraih gelar Teater Terbaik I dalam ajang Teater Djarum Award – Festival Teater Pelajar ke-11 (FTP-XI) tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Teater Djarum bersama Departemen Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus. \nNaskah Dukun-Dukunan diambil dari karya Moliere yang diadaptasi oleh Puthut Bukhori. Pertunjukan ini berkisah tentang seorang ayah dan anak yang sering beradu argumen karena si ayah selalu saja bersantai setiap harinya\, karena tak kunjung mempunyai pekerjaan. Padahal sang anak telah membanting tulang untuk menyambung hidup. \n \nSi anak yang sudah lelah dengan kelakuan ayahnya mendapatkan akal ketika datang seseorang menanyakan alamat seorang dukun sakti kepadanya. Ide anaknya membuat sang ayah bersandiwara menjadi dukun sakti yang diminta oleh orang tersebut untuk menyembuhkan penyakit anak majikannya. Saat tiba di rumah majikan\, bagai dukun sakti\, sang ayah mengeluarkan jurus-jurus yang dianggap sukar dijangkau oleh kemampuan manusia biasa. Berbagai adegan kocak dan satir mewarnai sandiwara sang ayah. Akhirnya terkuak\, bahwa anak sang majikan tidak sakit sungguhan. Dia pura-pura sakit karena berusaha menolak rencana orang tuanya yang memaksanya untuk melanjutkan sekolah yang tidak sesuai dengan yang diinginkannya. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/teater-jangkar-bumi-pentaskan-pertunjukan-berjudul-aeoedukun-dukunanae%c2%9d/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/teater-jangkar-bumi-pentaskan-pertunjukan-berjudul-dukun-dukunan-ZMHcyQ.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190208T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190208T000000
DTSTAMP:20260511T052233
CREATED:20201022T031458Z
LAST-MODIFIED:20201022T075524Z
UID:36508-1549584000-1549584000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Studio Dapur Memamerkan Kriya Bambu Artisan di Design Talents Ambiente Frankfurt
DESCRIPTION:Kriya bambu adalah salah satu produk keunggulan Jawa Barat yang banyak terpusat di Tasikmalaya. Potensi begitu besar dimiliki kabupaten yang sudah mewarisi keterampilan\, keahlian\, sumber daya alam maupun manusia selama ratusan tahun. Namun\, potensi ini tergerus oleh rendahnya kualitas kriya bambu dan pendapatan para perajinnya yang mengakibatkan industri kriya bambu tidak berkembang. Begitu pula jumlah perajin yang semakin sedikit karena profesi ini tidak lagi menarik bagi generasi muda yang memilih urbanisasi ke kota. \nMelihat kondisi ini\, Studio Dapur\, kewirausahaan sosial berbasis studio desain\, berkolaborasi dengan perajin bambu terbaik di desa Padakembang\, Singaparna\, untuk mengembangkan dan memproduksi kriya bambu berkualitas artisan. Produk didesain dengan selera kontemporer yang membuat produk bambu dapat kembali hidup di rumah-rumah urban modern sekalipun. Tujuannya adalah untuk kembali mengenalkan keunggulan kriya bambu di masyarakat modern yang sudah asing dengan produk alami ramah lingkungan ini. Pada akhirnya\, perajin bambu akan diuntungkan dengan meningkatnya nilai jual produk dan pendapatan mereka melalui luasnya jangkauan pasar. Selain itu\, Studio Dapur menjamin kerja sama terjalin mutual dengan membagi 10% sahamnya untuk kelompok perajin. \n \nPerpaduan teknik tradisional dengan desain modern telah mengangkat ketertarikan masyarakat terhadap produk-produk Studio Dapur. Terbukti dengan terpilihnya Studio Dapur di antara 36 studio desain lainnya dari 18 negara untuk memamerkan karyanya di interior and lifestyle trade fair terbesar di dunia\, Ambiente\, di Frankfurt\, Jerman pada 8-12 Februari 2019. Menyajikan kriya bambu modern kepada lebih dari 140.000 pengunjung dan buyer dari 160 lebih Negara. Ini merupakan peluang emas bagi Studio Dapur untuk memperluas cakupan bisnisnya melalui ekspor. Kegiatan pameran Studio Dapur ini didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation. \nPengalaman dan pembelajaran terhadap pasar internasional dan Eropa sangatlah penting untuk membuka pintu pasar ekspor dengan variasi produk yang begitu luas di Ambiente. Lebih dari empat ribuan perusahaan membuka wawasan dan jaringan Studio Dapur. Peluang kerja sama dan kolaborasi sesama studio desain juga terbuka saat menjalin relasi dengan para desainer dari bermacam negara. Apresiasi terhadap kualitas desain dan produk banyak didapatkan dari pengunjung booth Studio Dapur. Hasilnya\, beberapa buyer berpotensial dari Spanyol\, Portugal\, Belgia\, dan Finlandia tertarik untuk membeli dan memasarkan produk Studio Dapur. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/studio-dapur-memamerkan-kriya-bambu-artisan-di-design-talents-ambiente-frankfurt/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/studio-dapur-memamerkan-kriya-bambu-artisan-di-design-talents-ambiente-frankfurt-syj5wf.tmp_.jpg
END:VEVENT
END:VCALENDAR