BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Indonesia Kaya - ECPv6.15.15//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Indonesia Kaya
X-ORIGINAL-URL:https://indonesiakaya.com
X-WR-CALDESC:Events for Indonesia Kaya
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20180101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190503T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190503T200000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031454Z
LAST-MODIFIED:20240418T105747Z
UID:36502-1556913600-1556913600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Dikia Pauh di Festival Nan Jombang
DESCRIPTION:Kesenian tradisi membutuhkan generasi penerus untuk melanjutkan tongkat estafet agar kesenian tersebut dapat terjaga dan berkembang. Namun kesenian tradisi pada era milenial saat ini seolah ditinggalkan generasi. Permasalahan ini tidak bisa dibebankan kepada perubahan zaman atau generasi muda itu sendiri. Minimnya panggung yang dimiliki oleh seniman tradisi sepertinya menjadi titik sentral kenapa kesenian tradisi kehilangan penikmat serta peminat sehingga menjadi barang langka. Untuk itu\, Festival Nan Jombang Tanggal 3 (FNJT3) selalu memberikan panggung kepada para seniman tradisi dengan harapan kesenian tradisi khususnya di Minangkabau selalu terjaga dan tidak hilang keberadaannya. Festival ini juga merupakan bentuk apresiasi kepada seniman tradisi yang selalu setia menjaga kesenian tradisi. \nFestival yang diselenggarakan oleh Nan Jombang Group bersama Komunitas Galombang Minangkabau ini didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation. Di tahun  ke-7 penyelenggaraannya FNJT3 tidak hanya menampilkan kesenian tradisi dari Minangkabau\, namun juga dari daerah di luar Minangkabau. Bila sebelumnya FNJT3 menghadirkan kesenian tradisi dari Tanah Melayu\, pada 3 Mei 2019 besok FNJT3 akan menampilkan kesenian tradisi dari Padang yaitu Dikia Pauh. \nDikia Pauh merupakan salah satu kesenian tradisi yang cukup populer pada masanya di Sumatera Barat. Kesenian ini berbentuk shalawat dan hikayat nabi Muhammad SAW. Dalam penyajiannya Dikia Pauh memiliki 5 sesi\, yaitu dikia\, shalawat\, hikayat\, bersanji dan do’a maulid. Berbeda dengan kesenian berbentuk dikia atau shalawat lainnya di Minangkabau\,  Dikia pauh tidak hanya dimainkan dengan duduk namun juga pada beberapa sesi mereka akan memainkannya dengan berdiri seperti layaknya menari. \nDulu kesenian ini dimainkan hanya untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Namun dalam perjalanannya\, kesenian ini tidak hanya dimainkan ketika maulid nabi saja. Seperti yang diterangkan oleh Janidir Rajo Intan yang merupakan salah seorang pelantun kesenian ini “dulu kesenian ini hanya untuk memperingati maulid nabi saja\, tapi sekarang bisa ke acara apa saja seperti baralek\, menaiki rumah dan lain sebagainya”\, terangnya. Laki-laki yang berumur 78 tahun ini sudah memainkan Dikia Pauh¬ sejak tahun 1965 tepatnya saat dia masih berusia 13 tahun. Dia mempelajarinya dari salah seorang “guru gadang” yang bernama Angku Ketek Rali dari Pauh. \nPenampilan Dikia Pauh di FNJT3 sekaligus untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Untuk itu\, silahkan datang dalam kemeriahan FNJT 3 pada hari Jum’at tepatnya tanggal 3 Mei 2019 di Ladang Tari Nan Jombang\, belakang perumahan Polda Balai Baru\, Padang. Sama seperti perhelatan bulan-bulan sebelumnya\, festival ini akan di mulai pada pukul 20:00 WIB. \nInfo lebih lanjut\, silahkan menghubungi panitia : \nAngga Djamar : 0812 6616 716\nwww.nanjombangdance.id
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-dikia-pauh-di-festival-nan-jombang/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-dikia-pauh-di-festival-nan-jombang-LPxWKc.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190501T153000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190501T153000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031501Z
LAST-MODIFIED:20240919T093222Z
UID:36512-1556724600-1556724600@indonesiakaya.com
SUMMARY:'Sedekah Budaya 39 Tahun Teater Lingkar'
DESCRIPTION:Dalam rangka ulang tahunnya yg ke 39\, teater lingkar Semarang akan menggelar pentas berjudul “Nyi Panggung”. Naskah ditulis oleh Eko Tunas dengan Sutradara Roso Power. Pertunjukan yang didukung juga oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini akan digelar pada tanggal 1 Mei 2019 di Taman Budaya Raden Saleh\, jalan Sriwijaya 29 Semarang. \nNaskah ini menceritakan kehidupan kelompok seni tradisi yang tersisih dan tersingkir. Saat kesenian tradisional mulai digilas oleh perubahan zaman. Ketoprak Eko Mardika berjuang keras agar tetap eksis. Hingga munculah ide transmigrasi. Akankah ketoprak Eko Mardika tetap bertahan? \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia : \nRio   087 8338 2280\nSari. 081 1288 1228
URL:https://indonesiakaya.com/event/sedekah-budaya-39-tahun-teater-lingkar/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/sedekah-budaya-39-tahun-teater-lingkar-hj5OaC.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190501T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190501T000000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031441Z
LAST-MODIFIED:20201022T075506Z
UID:36482-1556668800-1556668800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Teater Lingkar Mempersembahkan Lakon Berjudul Nyi Panggung
DESCRIPTION:Dalam rangka merayakan ulang tahun ke 39\, teater lingkar Semarang menggelar pentas berjudul “Nyi Panggung”. Naskah ditulis oleh Eko Tunas dengan Sutradara Roso Power. Pertunjukan yang didukung juga oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini digelar pada tanggal 1 Mei 2019 di Taman Budaya Raden Saleh\, jalan Sriwijaya 29 Semarang. \nNaskah ini menceritakan kehidupan kelompok seni tradisi yang tersisih dan tersingkir. Saat kesenian tradisional mulai digilas oleh perubahan zaman. Ketoprak Eko Mardika berjuang keras agar tetap eksis. \n \nTeater Lingkar adalah sebuah kelompok seni teater yang berkedudukan di Semarang\, Jawa Tengah\, Indonesia. Teater ini dirintis oleh Mas Ton\, dan mulai mempertunjukkan karyanya 4 Maret 1980. Sejak berdiri sampai sekarang\, Teater Lingkar telah memproduksi puluhan pertunjukan\, baik naskah sendiri maupun naskah dari penulis luar negeri\, dan memenangi sejumlah kompetisi. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/teater-lingkar-mempersembahkan-lakon-berjudul-nyi-panggung/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/teater-lingkar-mempersembahkan-lakon-berjudul-nyi-panggung-1PyZ6E.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190429T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190429T193000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031411Z
LAST-MODIFIED:20201022T075435Z
UID:36437-1556566200-1556566200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Tari "Tanangan"
DESCRIPTION:Memperingati hari tari dunia 2019 komunitas Dailldance bekerjasama dengan NuArt sculpture Park dan Bakti Budaya Djarum Foundation\, mengadakan beberapa rangkaian pementasan tari\, workshop\, dan diskusi\, yang mengupas perkembangan seni tari kontemporer di Indonesia. Kegiatan dilaksanakan di NuArt Sculpture Park JL. Setrada L-6 Bandung\, pada hari senin 29 April 2019 pukul 19: 30 WIB. \nDalam rangkaian acara tersebut komunitas dailldance berkontribusi dalam mempertunjukan sebuah karya tari yang berjudul Tanangan. Komunitas dailldance berdiri pada tahun 2016 yang didirikan oleh kurniadi ilham bersama beberapa seniman muda pelaku seni pertunjukan di Sumatera Barat. yang bertujuan sebagai wadah untuk menuangkan ide-ide kreatif dalam karya seni pertunjukan khususnya seni tari. Selain itu\, sebagai ruang edukasi untuk membicarakan perkembangan tari dan seni pertunjukan lain yang berkembang di Indonesia. \nKarya ini dikemas dalam bentuk tawaran pengolahan artistik dari aktifitas jalan setapak\, aktifitas keseharian dan ritual tradisi. Semua adegan  akan dilakukan diatas kontruksi bambu yang dibangun seperti pematang sawah. Dimana karya ini akan menghadirkan sebuah esensi pentingnya pengendalian diri dalam setiap fase kehidupan.  \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi :\nKurniadi ilham : 0821 1277 2294\nEmail : kurniadi001@gmail.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-tari-tanangan/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-tari-tanangan-etXJpl.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190429T060000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190430T000000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031507Z
LAST-MODIFIED:20201022T075533Z
UID:36522-1556517600-1556582400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Rayakan Hari Tari Dunia 2019\, Institut Seni Indonesia Surakarta Gelar 24 Jam Menari ke-13
DESCRIPTION:Tahun ini\, ISI Surakarta kembali menunjukan eksistensinya melalui penyelenggaraan kegiatan World Dance Day 24 Jam Menari yang ke-13. Acara ini digelar pada 29-30 April 2019 pukul 06.00-06.00 WIB. Kesuksesan Jurusan Tari Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta sebagai pelaksana perayaan World Dance Day sejak tahun 2006\, dengan tema “24 Jam Menari” mendorong semua pendukung acara\, institusi\, panitia performer\, penonton dan kritikus tari untuk terus menyepakati bahwa event World Dance Day yang dirayakan setiap tanggal 29 April dijadikan event besar dunia tari di Indonesia. Dengan adanya event ini diharapkan dapat memberikan ruang apresiasi berbagai macam bentuk seni yang ada di Indonesia\, dari penari usia dini sampai dewasa serta tidak menutup kemungkinan untuk penari difable\, serta mampu menampilkan kesenian rakyat\, kesenian modern sampai kesenian ritual. \nAdapun tema yang diangkat untuk tahun ini adalah #GegaraMenari “urip mawa urup\, urip hanguripi”. Salah satu pepatah Jawa yang bermakna sangat dalam yaitu\, hidup dengan semangat\, hidup memberi hidup. Tema ini mencerminkan bahwa dari awal tari telah menjadi entitas yang menyatu dengan kehidupan masyarakat hingga akhirnya tari bisa menghidupi masyarakat\, membangun citra bangsa menjadi bangsa yang santun\, beradab\, mulia dan bermartabat. Pengambilan tema #GegaraMenari diharapkan mampu menjadi tagline dalam berbagai sosial media sehingga acara ini menjadi peminatan bagi kalangan millennials yang notabene adalah pengguna aktif sosial media.  \nAcara ini juga menunjukkan kesatuan persatuan dari seluruh penjuru daerah Indonesia dan Mancanegara serta antusiasme para Budayawan dan para Empu Tari\, pun para Difable yang tidak kehilangan semangat juangnya.  \nDr. Dr. Eko Supriyanto\, S.Sn.\, M.F.A\, ketua umum World Dance Day 2019 bersama seluruh civitas ISI Surakarta yg dipimpin oleh Rektor\, Dekan dan Ketua Jurusan dari Fakultas Seni Pertunjukan dan Fakultas Seni Rupa dan Design semakin bersemangat untuk mengangkat unsur-unsur tari yang secara tak langsung melekat pada kehidupan manusia.  \n“Eko Pece” salah satu sapaan hangatnya juga adalah seorang penari\, koreografer\, dosen tari dan sebagai salah satu pilar pencetus Event 24 Jam Menari bersama dengan Eko Supendi. S.Sen\, M.Sn\, Dr. Joko Aswoyo. S.Sen\, M.Sn\, dan Dwi Wahyudiarto. S.Kar\, M.Hum.  \nHasil dari usaha bersama dengan seluruh tim\, maka tahun ini pengunjung dapat menikmati 600 jenis tari dari kurang lebih 175 grup tari. Acara ini menampilkan tarian 24 jam nonstop yang terdiri dari 6 penari\, masing-masing berasal dari Bali\, Kalimantan\, dan Jawa. dimana penari melakukan seluruh aktivitas selama 24 Jam dengan tetap melakukan tariannya. Beberapa Negara yang ikut berkontribusi yaitu Perancis\, Philipina\, Australia. Pengunjung juga dapat menikmati Gelar Karya Tari Keraton\, Gelar Karya Tari Empu yang dimeriahkan oleh penampilan Empu seperti Wied Senjayani yang dikenal sebagai tokoh penari balet\, Wahyu Santoso Prabowo dengan tari Jawa khas gaya tari halus Surakarta. Beliau juga piawai dalam Karawitan dan Tembang Jawa. Ada pula Theodora Retno Maruti\, pendiri sanggar tari Padnecwara\, meskipun telah berdomisili di Jakarta tetapi tetap mengembangkan tari Jawa klasik menjadi suatu pagelaran yang monumental\, dan terakhir Frans Jiu Luway yang berasal dari Kalimantan Timur. Kemudian terdapat pula Pentas Karya Jonet Sri Kuncoro S. Kar\, M. Hum (Dosen Tari ISI Surakarta) yg meneliti dan menciptakan karya tari bersama Penari Difable Se-Karisidenan Surakarta (Bisu\, Tuli\, Tuna Grahita\, Tuna Daksa)\, Pagelaran Sarasehan\, Pagelaran Karya Tari Alumni Penari 24 Jam (Tahun 2006-2019)\, Pagelaran Panggung Bhineka Nusantara 2019\, Pertunjukan Tari Mahasiswa Luar Negeri (Darma Siswa)\, Pameran Foto Seni Pertunjukan Tari\, Bazar Kerajinan\, Kuliner\, Industri\, Wisata Ritual tari dan Pagelaran Closing dan Orasi Budaya.  \nPada rangkaian Pra Event\, pengunjung dapat menyaksikan Kegiatan Koreografi (MGMP) dan Workshop Tari dari 7 Perguruan Tinggi Seni Indonesia dengan tema “Relung\, Ranah dan Ruang”. \nSeluruh kegiatan World Dance Day tersebut dapat dinikmati secara gratis oleh setiap Pengunjung\, diharapkan dengan seluruh rangkaian kegiatan tersebut mampu menjadikan event World Dance Day sebagai ajang apresiasi seni tari dan pengembangan kreativitas sekaligus sebagai asset wisata budaya\, menguatkan spirit berbangsa\, serta menjalin rasa kesertaraan\, kebersamaan dan toleransi melalui dunia tari\, serta mengokohkan jati diri budaya bangsa\, khususnya dunia tari\, sebagai acuan dalam pengembangan budaya menuju dunia global.  \nRangkaian kegiatan tersebut mampu terlaksana karna banyaknya dukungan dari beberapa pihak\, tidak hanya dukungan secara emosional tapi juga dukungan secara materil tanpa mengubah sifat pagelaran World Dance Day 24 Jam Menari menjadi komersil. Kepedulian terhadap kekayaan budaya di Indonesia ditunjukan oleh Langit Pitu sebagai sponsor utama\, ISI Surakarta sebagai tuan rumah serta Telkomsigma dan Bakti Budaya Djarum Foundation yang ikut berpartisipasi guna terselengaranya event ini.  \nKarena bentuk nyata kepedulian terhadap budaya tidak hanya ditunjukan dari sekedar peringatan saja namun juga dapat dibuat menjadi salah satu perayaan kebudayaan. Sehingga diharapkan dukungan dari Instansi Pemerintah maupun Non Pemerintah agar dapat memberikan perhatian khusus untuk event-event seperti ini\, karena bangsa yang memiliki keragaman budaya selalu menarik minat Wisatawan. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\n0856 2842 708
URL:https://indonesiakaya.com/event/rayakan-hari-tari-dunia-2019-institut-seni-indonesia-surakarta-gelar-24-jam-menari-ke-13/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/rayakan-hari-tari-dunia-2019-institut-seni-indonesia-surakarta-gelar-24-jam-menari-ke-13-Y3VCa3.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190429T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190429T000000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031200Z
LAST-MODIFIED:20201022T075432Z
UID:36235-1556496000-1556496000@indonesiakaya.com
SUMMARY:Komunitas Dailldance Mempersembahkan Tari Berjudul "Tanangan"
DESCRIPTION:Dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia tahun 2019\, komunitas Dailldance bekerjasama dengan NuArt sculpture Park dan Bakti Budaya Djarum Foundation\, mengadakan beberapa rangkaian pementasan tari\, workshop\, dan diskusi\, yang mengupas perkembangan seni tari kontemporer di Indonesia. Kegiatan dilaksanakan di NuArt Sculpture Park JL. Setrada L-6 Bandung\, pada hari senin 29 April 2019 pukul 19.30 WIB. \nDalam rangkaian acara tersebut komunitas dailldance mempertunjukan sebuah karya tari yang berjudul Tanangan. Komunitas dailldance didirikan oleh kurniadi ilham bersama beberapa seniman muda pelaku seni pertunjukan di Sumatera Barat pada tahun 2016\, yang bertujuan sebagai wadah untuk menuangkan ide-ide kreatif dalam karya seni pertunjukan khususnya seni tari. Selain itu\, sebagai ruang edukasi untuk membicarakan perkembangan tari dan seni pertunjukan lain yang berkembang di Indonesia. \n \nTanangan merupakan karya seni tari yang terinpirasi dari perjalanan riset Kurniadi ilham dari tiga buah aliran Silat di Minangkabau dan di Jawa. Silat merupakan ilmu mempelajari prinsip-prinsip pengendalian diri\, manusia dengan dirinya\, orang lain dan sang pencipta. Karya ini  merepresentasikan  prinsip-prinsip pengendalian diri silat yang tergambar dalam kehidupan masyarakat tradisional di kampung asal pengkarya yaitu Minangkabau\, Sumatera Barat. Pengendalian diri masyarakat dalam kondisi geografis jalan setapak\, memberikan inspirasi bahwa pentingnya kewaspadaan\, keseimbangan tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi. \nKarya ini dikemas dalam bentuk tawaran pengolahan artistik dari aktifitas jalan  setapak\, aktifitas keseharian dan ritual tradisi. Semua adegan  dilakukan diatas kontruksi bambu yang dibangun seperti pematang sawah. Dimana karya ini menghadirkan sebuah esensi pentingnya pengendalian diri dalam setiap fase kehidupan.  \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/rayakan-hari-tari-dunia-2019-isi-surakarta-gelar-24-jam-menari-ke-13/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/komunitas-dailldance-mempersembahkan-tari-berjudul-tanangan-lgltAb.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190427T125200
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190427T125200
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031502Z
LAST-MODIFIED:20201022T075527Z
UID:36514-1556369520-1556369520@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan berjudul "Rekreasi di Gang Kecil"\, Jagongan Wagen Edisi April 2019
DESCRIPTION:Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) bersama Bakti Budaya Djarum Foundation meneruskan investasi panjang dalam dukungan fasilitasi bagi seniman muda Indonesia melalui platform presentasi karya seni pertunjukan Jagongan Wagen. Pada edisi ini\, Jagongan Wagen akan menghadirkan karya dari lima seniman peserta program Seniman Pascaterampil sebagai rangkaian residensinya selama 10 bulan di PSBK. \nKelima seniman peserta program Seniman Pascaterampil yang akan tampil pada Jagongan Wagen edisi April ini berasal dari disiplin seni yang berbeda-beda. Mereka adalah Asmiati Sihite (seni rupa)\, Azwar Ahmad (media rekam)\, Briyan Farid Abdillah Arif (seni rupa)\, Muhrizul Gholy (seni teater)\, dan Theodora Melsasail (seni tari). Fasilitasi akses studio penciptaan\, kuratorial dan produksi karya telah berlangsung di kompleks art center PSBK selama satu bulan sejak Maret 2019. \n“Rekreasi di Gang Kecil” berangkat dari gagasan tentang pilihan menjadi seniman. Pilihan menjadi seniman memantik pertentangan maupun penolakan\, mulai dari orang-orang terdekat hingga lingkungan sekitar. Keadaan tersebut mengindikasikan bahwa kesenian bukanlah bagian dari kebutuhan pokok hidup manusia karena hanya dianggap sekadar hiburan atau hiasan. Padahal\, proses berkesenian berangkat dari kritik atas situasi yang ada. Lewat karyanya\, seniman merekam dan memberi kemungkinan baru atas kondisi di sekitarnya – sebuah bukti bahwa hal yang dipandang negatif dapat berdampak positif\, baik bagi pelaku maupun lingkungan sekitar. \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) \nMelanjutkan spirit maestro seni Indonesia Bagong Kussudiardja\, PSBK mewujudkan diri sebagai art center dengan misi mendukung pengembangan kreatif seniman dan masyarakat umum untuk terus terhubung pada nilai-nilai seni dan budaya\, keberlanjutannya\, dan penciptaan nilai-nilai budaya melalui seni. PSBK hadir sebagai laboratorium kreatif\, tempat berkumpul\, ruang presentasi karya seniman dari berbagai disiplin. PSBK menghadirkan karya seniman-seniman muda\, memfasilitasi riset-riset artistik dan pengembangan profesional\, dan merancang program-program untuk meningkatkan community engagement dan pengembangan jaringan melalui kesenian. \n\nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja\nDs. Kembaran Rt.04-05\, Tamantirto\, Kasihan\, Bantul\, DIY\nTel./Fax.: +62(0)274/ 414-404\nWhatsapp : +62 82141416252\nEmail: media@psbk.or.id   Web: www.psbk.or.id\nFacebook: psbkjogja\nTwitter & Instagram: @psbk_jogja\nYoutube: media psbk
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-berjudul-rekreasi-di-gang-kecil-jagongan-wagen-edisi-april-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-berjudul-rekreasi-di-gang-kecil-jagongan-wagen-edisi-april-2019-iXVwZC.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190427T100000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190428T000000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031440Z
LAST-MODIFIED:20201022T075505Z
UID:36480-1556359200-1556409600@indonesiakaya.com
SUMMARY:SRINTIL (Tembang Duka Seorang Ronggeng)
DESCRIPTION:ArtSwara didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation mempersembahkan lakon berjudul “Srintil (Tembang Duka Seorang Ronggeng)” pada tanggal 27 – 28 April 2019\,  di Teater Salihara\, Jakarta.  \nSemangat Dukuh Paruk yang kembali menggeliat sejak SRINTIL bocah berumur 11 tahun dinobatkan menjadi ronggeng baru\, menggantikan ronggeng terakhir yang mati dua belas tahun yang lalu. Bagi perdukuhan yang kecil\, miskin\, terpencil\, dan bersahaja itu\, ronggeng adalah perlambang. Tanpanya dukuh itu merasa kehilangan jati diri. \nDengan segara Srintil menjadi tokoh yang amat terkenal dan digandrungi. Cantik dan menggoda. Semua ingin pernah bersama ronggeng itu. Dari kaula biasa hingga pejabat-pejabat desa maupun kabupaten. Namun malapetaka politik di tahun 1965 membawa nasib buruk ke perdukuhan kecil itu. Ronggeng beserta para penabuh calung di tahan. Perdukuhan dibakar. Hanya karena kecantikannyalah Srintil tidak diperlakukan semena-mena oleh para penguasa di penjara itu. \nPengalaman pahit sebagai tahanan politik akhirnya membuat Srintil sadar akan harkatnya sebagai manusia. Karena itu setelah bebas\, ia berniat memperbaiki citra dirinya. Ia tak ingin lagi melayani lelaki manapun.  Ia ingin menjadi perempuan somahan.  Dan ketika seorang lelaki bernama Bajus muncul dalam hidupnya\, sepercik harapan timbul\, makin lama makin membuncah. Tapi Srintil harus kembali terempas. Kali ini bahkan membuat jiwanya hancur berantakan\, tanpa harkat secuil pun.  \nMengadaptasi novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari\, lakon Srintil ini akan diperankan oleh Trie Utami dan disutradarai oleh Iswadi Pratama. Penari professional\, Eko Supriyanto\, juga terlibat untuk menata tari dalam pertunjukan ini dengan mengikuti musik yang ditata oleh Ava Victoria. Naskah lakon Srintil ini ditulis oleh Sitok Srengenge dan lirik yang dinyanyikan ditulis oleh Dian HP\, yang juga menjadi produser dari lakon pertunjukan ini.  \nInformasi tiket hubungi +6282123600025. 
URL:https://indonesiakaya.com/event/srintil-tembang-duka-seorang-ronggeng-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/srintil-tembang-duka-seorang-ronggeng-8uhfTg.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190427T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190427T000000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031439Z
LAST-MODIFIED:20201022T075503Z
UID:36478-1556323200-1556323200@indonesiakaya.com
SUMMARY:SRINTIL (Tembang Duka Seorang Ronggeng)
DESCRIPTION:ArtSwara didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation mempersembahkan lakon berjudul “Srintil (Tembang Duka Seorang Ronggeng)” pada tanggal 27 – 28 April 2019\,  di Teater Salihara\, Jakarta.  \nPertunjukan ini mengadaptasi novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Naskah yang ditulis oleh Sitok Srengenge\, menceritakan semangat Dukuh Paruk yang kembali menggeliat sejak SRINTIL bocah berumur 11 tahun dinobatkan menjadi ronggeng baru\, menggantikan ronggeng terakhir yang mati dua belas tahun yang lalu. Bagi perdukuhan yang kecil\, miskin\, terpencil\, dan bersahaja itu\, ronggeng adalah perlambang. Tanpanya dukuh itu merasa kehilangan jati diri. \nDengan segara Srintil menjadi tokoh yang amat terkenal dan digandrungi. Cantik dan menggoda. Semua ingin pernah bersama ronggeng itu. Dari kaula biasa hingga pejabat-pejabat desa maupun kabupaten. Namun malapetaka politik di tahun 1965 membawa nasib buruk ke perdukuhan kecil itu. Ronggeng beserta para penabuh calung di tahan. Perdukuhan dibakar. Hanya karena kecantikannyalah Srintil tidak diperlakukan semena-mena oleh para penguasa di penjara itu. \n \nPengalaman pahit sebagai tahanan politik akhirnya membuat Srintil sadar akan harkatnya sebagai manusia. Karena itu setelah bebas\, ia berniat memperbaiki citra dirinya. Ia tak ingin lagi melayani lelaki manapun.  Ia ingin menjadi perempuan somahan.  Dan ketika seorang lelaki bernama Bajus muncul dalam hidupnya\, sepercik harapan timbul\, makin lama makin membuncah. Tapi Srintil harus kembali terempas. Kali ini bahkan membuat jiwanya hancur berantakan\, tanpa harkat secuil pun.  \nTrie Utami memerankan tokoh Srintil dengan apik\, dari arahan Iswadi Pratama sebagai sutradara. Tarian dalam Srintil ini ditata oleh Eko Supriyanto\, musik yang ditata oleh Ava Victoria dan lirik yang dinyanyikan ditulis oleh Dian HP\, yang juga menjadi produser dari lakon pertunjukan ini.  \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/srintil-tembang-duka-seorang-ronggeng/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/srintil-tembang-duka-seorang-ronggeng1-5g39AA.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190425T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190426T000000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031504Z
LAST-MODIFIED:20201022T075530Z
UID:36517-1556222400-1556236800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Teater Gandrik Mempersembahkan Lakon Berjudul Para Pensiunan 2049
DESCRIPTION:Setelah sukses mementaskan Hakim Sarmin pada 2017\, Teater Gandrik yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation kembali menyapa penonton seni pertunjukan Indonesia dalam pagelaran yang bertajuk Para Pensiunan 2049. Pementasan ini digelar pada 8-9 April 2019 di Taman Budaya Yogyakarta dan 25-26 April 2019 di Ciputra Artpreneur Theater\, Jakarta.  \nLakon ini bercerita tentang para pensiunan yang ingin menikmati masa tuanya dan menunggu akhir hidupnya dengan tenang. Mereka adalah pensiunan jenderal\, pensiunan politisi\, pensiunan hakim dan para pensiunan lainnya. Lalu ada Undang-undang Pemberantasan Pelaku Korupsi yang secara konstitusional mengharuskan siapa pun yang mati\, dan wajib memiliki Surat Keterangan Kematian yang Baik (SKKB). Undang-undang tersebut memang dibuat agar para koruptor jera\, karena hanya orang yang tidak pernah melakukan korupsi yang berhak mendapatkan SKKB. Bila tak punya SKKB\, maka mayatnya tidak boleh dikubur\, karena dianggap tidak bersih dari korupsi. \nSatu dari pensiunan itu terlanjur mati tanpa memiliki SKKB. Padahal ia pensiunan orang besar. Akibatnya\, jenazahnya terlunta-lunta nasibnya. Para pensiunan yang lain menjadi gelisah dan masing-masing ingin membuktikan bahwa mereka tak pernah korupsi agar mendapatkan SKKB\, sehingga bila nanti mati bisa dikubur baik-baik. Tapi benarkah mereka tak pernah korupsi selama jadi jenderal\, politisi\, pegawai negeri dan lain-lain? \nUntuk mendapatkan SKKB bermacam cara dilakukan\, mulai dari membujuk\, menjebak\, hingga menyuap penjaga kubur. Sementara jenazah pensiunan yang sudah mati terus mendatangi kolega instansi yang berwenang agar nama baiknya dipulihkan dengan SKKB. Undang-undang Pemberantasan Pelaku Korupsi  ternyata juga membuat repot mereka yang belum mati karena cemas saat mati tidak bisa dikuburkan. Bahkan ketika menjadi isu politik dan banyak kepentingan yang mempolitisir\, Undang-undang tersebut mengancam mereka yang berkuasa. \nPementasan Para Pensiunan 2049 ini didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation dengan tim kreatif Butet Kartaredjasa\, Agus Noor\, Susilo Nugroho\, dan G. Djaduk Ferianto juga melibatkan para seniman Indonesia\, antara lain Purwanto\, Indra Gunawan\, Sukoco\, Sony Suprapto Beny Fuad Hermawan\, Arie Senyanto (Pemusik)\, Ong Hari Wahyu (Penata Artistik)\, Feri Ludiyanto (Tim Properti)\, G. Djaduk Ferianto\, Rulyani Isfihana\, Jamiatut Tarwiyah (Penata Kostum)\, Dwi Novianto (Penata Cahaya)\, dan Antonius Gendel (Penata Suara). Naskah oleh Agus Noor dan Susilo Nugroho serta Pimpinan Produksi Butet Kartaredjasa di bawah arahan Sutradara\, G. Djaduk Ferianto.  \nDimeriahkan oleh penampilan Butet Kartaredjasa\, Susilo Nugroho\, Jujuk Prabowo\, Rulyani Isfihana\, Sepnu Heryanto\, Gunawan Maryanto\, Citra Pratiwi\, Feri Ludiyanto\, Jamiatut Tarwiyah\, Nunung Deni Puspitasari\, Kusen Ali\, M. Yusuf ‘Peci Miring’\, M. Arif ‘Broto’ Wijayanto\, Muhamad Ramdan\, dan Akhmad Yusuf Pratama dan tim pendukung pementasan lainnya.  \nJadwal Pertunjukan :\n8 – 9 April 2019\, Pukul 20.00 WIB\, di Concert Hall\, Taman Budaya Yogyakarta\nInformasi tiket pementasan di Yogyakarta : 0878-3883-5758 dan 0852-9976-6510. \n25-26 April 2019\, Pukul 20.00 WIB\, di Ciputra Artpreneur Theater\, Jakarta\nInformasi tiket pementasan di Jakarta : 0895 3720 14902 dan 0813 1163 0001.
URL:https://indonesiakaya.com/event/teater-gandrik-mempersembahkan-lakon-berjudul-para-pensiunan-2049/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/teater-gandrik-mempersembahkan-lakon-berjudul-para-pensiunan-2049-wTcXmf.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190425T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190425T000000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031400Z
LAST-MODIFIED:20201022T075424Z
UID:36420-1556150400-1556150400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Teater Gandrik Hadirkan Lakon Horor Nan Jenaka Dalam Lakon "Para Pensiunan 2049"
DESCRIPTION:Setelah sukses mementaskan Hakim Sarmin pada 2017\, Teater Gandrik yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation kembali menyapa penonton seni pertunjukan Indonesia dalam pagelaran yang bertajuk Para Pensiunan 2049. Pementasan ini sukses digelar pada tanggal 8-9 April 2019 di Taman Budaya Yogyakarta dan tanggal 25-26 April 2019 di Ciputra Artpreneur Theater\, Jakarta. Mengangkat tema yang sedang hangat diperbincangkan saat ini\, pementasan Para Pensiunan 2049 hadir dengan guyonan khas Teater Gandrik. \n“Naskah Para Pensiunan 2049 ini merupakan hasil saduran dari karya alm. Heru Kesawa Murti yang berjudul Pensiunan yang dibuat pada tahun 1986. Setelah melalui serangkaian proses\, akhirnya naskah ini ditulis kembali oleh Agus Noor dan Susilo Nugroho dan berganti nama menjadi ‘Para Pensiunan 2049’ agar dapat diterima dan dinikmati oleh generasi muda\,” ujar G. Djaduk Ferianto\, Sutradara pementasan Para Pensiunan 2049. \n \nLakon ini bercerita tentang para pensiunan yang ingin menikmati masa tuanya dan menunggu akhir hidupnya dengan tenang. Mereka adalah pensiunan jenderal\, pensiunan politisi\, pensiunan hakim dan para pensiunan lainnya. Lalu ada Undang-Undang Pemberantasan Pelaku Korupsi yang secara konstitusional mengharuskan siapa pun yang mati\, dan wajib memiliki Surat Keterangan Kematian yang Baik (SKKB). Undang-undang tersebut memang dibuat agar para koruptor jera\, karena hanya orang yang tidak pernah melakukan korupsi yang berhak mendapatkan SKKB. Bila tak punya SKKB\, maka mayatnya tidak boleh dikubur\, karena dianggap tidak bersih dari korupsi. \n“Para Pensiunan 2049 merupakan kisah masa depan jika upaya pemberantasan korupsi menemui jalan buntu\, kehidupan akan semakin haru dan lucu. Kami menampilkannya dengan gaya yang sedikit horor namun tentu saja akan tetap membuat penonton terpingkal-pingkal. Selamat menikmati pertunjukan kami!” ujar Butet Kartaredjasa\, Pimpinan Produksi Pementasan Para Pensiunan 2049. \nSatu dari pensiunan itu terlanjur mati tanpa memiliki SKKB. Padahal ia pensiunan orang besar. Akibatnya\, jenazahnya terlunta-lunta nasibnya. Para pensiunan yang lain menjadi gelisah dan masing-masing ingin membuktikan bahwa mereka tak pernah korupsi agar mendapatkan SKKB\, sehingga bila nanti mati bisa dikubur baik-baik. Tapi benarkah mereka tak pernah korupsi selama jadi jenderal\, politisi\, pegawai negeri dan lain-lain? \n \nUntuk mendapatkan SKKB bermacam cara dilakukan\, mulai dari membujuk\, menjebak\, hingga menyuap penjaga kubur. Sementara jenazah pensiunan yang sudah mati terus mendatangi kolega instansi yang berwenang agar nama baiknya dipulihkan dengan SKKB. Undang-Undang Pemberantasan Pelaku Korupsi ternyata juga membuat repot mereka yang belum mati karena cemas saat mati tidak bisa dikuburkan. Bahkan ketika menjadi isu politik dan banyak kepentingan yang mempolitisir\, undang-undang tersebut mengancam mereka yang berkuasa. \n“Teater Gandrik merupakan salah satu kelompok seni yang senantiasa memadukan semangat teater tradisional dan modern dalam setiap panggung pertunjukannya. Kepiawaian dalam mengolah ide dan gagasan kreatif yang didukung dengan kemampuan akting para pemainnya\, Teater Gandrik selalu dapat menarik perhatian para penggemarnya. Mengangkat tema yang sedang hangat diperbincangkan saat ini\, pementasan Para Pensiunan 2049 hadir dengan guyonan khas Teater Gandrik dan diharapkan mampu memberikan pemahaman bagi generasi muda mengenai proses dan perkembangan kebudayaan sehingga mampu membangun jiwa yang penuh dengan semangat kebangsaan\,” ujar Renitasari Adrian\, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.  \nTim kreatif Para Pensiunan 2049 ini adalah Butet Kartaredjasa\, Agus Noor\, Susilo Nugroho\, dan G. Djaduk Ferianto. Pementasan juga melibatkan seniman Indonesia\, antara lain Purwanto\, Indra Gunawan\, Sukoco\, Sony Suprapto Beny Fuad Hermawan\, Arie Senyanto (Pemusik)\, Ong Hari Wahyu (Penata Artistik)\, Feri Ludiyanto (Tim Properti)\, G. Djaduk Ferianto\, Rulyani Isfihana\, Jamiatut Tarwiyah (Penata Kostum)\, Dwi Novianto (Penata Cahaya)\, dan Antonius Gendel (Penata Suara). Naskah oleh Agus Noor dan Susilo Nugroho serta Pimpinan Produksi Butet Kartaredjasa di bawah arahan Sutradara\, G. Djaduk Ferianto.  \nDimeriahkan oleh penampilan Butet Kartaredjasa\, Susilo Nugroho\, Jujuk Prabowo\, Rulyani Isfihana\, Sepnu Heryanto\, Gunawan Maryanto\, Citra Pratiwi\, Feri Ludiyanto\, Jamiatut Tarwiyah\, Nunung Deni Puspitasari\, Kusen Ali\, M. Yusuf ‘Peci Miring’\, M. Arif ‘Broto’ Wijayanto\, Muhamad Ramdan\, dan Akhmad Yusuf Pratama dan tim pendukung pementasan lainnya.  \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/teater-gandrik-hadirkan-lakon-horor-nan-jenaka-dalam-lakon-para-pensiunan-2049/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/teater-gandrik-hadirkan-lakon-horor-nan-jenaka-dalam-lakon-para-pensiunan-2049-AHotfC.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190420T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190420T200000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031506Z
LAST-MODIFIED:20201022T075532Z
UID:36520-1555790400-1555790400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Suluk Maleman Edisi April 2019
DESCRIPTION:Suluk Maleman adalah acara rutin bulanan yang dirancang sebagai ajang untuk silaturrahim\, tukar pikiran\, mengaji masalah-masalah yang dihadapi bangsa\, baik di tingkat lokal maupun nasional. Acara ini sejak awal digagas sebagai oase untuk merekatkan kembali ikatan kemanusiaan\, kemasyarakatan dan kebangsaan. \nTema Suluk Maleman kali ini “Nyadong Syafaat Kanjeng Nabi”\, untuk membahas tema ini akan hadir Sujiwo Tejo\, dan Dr. Abdul Jalil\, serta akan diselingi pagelaran musik oleh Orkes Puisi Sampak GusUran. \nKegiatan dilaksanakan pada tanggal 20 April 2019\, pukul 20.00 WIB\, bertempat di Rumah Adab Indonesia Mulia\, Jalan P. Diponegoro No 94\, Pati. \nInfo lebih lanjut :\nWebsite: www.sulukmaleman.com\nFacebook: fb.com/sulukmaleman\nTwitter: @suluk_maleman\nInstagram: @sulukmaleman
URL:https://indonesiakaya.com/event/suluk-maleman-edisi-april-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/suluk-maleman-edisi-april-2019-nIlE4v.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190418T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190418T193000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031509Z
LAST-MODIFIED:20201022T075534Z
UID:36524-1555615800-1555615800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Forum Apresiasi Sastra Dan Budaya Kudus (FASBuK) Edisi April 2019
DESCRIPTION:Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerja sama dengan Kajian Kreatifitas dan Seni Fakultas Teknik ( Teater Obeng ) Universitas Muria Kudus akan menggelar lawatan rutin sastra dan budaya. Kali ini menampilkan workshop\, pertunjukan monolog dan diskusi  “ Senandung Kereta Tua “ di Auditorium Universitas Muria Kudus\, Kampus Gondangmanis PO BOX 53 Bae Kudus\, pada hari Kamis\, 18 April 2019\, pukul : 19.30 WIB. \nPergerakan seni pertunjukan Teater dari tahun terakhir ini begitu pesat di kota Kudus\, tidak hanya kelompok teater pemula\, teater kampus dan umum juga tampak bergairah dalam hal produktivitas. Bahkan para aktor / aktris muda pun sudah mulai mau menulis naskah monolog kemudian melakukan sebuah pertunjukan. Hal ini menandakan sebuah kemajuan positif bagi perkembangan teater. \nSetelah tahun lalu sukses bekerjasama dengan Shinef Production menghadirkan pertunjukan monolog Cut Nyak Dhien\, pada edisi April 2019 ini FASBuK akan melaksanakan workshop teater dengan materi-materi latihan yang cocok untuk seorang aktor dan aktris teater. Adapun seniman teater yang akan mengisi workshop ini adalah Rudolf Puspa\, sutradara Teater Keliling yang sudah berpuluh-puluh tahun melaksanakan pertunjukan baik dalam lingkup nasional maupun internasional. Setidaknya telah tercatat lebih dari 200 naskah yang telah disutradai dan ribuan kali telah melaksanakan pementasan.  \nNamun\, tidak hanya workshop saja melainkan ada sebuah pertunjukan monolog yang dilakukan oleh Rudolf Puspa\, naskah yang akan dimainkan ini merupakan sebuah karya terbaru miliknya. Senandung Kereta Tua mengisahkan tentang seorang yang merasa sudah menjalani hidup panjang mulai senang bertutur kata. Ada kebanggaan masa lalu\, ada kemirisan masa kini\, ada harapan masa esok yang gemilang. Seseorang yang merasa tua masih mampu berdiri di atas kaki sendiri dan melangkah sejak dini hari tanpa berpikir akan kemana. Seseorang yang merasa tua semakin yakin bahwa kesepian adalah menjadi urusan masing masing dalam menyikapinya. Seseorang yang merasa tua masih punya keinginan untuk mendapat pengakuan sehingga dirinya merasa berguna. Barangkali tak banyak bisa disimpulkan disini karena senandung Si yang merasa tua masih terus meninggikan suaranya seolah-olah masih mampu bernyanyi. Maka Si Tua datang dan ingin berbincang dari hati ke hati. \nSetelah pertunjukan selesai\, dilanjutkan dengan sesi sharing / diskusi dengan mengenal lebih jauh sosok Rudolf Puspa serta proses kreatifnya ketika berteater sampai saat ini. \nSekilas tentang Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) \nBerdiri sejak 12 Januari 2009\, FASBuK adalah ruang kerja fisik dan pemikiran untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal yang nantinya mampu menjadi asset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekatmasyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi\, bertukar pikiran\, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya. \nSecara rutin tiap bulannya FASBuK menggelar acara Sastra dan Seni Budaya yang meliputi Apresiasi sastra\, Sarasehan Budaya\, Pertunjukan Musik\, Tari dan Pementasan Drama/Teater\, dan sebagainya. \nUntuk mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi: \nForum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FasBuk)\nKetua Badan Pekerja FASBuK :Arfin AM\nNo. Hp: +62 857 4259 8480\nEmail: fasbuk93@gmail.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-april-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-april-2019-ORxd5Y.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190413T190000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190430T000000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031505Z
LAST-MODIFIED:20201022T075531Z
UID:36518-1555182000-1556582400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pameran Seni Rupa "Menampal Yang Usang\, Mengganti Yang Pudar"
DESCRIPTION:Peserta Program Seniman Pascaterampil sudah berproses selama dua bulan di PSBK\, di bulan ketiga ini mereka telah sampai pada titik di mana mereka harus mepresentasikan gagasan yang telah mereka diskusikan bersama selama kurang lebih satu bulan dalam sebuah karya seni rupa dalam platform Ruang Seni Rupa. Pameran yang diberi tajuk “Menampal Yang Usang\, Mengganti Yang Pudar” akan dibuka pada Sabtu\, 13 April 2019 dan berlangsung sampai tanggal 30 April 2019 di Galeri Gedung Damarwulan\, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK)\, Ds. Kembaran Rt. 04-05\, Tamantirto\, Kasihan\, Bantul\, Yogyakarta.\n \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) bersama Bakti Budaya Djarum Foundation meneruskan investasi panjang dalam dukungan fasilitasi ruang presentasi karya seniman muda melalui program Ruang Seni Rupa. Sebagai pembuka rangkaian Ruang Seni Rupa tahun 2019\, edisi perdana ini akan menghadirkan karya dari Seniman Pascaterampil 2019 yang telah berproses di PSBK sejak bulan Februari 2019. Fasilitasi akses studio penciptaan\, kuratorial dan produksi pameran berlangsung di kompleks art center PSBK  selama satu bulan sejak Maret 2019. \n \nSeniman yang terlibat dalam Ruang Seni Rupa ini merupakan sebagian dari peserta Program Seniman Pascaterampil yang telah dipilih untuk mengisi edisi perdana dari rangkaian RSR di tahun 2019. Mereka adalah Candrani Yulis Rohmatullah\, Chrisna Bayu Septrianto\, Kurniaji Satoto\, Miftahuddin\, dan Riyanti Wisnu Setyiorini Putri.  Kelima seniman tersebut berasal dari disiplin seni yang berbeda-beda\, ada yang dari seni rupa\, desain grafis\, dan juga pertunjukan (teater). Bagi seniman yang tidak berangkat dari disiplin seni rupa\, pameran ini tentu saja menjadi tantangan yang harus mereka jawab\, yaitu mewujudkan gagasan mereka dalam medium yang baru. Begitu pula bagi seniman yang berangkat dari disiplin seni rupa\, pameran ini merupakan kesempatan untuk bereksplorasi dan berbagi gagasan dengan seniman lintas disiplin.\n \n“Menampal Yang Usang\, Mengganti Yang Pudar” berangkat dari gagasan tentang ragam relasi. Manusia membangun relasi dengan sesama manusia\, dengan alam\, dan bahkan dengan sosok dalam pikirannya. Pertemuan dengan kebudayaan\, pengetahuan\, dan teknologi yang makin beragam serta akses yang terbuka lebar membuka kemungkinan-kemungkinan baru terhadap cara kita menjalin relasi dan memaknai relasi. Negosiasi nilai terus-menerus terjadi dalam berbagai ruang dimana relasi mungkin terjalin.\nPada Ruang Seni Rupa kali ini\, para seniman merenungkan kembali gagasan relasi tersebut dalam relasi barunya dengan seniman lain melalui program residensi Seniman Pascaterampil (SPt). Pengalaman proses kolaborasi penciptaan hingga presentasi karya yang dilakukan bersama-sama memunculkan jalinan kompromi ego\, toleransi\, dukungan\, dan keterbukaan. Audiens diajak merenungkan tentang bagaimana cara menjalin relasi\,  tujuan\, kepentingan\, dan proses berlangsungnya sebuah relasi.\n \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) \n \nMelanjutkan spirit maestro seni Indonesia Bagong Kussudiardja\, PSBK mewujudkan diri sebagai art center dengan misi mendukung pengembangan kreatif seniman dan masyarakat umum untuk terus terhubung pada nilai-nilai seni dan budaya\, keberlanjutannya\, dan penciptaan nilai-nilai budaya melalui seni. PSBK hadir sebagai laboratorium kreatif\, tempat berkumpul\, ruang presentasi karya seniman dari berbagai disiplin. PSBK menghadirkan karya seniman-seniman muda\, memfasilitasi riset-riset artistik dan pengembangan profesional\, dan merancang program-program untuk meningkatkan community engagement dan pengembangan jaringan melalui kesenian.\n \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja\nDs. Kembaran Rt.04-05\, Tamantirto\, Kasihan\, Bantul\, DIY\nTel./Fax.: +62(0)274/ 414-404\nWhatsapp : +62 82141416252\nEmail: media@psbk.or.id   Web: www.psbk.or.id\nFacebook: psbkjogja \nTwitter & Instagram: @psbk_jogja\nYoutube: media psbk 
URL:https://indonesiakaya.com/event/pameran-seni-rupa-menampal-yang-usang-mengganti-yang-pudar/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pameran-seni-rupa-menampal-yang-usang-mengganti-yang-pudar-yseTJO.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190412T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190412T000000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031409Z
LAST-MODIFIED:20240919T065004Z
UID:36434-1555027200-1555027200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Musikal "Superego"
DESCRIPTION:Binus School Simprug\, Jakarta\, sukses menggelar pertunjukan musikal berjudul “Superego” pada tanggal 12 April 2019\, di Ciputra Artpreneur Jakarta. Lebih dari 200 orang yang terdiri dari siswa\, guru dan orangtua terlibat mendukung pertunjukan ini. \n“Superego” menceritakan tentang lima tokoh utama yang memiliki karakter unik yaitu Jasper\, Lucas\, River\, Athena\, dan Dana. Kelimanya memiliki masa lalu yang membuat mereka dimasukkan ke Jakarta International Disciplinary Boarding School. Mereka berhasil mentoleransi perbedaan satu sama lain saat ditugasi menjadi tim persiapan prom sekolah. \n \n  \nKisah ini coba mengangkat pesan persahabatan sejati yang mengalahkan perbedaan dari setiap individu. Meski berbeda\, namun persatuan mampu menciptakan banyak hal indah dalam kehidupan. Judul “Superego” terinspirasi dari teori analisa psikologi Sigmund Freud tentang 3 komponen karakter manusia. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-musikal-superego/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-musikal-superego-qUTwWe.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190411T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190411T000000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031230Z
LAST-MODIFIED:20201022T075248Z
UID:36281-1554940800-1554940800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan "Obrok Owok Owok Ebrek Ewek Ewek"\, Tribute To Danarto
DESCRIPTION:Pertunjukan "Obrok Owok Owok Ebrek Ewek Ewek"\, Tribute To Danarto \nPertunjukan berjudul “Obrok Owok Owok Ebrek Ewek Ewek” digelar pada tanggal 11 April 2019\, bertempat di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki\, Jakarta. Pertunjukan yang didukung juga oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini disutradari oleh Jose Rizal Manua. \nKegiatan ini digelar oleh keluarga besar Teater Tanah Air dalam rangka mengenang satu tahun wafatnya Danarto\, seorang budayawan yang meninggal pada tanggal 10 April 2018 setelah mengalami kecelakaan. Naskah berjudul “Obrok Owok Owok Ebrek Ewek Ewek” merupakan salah satu karya masterpiece dari Danarto. \n \nDengan latar Pasar Beringharjo\, Yogyakarta\, tahun 1970an\, “Obrok Owok Owok Ebrek Ewek Ewek” mempermainkan konsep ruang dan waktu\, sehingga bebas dari ikatan konvensional\, sekaligus tetap kritis kepada peranan ekonomi pasar maupun orientasi ilmiah terhadap kebudayaan\, melahirkan berbagai peristiwa panggung serba ajaib\, khas “guyonan mistik” Danarto. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-obrok-owok-owok-ebrek-ewek-ewek-tribute-to-danarto/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-obrok-owok-owok-ebrek-ewek-ewek-tribute-to-danarto-MJM4nD.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190406T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190406T200000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031513Z
LAST-MODIFIED:20201022T075539Z
UID:36530-1554580800-1554580800@indonesiakaya.com
SUMMARY:Teater Terass Pentas "Bulan Bujur Sangkar"
DESCRIPTION:Sejak berdiri tahun 2014 lalu\, Teater TeraSS Jepara terus berproses memperkuat eksistensinya. Kali ini Teater TeraSS berencana menggelar pentas keliling di lima kota\, yaitu : Kudus\, Semarang\, Tegal\, Purwokerto dan Ambarawa.\n \nJadwal pertunjukan sebagai berikut :\n– 23 Februari 2019 di Balai Budaya Rejosari\, Kudus\n– 23 Maret 2019 di Joglo UNNES Universitas Negeri Semarang\n– 30 Maret 2019 di Auditorium UPS Tegal\n– 6 April 2019 di AULA FISIP UNSOED Universitas Jendral Sudirman\, Banyumas\n– 27 April 2019 di Gedung Kesenian Ambarawa\n \nPertunjukan yang didukung juga oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini\, Teater TeraSS membawakan lakon “Bulan Bujur Sangkar”. Sebuah lakon klasik karya Iwan Simatupang. Kisah berlatarbelakang sebuah perang saudara\, antara pemerintah dan pemberontak. Seorang Algojo tua sedang mempersiapkan tiang gantungan. Dia akan menggantung siapa saja yang datang padanya.\n \nPementasan ini disutradarai oleh Abdi Munif\, dengan para pemain antara lain : Abang Branang\, Munif  Hisyam\, Nurul Hidayah\, Mustaqim\, Azis\, Serta Rafi. \n \nUntuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\nHandphone: 0813-2643-7344 (Asyari) dan 0838-5301-1371 (Munif)\nE-mail: abdi.\,unif77@gmail.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/teater-terass-pentas-bulan-bujur-sangkar/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/teater-terass-pentas-bulan-bujur-sangkar-RWpAGN.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190406T140000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190406T140000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031517Z
LAST-MODIFIED:20201022T075543Z
UID:36537-1554559200-1554559200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pementasan Teater "INTI BUMI : menuju Magma" Teater eL Na'ma Goes to Cirebon.
DESCRIPTION:Teater eL Na'ma didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation akan mementaskan lakon "INTI BUMI: menuju Magma”  karya Achmad Chotib pada tanggal 6 April 2019  di Gedung Kaliandra Radar Cirebon\, Jawa Barat. Naskah ini merupakan bagian pertama adaptasi bebas dari komik "MAGMA” yang terdapat dalam kumpulan Naskah Orkes Madun  oleh Arifin C. Noer.Karya Salah satu maestro drama yang  belum pernah dipentaskan oleh grup manapun karena masih dalam bentuk cerita bergambar yang sederhana. \nPementasan ini berkisah tentang perjalanan mencari mati tiga orang manusia  bernama Waska\, Ranggong dan Borok yang hidup abadi akibat meminum jamu Dadar buatan dua orang   petapa sakti\, Wiku dan Nini. Setelah gagal mencari mati dibulan\, ketiga orang itu kembali ke Bumi yang sudah hancur untuk meminta jamu kematian\, tapi mereka malah terperosok ke inti bumi. Di dalam bumi inilah petualangan dimulai. \nSementara di dalam Bumi Sandek dan Oni\, anak keturunan Waska yang selamat\, sedang berusaha menciptakan generasi terbaik yang dapat hidup diatas bumi melalui rekayasa genetik. Dua ilmuwan itu mendapatkan perlawanan dari para Wanara\, hasil dari kegagalan rekayasa genetik mereka\, yang mencoba membuat makar. \nPetualangan Waska dan Sandek terjadi di dalam perut bumi. Berbagai peristiwa mereka alami dari mulai gempa\, pemberontakan hingga bertemu makhluk raksasa dalam lorong lorong menuju inti bumi. \nDalam mewujudkan pertunjukan ini\, sutradara melibatkan para aktor dan tim artistik untuk terlibat dalam sebuah workshop yang intens sebagai upaya mendekati Arifin C. Noer dalam konteks kekinian. Pertunjukan menggabungkan surialisme Arifin yang sederhana dan kecanggihan multimedia serta animasi dengan dibumbui komedi\, lagu dan tari.  \nPertunjukan ‘Inti bumi’ menjadi cermin untuk dua generasi\, generasi milenial dan generasi X. Setiap generasi memiliki kelebihan dan kekurangannya .Dua generasi ini berjalan dengan persoalannya masing -masing. Satu ingin instan cepat dengan berbagai gadgetnya dan yang lain sederhana dengan menghargai lamanya proses. Dan semua itu terjadi diantara gegar budaya dan peralihan pemimpin. \nSelain mempunyai tujuan sebagai ajang silaturahmi budaya dan refleksi atas realitas sosial yang tengah terjadi di Indonesia\, pertujukan ini juga membawa pulang inspirasi tokoh teater modern Indonesia dari Cirebon\, Arifin C. Noer\,  dalam bentuk pertunjukan yang terinspirasi dari salah satu karyanya\, Magma atau Orkes Madun 5 yang belum pernah dipentaskan. \nPentas akan dibintangi aktor-aktor terbaik dari Jakarta seperti Lalu Karta Wijaya\, Oleng Tyo\, Laila 'uliel' elnama\, Ramdhan\, Oyya Chan\, Haekal\, Rizka\, Imam\, Dirga\, Abong\, Turana\, Ammy\, Suhael dan Chupa. Sedangkan Musik ditangani Ozil dan diaransemen oleh Ramdhan. Sementara tata artistik diperindah oleh Muhriji dan cahaya oleh Ari Sumitro. \nLakon ‘Inti bumi : menuju magma’ akan dipentaskan dua kali dalam satu hari di gedung Kaliandra Radar Cirebon pada tanggal 6 April 2019. Pertunjukan pertama pukul 14.00 Wib dan pertunjukan kedua pukul 20.00.  \nInfo lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\nNomor telephone : 0896 6043 1007 atau 0857 1105 2022
URL:https://indonesiakaya.com/event/pementasan-teater-inti-bumi-menuju-magma-teater-el-nama-goes-to-cirebon/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pementasan-teater-inti-bumi-menuju-magma-teater-el-nama-goes-to-cirebon-BmoiMy.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190403T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190403T200000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031511Z
LAST-MODIFIED:20201022T075536Z
UID:36527-1554321600-1554321600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Tari Melayu di Festival Nan Jombang
DESCRIPTION:Menyaksikan dan menikmati pertunjukan tradisi secara rutin seharusnya mampu merubah dan mengembangkan kreativitas generasi muda dalam berkreasi. Jika tidak dapat menciptakan sebuah karya setidaknya mampu merubah polafikir dan cara bersikap setiap individu masyarakat. Begitulah penggalan dari kata-kata Pimpinan Nan Jombang Dance Company tentang keberadaan Festival Nan Jombang tgl 3. Tradisi sebagai Budaya sekelompok masyarakat menjadi identitas setiap masyarakat yang perlu untuk dipertahankan untuk menjaga terciptanya masyarakat berbudaya.  \nFestival Nan Jombang tgl 3 dari tahun ke tahun berusaha menggapai lebih banyak tradisi\, tidak hanya kesenian tradisi yang ada di Sumatera Barat namun juga tradisi masyarakat Indonesia secara umum. Bulan April ini akan terasa begitu istimewa dengan penampilan yang jauh berbeda dari penampil- penampil sebelumnya. Galombang Minangkabau di bawah payung Nan Jombang Dance Company tidak henti hentinya berusaha memberikan apresiasi terhadap seni tradisi yang ada di Sumatera Barat dan Indonesia pada umumnya.  \nKumpulan Seni Seri Melayu (KSSM) merupakan penampil pertama yang berasal dari luar Sumatera Barat pada Tahun ini yang akan menorehkan sejarah di panggung Festival Nan Jombang tgl 3 april ini. Kumpulan Seni Seri Melayu (KSSM) merupakan suatu kumpulan seni yang mengembangkan seni budaya melayu khususnya seni tari di Pekanbaru Riau. KSSM sudah berdiri sejak tahun 2006\, dan sekarang di bawah pimpinan bapak Sunardi A.Md.\, S.n.  \nPada kesempatan kali ini KSSM akan menampilkan beberapa pertunjukan tari melayu diantaranya terdapat tari tradisi melayu dan juga tari kreasi baru. Salah satu tarian yang akan ditampilkan adalah Tari Zapin Bengkalis yang merupakan salah satu tari tradisi melayu yang ada di Riau. Dengan menampilkan beberapa ragam tarian selama kurang lebih satu jam penampilan KSSM akan di dukung oleh 12 orang penari yang memperlihatkan kebolehannya.\n \nGalombang Minangkabau di bawah payung Nan Jombang Dance Company berusaha mendekatkan masyarakat kepada budayanya melalui penampilan kesenian tradisi yang ada di Festival Nan Jombang tgl 3. Untuk lebih memahami dan mencintai budaya dalam negeri penikmat dan pencinta seni dapat hadir di Ladang tari Nan Jombang untuk menyaksikan seni tari budaya melayu. 3 April 2019 Kumpulan Seni Seri Melayu (KSSM) akan hadir di Ladang Tari Nan Jombang Belakang Perum Polda Balai Baru Padang. \nSeperti tahun-tahun sebelumnya Festival Tgl 3 tetap akan diselenggarakan di Ladang Tari Nan Jombang Balai Baru Padang. Festival nan jombang Tgl 3 merupakan program tahunan Nan Jombang Grup. Tahun ini untuk kesekian kalinya Bakti  Budaya Djarum Foundation kembali mendukung kegiatan Festival Nan Jombang Tgl 3. Kegiatan ini juga didukung oleh Taman Budaya Sumatera Barat. \nInfo lebih lanjut\, silahkan menghubungi panitia :\nAngga Djamar : 0812 6616 716\nwww.nanjombangdance.id
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-tari-melayu-di-festival-nan-jombang/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-tari-melayu-di-festival-nan-jombang-mHSlKO.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190331T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190331T193000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031526Z
LAST-MODIFIED:20201022T075552Z
UID:36550-1554060600-1554060600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Forum Apresiasi Sastra Dan Budaya Kudus (FASBuK) Edisi Maret 2019
DESCRIPTION:Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Muria Kudus akan menggelar lawatan rutin sastra dan budaya. Kali ini menampilkan pertunjukan musik\, puisi dan diskusi  “Barisastra“ di Auditorium Universitas Muria Kudus\, Kampus Gondangmanis PO BOX 53 Bae Kudus\, pada hari Minggu\, 31 Maret 2019\, pukul : 19.30 WIB. \nPada edisi bulan Maret 2019\, Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus menampilkan sebuah pertunjukan musik dan puisi\, pertunjukan ini akan mengangkat karya dari salah satu penyair di Kudus\, Mukti Sutarman Espe yang akan dihadirkan oleh R.O.S (Rhythm Of Smoke). Kelompok musik yang satu ini sudah menciptakan puisi-puisi juga lagu. Doni Dole adalah Barista\, sekaligus pentolan dari kelompok musik R.O.S yang akan mengkolaborasikan beberapa karyanya dengan karya Mukti Sutarman Espe bersama para pemusik muda pilihannya.  \nBerangkat dari kata BARISTA\, penyeduh ataupun penyaji kopi\,  BARISASTRA kurang lebih berarti menyeduh kata-kata untuk menjadi sebuah sajian nikmat bagi para pecinta sastra. Ruang FASBuK kali ini akan mengangkat beberapa karya puisi dan komposisi musik sastra yang disajikan untuk para praktisi  dan penikmat sastra saat ini. BARISASTRA di kedai kopi Muria\, sebuah pertunjukan yang akan di isi dengan narasi tentang kopi Muria serta latar belakang kekiniannya\, sembari menikmati cita rasa kopi khas Kudus agar suasana lebih akrab bersama para pengunjung. Selain pertunjukan\, adapula sharing tentang proses penciptaan musik yang dilakukan oleh kelompok R.O.S seputar bagaimana menciptakan sebuah musik dan puisi. \nSekilas tentang Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) \nBerdiri sejak 12 Januari 2009\, FASBuK adalah ruang kerja fisik dan pemikiran untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal yang nantinya mampu menjadi asset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekatmasyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi\, bertukar pikiran\, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya. \nSecara rutin tiap bulannya FASBuK menggelar acara Sastra dan Seni Budaya yang meliputi Apresiasi sastra\, Sarasehan Budaya\, Pertunjukan Musik\, Tari dan Pementasan Drama/Teater\, dan sebagainya. \nUntuk mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi: \nForum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FasBuk)\nKetua Badan Pekerja FASBuK :Arfin AM\nNo. Hp: +62 857 4259 8480\nEmail: fasbuk93@gmail.com
URL:https://indonesiakaya.com/event/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-maret-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/forum-apresiasi-sastra-dan-budaya-kudus-fasbuk-edisi-maret-2019-yZGpCq.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190330T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190330T193000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031527Z
LAST-MODIFIED:20201022T075553Z
UID:36552-1553974200-1553974200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Pertunjukan Tari "Ngesses"\, Jagongan Wagen Edisi Maret 2019
DESCRIPTION:Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) bersama Bakti Budaya Djarum Foundation meneruskan investasi panjang dalam dukungan fasilitasi ruang presentasi karya seniman muda melalui program Jagongan Wagen. Kali ini akan menghadirkan pertunjukan tari berjudul “Ngesses” pada tanggal 30 Maret 2019\, bertempat di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK)\, Ds. Kembaran Rt. 04-05\, Tamantirto\, Kasihan\, Bantul\, Yogyakarta. \nSetiap tempat di bumi ini memiliki cara menciptakan bahasanya masing-masing. Jawa selain dikenal dengan kekayaan bahasa dan sistem stratifikasinya\, juga mempunyai keunikan bagaimana masyarakat mengistilahkan suatu peristiwa ke dalam kata yang dibuat dari sumber bunyi. Seiring dengan perkembangannya\, bahasa Jawa juga mengalami pergeseran makna kata akibat dari perilaku manusianya. \nKali ini PLTBK akan membagikan perjumpaan mereka tentang makna ngeses dengan mengurainya menjadi penggalan kata nges dan ses. Dalam karya NGESSES ini\, nges yang berarti ngreseppake\, nrenyuhake (menyentuh hati) menjadi tema besar dipadukan dengan berbagai makna konotasi ses yang mereka jumpai sehari-hari.\nSeniman yang mewujudkan gagasannya dalam Jagongan Wagen Edisi Maret 2019 adalah:\nPusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja\nPenari: \n1. Putra Jalu Pamungkas\, S.Sn\n2. Dwi Cahyono\, S.Sn\n3. Wisnu Darmawan\, S.Sn\n4. Gitya Bima Sanjaya\n5. Hanif Joaniko Putra\n6. Okky Bagas Saputro\n7. Mukhlis\n8. Hermawan Sinung Nugroho\, S.Pd\nManajer Produksi Karya PLTBK: Pulung Jati Rangga Murti\, S.Sn\nPenata Musik: Sudar\nPenata Busana: Anang Wahyu Nugroho\, S.Sn \nProfil Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja\nPusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja (PLTBK) didirikan oleh Bagong Kussudiardja pada tahun 1958 di kota Yogyakarta dan telah melahirkan banyak pekerja seni tari yang menyebar ke seluruh Indonesia dan mancanegara.  PLTBK telah memproduksi berbagai karya tari dan berkolaborasi dengan berbagai media.  Secara aktif PLTBK juga turut berpartisipasi pada kegiatan seni dan budaya baik di tingkat nasional maupun internasional. Email: pltbagong@gmail.com  \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) \n \nMelanjutkan spirit maestro seni Indonesia Bagong Kussudiardja\, PSBK mewujudkan diri sebagai art center dengan misi mendukung pengembangan kreatif seniman dan masyarakat umum untuk terus terhubung pada nilai-nilai seni dan budaya\, keberlanjutannya\, dan penciptaan nilai-nilai budaya melalui seni. PSBK hadir sebagai laboratorium kreatif\, tempat berkumpul\, ruang presentasi karya seniman dari berbagai disiplin. PSBK menghadirkan karya seniman-seniman muda\, memfasilitasi riset-riset artistik dan pengembangan profesional\, dan merancang program-program untuk meningkatkan community engagement dan pengembangan jaringan melalui kesenian.\n \nPadepokan Seni Bagong Kussudiardja\nDs. Kembaran Rt.04-05\, Tamantirto\, Kasihan\, Bantul\, DIY\nTel./Fax.: +62(0)274/ 414-404\nWhatsapp : +62 82141416252\nEmail: info@psbk.or.id   Web: www.psbk.or.id\nFacebook: psbkjogja \nTwitter & Instagram: @psbk_jogja\nYoutube: media psbk
URL:https://indonesiakaya.com/event/pertunjukan-tari-ngesses-jagongan-wagen-edisi-maret-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/pertunjukan-tari-ngesses-jagongan-wagen-edisi-maret-2019-UrkB94.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190323T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190323T200000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031532Z
LAST-MODIFIED:20201022T075558Z
UID:36558-1553371200-1553371200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Wayang Orang Bharata Mempersembahkan Lakon "Sinto Ilang"
DESCRIPTION:Pada perjalanannya saat berkelana di hutan Dandaka\, Sri Rama dan Dewi Sinta melihat kijang kencana yang sangat mempesona. Dewi Sinta memohon kepada Sri Rama agar menangkap kijang kencana tersebut untuk teman bermain selama berkelana. Tanpa mereka ketahui sebenarnya kijang kencana itu adalah pengalihan perhatian dari Prabu Rahwana agar dapat menculik Dewi Sinta. \nSri Rama meninggalkan Dewi Sinta untuk menangkap kijang kencana. Ia menitipkan Dewi Sinta kepada Raden Lesmana agar menjaganya.  Namun Dewi Sinta mendesak Raden Lesmana untuk membantu Sri Rama sehingga Raden Lesmana membuat lingkaran penjaga dari ujung kerisnya agar Dewi Sinta terlindungi . \nTak lama kemudian muncul seorang tua yang memancing Dewi Sinta keluar dari lingkaran penjaga tersebut yang ternyata adalah Prabu Rahwana dan berhasil menariknya keluar dan menculiknya membawa ke Kerajaan Alengka. \nBagaimanakah reaksi Sri Rama mengetahui istrinya menghilang dari tempatnya berpijak?  \nPertunjukan Wayang Orang Bharata berjudul “Sinto Ilang” yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation digelar pada 23 Maret 2019\,  di Gedung Wayang Orang Bharata Purwa\, Jl. Kalilio 15 Senen Jakarta Pusat pukul 20.00. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :      \nM. Yunus : 0856 1211 842
URL:https://indonesiakaya.com/event/wayang-orang-bharata-mempersembahkan-lakon-sinto-ilang-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/wayang-orang-bharata-mempersembahkan-lakon-sinto-ilang-Ivy8de.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190323T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190323T000000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031444Z
LAST-MODIFIED:20201022T075509Z
UID:36487-1553299200-1553299200@indonesiakaya.com
SUMMARY:Wayang Orang Bharata Mempersembahkan Lakon "Sinto Ilang"
DESCRIPTION:Wayang Orang Bharata didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation mempersembahkan lakon berjudul “Sinto Ilang” pada tanggal 23 Maret 2019\,  di Gedung Wayang Orang Bharata Purwa\, Jl. Kalilio 15 Senen Jakarta Pusat. \nPertunjukan ini mengangkat kisah cinta Rama dan Sinta. Saat berkelana di hutan Dandaka\, Sri Rama dan Dewi Sinta melihat kijang kencana yang sangat mempesona. Dewi Sinta memohon kepada Sri Rama agar menangkap kijang kencana tersebut untuk teman bermain selama berkelana. Tanpa mereka ketahui sebenarnya kijang kencana itu adalah pengalihan perhatian dari Prabu Rahwana agar dapat menculik Dewi Sinta. \nSri Rama meninggalkan Dewi Sinta untuk menangkap kijang kencana. Ia menitipkan Dewi Sinta kepada Raden Lesmana agar menjaganya.  Namun Dewi Sinta mendesak Raden Lesmana untuk membantu Sri Rama sehingga Raden Lesmana membuat lingkaran penjaga dari ujung kerisnya agar Dewi Sinta terlindungi . \n \nTak lama kemudian muncul seorang tua yang memancing Dewi Sinta keluar dari lingkaran penjaga tersebut yang ternyata adalah Prabu Rahwana dan berhasil menariknya keluar dan menculiknya membawa ke Kerajaan Alengka. Seekor burung bernama Jatayu\, melihat Dewi Sinta diculik. Jatayu berusaha melawan Rahwana\, tetapi kalah. Sebelum mati\, Jatayu masih sempat melaporkan penculikan Sinta kepada Sri Rama. Akhirnya Rama dan Lesmana berangkat menyelamatkan Sinta\, dibantu oleh kera putih bernama Hanoman. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/wayang-orang-bharata-mempersembahkan-lakon-sinto-ilang/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/wayang-orang-bharata-mempersembahkan-lakon-sinto-ilang1-4j8wWl.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190322T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190323T000000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031528Z
LAST-MODIFIED:20201022T075555Z
UID:36554-1553284800-1553299200@indonesiakaya.com
SUMMARY:"Kanjeng Sepuh"\, Program Indonesia Kita Tahun 2019
DESCRIPTION:Program Indonesia Kita 2019 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation hadir dengan mengangkat tema Jalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan. Tema ini dipentaskan perdana bulan Maret 2019 dalam lakon “Kanjeng Sepuh”\, yang merupakan pentas ke 31. \n \n \nJalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan\nProgram Indonesia Kita sudah berpentas dalam 30 judul pertunjukan. Di tahun 2019 ini hadir kembali dengan mengangkat “Jalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan” sebagai tema utama. \n \nPentas-pentas Indonesia Kita yang memilih kesenian sebagai upaya untuk menjadi Indonesia\, kini semakin terasa relevan untuk mengajak\, menemukan dan menumbuhkan kembali kepekaan\, kesadaran dan kemanusiaan kita. Melalui lakon-lakon yang digelar Indonesia Kita\, seni pertunjukan sering diibaratkan seperti oase di tengah kegersangan. Indonesia Kita menghadirkan seni di antara masyarakat yang melampaui sekat dan batas-batas suku\, agama dan orientasi politik. Seni merupakan refleksi kompleksitas manusia dengan beragam dimensi. \n \nKesadaran inilah yang mendasari proses kreativitas dalam menciptakan pertunjukan Indonesia Kita sepanjang tahun 2019 di mana kita semua berada di antara gegap gempita peristiwa politik\, namun kebudayaan mengingatkan kita untuk memuliakan kemanusiaan.\n \n \nTentang Indonesia Kita\nIndonesia Kita mulai menggelar pertunjukan sejak tahun 2011\, dan sejak itulah pentas-pentas yang diadakan menjadi “laboratorium kreatif” bagi berbagai seniman\, baik lintas bidang\, lintas kultural dan lintas generasi. Berjalan dari satu pentas ke pentas lainnya\, pada akhirnya mengkristal menjadi sebuah ikhtiar untuk semakin memahami bagaimana proses “menjadi Indonesia”.\nSebagai sebuah bangsa\, Indonesia adalah sebuah “proses menjadi”\, yakni sebuah proses yang terus menerus diupayakan\, proses yang tak pernah selesai\, untuk mencapai apa yang menjadi cita-cita bersama\, yaitu menjadi 'sebuah bangsa yang berkebudayaan’.\nIndonesia Kita telah menjadi sebuah forum seni budaya yang bersifat terbuka\, yang mempercayai jalan seni dan kebudayaan sebagai jalan yang sangat penting untuk mendukung 'proses menjadi Indonesia” itu. Terlebih-lebih ketika Indonesia hari ini seperti rentan dan penuh berbagai persoalan\, maka merawat semangat ke-Indonesia-an menjadi sesuatu yang harus secara terus-menerus diupayakan. \nIndonesia Kita yang secara berkala dan rutin diselenggarkan\, pada akhirnya telah mampu meyakinkan penonton untuk melakukan apa yang seringkali disebut oleh Butet Kartaredjasa\, sebagai “ibadah kebudayaan” yakni semangat untuk bersama-sama mendukung dan mengapresiasi karya seni budaya. Pentas-pentas Indonesia Kita mendapat apresiasi yang baik\, tanggapan positif\, dan mampu menjadi ruang interaksi tidak hanya antara seniman dan masyarakat penonton\, melainkan juga antara penonton dan penonton. Sebuah komunitas kultural terbentuk\, di mana penonton kemudian menghadiri pentas-pentas Indonesia Kita\, sebagai wujud dari “ibadah kebudayaan”.\n \nLakon Kanjeng Sepuh\n \nPentas perdana Indonesia Kita 2019 akan menjadi pentas ke 31 dalam proses ibadah kebudayaan yang dilakukan sejak tahun 2011. Melalui lakon berjudul “Kanjeng Sepuh”\, Indonesia Kita mengajak kita semua untuk bersama-sama memelihara semangat ke-Indonesiaan melalui jalan kebudayaan.\n \nKanjeng Sepuh berkisah tentang orang-orang yang merasa ditinggalkan oleh jaman\, hanya karena mereka tua. Di usianya yang semakin senja\, seorang pemain wayang orang yang terkenal\, merasa kesepian karena orang-orang di sekelilingnya mulai mengabaikannya. Bagaimanapun\, jaman telah berubah. Suatu hari pemain wayang itu menyatakan bahwa ia didatangi Semar. Ia menyatakan diri bahwa ia adalah titisan Semar. Oleh orang-orang sekelilingnya\, bahkan juga oleh sahabat-sahabat seumurannya\, dia hanya dianggap cari perhatian. Apalagi tingkah Semar itu memang sering kekanak-kanakan. \n \nTapi sepertinya ia memang benar-benar telah menjadi titisan Semar. Ia memiliki kuncung di kepalanya. Kuncung sakti yang tak bisa dipotong. Seorang tukang cukur mencoba memotong kuncung itu\, dengan gunting\, gergaji\, dengan bermacam peralatan yang paling tajam\, tapi kuncung itu tak bisa dipotong. \n \nLalu pemain wayang itu menjadi terkenal sebagai Semar sakti\, Semar yang memiliki banyak keajaiban. Dan banyak orang menjadi penasaran\, termasuk penasaran untuk memotong kuncung di kepala Semar.\n \nKemudian seseorang datang\, mengaku sebagai Arjuna. Ia berhasil memotong kuncung Sang Semar. Tentu saja Semar marah. Itu adalah penghinaan. Kemarahan Semar dianggap sebagai sikap kekanak-kanakan oleh Arjuna. Lalu Semar mengatakan bahwa\, orang-orang dewasa telah membuat dunia ini menjadi buruk\, kehidupan menjadi penuh tipu muslihat\, penuh amarah dan dendam. Semua itu karena banyak orang dewasa telah kehilangan jiwa kanak-kanak yang riang dan sederhana. Semar sengaja mempertahankan jiwa kebocahannya. Ia ingin dirinya selalu menjadi kanak-kanak\, tak ingin kehilangan jiwa kanak-kanak yang murni dan jujur. \n \nBagaimana lakon ini dipertontonkan? Siapakah yang berperan menjadi Semar dan Arjuna? \nSaksikan lakon Kanjeng Sepuh yang merupakan episode 31 Indonesia Kita.\n \nProgram Indonesia Kita 2019\nJalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan\n \nPentas ke : 31\nJudul Pentas : Kanjeng Sepuh\nJadwal : 2 kali pentas\n  Jumat\, 22 Maret 2018 – Pukul 20.00 WIB\n  Sabtu\, 23 Maret 2018 – Pukul 20.00 WIB\nVenue : Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki\, Jl. Cikini Raya 73\, Jakarta Pusat\nTim Kreatif : Butet Kartaredjasa\, Agus Noor\, Djaduk Ferianto\,  \nNaskah : Agus Noor\nSutradara : Sujiwo Tejo\nArtistik : Ong Hari Wahyu\nPenata Tari : Yosep Wahyu Tristiantoro\, Kojack Kodrata & Kresna 'Peceng' Wijaya \nPenata Musik : Bintang Indrianto\n \nPemain : Sujiwo Tejo\, Butet Kartaredjasa\, Cak Lontong\, Akbar\, Marwoto\, Wisben\, \n  Joned\, Yu Ningsih\, Wulan Guritno\, Soimah\, Endah Laras\, Rita Tila\,\n  SAHITA\, EKI Dance Company\, Bianglala Voice\, Bintang Indrianto dkk.\n \n \nHTM Kanjeng Sepuh:\nPLATINUM Rp. 750.000 \nVVIP  Rp. 500.000\nVIP  Rp. 300.000 \nBALKON  Rp. 150.000\n \nReservasi Tiket:\nwww.kayan.co.id\nwww.blibli.com\n \nInformasi:\nKayan Production & Communications\n0838 9971 5725 / 0813 1163 0001 
URL:https://indonesiakaya.com/event/kanjeng-sepuh-program-indonesia-kita-tahun-2019-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/kanjeng-sepuh-program-indonesia-kita-tahun-2019-6EYmkz.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190322T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190322T000000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031445Z
LAST-MODIFIED:20201022T075510Z
UID:36488-1553212800-1553212800@indonesiakaya.com
SUMMARY:"Kanjeng Sepuh"\, Program Indonesia Kita Tahun 2019
DESCRIPTION:Trio seniman kreatif Butet Kartaredjasa\, Agus Noor\, dan Djaduk Ferianto kembali hadir dalam program Indonesia Kita tahun 2019. Pentas ke-31 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini hadir dengan judul “Kanjeng Sepuh”\, dan diselenggarakan pada tanggal 22 dan 23 Maret 2019 di Graha Bhakti Budaya\, Taman Ismail Marzuki\, Jakarta.     \n \n“Program Indonesia Kita senantiasa menampilkan pementasan yang tak hanya menghibur namun juga mengajak para penontonnya untuk selalu menghargai dan mencintai budaya Indonesia. Kepiawaian trio seniman handal\, Butet Kartaredjasa\, Agus Noor\, dan Djaduk Ferianto mengolah ide kreatif mereka ke dalam panggung pertunjukan\, bersambut hangat dengan para pemain dan tim pendukung yang tak kalah hebatnya\, maka lakon-lakon persembahan Indonesia Kita menjadi sayang bila dilewatkan\,” ujar Renitasari Adrian\, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation. \n \nDi tahun 2019\, Program Indonesia Kita hadir kembali dengan mengangkat “Jalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan” sebagai tema utama. “Pentas-pentas Indonesia Kita memilih kesenian sebagai upaya untuk menjadi Indonesia\, kini semakin terasa relevan untuk mengajak\, menemukan\, dan menumbuhkan kembali kepekaan\, kesadaran\, dan kemanusiaan kita\,” ujar Butet Kartaredjasa\, selaku penggagas dan tim kreatif Indonesia Kita\n. \n \nMelalui lakon-lakon yang digelar Indonesia Kita\, seni pertunjukan sering diibaratkan seperti oase di tengah kegersangan. Indonesia Kita menghadirkan seni di antara masyarakat yang melampaui sekat dan batas-batas suku\, agama\, dan orientiasi politik. Seni merupakan refleksi kompleksitas manusia dengan beragam dimensi. “Kesadaran inilah yang mendasari proses kreativitas dalam menciptakan pertunjukan Indonesia Kita sepanjang tahun 2019 di mana kita semua berada di antara gegap gempita peristiwa politik\, namun kebudayaan mengingatkan kita untuk memuliakan manusia\,” tambah Butet. \n \nKanjeng Sepuh bercerita tentang orang-orang yang merasa ditinggalkan oleh zaman\, hanya karena mereka tua. Di usianya yang semakin senja\, seorang pemain wayang orang yang terkenal merasa kesepian karena orang-orang di sekelilingnya mulai mengabaikannya. Bagaimanapun\, zaman telah berubah. Suatu hari pemain wayang itu menyatakan bahwa ia didatangi Semar. Ia menyatakan diri bahwa ia adalah titisan Semar. Oleh orang-orang sekelilingnya\, bahkan juga oleh sahabat-sahabat seumurannya\, dia hanya dianggap cari perhatian. Apalagi tingkah Semar itu memang sering kekanak-kanakan. \n \nPementasan ini dimeriahkan oleh penampilan Sujiwo Tejo\, Butet Kartaredjasa\, Cak Lontong\, Akbar\, Marwoto\, Wisben\, Joned\, Yu Ningsih\, Wulan Guritno\, Soimah\, Endah Laras\, Rita Tila\, SAHITA\, EKI Dance Company\, Bianglala Voice\, Bintang Indrianto\, dan masih banyak lagi. Penata tari oleh Yosep Wahyu Tristiantoro\, Kojack Kodrata\, dan Kresna ‘Peceng’ Wijaya yang selaras dengan iringan musik yang ditata oleh Bintang Indrianto dan artistik dari Ong Hari Wahyu. Naskah garapan Agus Noor ini disutradarai oleh Sujiwo Tejo dengan tim kreatif Butet Kartaredjasa\, Agus Noor\, dan Djaduk Ferianto. \n\nIndonesia Kita mulai menggelar pertunjukan sejak tahun 2011\, dan sejak itulah pentas-pentas yang diadakan menjadi “laboratorium kreatif” bagi berbagai seniman\, baik lintas bidang\, lintas kultural dan lintas generasi. Berjalan dari satu pentas ke pentas lainnya\, pada akhirnya mengkristal menjadi sebuah ikhtiar untuk semakin memahami bagaimana proses “menjadi Indonesia”.\n \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/kanjeng-sepuh-program-indonesia-kita-tahun-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/kanjeng-sepuh-program-indonesia-kita-tahun-20191-b8SgkM.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190321T193000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190321T193000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031522Z
LAST-MODIFIED:20201022T075548Z
UID:36544-1553196600-1553196600@indonesiakaya.com
SUMMARY:Bukan Musik Biasa Edisi 69
DESCRIPTION:Untuk kesekian kalinya Forum Musik dan Dialog 1×2 Bulan “Bukan Musik Biasa” (BMB) hadir mewadahi komposer-komposer muda dalam kekaryaan baru di dunia musik kontemporer. Sesuai misi visinya BMB bukan hanya media komunikasi antara kreator dan apresiator\, melainkan juga ruang untuk melihat potensi tiap individu maupun kelompok dalam mengolah daya cipta. Maka BMB bukan sekedar event musik melainkan juga media diskursus dan dialektika musik tersendiri yang bergelindang di tengah arus indutrialisasi.  \nPada kesempatan ini\, akan tampil komposer muda\, yaitu Supri & Yogi (Solo)\, Juan Arminandi (Pontianak)\, dan Sanggar Kulino Riyot (Solo). Diskusi Budaya juga akan diadakan dengan menghadirkan pembicara Danis Sugiyanto dan Moderator Muhklis Anton Nugroho.\nKegiatan Bukan Musik Biasa edisi ke 69 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation diselenggarakan pada tanggal 21 Maret 2019\, pukul 19.30 WIB\, di Pendapa Wisma Seni Taman Budaya Surakarta\, Jl. Ir. Sutami 57 Surakarta.  \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan menghubungi panitia :\nGondrong Gunarto : 0856 4715 8338\nDaniel : 0817 4880 815
URL:https://indonesiakaya.com/event/bukan-musik-biasa-edisi-69-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/bukan-musik-biasa-edisi-69-x47kXH.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190321T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190321T000000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031333Z
LAST-MODIFIED:20201022T075355Z
UID:36377-1553126400-1553126400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Bukan Musik Biasa Edisi 69
DESCRIPTION:Kegiatan Bukan Musik Biasa edisi ke 69 yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation diselenggarakan pada tanggal 21 Maret 2019\, pukul 19.30 WIB\, di Pendapa Wisma Seni Taman Budaya Surakarta\, Jl. Ir. Sutami 57 Surakarta.  \nPada kesempatan ini\, tampil komposer muda\, yaitu Supri & Yogi (Solo)\, Juan Arminandi (Pontianak)\, dan Sanggar Kulino Riyot (Solo). Diskusi Budaya juga diadakan dengan menghadirkan pembicara Danis Sugiyanto dan Moderator Muhklis Anton Nugroho. \n \nUntuk kesekian kalinya Forum Musik dan Dialog 1×2 Bulan “Bukan Musik Biasa” (BMB) hadir mewadahi komposer-komposer muda dalam kekaryaan baru di dunia musik kontemporer. Sesuai misi visinya BMB bukan hanya media komunikasi antara kreator dan apresiator\, melainkan juga ruang untuk melihat potensi tiap individu maupun kelompok dalam mengolah daya cipta. Maka BMB bukan sekedar event musik melainkan juga media diskursus dan dialektika musik tersendiri yang bergelindang di tengah arus indutrialisasi. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia.
URL:https://indonesiakaya.com/event/bukan-musik-biasa-edisi-69/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/bukan-musik-biasa-edisi-691-EcJudf.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190320T100000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190324T000000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031520Z
LAST-MODIFIED:20231221T100410Z
UID:36542-1553076000-1553385600@indonesiakaya.com
SUMMARY:ADIWASTRA NUSANTARA 2019
DESCRIPTION:Adiwastra Nusantara adalah pameran kain adati terbesar di Indonesia yang telah diselenggarakan setiap tahun sejak 2008 di Jakarta. Wastra artinya kain dan Adi berarti unggul atau terbaik\, sehingga Adiwastra Nusantara berarti pameran kain-kain tradisional unggulan dari seluruh wilayah Indonesia. Pameran ini digagas oleh komunitas pecinta dan pegiat promosi kain adati nusantara yang dimotori oleh Edith Ratna Soeryosoeyarso dan kawan-kawan. Tujuan dari pameran ini antara lain untuk terus mengobarkan semangat pelestarian serta pengembangan kain adati nusantara sebagai kekayaan bangsa yang beragam dan memiliki keindahan serta nilai-nilai filosofis dan kearifan lokal yang tinggi. \nAdiwastra Nusantara telah menjadi peristiwa tahunan yang dinantikan oleh para UKM perajin wastra maupun masyarakat pecinta kain adati Indonesia. Pameran ini menjadi ajang interaksi antara UKM perajin/perancang kain adati dengan masyarakat konsumennya. Setiap perajin akan berusaha menampilkan kreasi dan inovasi terbaiknya untuk merebut hati masyarakat pengguna kain adati yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Adiwastra Nusantara juga merupakan ajang interaksi antar para UKM perajin wastra untuk memperkenalkan teknologi atau bahan baku baru\, mulai dari serat\, benang\, kain\, pewarna alam hingga teknik-teknik penenunan serta pewarnaan yang  mutakhir. \nPenyelenggaraan pameran Adiwastra Nusantara ke 12 tahun 2019 ini mengusung tema “Wastra Adati generasi Digital”. Telah kita saksikan bahwa minat masyarakat terhadap kain adati terus meningkat dari tahun ke tahun\, baik untuk busana\, interior maupun kebutuhan lainnya. Kecenderungan ini kian meningkat sejak Unesco menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda dari Indonesia tahun 2009 yang lalu. Tren ke arah nuansa etnik atau tradisi serta gaya hidup kembali ke alam yang banyak di anut para generasi muda\, telah turut mendongkrak pemakaian kain adati\, baik batik\, tenun maupun jumputan atau sasirangan.  Citra kain adati kini tidak menjadi monopoli generasi senior semata\, kaum milenial\, generasi digital pun mulai banyak menyukai kain tradisi\, tidak hanya untuk peristiwa resmi tetapi juga untuk suasana kasual dan sehari-hari. Para perancang busana serta kain adati dari kalangan generasi muda pun semakin banyak bermunculan membawa ide-ide segar dan inovatif\, sesuai karakter generasinya. Kecenderungan ini dengan cepat berkembang didukung oleh sistem pemasaran dan penjualan digital. Sebuah keniscayaan yang positif dan tidak mungkin dihindari. Inilah antara lain yang mendorong diusungnya tema tersebut di atas untuk Adiwastra Nusantara 2019 ini. \nPameran Adiwastra Nusantara 2019 diselenggarakan pada 20 – 24 Maret 2019 di Hall A  & B  Balai Sidang Jakarta (JCC). Pameran dibuka pukul 10.00 WIB hinggal 21.00 WIB. Berbagai kegiatan yang disajikan antara lain Stand ikon Adiwastra Nusantara 2019\, Peluncuran dan bedah buku “Batik Sudagaran Solo”\, Lomba Selendang Indonesia\, Peragaan busana para perancang nasional\, Talkshow\, demo dan workshop. \nInformasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini\, silahkan kunjungi  :\nhttp://www.adiwastra.id/
URL:https://indonesiakaya.com/event/adiwastra-nusantara-2019-2/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/adiwastra-nusantara-2019-7vtrHl.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190320T000000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190320T000000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031342Z
LAST-MODIFIED:20231221T101507Z
UID:36392-1553040000-1553040000@indonesiakaya.com
SUMMARY:ADIWASTRA NUSANTARA 2019
DESCRIPTION:Pameran Adiwastra Nusantara 2019 yang didukung juga oleh Bakti Budaya Djarum Foundation diselenggarakan pada 20 – 24 Maret 2019 di Hall A  & B  Balai Sidang Jakarta (JCC). Pameran dibuka pukul 10.00 WIB hinggal 21.00 WIB. Berbagai kegiatan yang disajikan antara lain Stand ikon Adiwastra Nusantara 2019\, Peluncuran dan bedah buku “Batik Sudagaran Solo”\, Lomba Selendang Indonesia\, Peragaan busana para perancang nasional\, Talkshow\, demo dan workshop. \nAdiwastra Nusantara adalah pameran kain adati terbesar di Indonesia yang telah diselenggarakan setiap tahun sejak 2008 di Jakarta. Wastra artinya kain dan Adi berarti unggul atau terbaik\, sehingga Adiwastra Nusantara berarti pameran kain-kain tradisional unggulan dari seluruh wilayah Indonesia. Pameran ini digagas oleh komunitas pecinta dan pegiat promosi kain adati nusantara yang dimotori oleh Edith Ratna Soeryosoeyarso dan kawan-kawan. Tujuan dari pameran ini antara lain untuk terus mengobarkan semangat pelestarian serta pengembangan kain adati nusantara sebagai kekayaan bangsa yang beragam dan memiliki keindahan serta nilai-nilai filosofis dan kearifan lokal yang tinggi. \nAdiwastra Nusantara telah menjadi peristiwa tahunan yang dinantikan oleh para UKM perajin wastra maupun masyarakat pecinta kain adati Indonesia. Pameran ini menjadi ajang interaksi antara UKM perajin/perancang kain adati dengan masyarakat konsumennya. Setiap perajin akan berusaha menampilkan kreasi dan inovasi terbaiknya untuk merebut hati masyarakat pengguna kain adati yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Adiwastra Nusantara juga merupakan ajang interaksi antar para UKM perajin wastra untuk memperkenalkan teknologi atau bahan baku baru\, mulai dari serat\, benang\, kain\, pewarna alam hingga teknik-teknik penenunan serta pewarnaan yang  mutakhir. \n \nPenyelenggaraan pameran Adiwastra Nusantara ke 12 tahun 2019 ini mengusung tema “Wastra Adati generasi Digital”. Telah kita saksikan bahwa minat masyarakat terhadap kain adati terus meningkat dari tahun ke tahun\, baik untuk busana\, interior maupun kebutuhan lainnya. Kecenderungan ini kian meningkat sejak Unesco menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda dari Indonesia tahun 2009 yang lalu. Tren ke arah nuansa etnik atau tradisi serta gaya hidup kembali ke alam yang banyak di anut para generasi muda\, telah turut mendongkrak pemakaian kain adati\, baik batik\, tenun maupun jumputan atau sasirangan.  Citra kain adati kini tidak menjadi monopoli generasi senior semata\, kaum milenial\, generasi digital pun mulai banyak menyukai kain tradisi\, tidak hanya untuk peristiwa resmi tetapi juga untuk suasana kasual dan sehari-hari. Para perancang busana serta kain adati dari kalangan generasi muda pun semakin banyak bermunculan membawa ide-ide segar dan inovatif\, sesuai karakter generasinya. Kecenderungan ini dengan cepat berkembang didukung oleh sistem pemasaran dan penjualan digital. Sebuah keniscayaan yang positif dan tidak mungkin dihindari. Inilah antara lain yang mendorong diusungnya tema tersebut di atas untuk Adiwastra Nusantara 2019 ini. \nSemoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia\, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya\, Cinta Indonesia
URL:https://indonesiakaya.com/event/adiwastra-nusantara-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/adiwastra-nusantara-20191-wuH7ZB.tmp_.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20190316T200000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20190316T200000
DTSTAMP:20260511T031517
CREATED:20201022T031533Z
LAST-MODIFIED:20201022T075559Z
UID:36560-1552766400-1552766400@indonesiakaya.com
SUMMARY:Suluk Maleman Edisi Maret 2019
DESCRIPTION:Suluk Maleman adalah acara rutin bulanan yang dirancang sebagai ajang untuk silaturrahim\, tukar pikiran\, mengaji masalah-masalah yang dihadapi bangsa\, baik di tingkat lokal maupun nasional. Acara ini sejak awal digagas sebagai oase untuk merekatkan kembali ikatan kemanusiaan\, kemasyarakatan dan kebangsaan. \nTema Suluk Maleman kali ini “Tunakawan”\, untuk membahas tema ini akan hadir Budi Maryono\, Ali Fatkhan\, Muhajir Arrosyid\, Muhammad Aniq\, serta akan diselingi pagelaran musik oleh Orkes Puisi Sampak GusUran. Tema ini merupakan bagian ke-sembilan dari episode Taubat Nusantara\, Menjaga Nalar Bangsa.  \nKegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Maret 2019\, pukul 20.00 WIB\, bertempat di Rumah Adab Indonesia Mulia\, Jalan P. Diponegoro No 94\, Pati. \nInfo lebih lanjut :\nWebsite: www.sulukmaleman.com\nFacebook: fb.com/sulukmaleman\nTwitter: @suluk_maleman\nInstagram: @sulukmaleman
URL:https://indonesiakaya.com/event/suluk-maleman-edisi-maret-2019/
LOCATION:Instagram Live Indonesia Kaya
CATEGORIES:Agenda Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://indonesiakaya.com/wp-content/uploads/2020/10/suluk-maleman-edisi-maret-2019-kLI4tV.tmp_.jpg
END:VEVENT
END:VCALENDAR